DENDAM HACKER CANTIK

DENDAM HACKER CANTIK
penyerangan


__ADS_3

Keesokan harinya di atas gedung Surya Company Zulfa, Weni, dan 20 pengawal dan sniper mereka sudah siap untuk menuju Island menggunakan 5 helicopter pribadi mereka, tak lupa mereka juga membawa beberapa senjata dan bom untuk kondisi darurat.


“aku tidak yakin jika kamu bisa membunuh seseorang” Weni memberikan senjata sejenis senapan Yaitu senjata favorit Weni saat melibas habis musuhnya. Senjata itu memiliki ukuran yang cukup besar dan memiliki enam ujung pistol sehingga dapat membunuh seseorang dengan sekali tembakan


“apa kamu meledekku dengan memberiku senjata sekeren ini? Apa kamu kira aku tidak bisa membunuh seseorang hanya dengan revolver ku ini?” Zulfa menunjukkan pistol jenis revolver yang dia bawa


“oh ya, coba kamu tembak aku, aku akan bangga dengan itu dan aku akan merasa senang dengan itu” Weni menempelkan ujung pistol yang di bawa Zulfa ke keningnya. Sambil tersenyum mengetes seberapa berani temannya itu


“apa yang kamu lakukan, itu tidak lucu” Zulfa menarik kembali pistolnya kemudian berjalan menjauhi Weni dengan perasaan kesal


“aku tau kamu tidak akan punya keberanian untuk itu, tapi aku tidak akan menyesal jika aku mati di tanganmu” ucap Weni menghentikan langkah Zulfa, Zulfa yang mengerti maksud dari Weni menjadi takut


“Sudah lupakan, kita akan segera berangkat” Zulfa segera masuk ke dalam helikopternya kemudian di susul dengan Weni. Mereka pun sudah masuk di helicopter mereka masing-masing, kemudian mereka semua mulai mengudara menuju Island. Di helicopter Zulfa teringat dengan perkataan Weni, dia memang bisa menggunakan senjata api, namun dia tidak punya keberanian untuk merenggut nyawa seseorang.


Di island pulau pribadi milik WAPTIC. Merek berlima sudah bersiap untuk bermain bungee jumping menggunakan helicopter mereka, mereka mulai naik kedalam helicopter dan segera mengudara. Untuk pemanasan mereka menginginkan ketinggian 40 meter, mereka bergantian memakai tali pengaman bungee jumping, kemudian dengan bergantian mereka mulai melompat, mereka merasakan sensasi mendebarkan saat melompat dari ketinggian itu, selain itu, tali pengaman bungee jumping yang lentur membuat mereka berayun ke atas ke bawah dengan begitu cepat hingga membuat kepala pusing. Namun karena mereka suka sekali dengan olahraga yang menguji nyali, mereka menjadi ketagihan dengan olahraga itu.


Setelah mereka semua sudah pemanasan dengan melompat di ketinggian 40 meter, mereka langsung menaikan helicopter mereka menjadi di ketininggian 100 meter. Saat mereka melihat ke bawah, nyali mereka mulai tertantang kembali, setelah itu mereka mulai melompat kebali dan mulai menikmati sensasi terjun dari ketinggian 100 meter. Setelah menyelesaikan tantangan itu mereka membuat tantangan untuk menyelesaikan lompatan terakhir mereka di ketinggian 400 meter. Dari ketinggian itu mereka melihat pulau mereka yang tampak kecil sehingga membuat nyali mereka tertantang.

__ADS_1


Mereka mulai merpegangan tangan untuk melompat bersama, kemudian mereka mulai melompat bersamaan. Saat melompat tali pengaman Rani lepas sehingga membuat rani jatuh, pada awalnya rani masih berpegangan dengan tangan Lova dan Tio, namun karena gaya pegas yang di hasilkan oleh tali pengaman mereka sehingga membuat mereka terpental sehingga tangan rani terlepas dari mereka berdua.


