
Mereka berlima menatap tajam ke arah wanita itu. Rani memasukkan peluru ke dalam lubang pistol revolver nya, dia menempelkan ujung pistolnya ke kepala wanita itu.
“apa masalah mu dengan kami, hingga kamu berani meneror markas kami dan membunuh teman kami?” tanya lova sambil menatap tajam kearah wanita itu
“apa maksud kalian aku tidak mengetahui apapun, dan aku tidak pernah membunuh siapa pun” ucap wanita itu dengan ketakutan
Dor, dor, dor. Rani menembakkan pelurunya ke bawah untuk menggertak wanita itu, sehingga wanita itu gemetar ketakutan. Kemudian rani kembali mengisi peluru di pistolnya dan kembali mengarahkan ke kepala wanita itu.
“aku berkata dengan jujur, aku tidak pernah membunuh siapapun” ucap wanita itu sambil menangis. Hal itu membuat rani kesal, saat rani ingin menembak kepala wanita itu, amel mencegahnya
“tunggu rani” Amel memegang tangan rani yang memegang pistol
“kenapa?” tanya rani kesal
“aku rasa dia berkata jujur” ucap Amel yakin. Kemudian rani menurunkan pistolnya, kemudian Amel memanggil anak buahnya untuk mengambilkan data pribadi milik wanita itu. Setelah itu mereka mulai keluar dari ruangan itu dan membaca data pribadi milik wanita itu, ternyata wanita itu bernama Weni seorang kepala dokter dari rumah sakit itu. Mereka yakin jika dokter itu hanya kambing hitam dari peneror markas mereka. setelah mengetahui hal itu mereka kembali kedalam ruangan itu dengan menyesal, mereka berjalan kearah wanita itu kemudian Tio langsung menyuntikkan obat bius ke lengan wanita itu kemudian dalam hitungan menit wanita itu langsung tidak sadarkan diri. Mereka segera mengangkat wanita itu dan membawanya menuju mobil dan menyuruh anak buahnya untuk membawa kembali kerumahnya tanpa sepengetahuan siapapun.
Di ruang santai tempat biasa mereka berkumpul mereka mencari tahu siapa yang membunuh mega.
“aku yakin, pasti ada yang menukar cairan obat dengan cairan pestisida” Ridho sangat yakin dengan ucapannya
__ADS_1
“tapi, aku sedikit ragu jika dia hanya kambing hitam saja. Karena, seorang kepala dokter tidak mungkin sebodoh dan se ceroboh itu dalam mengenali obat dan pestisida. Aku dengan mudah bisa mencium bau yang berbeda. Namun kenapa dokter itu tidak bisa mencium bau pestisida itu” ucap Rani yang ragu, mereka menjadi sangat bingung dengan keadaanya saat ini.
Boom, boom, boom. Suara tiga bom meledak bersamaan sehingga menghancurkan sebagian markas WAPTIC. Mereka segera berlari turun dan keluar dari gedung itu dan akhirnya ledakan yang lebih hebat muncul dan merobohkan seluruh bangunan markas mereka. untung saja dengan tepat waktu mereka dapat keluar dengan selamat. Kerugian besarpun terjadi, seluruh server canggih rakitan mereka hancur bersama bangunan markas itu, bahkan seluruh kenangan markas itu hancur tanpa sisa. Mereka sangat marah, karena itu adalah bangunan yang memiliki kenangan terindah di hidup mereka.
Triiing..triing.. suara telpon Ridho berdering, ridho melihat dari layar telponnya ternyata anak buahnya yang menelpon. Dia segera membuka telpon itu
“bos, kami dalam bahaya” anak buah Ridho belum menyelesaikan ucapannya namun seketika telpon itu mati. Hal itu menjadi membuat mereka khawatir dan panic. Mereka segera menaiki mobil dan melacak keberadaan anak buahnya yang menelpon tadi, kemudian mereka langsung meluncur ke TKP. Di TKP sudah banyak warga yang membatu anak buahnya. Mereka melihat di badan mobil dan melihat bercak darah dan berlubang-lubang seperti bekas tembakan, mereka melihat empat anak buahnya, kemudian mereka mengingat jika mereka yang mengantar Weni, seorang dokter yang mereka sekap tadi, mereka mencari-cari dan ternyata tubuh Weni tidak di temukan. Hal itu membuat mereka yakin seratus persen jika Weni adalah dalang pembunuhan mega.
