
Disebuah ruangan tempat rani dan lova di sekap rani dan lova tampak lemas karena sudah sehari mereka tidak di beri makan. Dari balik pintu ruangan dua pria memakai topeng dan jaket hitam yang sama berjalan kearah rani dan lova, kedua pria itu berdiri tepat di hadapan rani dan lova.
“katakan apa maksud kalian meretas server milik kami?” salah satu pria itu mendekat kearah rani dan menodongkan balok kayu
“siapa kalian?” Tanya lova dengan tubuh lemahnya
“tidak ada gunanya aku mengatakan itu kepada kamu, sekarang jawab saja pertanyaan ku tadi, kenapa kalian meretas server kami” ucap pria itu
“bukankah kalian yang mengawalinya? Dasar bodoh” ucap rani mengejek sehingga menyulut kemarahan pria itu. Di saat salah satu pria itu ingin memukul kan balok kayunya kearah rani, teman pria itu menghentikannya dan mencoba membuatnya tenang.
“tadi kamu bilang kita yang mengawalinya, apa kalian punya bukti untuk membenarkan kata kata kalian?” Tanya pria yang tidak menyukai kekerasan itu.
“kalau kamu minta bukti lepasin kita dulu” ucap rani tampak kesal
Clek….(suara pintu ruangan terbuka) dari balik pintu terdapat dua pria yang memakai jaket hitam yang terdapat lambang SHATY di dada kirinya, kedua pria itu menuju kearah dua pria yang mengintrogasi rani dan lova yang ternyata adalah anak buah kedua pria tersebut. Saat kedua pria itu mendekat kemudian kedua pria yang mengintrogasi rani tadi langsung pergi.
Kedua pria itu memandang lurus kearah rani dan lova, tidak ada sepatah katapun yang terucap dari mereka semua, mereka hanya saling tatap dan tidak ingin mengatakan apa apa.
Triiiiing…. Triiing….triii…suara handpone milik salah satu pria tersebut yang mampu memecah keheningan. Pria itu melihat dari layar handpone terdapat nama Adi. Pria itu langsung meninggalkan temannya yang masih menatap tajam kearah rani dan lova.
Di luar ruangan pria itu langsung mengangkat handpone nya yang masih berdering.
“gimana bro?” apa lo butuh bantuan?” Tanya pria itu yang bernama dimas kepada teman dan juga sahabat lamanya yang bernama Adi.
“gue butuh bantuan, tapi biar enak kita omongin di kafe biasa aja jangan di telpon, ajak sekalian reyhan gue nanti ajak hendra” ajak Adi
“ok siap, berangkat sekarang”ucap dimas menutup teleponnya. Kemudian dimas langsung masuk kembali keruangan tempat rani dan lova di sekap. Di dalam ruangan Dimas memberi kode ke temannya yang bernama Reyhan untuk keluar dan menuju ke kafe tenpat mereka biasa bersantai.
Setelah mereka berdua pergi reni baru sadar jika dia pernah melihat mata pria bertopeng itu meskipun dia tidak yakin jika dia benar benar melihat mata pria itu untuk kedua kalinnya.
“lova, kamu nggak papakan?” Tanya rani yang melihat lova sedikit lemas
“tenang aja, aku nggak papakok” ucap lova mengumpulkan tenaganya
__ADS_1
“kamu tadi lihat mata pria itu kan?” Tanya rani memastikan
“iya, kenapa?” tanya lova
“kamu ngrasa nggak kalau kita pernah lihat mata kedua pria itu?” tanya rani sambil mengingat ingat
“iya aku juga berfikir seperti itu, eh kamu ingat nggak dua pria aneh yang tiba-tiba menghadang jalan kita ke kampus? Yang bikin kita ketahuan petugas keamanan itu” ucap lova ketika mengingat sesuatu
“kamu benar, aku masih ingat betul wajah kedua pria aneh itu, apa maksud mereka menyekap kita seperti ini” ucap rani bingung
“aku yakin pasti mereka berdua adalah ketua geng SHATY, karena di jaket dada kiri mereka ada lambang geng SHATY” ucap lova yakin
Di kafe MUTIARA tempat biasa reyhan dan dimas bersantai. Adi dan hendra sudah sampai di kafe tersebut dan tak lama kemudian Reyhan dan Dimas sampai di kafe tersebut menggunakan mobil sport mewah milik mereka. Mereka langsung menuju ke meja dimana hendra dan adi menunggu mereka berdua.
