
Karena teriakkan Rich, semua penghuni terbangun. Mereka berdatangan menghampiri Rich. Cleo dan rin pun terbangun dengan mata yang memerah.
"Aaaaaaaaaaaaaargh..."teriakkan Rin mampu menyadarkan Cleo.
Mereka berdua kaget bukan main melihat apa yang ada di depan matanya. Bahkan Yang baru datang pun sampai naik pitam.
Hide langsung menarik Cleo dan menonjoknya, begitu pun dengan Citra yang menampar Cleo.
"DASAR BEDEBAH.., APA YANG LO LAKUIN DENGAN ANAK GUE!"teriak Hide yang sudah tak bisa mengontrol emosinya.
Rin yang melihat itu semua serasa tertekan, malu dan marah. Semua perasaan nya kacau. Belum lagi pikiran yang masih kalut tak bisa di kendalikannya, membuat dia stress berat.
Setelah menangis sesunggukan yang di peluk Hellen. Rin langsung tak sadarkan diri. Membuat Hellen semakin panik.
"Rin..., Rin..., bangun...,"sapa Hellen sambil menepuk - nepuk pipi Rin.
Sedangkan Hide dan Citra menatap tajam Cleo tak percaya. Rey, Suho dan Gill hanya menatap tanpa ekspresi.
"JELASKAN PADAKU KENAPA KAU TIDUR DENGAN RIN DAN KALIAN TANPA BUSANA SEPERTI INI. JAWABBB!!!"teriak Hide yang memegang pundak Cleo.
"Ak...ak..aku gak tahu Uncle. Aku gak tahu kenapa Rin bisa ada disini...,"kata Cleo bingung.
"Sudah sudah, lebih baik kita cek CCTV. Jangan emosi dulu kalian,"kata Gill menengahi.
Akhirnya Suho dengan cepat mengambil laptop dan mulai mengecek CCTV dimana awal mereka pergi ke kamar masing - masing untuk tidur.
Disana terlihat Cleo keluar dari kamar nya sekitar pukul 23.00 wib. Dia pergi ke lantai 2 ke kamar isolasi Rin. Adegan tak senono terlihat setelah mereka keluar dari kamar isolasi. Rin dan Cleo terus berpelukkan sambil berciuman seperti orang mabuk. Mereka menuju kamar Cleo.
Suho pun membuka akses kunci CCTV kamar Cleo. Dan dia meminta code aksesnya pada Cleo.
"Cleo.., kode nya berapa?"tanya Suho tajam.
Karena ditatap dingin oleh Suho, Cleo dengan cepat memberitahu kode akses CCTV nya. Setelah Suho mengutak ngatiknya. Terlihat lah gambaran jelas yang terjadi di dalam kamar Cleo.
Mereka semua terkejut karena melihat Cleo dan Rin sudah melakukan hubungan yang tak seharusnya.
PLAKKKK!!
PLAKKKK!!!
Kedua tamparan kencang mendarat di pipi tampan Cleo. Citra dan Hellen menampar Cleo secara bergantian.
"Mami ...., Aunty ...,"kata Cleo berkaca - kaca.
"KAMU BENAR - BENAR MEMBUAT MAMI MALU!!!"
"Kamu .., keterlaluan Cleo. Kenapa kamu tidak bisa mengendalikan diri kamu. Kamu lebih dewasa dari Rin. Seharusnya kamu bisa bijak bersikap dan menuntun Rin,"kata Hellen.
__ADS_1
Sedangkan Hide, Rey dan Suho menatap tajam padanya lalu Gill menatap penuh kekecewaan.
"Opa kecewa denganmu. Kau tidak bisa mengendalikan dan menguasai apa yang Opa ajarkan. Opa benar - benar kecewa,"kata Gill sambil menggelengkan kepalanya.
"Kau harus bertanggung jawab, yang kau lakukan benar - benar tidak bisa di toleri. Kalian harus menikah!!"tegas Rey.
"TIDAAAAAAKKKKKK!!!"
...π£π£π£...
KOURU RIN DERMAWAN
"Rin .., Rin ..., kenapa Nak?"tanya Bunda disampingku. Tampangnya begitu panik melihatku.
"Bundaaa .., hiks ..., Bun ....,"kataku sambil ku peluk Bunda.
Aku sudah terisak dalam pelukkan Bunda. Dia menenangkanku dengan mengelus punggungku.
"Sudah nak. Kau bermimpi?"tanya Bunda.
"Bunda..., apa Ayah marah sekali pada Rin,"kataku.
