DENDAM HACKER CANTIK

DENDAM HACKER CANTIK
menjadi rekan Rani 4


__ADS_3

Kelas telah selesai, sebelum kembali ke kamarnya Lova dan kedua temannya pergi ke perpustakaan untuk mencari tahu tentang sejarah berdirinya universitas KUSUMA. Di dalam perpustakaan Lova menuju ke lantai tiga untuk ruangan khusus sejarah, di lemari di sudut ruangan Lova melihat rak khusus sejarah universitas di Indonesia. Lova mencari-cari dan menemukan sebuah buku tentang Universitas KUSUMA.


Lova membuka buku itu dan membacanya. Universitas KUSUMA berdiri pada tahun 1969 dan di dirikan oleh perusahaan KUSUMA dan pada tahun 1998 universitas KUSUMA di ambil alih oleh kedua pewaris perusahaan KUSUMA yang namanya di rahasiakan. Lova merasa aneh karena kedua pewaris universitas KUSUMA dirahasiakan, dan tidak di cantumkan dalam buk sejarah universitas bahkan ini sialnya saja.


Di sebuah gedung yang cukup besar, di dalam gedung itu terdapat pengamanan yang sangat ketat, mulai dari CCTV di setiap sudut ruangan sampai penjaga yang ada di setiap pintu ruangan. Di gedung itu di desain layaknya sebuah hotel bintang lima. Di lantai pertama terdapat bar super mewah dan ruangan tempat judi para pemimpin perusahaan ternama, di lantai dua terdapat kamar tidur untuk menginap para tamu VVIP, dilantai tiga terdapat ruang rahasia yang tidak sembarang orang bisa masuk sedangkan di lantai empat terdapat sebuah gudang penyimpanan rahasia yang di jaga puluhan pengawal bersenjata. Dan di lantai paling atas di lantai ke lima terdapat seorang pria paruh baya menghadap ke dinding gedung yang terbuat dari kaca transparan sehingga terlihat hiruk pikuknya kota.


"Tuan, kelihatannya ada yang mencoba membobol akun anda tuan" ucap sekertaris MR C sambil menundukkan kepalanya


"bukankah kamu adalah hacker yang profesional, kamu seharusnya bisa mengatasi hal itu, jika kamu tidak bisa mengatasi masalah itu aku akan atasi kamu dengan caraku sendiri" ucap MR C mengancam anak buahnya itu sambil tetap menghadap keluar ruangan.


Di kamar Rani, Rani sedang sibuk kembali meretas sistem pelindung akun milik MR C, tak lama kemudian Lova masuk kedalam kamar dan langsung menemui Rani.


"Apa kamu sudah menemukan sesuatu?" Tanya Lova sambil duduk di kursi sebelah Rani.


"Belum, bagaimana denganmu?" Rani masih sibuk dengan laptopnya


"Coba lihat ini" Lova mengambil laptopnya dan menunjukkan gambar gedung yang memiliki setempel logo MR C.


"Aku tidak pernah melihat gedung itu, apa kamu tahu lokasinya?" Rani memperhatikan gambar gedung itu.


"Itu masalahnya, gedung itu milik universitas KUSUMA dan untuk lokasi aku tidak mengetahui itu" ucap Lova serius


"Gedung itu cukup besar, aku yakin pemiliknya bukan orang biasa berarti gedung itu berada di kawasan kota" ucap Rani berpendapat

__ADS_1


"Kamu benar, tugas kita sekarang adalah mencari letak gedung itu, setelah itu kita akan pancing pemiliknya untuk keluar" tambah Lova. Setelah itu mereka segera kembali ke meja belajarnya dan mencari info tentang gedung itu.


Tak lama kemudian Lova berhasil menemukan lokasi gedung MR C, kemudian menunjukkan lokasi itu kepada Rani. Melihat itu Rani merasa begitu senang dan langsung menyalin data itu ke ponsel milik nya.


"Setelah ini bersiaplah untuk besok" ucap Rani setelah menyalin data


"Apa rencana kamu besok? Kamu harus berjanji tidak akan membunuh orang tidak bersalah lagi" Lova menunjukkan jari kelingkingnya. Sedangkan Rani hanya menatap mata polos Lova kemudian melingkarkan senyumnya dan pergi dari hadapan Lova tanpa permisi.


