
Mereka sudah menyelesaikan makam siangnya, mereka berdua langsung menuju lab kimia untuk belajar merakit bom dari beberapa cairan kimia di sana. Di depan lab kimia Rani memperhatikan keadaan sekitar sebelum masuk ke dalam lab, mereka melangkahkan kakinya perlahan masuk kedalam. Setelah didalam lab, Rani mengabil sebuah gelas kaca yang berisi cairan kimia yang pernah dia gunakan untuk membunuh Mr Reza. Saat Rani memegang gelas kaca itu ingatan Rani mulai menunjukkan kejadian disaat Rani membunuh Mr Reza.
Sedangkan Lova yang melihat Rani memegang gelas itu pun mulai mengingat saat Rani membunuh Mr Reza. Ingatan mereka bergejolak menunjukkan kekejaman Rani saat itu, kepala mereka pun mulai merasa pusing dan memori dalam lab kimia itu kembali di ingat mereka berdua. Setelah beberapa menit menahan rasa sakit di kepalanya mereka pun akhirnya menutup mata mereka dan tak sadarkan diri.
"Lova, Rani, Are you all right?" Asami dan Agnes membangunkan mereka berdua. Namun mereka enggan membuka matanya meskipun mereka mendengar kedua temannya mencoba menyadarkannya.
Mata mereka mulai terbuka, mereka merasa bosan dengan hidup mereka yang di habiskan untuk mengingat hal yang menyedihkan. Mereka merasa tidak bersemangat, mereka bingung dengan keadaannya sekarang. Banyak pertanyaan yang belum terjawab, namun mereka tidak ingin menunggu lama.
"Rani, lova, are you all right?" Asami dan Agnes masih berusaha membangunkan Lova dan Rani
"Yes, I am fine" Rani membuka matanya dengan malas kemudian melihat sekeliling ruangan, ternyata mereka sudah ada di kamar mereka.
"I'm sorry, But you have to go." Ucap Lova dengan suara lemas
"Yes, we want to be alone" tambah Rani malas
"Well we got it, take a rest, Goodbye" Agnes dan Asami langsung meninggalkan mereka berdua di kamarnya.
"Thank you" ucap Lova lirih.
Di dalam kamar. Lova dan Rani masih terbaring di ranjangnya dengan rasa malas dan bingung, mereka masih bingung dengan masa lalu mereka yang baru saja mereka ingat. Lova berdiri dari ranjang dan memilih untuk pergi ke balkon.
"Mau kemana?" Tanya Rani yang masih ada di ranjangnya
"Bukan urusan kamu, aku baru mengingat ternyata kamu itu pembunuh" ucap Lova tanpa melihat kearah Rani
"Kita berdua sama-sama kehilangan ingatan, apa kamu kira aku menginginkan hal itu? Tapi aku juga bingung kenapa kamu bisa dekat denganku padahal kamu tahu kalau aku adalah pembunuh. Apa jangan jangan kamu juga pembunuh" ucap Rani sehingga menyulut kemarahan Lova. Lova berjalan mendekati Rani kemudian menatap tajam ke arah Rani.
"Kamu, kamu membuatku marah, aku ingin membunuhmu namun aku bukan pembunuh" Lova menunjuk kearah Rani.
"Jangan menunjuk kearah ku, aku bisa memotong jarimu itu" Rani menurunkan telunjuk Lova.
__ADS_1
"Sekarang aku yakin jika kamu itu sikopat" ucap Lova marah
"Jika aku itu sikopat maka kamu lah yang pertama kali aku bunuh" ucap Rani dengan nada marah. Yang Seketika mereka berdua mulai mengingat awal pertemanannya, mereka berdua menghentikan ucapan mereka dan mengingat alasan Rani membunuh pak Agus dan Mr Ronal yang juga salah satu anak buah pak Candra.
"MR C" ucap Rani mengingat tujuannya untuk membalas dendam kepada MR atau yang sebenarnya adalah pak Candra. Namun mereka berdua tidak mengingat jika pak Candra lah MR C itu.
