DENDAM MASA LALU(Revisi)

DENDAM MASA LALU(Revisi)
Bab 34


__ADS_3

Mobil Hide terparkir mulus di depan rumah sederhana milik Adelia. Dia keluar bersama Hellen yang mengenggam tangannya.


"Sayang.., kendalikan emosi kamu. Jangan marah marah,"kata Hellen menenangkan hati Hide yang sedang panas.


Hide menengok dan tersenyum menatap Hellen. Lalu mereka berjalan ke dalam rumah. Setelah pintu di ketuk, munculah wanita paruh baya yang menatap mereka heran.


"Cari siapa ya?"tanya wanita paruh bayah itu.


"Kami ingin bertemu dengan Rich, dia ada di dalam"kata Hide.


"Oh iyaa, ada .. memang ada keperluan apa ya Pak , Bu?"tanya wanita paruh baya itu lagi.


"Kami orang tuanya Bu. Ingin menjemput Rich pulang,"kata Hellen.


"Oh silahkan duduk Pak, Bu. Saya akan panggilkan den Rich."


Wanita paruh baya itu adalah Bi Arma. Dia berjalan menuju lantai atas untuk memberitahukan Rich. Cukup lama Hide dan Hellen menunggu. Sekitar 30 menit Rich dan Adelia turun menemui mereka.


"Ayah... Bunda...,"sapa Rich kaget.


"Lama sekali sih. Apa kalian sedang bercinta!"bentar Hide.


"Bu..bukan Ayah. I..itu...-"


"Rich... pulang nak. Tidak sepantasnya kau menginap disini,"kata Hellen menatapnya sendu.


"Iya Bunda.. Rich akan pulang tapi...."


"Tapi apa nak?"tanya Hellen tak sabar.


"Adel ikut bersama kita,"kata Rich menunduk.


Dia takut melihat reaksi kedua orang tuanya. Sudah cukup banyak kesalahannya selama ini.


"Untuk apa anak itu ikut, dia bukan siapa siapa kita. Jangan buat Ayah marah ya Rich. Sudah cukup kamu buat Ayah dan Bunda pusing karena tingkahmu."


Hide berbicara dengan menatap tajam Rich dan Adel. Yang di tatap semakin tertunduk karena takut.


"Dia akan menjadi keluarga kita Ayah,"kata Rich menatap Ayahnya.

__ADS_1


"Kau ... maksudmu.. Ayah tidak akan pernah merestui hubunganmu ini. Apalagi dengan wanita murahan seperti dia!"tunjuk Hide.


"Tapi wanita yang Ayah bilang murahan sedang mengandung anak Rich,"kata Rich lantang.


Bagaikan tersambar petir, Hellen dan Hide menatap tajam Rich dan Adelia. Mereka benar benar tidak percaya dengan apa yang terjadi pada anak kebanggaan mereka.


"Ja...di...di..dia...ha...mil...?"tanya Hellen terbata bata.


Jantungnya terasa bergetar sakit kembali. Dia memegang kencang dadanya Matanya memandang buram ke depan. Tubuhnya pun sudah tumbang. Dengan sigap Hide menangkapnya. Hellen pun sudah tak sadarkan diri.


"BUNDAAA...---"


"BERHENTI! JANGAN MENDEKAT PADA BUNDA DAN AYAH. MULAI SEKARANG KAU URUS DIRIMU SENDIRI!!"


"Tapi.. Ay...--"


"DIAM!! JANGAN MENGIKUTIKU!"


Hide membopong Hellen ke mobil sedangkan Rich dan Adelia hanya menatap kosong kepergian mereka. Rich sangat hancur mendengar perkataan Ayahnya tadi.


Adel melirik Rich yang menatap kepergian kedua orang tuanya dengan nanar. Ada air mata yang mengenang di pelupuk mata Rich. Tapi dia berusaha untuk menahannya agar tak terjatuh.


"Maafkan aku Rich.., ini semua salahku. Seharusnya kau pulang saja jangan hiraukan aku,"kata Adel lirih.


"Gak mungkin aku seperti itu Del, aku tidak mau kau menanggung beban ini sendirian,"kata Rich.


"Tapi keluargamu lebih penting dariku. Kau akhirnya di benci kedua orang tuamu karena aku. Aku ini jahat Rich, jahat.. pergi jauh jauh dariku,"kata Adelia.


Sambil menitikan air mata dia pergi menjauhi Rich. Dia meninggalkan Rich dan pergi memakai taxi. Rich yang tidak tahu kalau Adel akan berbuat begitu, dengan telatnya dia mengejar Adel. Tapi dia terlambat karena taxi yang Adel tumpangi sudah berlalu.


