
Di sebuah apartement lantai paling atas, yaitu di lantai 20 seorang wanita menghadap kearah luar apartement, dinding apartement itu terbuat dari kaca transparan sehingga wanita itu bisa melihat suasana luar apartement dari ketinggian. Tak lama kemudian dari belakang seoerang dokter, yang tidak lain adalah Weni datang menemui wanita itu
“ada apa Weni?, apa semuanya sudah beres?” tanya wanita itu yang merasakan kehadiran weni di belakanya
“belum, aku yakin mereka masih hidup, karena saat aku mebunuh anak buahnya, anak buahnya sedang menelpon Ridho” ucap Weni dengan tampang kesalnya
“tidak papa, itu hanya pemanasan. Sekarang aku ingin kamu cari tau keberadaan Rani, lova dan ketiga temannya itu” ucap wanita itu
“hanya itu saja? Ayolah Zulfa, Apakah tidak ada pekerjaan yang lebih menantang untukku” ucap Weni yang selalu haus akan darah
“tenanglah Weni, semangatmu itulah yang membuatku suka berteman dengan kamu” ucap wanita itu yang ternyata bernama Zulfa
“ngomong-ngomong kenapa mereka bisa mengira jika aku adalah kepala dokter rumah sakit lascar, hal bodoh apa yang kamu lakukan” Weni berjalan mendekat kearah Zulfa dan berdiri di sampingnya
“apa kamu lupa, ruamah sakit lascar itu adalah sebagian kecil dari cabang perusahaan ku. Membuat nama kamu tercantum sebagai kepala dokter ruamah sakit itu bukan hal sulit untukku, lagipun kamu terlihat lebih cantik saat memakai seragam dokter itu” ucap Zulfa sambil tertawa membayangkan saat Weni memakai seragam dokter saat membunuh Mega.
“jika kamu tertawa lagi, peluru pistol ini akan menembus kepala kamu” Weni menempelkan ujung pistolnya ke kepala Zulfa sehingga membuat Zulfa harus menghentikan tertawanya
“sudahlah Weni, gunakan ini pada orang yang tepat” Zulfa mengambil pistol yang di todongkan Weni ke kepalanya. Kemudian Weni memutuskan pergi untuk menyerang kediaman Rani dan Lova, untuk mencari tau keberadaan mereka sekarang.
Di island, Rani, Lova dan ketiga sahabartya baru saja tiba di pulau pribadi mereka. mereka segera turun dari pesawat dan langsung di sambut oleh anak buahnya yang di tugaskan menjaga pulau itu. Para pengawal itu langsung berbaris rapi dan menyambut bos mereka itu, Rani, Lova dan Amel segera berjalan turun dari pesawat pribadinya. angin yang berhembus begitu kencang menerpa rambut mereka yang terurai, sehingga mereka menjadi tampak cantik sehingga bisa menyamarkan sifat mereka yang begitu kejam saat berhadapan dengan musuh mereka. selain itu Ridho dan Tio juga turun dari pesawat sambil menggunakan kaca mata hitam ciri khas geng WAPTIC.
Mereka semua setelah turun dari pesawat mereka melihat keindahan pantai pulau pribadi mereka yang sangat indah, bahkan mereka sampai menyesal baru pertama kali mereka menginjakkan kaki mereka di pulau itu. Setelah itu mereka dan di dampingi pengawal mereka, menuju vila untuk bersantai dan beristirahat, untuk melepas penat saat setelah megudara yang cukup lama
Di kediama lova. Weni menyamar sebagai pengantar paket. Dia memakai motor butut milik anak buahya dan lengkap memakai seragam pengantar paket. Dia berjalan menuju gerbang rumah lova sambil membawa kotak kardus. Dia memencet bel luar pagar ruamah kemudian seorang penjaga membuka gerbang itu dan menemui Weni.
“saya mau mengirimkan paket untuk nona Lova Candra Lestari” ucap Weni berpura-pura membaca nama penerima yang tercantum di bungkus kotak kardus itu
“pemilik rumah ini sedang pergi, bisa di titipkan kami saja” ucap penjaga itu meminta paket yang di bawa Weni
__ADS_1
“tidak bisa, saya butuh tandatangan penerima. Memangnya pemilik rumah sedang pergi kemana?” Weni mulai bertanya dengan halus
“merekak sedang ke Island, ke pulau pribadi mereka” jawab penjaga itu
“kalau orang kaya itu enak ya pak, bisa, pergi kesana-kemari, kalau orang seperti kita itu, bisa makan aja sudah bersyukur banget ya pak” Weni mencoba mengubah topic pembicaraan agar tidak di curigai
“iya, tapi saya rasa hidup mereka tidak seenak yang di bayangkan oleh orang di luar sana”ucap penjaga itu yang sudah terjebak dengan kata-kata Weni
“ya udah kalau begitu pak, saya titipkan paket ini ke bapak, terus saya minta nomor telepon pemilik rumah ini untuk buat laporan jika paket sudah sampai di rumahnya” Weni memberikan paket itu kepada penjaga, kemudian penjaga itu memberikan nomor telepon Lova. Setelah itu Weni pamit untuk pergi kemudian penjaga itu masuk kedalam rumah. Sedangakan Weni berjalan menuju montor butut anak ubahnya kemudian dia menekan remot bom yang ada di dalam paket tadi, sehingga dengan cepat bom yang ada di rumah rani meledak. Melihat itu Weni tersenyum penuh kemenangan kemudian segera kembali ke apartement Zulfa.
di apartement Zulfa. Weni baru saja sampai di apartement Zulfa kemudian dia langsung menemui temannya itu.