Melihat itu, empat pengawal Rani yang mengawasi mereka menggunakan Helikopter khusus langsung melompat ke dalam laut sambil membawa pelampung. Setelah itu lova, yang melihat adiknya terjatuh dia dengan cepat langsung melepas tali pengamannya dan ikut masuk ke dalam laut untuk menyelamatkan rani. Melihat itu Tio, Ridho, dan Amel segera naik ke helicopter dan menurunkan helicopter mereka, hingga setinggi 1 meter dari air laut. Disana mereka hanya melihat 4 pengawal Rani, dan saat melihat kemanapun mereka tidak menemukan keberadaan Rani dan Lova


Meliat itu mereka menjadi takut kemudian mereka langsung menghubungi anak buah mereka yang ada di pulau untuk ikut menyelam mencari keberadaan Rani dan Lova. Ombak yang begitu besar menyukitkan mereka semua untuk mencari keberadaan rani dan lova, hal itu juga membuat mereka bertiga tidak bisa ikut mennyelam mencari rani dan lova, mereka hanya bisa mencari mereka berdua lewat udara. Selang 1 jam Amel meliat Rani dan lova yang tidak sadarkan diri, melihat itu amel langsung memberitahukan kepada Ridho dan Tio. Kemudian mereka segera menurunkan helicopter mereka dan mengankat mereka berdua kedalam helicopter.


Amel mencoba memeriksa kondisi kedua temannya itu, ternyata mereka berdua masih hidup, kemudian mereka langsung membawa rani dan lova ke ruang rawat pribadi mereka. Dokter Joko yang melihat itu langsung merawat mereka berdua, dengan peralatan yang cukup lengkap, setelah melakukan penanganan pak Joko melihat kondisi mereka berdua terlihat semakin membaik. Namun karena reaksi dari obat bius mereka masi tidak sadarkan diri.


Melehat tenyata kondisi rani dan lova baik-baik saja, ketiga teman mereka menjadi lega, kemudian mereka bertiga segera kembali ke Vila meniggalkan Rani dan Lova di Ruang rawat. Saat menuju Vila, tiba tiba alaram keamanan berbunyi dengan segera mereka bertiga berpencar dan mengabil senjata dan baju anti peluru untuk mereka kemudian segera mencari penyusup itu.


Di dalam vila, Amel yang merasakan kehadiran para pengawal Zulfa segera waspada. Kemudian dia sambil bersembunyi menembaki para pengawal Zulfa. Dengan ke ahlian menembaknya, amel berhasil membunuh 5 pengawal Zulfa yang berani masuk ke dalam Vila itu.


Setelah itu, Amel mulai melihat sekitar dan sudah terlihat sunyi tidak ada lagi musuh. Dia berjalan berhati-hati keluar dari Vila, setelah keluar dari vila tiba-tiba Zulfa sudah berada di sampingnya dan menodongkan pistolnya ke kepala Amel, Saat amel ingin menembak Zulfa, dari belakang Weni menembak senjata amel hingga terpental.


“angkat tanganmu atau akan aku buat lubang di tubuhmu” ancam Weni mengarahkan pitonya kearah amel. Namun seperti anggota WAPTIC lainnya, amel bukanlah wanita yang mudah menyerah begitu saja hanya karena hidupnya terancam.


Amel tersenyum kemudian menyerang Zulfa dan mengambil milik Zulfa kemudian mencoba menembak Weni, namun karena Weni yang terlalu gesit, Amel seorang penembak terbaik di Geng WAPTIC pun tidak mudah untuk menembak Weni.

__ADS_1


Melihat Zulfa tidak bersenjata, Weni segera berlari melindungi Zulfa sambil menembak tubuh Amel hingga terpental jauh, beruntung Amel telah memakai baju anti peluru sehingga dia tetap aman dan bisa bersembunyi.


“apa yang kamu lakukan, jangan bunuh dia” ucap Zulfa yang memiliki hati yang lemah


“baiklah aku mengerti maksudmu” ucap Weni kemudian memberi kode kepada anak buahnya untuk memborgol Amel dan membawanya untuk di amankan


“maaf, entah mengapa aku merasa jika aku tidak bisa membunuh mereka. aku ingin kamu menangkap mereka saja, jangan sampai mereka terbunuh” ucap zulfa kepada Weni


“oke, tapi aku tidak janji” ucap Weni sambil tersenyum ke arah Zulfa kemudian berlari menembaki anak buah WAPTIC dengan sangat brutal


.


.


.


jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏

__ADS_1


__ADS_2