DENDAM HACKER CANTIK

DENDAM HACKER CANTIK
hukuman


__ADS_3

Dan seketika kedua pria tinggi berkulit sawo matang keluar dari mobil sport itu. Kedua pria itu mendekat kearah Rani dan Lova yang sedang menodongkan senjata kepada mereka berdua. Kemudian kedua pria itu mendekat dan semakin mendekat kearah Rani dan Lova sehingga kedua mata mereka saling bertatapan. Pria itu tersenyum beberapa detik kemudian kembali masuk ke mobil dan pergi sehingga membuat Lova dan Rani bingung.


"Apa maksud kedua pria itu?" Tanya Lova kepada Rani yang sama bingungnya.


"Gak tau, sudahlah ayo masuk waktu kita Hampir habis, nanti keburu sistem keamanan kampus mulai bekerja lagi" jawab Rani kemudian segera masuk ke mobil dan menuju kampus. Sesampainya di kampus Rani dan Lova langsung masuk ke kampus Lewat pintu belakang.


Triiiing...(suara alaram keamanan kampus) seketika sekuriti kampus berlari kearah Rani dan Lova.


"Ayo Rani kita lari" Lova menarik tangan Rani


"Untuk apa, kita sudah di kepung" ucap Rani.


"Memang ya sepandai pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga" batin lova ketika melihat di sekelilingnya sudah ada banyak sekali sekuriti dan kepala pengamanan kampus.


Di ruang kepala pengawas kampus, Lova dan Rani di sidang oleh kepala pengawas dan kepala penggamanan kampus.


"Saya ingat tiga kali CCTV dan pendeteksi penyusup milik kampus mati, dan saya yakin benar jika ledakan gas kimia di laboratorium kimia itu adalah ulah kalian berdua" ucap pak Angga selaku kepala pengawas kampus


"Memang apakah ada bukti dan saksi jika saya dan Lova yang melakukan hal itu" ucap Rani dengan santainya


"Dan apakah karena saya dan Rani ketahuan keluar kampus terus bapak bisa menuduh kita sesuka hati bapak" tambah Lova membela diri


"Dan hal itu semua seperti kerusakan CCTV dan yang lainnya, bapak hanya asal mengkait kaitkan kejadian yang s benarnya tidak ada kaitannya" tambah Rani memojokkan kedua kepala pengawas dan keamanan kampus

__ADS_1


"Baiklah, untuk saat ini kami memang belum memiliki bukti untuk membuktikan jika kalian bersalah, namun kalian tetaplah akan di hukum karena kalian sengaja keluar kampus tanpa izin" ucap pak Bobby selaku ketua keamanan kampus


"Dan hukumannya adalah membersihkan lorong-lorong kampus selama satu Minggu dan hukumannya akan di mulai dari besok disaat jam istirahat kampus" ucap pak Angga


Setelah itu mereka langsung kembali ke kamarnya dengan perasaan sebal. Di kamar mereka berdua kembali mengambil laptopnya dan duduk di meja belajarnya masing-masing dan mulai melakukan peretasan ke sistem keamanan milik MR C. jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, kelopak mata mereka sudah terasa berat, kelopak mata mereka menolak untuk terbuka. Mereka mulai menguap bersamaan kemudian mereka berdua tanpa sadar saling berhadapan.


"Hey jangan tatap diriku dengan mika kusut kaya gitu, rasanya aneh tahu nggak" ucap Rani yang selalu merasa aneh dengan kemiripannya dengan Lova.


"Udahlah aku ngantuk, aku mau tidur" ucap Lova dan menuju ranjangnya dan meninggalkan laptopnya yang masih menyala


"Ya udah tidur sana, aku juga ngantuk" ucap Rani sambil berjalan sempoyongan menuju ranjangnya dan meninggalkan laptopnya yang masih menyala


Di ruangan MR C di gedung MR C. MR C sedang duduk dan memainkan laptopnya. Tok...tok... Tok...(suara pintu ruangan MR C diketuk)


"Masuk" ucap MR C mempersilahkan masuk


"Anak, jadi maksut kamu anak-anak bisa membobol sistem keamanan kalian?" Ucap MR C sambil tersenyum sinis


"Iya tuan, setelah kami lacak kedua anak itu adalah mahasiswa dari Kusuma University" jawab Hendra hacker yang juga profesional seperti Adi yang juga bekerja mengamankan sistem milik MR C