“hey bro, udah lama ya nunggu?” dimas menepuk pundak adi
“enggak kita juga baru nyapek” jawab adi
“gimana katanya butuh bantuan, butuh bantuan apa dari kita?” tanya dimas
“ini, kita mau minta bantuan kalian meretas akun ini” hendra membuka laptopnya dan menunjukkan akun rani dan lova ke rehyan dan dimas
“kalo akun ini kemarin lusa baru selesai kita retas dan bukan gitu aja, pemilik akun ini berhasil kita Sandra” ucap dimas
“serius? Pemilik akun ini ada sama kalian?” tanya hendra memastikan
“iya, kenapa?” tanya reyhan penasaran
“bos kita butuh mereka berdua, kalian mau minta apa pasti di kasih sama bos kita asalkan dua anak itu kalian serahkan ke dia” ucap adi
“gimana ya, aku Cuma pengen tahu apa alasan mereka meretas server milik geng SHATY, setelah itu kita nggak butuh mereka lagi” ucap reyhan
“kalau itu adi pelakunya” ucap hendra
__ADS_1
“iya maaf, aku yang bikin dua anak itu berurusan langsung sama kalian berdua, aku mencoba meretas server milik geng WAPTIC mengatas namakan geng SHATY” ucap ada meminta maaf
“aku jadi ngerasa bersalah sama mereka berdua, kamu itu seharusnya minta izin dulu biar nggak kaya gini jadinya” ucap reyhan menyesal
“iya maaf, bolehkan kita ambil alih itu kedua anak itu” ucap adi memohon
“sudahlah, terserah, anak itu ada di markas lama kita di masa SMA” ucap dimas sedikit kesal.
Di markas geng SHATY keempat teman rani dan lova berhasil menemukan markas SHATY. Dengan senjata rahasia mereka berjalan menuju sebuah vila yang cukup mewah. Di depan vila ada dua penjaga bertubuh kekar yang siap siaga.
“maaf ada keperluan apa kalian disini, dan kalian siapa” tanya salah satu penjaga
“kami ingin bertemu dengan pemimpin geng SHATY” ucap Ridho kepada penjaga itu
“saya mohon maaf, karena kedua pemimpin kami sedang keluar dan kami hanya diminta untuk menjaga tempat ini, dan biasanya bos kami itu kembali kesini pas di malam hari, jika tuan-tuan ingin menunggu silahkan” ucap penjaga itu dengan sopan. Mendengar itu mereka berempat berunding sebentar dan kemudian memutuskan untuk menunggu kedua bos geng SHATY.
Di ruangan tempat rani dan lova di sekap. Kedua anak buah reyhan dan dimas masuk kedalam ruangan itu dan membawakan makanan.
“kalian cukup mengatakan apa tujuan kalian meretas server kami maka kami akan melepaskan kalian” ucap pria itu
“ini makanan, kalian sudah hampir dua hari belum makan, jika kalian mengatakan maksud kalian maka makanan ini akan kami berikan” pria itu menunjukkan dua bungkus makanan
“kita lapar, kita mau makan dulu baru aku akan jawab semuanya” ucap rani beralasan
“kamu jangan beralasan macam-macam, aku akan…” pria itu belum menyelesaikan ucapannya kemudian teman pria itu menepuk bahu pria itu dan menenangkannya
.
.
.
jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏
__ADS_1