Mereka sangat marah mereka memerintahkan anak buahnya yang ada untuk mengurus pemakaman anak buahnya yang sudah meninggal, kemudian mereka segera menuju kediaman Rani dan lova untuk berunding. Sesampainya di rumah rani, lova memerintahkan penjaga rumahnya untuk memperketat penjagaan rumahnya, kemudian mereka segera menuju lantai paling atas yaitu di lantai 4 rumahnya.
“sekarang, sepertinya kita tidak punya waktu untuk mencari siapa pembunuh mega. Karena aku yakin nyawa kita semua dalam bahaya. Mereka tidak hanya akan mengincar anak buah mega yang tersisa, namun pasti kita juga. Karena aku yakin jika Weni adalah dalang dari semua ini” ucap rani yakin
“tidak, WAPTIC tidak selemah itu untuk melarikan diri” tambah Ridho yang kesal
“kita tidak bisa berlari, kita sudah terperangkap di permainan Weni. Sekarang tugas kita adalah untuk menjebak Weni dan mencari tau apa masalah yang kita buat kepada dokter itu, sehingga dokter itu meneror kita seperti ini” ucap Amel menenangkan keributan sahabatnya
“iya, namun kita harus tetap pergi dari sini. Demi keamanan kita sendiri” tambah Lova
“tapi itu sama saja jika kita melarikan diri” ucap tio kesal
__ADS_1
“tidak Tio, kita tidak melarikan diri. Jika kita akan kesulitan jika menangkap tikus di lubangnya, kita bisa menangkapnya setelah tikus itu jauh dari lubangnya” Rani mencoba menjelaskan
“baiklah kemana kita harus pergi?” tanya Ridho
“Island, kita memiliki markas rahasia di pulau pribadi itu. Kita akan menjebak Weni di sana” ucap Rani memutuskan
“baiklah, besok kita akan berangkat menggunakan dua pesawat pribadi kita” tambah Tio
“kita akan bawa sebagian anak buah kita yang sudah terlatih, kemudian sebagian lagi mengurus bisnis kita disini, selain itu, sebagian anak buah kita yang disini akan menjadi umpan empuk untuk musuh kita itu” tambah Amel menjelaskan rencana mereka. setelah itu mereka mulai memerintahkan para anak buahnya untuk menyiapkan keberangkatan mereka ke Island
Keesokan harinya, matahari sudah mulai menunjukkan sinarnya menyinari bandara, rani, lova dan 3 sahabatnya baru saja sampai di bandara menggunakan limosin berwarna hitam berlapis emas. Mereka di sambut oleh pengawal dan pramugari pribadinya yang membukakan pintu Limosin nya. Tio dan Ridho keluar dari Limosin nya langsung di sambut oleh para pramugari mereka, dengan gagahnya mereka memakai kaca mata hitam yang menjadi ciri khas mereka berjalan keluar dari limosin. Setelah itu dengan bersamaan, rani, lova dan Amel keluar dari limosin memakai baju serba hitam, seakan melambangkan ketegasan mereka, tak lupa, mereka juga memakai kaca mata hitam ciri khas Geng WAPTIC.
Mereka keluar dari limosin langsung di sabut oleh pengawal mereka yang berotot dan gagah. Setelah itu, mereka segera masuk kedalam pesawat pribadi mereka yang terdapat logo WAPTIC di badan pesawat, selain itu dua puluh pengawal dan penjaga yang sudah terlatih ikut mengudara menggunakan pesawat pribadi WAPTIC yang lainnya. Setelah itu mereka segera terbang menuju Island.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