Rani bangkit dari ranjangnya dan membuka laptopnya yang sudah lama tidak dia operasikan lagi, begitu pun dengan Lova. Di dalam sebuah projek meretas server milik MR C terdapat sebuah catatan pengingat disana yang berisi Cerita pengingat dan penyemangat untuk membunuh Mr C. Melihat itu Lova dan Rani mengingat tujuan pertemanan mereka, Rani menjadi semakin bersemangat untuk membalas dendam kematian ibunya. Sedangkan Lova yang masih memiliki hati yang lemah dia menjadi takut dan tidak mau membantu Rani mencari MR C.
"Maaf, aku tidak mau terlibat kejahatan ini" ucap Lova kemudian pergi
"Apa kamu tidak ingat janji kita, dan semangat kamu membantuku saat itu" ucap Rani menghentikan langkah Lova
"Tapi itu adalah pembunuhan, itu hal yang salah, kita bisa berurusan dengan polisi" ucap Lova menolak
"Kamu pasti juga mengingat jika MR C yang membunuh ibuku sehingga membuatku hidup tanpa keluarga, apa itu bukan perbuatan yang salah? Dan aku juga yakin pria yang menembak kaki kamu itu adalah MR C, dan jika kamu bilang jika kita akan berurusan dengan polisi, namun bagaimana jika tidak ada bukti" ucap Rani kembali meyakinkan Lova untuk membantunya. Lova pun kembali memiliki semangat untuk melawan MR C
“oke, aku bersamamu” jawab lova.
Mereka telah sampai di depan markas. Rani memandangi markas itu yang masih terlihat sama dalam ingatannya Seperti markas geng pada umumnya yang memiliki penjaga di depan markas mereka, geng WAPTIC pun juga memiliki anak buah yang menjaga markasnya.
Dua penjaga yang lengkap dengan senjata berjalan kearah rani dan lova yang sedang memandangi markas geng WAPTIC
“siapa kalian?” tanya seorang penjaga yang baru saja bekerja disana sehingga dia tidak mengenali rani dan lova
“apa yang kamu katakan, dia bos rani dan lova” ucap penjaga itu yang mengenali lova dan rani
“silahkan” penjaga itu mempersilahkan mereka berdua masuk.
Didalam markas rani melihat teman temannya dulu yang nekat menculiknya untuk mengembalikan ingatannya, rani tersenyum kearah mereka berempat. Namun mereka tidak mengetahui kedatangan rani dan lova karena mereka sedang sibuk dengan komputernya masing masing dan mengelola bisnis mereka.
“guys, aku rindu kalian” ucap rani dengan keras sehingga empat temannya melihat kearahnya
__ADS_1
“Rani, kamu sudah mengingat kita, Lova, kamu kembali” ucap amel kemudian mereka semua berjalan kerah mereka berdua dan berpelukan untuk melepas kerinduan mereka. Mereka sangat bahagia karena kedua sahabat yang sudah menjadi sebuah keluarga telah kembali. Kemudian mereka merayakannya dengan makan besar bersama para anak buahnya yang lain.
“guys, kita butuh bantuan” ucap lova di sela sela makan
“katakan saja, kita itu sudah bagaikan keluarga, jadi kami pasti siap membantu” ucap amel
“jadi gini, kalian ingatkan saat aku duduk di bangku sekolah dasar, aku pernah bercerita tentang kematian ibuku” ucap rani
“oh iya, yang kamu bilang ibu kamu dibunuh itu kan, bukannya pembunuhnya sudah di penjara” ucap ridho
“memang dia pembunuhnya, tapi dia itu hanya pembunuh bayaran, bukan pembunuh yang asli” ucap rani
“lalu bagaimana?” tanya tio
“aku sudah mendapatkan inisialnya dari akun yang berhasil aku retas sebelum ingatanku hilang, ini adalah akun MR C, coba kalian ingat” ucap rani
“hey rani, aku ingat, bukankah kita pernah menyelidiki kasus ini, dan aku punya saham 10% di perusahaanya” ucap ridho
“ya iya lah rani nggak ingat, dia kan baru saja kehilangan ingatannya” cetus mega
“kalau begitu kamu tahukan perusahaanya apa?”tanya lova
“iya aku tahu, perusahannya bernama Candra Company dan perusahaan itu memiliki gedung serbaguna yang cukup mewah” ucap ridho
“bantu aku mencari tau tentangnya dan mari kita hancurkan perusahaan itu” ucap rani kemudian mereka segera menyusun rencana.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