DENDAM HACKER CANTIK

DENDAM HACKER CANTIK
siapa aku 2


__ADS_3

Dalam bayangannya pak Candra melihat sosok mengerikan, seorang ayah yang seharusnya menjadi pelindung keluarga kini malah menjadi seorang pembunuh. Karena mereka kesal melihat dirinya, dengan emosinya pak Candra memukul kaca itu hingga pecah. Kemudian pak Candra kembali bersiap untuk ke perusahaannya.


Di kamar Lova. Rani sudah siap untuk pergi ke kampus. Rani langsung menuju ke kamar ayahnya. Di depan kamar pak Candra, pak Candra sudah rapi dan siap ke perusahaannya. Melihat itu Rani langsung meminta izin dan mencium tangan pak Candra setelah itu langsung pergi kuliah sedangkan pak Candra pergi ke markas.


Sesampainya di markas pak Candra di sambut dengan kedua hacker handalnya, setelah itu pak Candra langsung masuk ke dalam ruangan bawah tanah. Di dalam ruangan bawah tanah seketika tubuh pak Candra terasa dingin dan panas, tubuhnya mulai bergetar. Pak Candra terus melihat kearah tempat dimana dia menembak putrinya.


Cukup lama pak Candra memandangi tempat pak Candra menembak Lova. Pak Candra memejamkan matanya dan membayangkan kembali kejadian dua Minggu yang lalu, suara jeritan Lova saat itu terdengar jelas kali ini pak Candra tidak menutup telinganya, dia ingin menyiksa dirinya dengan terus mengingat itu. Setelah satu jam pak Candra berdiri memandangi tempat kekejamannya pak Candra memutuskan untuk pergi.


"Hendra, antar aku ke makam Rani" perintah pak Candra


"Sebelumnya saya minta maaf, saya tidak tau makam Rani di mana, karena saya sudah menjualnya ke sahabat lama saya" ucap Hendra. Mendengar itu pak Candra menjadi sangat marah.


Plakk.. sebuah tamparan keras mendarat di wajah Hendra sehingga membuat Hendra jatuh. Melihat itu tubuh Adi gemetar mengingat dialah yang mempelopori Hendra untuk menjual Rani. Pak Candra mendekat ke arah Adi dan mencengkram baju bagian atas Adi sehingga membuat Adi ketakutan


"Antar aku ke orang yang membeli Rani" ucap pak Candra dengan nada kesal.


Mereka segera mengantar pak Candra ke markas geng SHATY, setelah itu pak Candra segera menemui Reyhan dan Dimas untuk menanyakan tentang Lova.


"Katakan dimana Rani?" Ucap pak Candra tidak sabar


"Apa ini bro? Siapa pria tua ini?" Tanya Dimas


"Sebelumnya kita mau minta maaf, kita kesini mau tanya makam Rani dimana?" Ucap Adi dengan sopan


"Rani yang mana" tanya Reyhan belagak tidak tahu


"Itu yang dua Minggu yang lalu kita bawa ke sini" jawab Hendra. Kemudian Reyhan dan Dimas saling memandan dan tersenyum aneh.


Mereka membawa ke sebuah makam yang masih basah, tanpa nama dan mengatakan jika itu adalah makam Lova. Saat melihat makam itu kaki pak Candra gemetar sehingga pak Candra langsung jatuh dan bersipuh di makam itu. Pak Candra menangis sejadi jadinya sampai jiwa garangnya luntur seketika.


"Dasar, ayah yang bodoh dan tak punya hati" bisik Dimas kepada Reyhan


"Kita jua tidak punya hati, membodohi seorang ayah yang kejam" tambah Reyhan

__ADS_1


"Setidaknya kita tidak bodoh, yang percaya begitu saja jika ini makam putrinya" tambah Dimas


Di universitas KUSUMA, Rani masuk kedalam kelas dengan gaya ala preman seperti pada saat Rani pertama masuk kuliah.


"Children, because when Rani and Lova disappeared they had a little accident so their memory was hanging, so please help them( Anak-anak, karena saat menghilangnya Rani dan Lova mereka mengalami sedikit kecelakaan sehingga ingatannya tergantung, jadi tolong bantu mereka)" ucap Mr Ronal


"Alright Lova please sit down (baiklah Lova silahkan duduk)" Mr Ronal mempersilahkan Rani yang masih mereka angap sebagai Lova.


