
Keesokan harinya, rani bagun dari tidurnya, dia segera mandi dan bersiap untuk olahraga. Di keluar dari rumah mewahnya dan mulai jogging sambil mendengarkan music dari earphone miliknya. Seperti biasa, rani begitu menikmati olahraga kesukaannya itu. Setelah rani sudah jauh dari rumahnya rani merasa ada yang mengikutinya namun rani malas untuk melihat kebelakang. Rani mencoba mempercepat larinya dan berbelok dan kesebuah pemukiman dan bersembunyi di balik pagar rumah. Dari balik pagar itu, rani melihat empat pria bertubuh kekar yang mengikutinya tadi.
Tak lama kemudian empat pria itu yang sudah merasa kehilangan jejak dari rani segera pergi. guk guk, Suara anjing penjaga rumah yang digunakan rani bersembunyi tadi bangun, seketika membuat rani takut. Rani segera memanjat pagar dan keluar dari rumah itu dan berlari kembali ke rumahnya. Setelah sampai di rumah rani segera masuk dan berniat untuk masuk kekamarnya namun saat melihat kamar lova, rani memutuskan untuk ke sana terlebih dahulu.
“dasar pemalas. Sekali pemalas tetap saja pemalas” ucap rani yang melihat ternyata lova masih tertidur pulas
“BANGUUUUN, AYO BANGUUUNG” teriak rani membangunkan lova
“apaan sih kamu rani, ganggu aja, aku masih ngantuk” lova kembali menutup tubuhnya dengan selimut
“gak bisa, ayo cepet mandi. Setelah ini kita harus urus Candra Company” ucap rani membuka selimut kakaknya dan membantunya kakaknya itu bangun. Setelah itu lova segera bangun dan mandi untuk bersiap mengurus Candra company.
Di markas WAPTIC, mereka sedang bersiap untuk membantu rani dan lova mengurus candra company.
“hey tio, aku udah pantes belum jadi pengacara rani dan lova” tanya ridho sambil memutar tubuhnya
“okelah, cocok banget, Keren, acting yang bener ya” ucap tio sambil mengacungkan jempolnya
“mana sertifikat pengacara mu?” tanya amel
__ADS_1
“bentar, masih di cetak sama anak buah ku” jawab Ridho kemudian anak buahnnya datang dan memberikan sertifikat pengacara palsunya. Setelah itu mereka bertiga segera berangkat kekediaman rani dan lova sedangkan mega harus mengurus bisnis mereka di maskas. Mereka pun segera pergi kekediaman rani dan mengurusi perpindahan hak waris dari candra company.
Mereka sudah selesai mengurus surat perpindahan nama candra Company, setelah itu mereka memutuskan untuk langsung ke markas WAPTIC untuk beristirahat dan melihat perkembangan bisnis mereka. sesampainya di depan gerbang markas WAPTIC, mereka melihat sekeliling markas yang tampak sepi tanpa ada satu penjaga pun. Perasaan mereka mulai tidak enak, kemudian mereka menuju pintu depan markas dan benar saja, mereka melihat kaca depan markas berlubang-lubang, seperti lubang tembakan. Saat rani mengintip ke dalam lubang itu, alangkah terkejutnya dia saat melihat anak buah mereka yang sudah terkapar di lantai dengan tubuh yang penuh luka.
Mereka masuk kedalam markas dan mereka mengingat mega yang juga ada di markas, kemudian mereka pergi ke atas untuk mencari mega. Di ruang kerja geng WAPTIC mereka melihat kondisi mega yang tidak berbeda dengan para anak buahnya, seketika hati mereka merasa hancur dan marah. Mereka mencoba mendekat ke arah mega dan memeriksanya dan ternyata jantung mega masih berdetak. Setelah itu mereka segera memanggil ambulan untuk membawa mega dan anak buahnya yang masih hidup ke rumah sakit. Mereka sangat marah dengan kejadian hari ini, mereka berfikir jika pasti salah satu rekan bisnis WAPTIC yang menyerang mereka. kemudian mereka mengingat pak Farhan, pemilik Windsecure yang perusahaannya bekerjasama geng WAPTIC, mereka berlima berniat untuk menemui pak Farhan, namun sebelum itu mereka harus mengurus perawatan mega dan anak buahnya, selain itu mereka harus mengurus pemakaman anak buahnya yang meninggal.
