
Keesokan harinya saat apel pagi pak Reno kepala pengawas baru menyampaikan berita duka.
"Telah meninggalnya dosen yang mengajar kelas bahasa Inggris di laboratorium kimia, dan di duga kematian Mr. Reza karena meminum racun" ucap pak Reno.
Di barisan para mahasiswa Lova merasa takut karena dia tau jika Mr. Reza bukan keracunan biasa, namun kematiannya karena terbunuh. Lova kebingungan antara melaporkan apa yang dia lihat namun tanpa bukti, atau memendam kasus itu dan membiarkan Rani begitu saja.
Apel telah selesai para mahasiswa segera masuk ke kelasnya masing-masing. Setelah kelas selesai Lova langsung pergi ke kantin bersama Agnes dan Asami.
Di kantin mereka segera mengambil beberapa makanan dan minuman yang di sediakan oleh kampus kemudian duduk di meja bundar tempat biasa mereka makan.
"Lova, kita lihat kamu dan teman sekamar kamu enggak pernah bareng, apa kalian musuhan?" Tanya Asami sambil memakan makanannya
"Iya terus tadi pas waktu apel dan pas di kelas kamu kayaknya nggak fokus gitu, apa ada. Masalah?" Tambah Agnes
"Enggak kok, aku baik-baik saja" jawab Lova bingung apa yang harus dia lakukan
"Aku yakin kamu pasti ada masalah, cerita dong jangan gitu, kita kan teman" bujuk Agnes
"Udahlah aku mau ke kamar" ucap Lova sambil pergi meninggalkan kedua temannya.
Sedangkan Agnes dan Asami masih bingung dengan tingkah Lova saat ini
Di kamar, Lova melihat Rani yang sedang sibuk dengan laptopnya sampai-sampai tidak sadar jika Lova sudah berada di sampingnya.
Cekrek.....( Suara iPhone Lova saat mengambil gambar dari laptop Rani)
Mendengar itu Rani terkejut dan langsung mencoba merebut iPhone milik Lova.
"Berikan kepadaku, jangan ganggu aku atau aku akan..." Rani belum menyelesaikan ucapannya
"Akan apa? Kami mau membunuh aku seperti kamu membunuh Mr. Agus dan Mr. Reza? Kamu itu sikopat, kamu itu..." Lova belum menyelesaikan ucapannya
"Aku apa? Aku sikopat?, Kalau aku sikopat kamu yang pertama akan aku bunuh, karena kamu orang yang paling sering menggangguku di sini" bentak Rani
__ADS_1
"Lalu untuk apa kamu membunuh Mr.Agus dan Mr. Reza?" Tanya Lova dengan nada marah
"Aku akan mengatakan maksudku membunuh mereka jika kamu mau menjadi rekanku" Rani mengulurkan tangannya
"Lelucon apa ini? Aku tidak perlu menjadi rekanmu hanya untuk mencari maksudmu membunuh mereka, aku tinggal melaporkan semua ini kepada polisi" ucap Lova percaya diri
"Kamu kira aku mudah membuka mulutku? Meskipun polisi menyiksaku seperti apapun, bahkan sampai aku mati aku tidak akan membuka mulutku. Lagipula jika kamu melaporkanku ke polisi, aku bisa dengan mudah membalik kasus itu yang awalnya aku yang jadi terduga dan aku akan membuat kamu menjadi tersangka" Rani mencoba meyakinkan Lova
Lova mengingat di setiap kejadian bahwa Rani mempunyai materi untuk dengan mudah menyeretnya ke penjara. Dengan berat hati Lova menjabat tangan Rani sebagai tanda persetujuannya. Kemudian Rani tersenyum penuh kemenangan, dan meminta Lova untuk memberikan handphonenya. kemudian Lova memberikan handphonenya kepada Rani dan Rani langsung menghapus semua bukti dari handphone Lova.
"Bersiaplah untuk besok" Rani melemparkan ponsel Lova kemudian keluar dari kamar.
"Apa yang aku lakukan Ya tuhan, bagaimana aku bisa menjadi rekan cewek psikopat itu" Lova membaringkan tubuhnya di ranjangnya sambil menatap kosong kearah langit langit kamar.