"Tidak Nak, Ayah tak pernah marah padamu. Dia tahu kau sebenarnya tidak bersalah,"kata Bunda sambil mengelus rambutku.
"Bundaaaaaa...,"teriak Bang Rich yang baru datang.
"Ada apa Nak?"tanya Bunda menghampiri Bang Rich dan menuntunnya kepadaku.
Mereka berdua duduk berhadapan denganku. Aku dan Bunda menunggu penjelasan dari Bang Rich kenapa dia terlihat pucat.
"Dek.., lo gak apa - apa?"tanya Bang Rich dengan tampang paniknya.
"Alhamdulillah Bang, tadi Tante Isabel sudah ngobatin Aku. Abang kenapa panik mukanya?"tanyaku heran.
"Abang ..--"
Kemunculan Koko Cleo, Ayah, Om Rey, Tante Citra, Deddy Suho dan Opa membuat wajah Bang Rich semakin pucat.
"Ayah ..., tolong jangan nikahkan Rin sama Koko Cleo. Meski mereka bersalah, tapi mereka masih butuh pendidikan,"kata Bang Rich.
Kami semua saling menatap karena perkataan bang Rich. Bang Rich yang ditatap seperti itu langsung mencium tangan Ayah sambil merengek. Membuat kami terkejut dengan kelakuannya.
"Aku mohon Ayah.., biarkan mereka sekolah dulu. Jangan dinikahkan. Pasti ini salah paham Ayah...,"kata Rich.
"Abang ngomong apa sih, siapa juga yang mau menikah?"tanyaku bingung.
"Dek, Ayah dan Om Rey berniat mau nikahin kamu sama Koko Cleo. Karena kalian sudah melakukan hal yang gak wajar,"kata Bang Rich.
__ADS_1
Kami semua bingung dan heran dengan ucapannya. Bahkan Ayah sempat menaruh tangannya ke jidat Abang.
"Nak.., kau tidak sakit 'kan?"tanya Ayah mengecek tubuh Abangku.
Abang hanya menggeleng dengan cepat dan berkata memohon.
"Enggak Ayah.., aku mohon jangan nikahkan mereka. Ini pasti salah paham Ayah,"kata Bang Rich.
"Kami memang berniat untuk nikahkan mereka Rich. Memang ada apa sih?"tanya Tante Citra kesal.
"Rich.., gue salfok loh dengan omongan lo yang bilang kalau gue sama Rin melakukan hal yang gak wajar, hal apa?"tanya Koko Cleo.
"Bukanya kalian berdua udah tidur bareng. Kan di CCTV sudah kita lihat ya kan Deddy,"kata Bang Rich menatap Deddy cemas. Sedangkan Deddy sendiri heran dengan ucapannya.
"Kamu ngomong apa sih Nak, Bunda bener - bener gak ngerti,"kata Bunda menggelengkan kepalanya.
"Bunda jangan pura - pura deh. Tadi jam 12 malam Rich mau ke kamar Rin lantai 3. Tetapi pas melewati kamar Koko Cleo, Rich gak sengaja melihat mereka tidur bareng Bun. kalian juga lihat sendiri 'kan?"
PLETAKK !!!
Tiga jitakkan menyerang Bang Rich. Opa, Koko Cleo dan Ayah lah pelakunya.
"Aduuuuhh.., kok aku di jitak,"lirih Bang Rich.
Bunda berdiri menghampiri Bang Rich lalu menjewer telinganya.
"Kalau bicara jangan ngaco deh ya. Kamu udah bangun kesiangan. Ngomong ngelantur. Lihat sekarang jam 8 pagi. Semalam Cleo ikut bersama Opa, Ayah dan Om Rey. Sedangkan Rin tidur bersama Bunda dan Tante Citra."
"Aduuuh sakit Bun. Tadi aku udah di jitak masa sekarang di jewer sih,"protes Bang Rich.
"Makanya jangan ngawur kamu ...,"kata Ayah menepuk pelan punggung Bang Rich.
"Berarti aku mimpi?"tanya Abang Rich.
Kami semua mengangguk sambil tersenyum.
Aku pun bingung kenapa Abang bisa bermimpi seperti itu. Dia masih melamun dan diam seribu bahasa.
"Rich.., kok jadi melamun?"tanya Bunda.
"Beneran Bun, mereka gak lakuin apapun?"tanya Abang Rich.
"Iyaa sayang,"kata Bunda sambil tersenyuk
Abang langsung memeluk ku dan berkata.
"Alhamdulillah Abang cuma mimpi ..."
__ADS_1
β’οΈ Bersambung ...