DENDAM HACKER CANTIK

DENDAM HACKER CANTIK
memulai rencana satu


__ADS_3

“terima kasih dok sudah mengizinkan saya merawat adik saya tercinta, saya sangat menyayangi rani karena hanya dialah keluarga saya” mega mengeluarkan air mata buayanya


“saya juga berterima kasih atas itu. Kalau begitu kami pamit dulu” ucap amel berpamitan kemudian mereka berdua segera pergi ke markas WAPTIC


Di markas WAPTIC. Mereka semua tertawa terbahak bahak mendengar konspirasi yang baru saja mereka lakukan.


“wah kamu hebat sekali berakting seperti itu, aku melihat wajah pucat kalian tadi itu terasa nyata” ucap mega takjub


“aku juga takjub sama acting kalian berdua yang ngaku-ngaku jadi kakak kita” ucap rani kemudian tertawa


“iya, memang sejak kapan kita punya kakak sehebat kalian berdua” tambah lova kemudian mereka masih tertawa


“kalian juga harus berterima kasih sama gua dan ridho, kalau saja tadi kita gagal meretas nomor telepon ayah kamu, pasti rencananya akan gagal” ucap tio


“iya benar” tambah ridho


“ya sudah, terima kasih semuanya, kalian hebat” ucap lova berterima kasih kepada sahabatnya


Setelah itu mereka bersantai sebentar kemudian mulai membahas tentang ide lova untuk membuat perusahaan pak candra bangkrut.


“jadi seperti ini, saya kemarin malam sudah membuat virus yang bisa membuat eror system manapun dalam sekali klik, jadi kita gunakan virus itu untuk membuat kita masuk kedalam perusahaan candra” ucap lova menjelaskan. Setelah itu lova mulai menyalurkan idenya dan menjelaskan step by step dari rencanaya. Setelah itu lova juga mengajarkan teman temannya cara mengembalikan data yang sudah di rusak oleh virus itu.


“ide bagus, itu rasanya sangat menyenangkan” tio mulai tertarik dengan penyerangan yang di rancang lova


“baiklah, lova sudah membuat ide menarik untuk membuat bangkrut Candra Company, sekarang kita butuh rencana untuk membunuh MR C” ucap Ridho

__ADS_1


“aku sudah menyusun rencana, jadi kalian tinggal membuat alat dan bahan untuk menjalankan rencana ku ini” ucap rani. Kemudian rani mengatakan kepada teman temannya apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan rencananya. Setelah itu rani juga menjelaskan kepada mereka semua yang terlibat tentang langkah demi langkah, mulai dari mengawasi atau mempelajari, meretas, membunuh MR C, memusnahkan gedung yang membuatnya kaya dan yang terakhir menghilang tanpa jejak.


Setelah memahami penjelasan dari rencana rani mereka semua segera mengumpulkan alat dan beberapa bahan untuk mereka rakit sendiri sehingga dapat digunakan sesuai keinginan mereka, mereka sangat di sibukkan dengan pekerjaan mereka yang membutuhkan pengerjaan yang cukup lama. Keesokan harinya mereka masih belum menyelesaikan senjata dan alat alat rancangan mereka yang memang cukup canggih. Namun tio dan rani harus menjalankan rencana yang di susun oleh lova dengan membuat Candra Company runtuh, sedangkan yang lainnya masih melakukan perakitan alat yang di gunakan untuk menyerang MR C


Rani mulai menggunakan virus yang di buat lova ke website milik MR C, selain itu rani juga menyebar virus itu ke system operator milik Candra Company. Tak hanya itu juga, rani mulai mencuri database dan menanamkan virus yang di buat lova kedalamnya sehingga Candra Company tidak bisa mengaksesnya kembali. Rani terlihat begitu handal dalam mengoperasikan server miliknya seakan dia sudah ingat segalanya, tentang dunia hackernya dan yang lainnya.