Setelah itu Rani langsung duduk dan mengikuti kelas. Kelas telah selesai Rani di antar ke depan pintu kamarnya dulu.


Cklek. Rani membuka pintu kamarnya, dia memandangi seisi ruangan yang tampak sepi, Rani mulai melangkahkan kakinya masuk ke kamar. Memory ingatan mulai bergejolak, kepalanya mulai sakit namun Rani bisa menahannya. Rani kembali melihat seisi kamarnya dan melihat seorang wanita dengan rambut panjang terurai sedang berdiri di pagar balkon.


"Siapa dia?, kenapa dia tadi tidak dikelas? Apa dia mau bunuh diri" Batin Rani


"Hey kamu, kalau kamu mau mati gak usah bunuh diri, aku bisa membunuhmu" ucap Rani dan terus melihat kearah wanita itu


"Siapa kamu?" Tanya wanita itu tanpa melihat kearah Rani


"Aku Lova, Lova Candra lestari putri tunggal keluarga Candra, aku teman sekamarmu" jawab Rani


"Mungkin kamu dulu adalah sahabatku, jadi aku langsung mengingat nama itu" ucap Lova yang ternyata masih hidup dan ternyata saat kejadian itu kepala Lova juga sempat terbentur sehingga membuatnya hilang ingatan.


"Lalu siapa namamu?" Tanya Rani


"Rani, Rani Keysa Wijaya pewaris tunggal perusahaan Wijaya" Lova menjabat tangan Rani. Mendengar itu kepala mereka berdua kembali terasa sakit, Ingatan mereka mulai bergejolak, dalam ingatan mereka memperlihatkan masa lalu mereka dan tentang siapa mereka.


"Siapa sebenarnya kamu" Rani memegangi kepalanya yang terasa sakit


"Aku tidak tahu, kata temanku aku adalah Rani, namun kenapa dalam ingatanku aku adalah Lova" Lova menahan rasa sakit di kepalanya. Setelah itu mereka terjatuh dan lima belas menit kemudian kepala mereka tidak lagi terasa sakit, mereka mulai sedikit mengingat masa lalu mereka namun mereka masih belum mengingat kejadian yang membuat mereka hilang ingatan.


Di balkon mereka berdua duduk berhadapan dan saling bertatapan.


"Hey, jangan menatapku seperti itu, kamu membuatku canggung" ucap Rani

__ADS_1


"Sudahlah, kamu pasti akan terbiasa" ucap Lova


"Kamu, Lova kan?" Tanya Rani


"Mungkin, tapi aku tidak yakin. Apakah kamu itu Rani?" Tanya Lova


"Aku tidak tahu, tapi aku rasa begitu" jawab Rani


"Bagaimana kita bisa tertukar? Apa kamu sudah mengingatnya?" Tanya Lova.


"Belum, aku sekit mengingat saat itu kita terikat di kursi besi dan aku mendengar suara tembakan, setelah itu aku tidak mengingat apapun, tapi aku yakin suatu saat nanti aku pasti akan mengingatnya" jawab Rani


"Baiklah kalau begitu, mulai besok aku adalah aku yang dulu, Lova Candra lestari itu namaku" ucap Lova


"Dan aku Adalah aku yang dulu, Rani, Rani Keysa Wijaya itu namaku. Kita mulai persahabatan kita dari awal" Rani mengulurkan tangannya kemudian Lova menjabat tangan Rani.


"Okey aku mau tidur dulu" Rani berdiri dan melangkahkan melewati Lova.


"Aauu.." Lova meningis kesakitan saat kaki Rani tanpa sengaja menyentuh kaki Lova yang belum sembuh. Seketika hal itu membuat Lova mengingat sesuatu meskipun tidak jelas.


"maaf, kaki kamu kenapa?" Rani berjongkok dan melihat ke kaki Lova yang ternyata masih tertutup perban.


"Aku tidak tau, dalam ingatanku memperlihatkan seseorang menembak kakiku dan menginjaknya, tapi aku tidak melihat dengan jelas siapa dia" jawab Lova memegangi kakinya.


"Siapa dia, aku berjanji akan membunuhnya dihadapanmu" ucap Rani dengan amarahnya.


"Lupakan, bersiap saja untuk besok" Lova berdiri dan masuk ke kamarnya.


Setelah itu mereka memutuskan untuk beristirahat dan bersiap untuk besok


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏


__ADS_2