Keesokan harinya di setelah dari pemakaman anak buah mereka, rani, lova dan 3 sahabatnya langsung menuju rumah sakit dan melihat kondisi mega. Di luar ruang ICU mereka semua melihat kodisi mega yang masih koma, mereka belum diperbolehkan masuk dan hanya bisa melihat mega dari pintu kaca transparan. Setelah melihat kondisi mega yang seemakin kritis, mereka menjadi sangat marah, mereka tetap mengira jika pelaku terror di markasnya itu adalah ulah dari pak Farhan, CEO Windsecure Company. Mereka langsung menyusun rencana dan mulai meluncur ke Windsecura Company.
Sesampainya di perusahaan, rani, lova dan tio langsung menuju lobi. Mereka di sapa oleh resepsionis, kemudian mereka langsung mengatakan maksud kedatangannya yaitu dengan menemui pak Farhan. Resepsionis itupun meminta seorang Office Boy untuk mengantar mereka menuju ruangan pak Farhan. Setelah masuk kedalam ruangan pak Farhan rani langsung menghampiri meja pak Farhan dan menodongkan senjatanya ke kening pak Farhan. Sedangkan tio menodongkan senjatanya kearah pengawal pak farhan.
“katakan, kenapa kamu menyerang markas kami? Apa kamu ingin balas dendam” tanya lova sambil membawa smartphone yang sudah terhubung dengan bom yang sudah di pasang Amel dan Ridho.
“apa, yang kalian katakan, aku tidak mungkin menyerang markas kalian, karena perusahaan ini berjalan karena income dari kalian” ucap pak Farhan dengan jujur
“katakan dengan jujur, atau aku akan meledakkan semua boom yang aku pasang di seluruh sisi perusahaan ini” ucap lova mengancam
“tidak, aku mohon jangan. Aku sudah berkata dengan jujur. Jika kalian menghancurkan perusahaan ini, maka saya pasti akan bangkrut” ucap pak Farhan yang takut akan kebangkrutan.
Kemudian saat lova ingin mengatifkan bom kembali, rani memangil lova dan mengatakan jika pak Farhan berkata jujur. Kemudian rani mengajak lova dan tio untuk kembali ke markas. Sebelum pergi, rani memberikan cek sebesar 1 triliun rupiah kepada pak Farhan sebagai ganti rugi kerusakan gedung yang mereka buat. Dengan bingung tio, lova dan kedua sahabatnya langsung kembali ke markas.
__ADS_1
Di ruang santai markas. Mereka sudah berkumpul disana.
“kenanpa, kamu bilang pak Farhan berkata jujur?” tanya lova
“apa kamu tau sesuatu?” tanya tio
“kalian ingat tidak, saat lova mengatakan jika saat keluar dari, candra company, dia melihat wanita cantik yang sedikit mencurigakan” ucap rani mengingat ingat
“iya, aku ingat” ucap Ridho
“jangan bilang kalau, pasti wanita itu penyebab penyerangan ini, karena dia satu-satunya saksi dalam kejadian itu” ucap amel yakin
“yes, I think so, mungkin wanita itu mengira jika mega adalah pelaku utama pembakaran Candra Company” tambah Rani yang sependapat dengan amel
“mega, dia pasti dalam bahaya. Karena hanya dial ah yah tau wajah pelaku” ucap lova, kemudian mereka semua segera menuju rumah sakit Dengan perasaan sangat khawatir
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