Di perusahaan candra, tio keluar dari mobil butut milik anak buahnya, karena jika tio menggunakan mobil mewahnya dia akan terlihat kaya dan membuat anak buah MR C curiga. tio sudah berpakaian rapi ber sepatu dan bersiap masuk kedalam perusahaan dan membawa beberapa berkas. Dengan percaya diri tio masuk kedalam perusahaan dan menghampiri resepsionis.


“ada yang bisa saya bantu tuan?” tanya resepsionis


“bisakah saya menemui tuan menejer Candra Company?” tanya tio kemudian resepsionis segera menelpon menejer Candra company


“anda beruntung tuan, anda datang saat menejer kami tidak sibuk, dia menunggu anda di ruangannya” ucap resepsionis kemudian mengantar tio ke depan ruangannya.


Di depan ruangan menejer Candra Company. Saat tio ingin mengetuk pintu ruangan tiba tiba ada suara dari dalam yang mempersilahkannya masuk, awalnya tio bingung kenapa bisa menejer itu mengetahui jika tio ada di depan ruangannya. Kemudian ketika tio menoleh ke kanan dan melihat sebuah kamera CCTV, dan tio menjadi yakin jika menejer bisa mengetahui hal itu karena CCTV itu, tio pun tersenyum kearah kamera CCTV itu kemudian masuk keruangan.


“selamat pagi tuan menejer” tio tersenyum kearah pak cakra


“selamat pagi, nama saya Cakra” jawab pak cakara


“gua udah tau” batin sambil terus tersenyum kearah pak cakra


“ada keperluan apa anda menemui saya?” tanya pak cakra


“perkenalkan saya Tio angga perwira, saya alumni UI (universitas Indonesia, universitas ternama di indonesia) jurusan jaringan computer, saya memiliki kemampuan dasar tentang jaringan dan system computer selain itu saya sedikit mengetahui tentang pemrograman. Saya ingin melamar pekerjaan di sini sebagai operator di Candra Company” ucap tio dengan percaya diri

__ADS_1


“boleh saya lihat dokomennya” pak cakra meinta berkas milik tio. Kemudian tio memberikan dokumennnya kemudian pak cakra mulai membacanya dengan teliti


“cukup mengagumkan, anda berhasil mendapat gelar magister di universitas indonesia? Luar biasa, sebenarnya saya ingin sekali memberikan pekerjaan kepada anda, namun kami sudah mempunyai dua operator yang juga hebat, saya minta maaf, saya belum membutuhkan anda” pak cakra menolaknya dengan halus


“tidak papa tuan, dalam lima menit aku yakin anda akan membutuhkan saya” ucap tio lirih sambil tersenyum kea rah pak cakra


“kalau begitu ini kartu mana saya, tak lama lagi anda pasti membutuhkanya, saya pamit tuan, selamat pagi” tio meninggalkan kartu namanya kemudia keluar dari ruangan pak cakra sambil menghitung mundur


Rido sudah keluar dari ruangan pak cakra, dengan santainya dia masuk ke lift sambil melihat ke arah jam tangannya, setelah keluar dari lift tio berjalan santai menuju pintu keluar sambil terus menghitung mundur saat tinggal beberapa langkah lagi keluar dari perusahaan hitungan mundurnya telah berakhir.


“lima, empat, tiga dua satu” batin tio menghitung mundur


Triiiii, triiiing, triiii, suara telpon tio berdering. Mendengar itu tio tersenyum dan mengetahui siapa yang melelponya. Tio menghentikan langkahnya dan mengangkat telponnya.


“selamat pagi tuan, anda siapa ya?” ucap tio berpura pura tidak mengetahui siapa yang menelpon


“saya pak cakra, apa anda masih di perusahaan kami? Tolong kembalilah ke ruangan saya, saya butuh bantuan”ucap pak cakra


“bailah tuan aku akan kesana” tio tersenyum licik dan menutup telponnya.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏


__ADS_2