Di sebuah ruang laboratorium kimia Rani menyampur beberapa bahan kimia di sana. setelah selesai Rani membawa bahan kimia itu kedalam kamarnya. Setelah itu Rani tampak menelpon beberapa temannya dan Rani pun tampak sibuk mempersiapkan dirinya untuk besok.


Keesokan harinya jam 2 siang setelah mengikuti kelasnya Rani langsung menemui Lova agar cepat menuju lokasi gedung itu. Di dalam kamar Lova masih membaca buku di kursi belajar, melihat itu Rani langsung menarik tangan Lova keluar kamar.


"Bentar kita mau kemana sih?" Tanya Lova saat sudah keluar kamar


"Kita mau keluar kampus sebentar, ayo cepat sebelum CCTV kembali bekerja. Di pintu belakang kampus Rani melihat dua penjaga sedang menjaga pintu belakang kampus.


Di luar kampus tiga hypercar sudah menunggu mereka berdua. dari balik hypercar berwarna merah Ridho melambaikan tangan kepada Rani. Setelah itu Rani dan Lova segera berlari ke arah mobil itu dan masuk kedalam kemudian menuju lokasi gedung.


Ridho yang sudah berdandan bagaikan pengusaha muda masuk kedalam gedung yang tampak seperti hotel itu. Dengannya jas yang memiliki kamera pengintai di setiap kancing bajunya. Dan di bagian lekukan leher kemeja nya terdapat perekam suara dan alat komunikasi suara yang sangat tipis sehingga tidak mudah di curigai.


Di dalam gedung itu Ridho di sambut oleh dua pelayan hotel.


"Permisi tuan, apa ada yang bisa saya bantu" ucap salah satu pelayan

__ADS_1


"Saya ingin bertemu pemilik gedung ini, saya ingin berinvestasi untuk gedung ini" ucap Ridho kemudian kedua pelayan itu mengarahkan Rido ke lantai dua dan di ruangan khusus rapat para tamu VVIP. Tak lama kemudian pria berusia sekitar 35 tahun datang menemui Ridho.


"Selamat siang tuan Ridho" pria itu menyambut Ridho dengan senang.


"Selamat siang juga tuan.. maaf tuan siapa?" Ucap Ridho menghentikan ucapannya


"Cakara" jawab pria itu sambil menjabat tangan ridho. Kemudian mereka segera duduk dan membicarakan tentang investasinya.


Di mobil merah dekat gedung itu, Rani, Lova, Mega dan Amel memantau pergerakan Ridho. Saat Rani mendengar kata Cakra Rani yakin bahwa MR C adalah tuan Cakra. Melihat itu Rani mengambil pistolnya dan berniat membunuh tuan Cakra. Namun sebelum menuju gedung Lova dan kedua teman Rani mencegah dan mencoba meredam amarah Rani untuk sesaat.


Karena Rani yang cukup kuat Rani dengan mudah melewati ketiga temannya itu. Melihat kemarahan Rani yang begitu besar untuk mencegah tingkah gegabah Rani Amel sengaja menyuntikkan paksa cairan yang berisi obat bius kepada Rani, kemudian Mega membekap mulut Rani dengan obat bius sehingga dengan cepat Rani pingsan tak sadarkan diri. Mereka bertiga pun langsung membawa Rani kembali masuk ke dalam mobil dan kembali menyimak pembicaraan Ridho dan tuan Cakra.


Di tempat rapat Ridho masih mengorek informasi tentang bisnis gedung itu.


"Bagaimana tuan Ridho, tuan ingin menginvestasikan dana anda di bisnis bidang apa?" Tanya tuan Cakra dengan sopan


"Saya dengar gedung ini serba guna, kadang menjadi hotel kadang menjadi kafe, kadang menjadi bar yang super mewah, saya ingin tau bisnis unik apa lagi yang ada di gedung ini?" Tanya Ridho intuk mengorek informasi gedung itu.


"Sepertinya anda sangat tertarik dengan uniknya bisnis di gedung ini, bisnis yang lainnya cukup ilegal jadi jika anda siap terlibat saya akan beri tahu bisnis apa itu, dan kami juga akan berusaha melindungi para investor di sini" ucap tuan Cakra mencoba meyakinkan Ridho. Mendengar itu Ridho menolaknya dengan halus sehingga tuan Cakra tidak merasa tersinggung. Namun untuk menghindari kecurigaan tuan Cakra, Ridho menginvestasikan 5% hartanya untuk bisnis di bidang perhotelan.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa like komen dan vote ya reader biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏


__ADS_2