“bagaimana Weni, apa kamu sudah bersenang-senang?” tanya Zulfa yang sedang duduk di sofa ruang tengah
“apa maksut kamu Zulfa, bahkan kepalan tanganku ini belum mengenai siapa pun” Weni duduk di Sofa depan Zulfa sambil mengepalkan tangannya
“lalu, dimana dia?” tanya Zulfa sambil melipat tangannya.
“anak buahku bilang kalian itu Hacker yang hebat, coba tunjukkan kemampuanmu” Zulfa memberikan nomor telpon milik Lova. Kemudian Dimas dan Reyhan segera membuka laptop dan beberapa peralatan untuk melacak simcard. Dengan mudah mereka bisa melacak keberadaan lova dan teman-temannya. Reyhan segera memberikan titik kordinat letak rani dan lova berada kemudian mereka diberi sekoper uang pecahan seratus ribuan sebagai imbalan mereka.
“bukankah ini adalah nomor milik nona Lova Candra Lestari?” tanya Reyhan
“iya, apa kamu mengenalnya?” tanya Weni
“tidak, kami hanya pernah bertemu dengannya saja” jawab Reyhan kemudian mereka memutuskan untuk pergi saja, namun saat mereka ingin pergi mereka di hentikan oleh zulfa
“kenapa , terburu-buru? Aku punya pekerjaan yang bagus untuk kalian berdua” ucap zulfa menghentikan dimas dan reyhan
“kamu berani membayar kami berapa?” tanya dimas sedikt cuek. Kemudian Zulfa memberikan dua cek kosong kepada mereka berdua kemudian mereka berdua menyetujuinya. Setelah itu Zulfa meminta mereka berdua untuk mengetahui sistem keamanan apa saja yang ada di pulau itu, kemudian mereka yang merasa tugas itu sangat mudah mereka langsung membuka laptop mereka kembali kemudian mereka mulai memainkan laptop mereka untuk meretas satelit untuk menunjukkan secara detail gambar pulau pribadi milik WAPTIC. Setelah itu mereka mulai melihat detail keamanan yang ada di dalam pulau pribadi itu
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka berdua berhasil mengetahui sistem keamanan tersebunyi yang ada di pulau itu. Mereka langsung menjelaskannya kepada Zulfa dan Weni detail keamanan yang ada di sana
“di pulau ini terdapat sinar laser yang tak terlihat, sinar laser ini dapat mendetekksi DNA yang tidak terdaftar di pulau itu, kemudian daengan otomatis akan ada temabakan dati sistem keamanan otomatis disana yang akan menembaki orang yang memiliki DNA yang belum terdaftar.
“lalu, bagian mana cara kita untuk lolos dari sinar keamanan itu?” tanya Weni yang tertarik dengan topic ini
“dengan memakai pakaian yang berlapis plastic, karena laser ini tidak dapat mendeteksi kedalam pastik” jawab Dimas
“ apa itu saja, yang harus hadapi?” tanya Weni yang merasa jiwanya belum tertantang
“tentu tidak, kita butuh sidik jari pengawal atalu penjaga yang terdaftar disana agar bisa masuk kedalam pagar besi yang di aliri listrik berkekuatan tinggi” jawab Reyhan
“ selain itu setelah kita masuk kedalam kita akan tersoror oleh banyak CCTV yang bisa mendeteksi penyusup, dan jika kita terdeteksi kita akan terkena sinar laser yang sangat panas bahkan panasnya hampir seperempat kekuatan petir. Dan hebatnya, kita tidak bisa memanipulasi CCTV itu, kerena mereka juga Hacker yang hebat, jadi mereka membuat sistem keamanan disana dengan sangat kuat” ucap Dimas
“lalu apakah ada jalan keluar untuk ini?” tanya Zulfa
“tidak, namun sepertinya kalian butuh banyak sniper yang sangat berbakat untuk menembak CCTV disana dengan tepat sasaran” jawab Reyhan
“lalu seetelah kit abisa masukkedalam Vila apa sistem keamanan yang kita hadapi?” tanya Weni
“saya rasa di bagian dalam ini kalian membutuhkan kacamata Khas milik WAPTIC, kerena di kacamata itu ada barcode yang akan di scan dan akan menunjukkan data diri mereka. jika kalian tidak memiliki kacamata itu, maka sebuah cairan beracun akan menyembur kearah kalian, kemudian akan ada pintu besi yang akan menutup otomatis dengan cepat dan rapat sehingga oksigen pun tidak akan bisa masuk atau keluar dari sana” jawab Dimas
“mereka sangat hebat aku sangat kagum kepada mereka. apa ada sistem keamanan yang belum bisa kamu deteksi?” Weni semakin bersemangat
“mungkin ada, mereka bisa menyamarkan sistem keamanan apapunjika mereka menginginkan itu. Lagipun mereka adalah hacker yang hebat, jadi tidaklah sulit untuk membuat sistem keamanan yang kebih canggih dari yang sekarang” jawab Reyhan. Kemudian Zulfa memahami semua itu kemudian mereka mulai mempersiapkan untuk menyerang dan membalas dendam kepada rani, lova dan teman-temannya.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa like komen dan vote biar author semakin semangat berkarya dan selamat membaca 🙏