Dengan cepat dia mengambil motornya dan melajukannya perlahan. Karena dia memakai motor dan Adel mobil, dengan kecepatan tinggi akhirnya mobil Adel terkejar.


Tetapi karena jalanan yang hany dua jalur sempit. Dan Rich fokus mengejar taxi Adel, dia tidak memperhatikan arah depan jalan. Karena ada truk yang berada di sebelah kanan yang baru saja menikung.


Jalanan yang sempit dan Kecepatan motor yang di kendarai Rich sudah sangat full. Dia telat untuk mengerem dan menghindar. Tabrakan pun terjadi dengan sangat keras. Motor yang Rich kendarai terpental jauh menabrak mobil belakang yang sedang melaju.


Dia terbanting dua kali lalu membentur pepohonan. Helm yang dia kenakan terlempar seketika. Dia tergeletak di aspal dengan kepala yang mengenang darah.


Supir taxi yang tahu keadaan penguntitnya langsung menghentikan kendaraan saat terjadi senggolan awal. Adelia turun dari taxi dan menghampiri kerumunan.

__ADS_1


Saat melihat Rich yang tergeletak dengan bersimbah darah dia langsung histeris dan pingsan.


...•••...


Rin dan Cleo di bawah oleh dua pria ke kamar hotel yang telah mereka pesan. Kedua pria itu membaringkan mereka ke ranjang lalu menelpon seseorang.


"Hallo Bos, kedua anak ini sudah kami bawa ke kamar. Tinggal menunggu reaksi obat perangsang itu saja. Masing masing kami berikan dosis yang tinggi,"kata pria pertama.


"Bagus... tinggalkan mereka dan kunci kamar itu. Jangan ada yang berani masuk ke kamar mereka tanpa ijinku. Biarkan mereka berpuas ria. Taruh kamera itu disana biar ku saksikan permainan mereka,"suara bariton dari seberang.


"Baik Bos..,"kata pria pertama. Dia langsung menutup teleponnya dan memberi kode pada temannya.


Tidak menunggu lama Rin dan Rich sadar tetapi kesadaran mereka hanya setengah persen karena obat perangsang itu sudah bekerja. Dengan gairah yang bergejolak di dalam tubuh mereka, saat mereka bertatapan rasa napsu dan hasrat sajalah yang ada di pikiran mereka.


"Rin...."


"Koko...."


Mereka sama sama bertatapan mesra. Saling berdekatan. Dengan lihai Cleo langsung melahap bibir mungil Rin. Lalu mereka saling ********** sambil tangan Cleo meraba gundukan kembar yang kenyal Rin. Membuat Rin mendesah kenikmatan dan memunculkan hasrat Rich.


Perlahan mereka sudah melepas pakaian masing masing hingga polos. Mereka mulai bermain panas di atas ranjang. Karena Rin tidak pengalaman hal ini, dia hanya mengikuti ritme dari Cleo.


"Ahhh.., koko...,emmm..."


"Tahan ya Rin. Aku gak kuat mau keluarkan. Ini agak sedikit sakit,"kata Cleo yang sudah mengambil ancang ancang.


Rin menarik narik seprei sambil mengigit bibirnya untuk menahan sakit karena yang di lakukan Cleo.


Mereka terus melakukannya sampai puas dan menghilangkan obat yang ada di tubuh mereka. Sampai mereka lelah dan tertidur sambil berpelukkan.


Setelah merasa tertidur pulas, kedua pria itu datang kembali ke kamar hotel dengan memfoto mereka dan mengambil kamera yang tersembunyi.


"Hallo .. Bos.., mereka sepertinya kelelahan dan semua rekaman dan foto sudah kita dapatkan,"kata Pria pertama.


"Bagus.. bagus.. ini lah awal kehancuran Hide dan Rey. Istri Hide sudah sakit sakitan. Anak anak mereka pun sudah tak ada kehormatannya. Tinggal Istri dari Rey yang belum di coba. Kalian cepat kembali jangan sampai mereka berdua menyadari keberadaan kalian,"kata pria itu dari seberang telepon.


"Baik Bos.."


Setelah menutup teleponnya, kedua pria itu mengikuti intruksi dari Bosnya tadi. Mereka puas dengan hasil kerjanya. Tentunya Bos mereka semakin membanggakan kemampuan mereka.

__ADS_1


™️ Bersambung...


__ADS_2