"Cukup menarik" ucap MR C tersenyum sinis


"Tangkap kedua anak pintar itu, habisi dia, mereka bisa saja melakukan hal yang lebih beresiko untuk melawan ku" perintah MR C kepada anak buahnya. Kemudian anak buah MR C langsung menundukkan kepalanya kemudian langsung pergi melaksanakan perintah MR C

__ADS_1


Ke esokan harinya seperti biasa Rani dan Lova bangun jam lima pagi untuk latihan beladiri dan menembak di atas gedung kampus sehingga suara yang keluar dari tembakan sniper dan revolver tidak terdengar. Karena kerja keras Lova untuk belajar menembak dan bela diri, kemampuan Lova semakin hari semakin meningkat dan semakin banyak sehingga kemampuannya dapat menyaingi kemampuan Rani dalam hal menembak dan bela diri. Namun untuk masalah di dalam dunia hacker Lova masih tertinggal jauh dari pada Rani yang pernah menyandang gelar The queen hacked in the world sehingga untuk menyaingi kemampuan meretas dari Rani butuh kerja keras yang ekstra dan waktu yang lama.


Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi, Lova dan Rani kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap untuk kuliah. Setelah kelas selesai Lova dan Rani ingin menyerang balik geng SHATY untuk memberi pelajaran kepada mereka agar mereka tidak akan berani bermain main dengan geng WAPTIC. Saat berada di meja belajarnya Rani dan Lova membuka komputernya bersamaan. Kemudian mereka terkejut ketika kedua laptopnya terkunci dan bahkan sistem operasi Linux yang ada di dalamnya sudah tidak berfungsi hal itu membuat Rani begitu marah.


"Aku yakin Iki pasti ulah dari geng SHATY, aku tidak akan membiarkan kalian terus menerus meretas server dan sistem milik kami" ucap Rani dengan marah besar


"Tenang, tenangkan diri kamu dan juga pikiran kamu, lagi pun sepertinya tidaklah cukup bukti jika kita menuduh geng SHATY yang meretas server kita" ucap Lova mencoba menenangkan Rani


"Apa maksud kamu, bukankah kemarin geng SHATY meretas server milik geng WAPTIC dan apakah hal itu tidak cukup untuk menuduh mereka"ucap Rani yang amarahnya masih membara


"Sudahlah tapi entah kenapa aku tidak yakin jika geng SHATY yang melakukannya, karena dari yang aku tahu geng SHATY itu adalah geng yang baik, geng yang ramah dan sopan" ucap Lova kemudian pergi


Tok... Tok .. tok.. suara pintu kamar Lova dan Rani di ketuk.


Seketika pandangan Rani dan Lova teralihkan oleh ketukan pintu itu. Rani dan Lova saling pandang karena mereka tidak mengundang siapa pun yang ke kamarnya.


"Masuk" ucap Rani mempersilahkan masuk. Dari balik pintu seorang pria paru baya yang cukup mereka benci, siapa lagi kalau bukan pak Angga selaku pengawas kampus yang selalu mengganggu rencana Rani dan Lova.


"Kalian masih santai disini, ingat apa hukuman yang saya berikan untuk kalian? Cepat laksanakan" ucap pak Angga sedikit tegas dan marah. Dengan rasa malas yang tinggi Rani dan Lova mengambil alat pel dan sapu untuk membersihkan lorong kelas. Setelah menyapu dan mengepel beberapa lorong kelas mereka beristirahat sebentar, saat mereka berdua sedang bersantai seorang pria cupu melewati mereka sambil membawa bukunya yang dia bawa dari perpustakaan. Melihat itu Rani langsung menghadang pria cupu itu.


"Hay cupu, tolong bantu kita dong, kita masih capek tadi habis bersihin lorong kelas yang ada di atas gedung" Rani menepuk bahu pria cupu dan memberikan alat pel nya


"Kan itu tugas kalian, itu hukuman untuk kalian yang melanggar aturan sekolah" ucap si cupu sambil menundukkan kepalanya. Mendengar itu Rani memajukan langkahnya kemudian merangkul leher si cupu dengan kencang sehingga membuat si cupu tercekik

__ADS_1


"Kamu mau bantu kita sebentar atau kamu akan mati di sini" ancam Rani.


Beberapa detik kemudian ada empat orang pria berkacamata hitam dan memakai kumis buatan untuk menutupi identitasnya menghampiri Lova dan Rani. Dari belakang mereka membekap dan menyuntikkan paksa cairan obat bius kepada Rani dan Lova sehingga dengan mudah mereka berdua di taklukkan.


__ADS_2