Keesokan harinya jam 5 pagi Rani yang sudah siap memakai kaos olahraga segera membangunkan Lova yang masih tertidur pulas.
"Bangun pemalas, ayo bangun" Rani membuka selimut yang menutupi tubuh Lova
"Masih jam lima, kita mau apa jam lima?" Lova menggeliat dan kembali menutup matanya.
"Cepat bersiap, aku kasih waktu 10 menit harus sudah siap dan aku tunggu di lapangan" ucap Rani dengan tegasnya. Sedangkan Lova. Masih berjalan sempoyongan menahan kantuknya.
"CEPAT!!!" bentak Rani sehingga membuat Lova segera berlari masuk ke kamar mandi.
Di lapangan kampus Rani berlari mengelilingi lapangan sambil menunggu Lova yang belum datang. Tak lama kemudian Lova datang memakai kaos olahraga. melihat itu Rani langsung berlari ke arah Lova.
" Dua puluh menit lambat sekali, aku sudah berlari lima putaran mengelilingi lapangan ini, sekarang sebagai hukuman keterlambatan kamu, kamu harus Push Up 50 kali" Rani melihat kearah jam tangannya
"What?, Nggak ada diskon apa?" Ucap Lova malas
"Dasar pemalas, enggak ada, kamu aku penjual sayur apa, pakek diskon, CEPAT!!!" Bentak Rani sehingga mebuat Lova langsung melakukannya.
Rani menghitung push up Lova dengan seksama. Di hitungan ke 30 push up Lova semakin melambat sehingga membuat Rani marah.
__ADS_1
"Ayo cepat tinggal 20 kali lagi, atau aku akan menambah menjadi 100 kali" ancam Rani sehingga membuat Lova harus mengeluarkan seluruh tenaganya.
Setelah selesai push up Rani memerintahkan Lova untuk lari mengikutinya, namun Lova yang sudah merasa lelah menolaknya
"Aku sudah lelah, kamu aja sendiri" tolak Lova sambil membaringkan tubuhnya di lantai
"Cepat pemalas, lima putaran aja" Rani menarik kedua tangan Lova
"Iya, iya dasar sikopat" ucap Lova lirih.
"Kamu bilang apa pemalas? Aku tambah dua kali lipat menjadi sepuluh putaran" ancam Rani. Setelah itu mereka kembali berlari mengelilingi lapangan. Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi Lova yang sudah tampak kelelahan membaringkan tubuhnya di lantai lapangan sedangkan Rani masih terus berlari. Melihat Lova yang begitu kelelahan Rani berlari kecil kearah Lova
"Bangun, ayo kembali ke kamar kita istirahat, persiapan kuliah" Rani menarik tangan Lova merekapun segera kembali ke kamarnya untuk beristirahat sejenak dan bersiap untuk kuliah.
Didalam kelas saat seorang dosen menjelaskan materi kuliah Lova yang masih kelelahan tertidur pulas.
"Dasar pemalas" batin Rani saat melihat Lova tertidur, Dosen yang melihat itu mendekati meja Lova.
"WAKE UP!!!" Bentak Mr. Ronal sambil mengetuk meja Lova. Seketika Lova terkejut dan tebangun dari tidurnya.
"Run around the field five times, NOW !!!( Lari keliling lapangan lima kali putaran, SEKARANG!!!) Bentak Mr.Ronal sehingga membuat Lova langsung berdiri dan melaksanakan perintah dosen tersebut
Di lapangan Lova langsung berlari mengelilingi lapangan, setelah selesai berlari lima putaran, dengan lemas Lova membali ke kelas sambil memegangi kakinya yang mulai terasa sakit.
"Excuse me Mr. Ronal, I have finished your sentence. Can I enter?(Permisi pak Ronal, saya sudah menyelesaikan hukuman dari anda apakah saya boleh masuk?)" Tanya Lova
"Okay, you can come in (Baiklah, kamu boleh masuk)" ucap Mr Ronal
"Thank you sir (terima kasih pak)" kemudian Lova langsung duduk di kursinya dan kembali mengikuti kelas.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