DENDAM MASA LALU(Revisi)

DENDAM MASA LALU(Revisi)
Bab 38


__ADS_3

KOURU RIN DERMAWAN


Saat ku buka mataku semua yang kulihat serba putih. Apakah aku sudah meninggal, tapi saat mulai terlihat jelas. Ku melihat Ko Cleo, Tante Citra, Om Rey, Ayah dan Bunda menatapku dengan wajah yang sulit di artikan. Ada apa dengan mereka.?


"Ka...kalian... kenapa?"tanyaku bingung dengan tatapan mereka.


"Kau harus menikah dengan Cleo secepatnya Rin. Semua akan kami urus segera,"kata Ayah yang bersikap lebih dingin dari biasanya.


Sedangkan Bunda seperti sedang menangis tapi saat kutatap dia malah berpaling ke arah lain.


"Bun..., Bunda menangis? Oiya kenapa juga aku dan Koko harus menikah Ayah?"tanyaku lagi.


Meski ditatap benci oleh mereka, tetapi aku tetap menanyakan hal yang sulit ku mengerti.


"Kau gak usah pura pura bodoh dengan sikapmu Rin. Hari ini kau segera menikah dengan Cleo. Tanpa ada resepsi karena percuma kau sudah memalukan martabat kami,"kata Tante Citra.


"Memalukan martabat kalian? memang apa yang ku perbuat?"tanyaku polos.


Aku memang tak mengerti bukan bermaksud tidak mau mengerti. Aku hanya ingin di perjelas saja.


"Kau masih nanya dengan sok polos begitu. Kau lupa apa yang kau perbuat di hotel oleh Cleo. Om Rey dan Ayahmu sudah cerita sama Tante. Gak usah lah kau berpura pura bodoh. Yang pasti perbuatan kalian sangat sangat merusak harga diri kami,"kata Tante Citra Marah.


Oh jadi mereka sudah tahu masalah ku dan koko di hotel. Lalu bagaimana dengan keadaan Bunda saat mendengar ini.


Aku berpaling menatap Bunda yang sudah menjauhkan buliran air mata. Tanganya mengepal dan bergetar. Aku turun dari ranjang dan menghampirinya. Lalu aku bersujud di kakinya.


"Bunda... Maafkan Aku Bun. Aku dan Koko Cleo di jebak Bunda... Hiks ... Hiks... Ampuni aku Bun...,"mohonku.


Bunda tak bergeming sekalipun. Bahkan tak mau menatapku. Pasti Bunda sangat kecewa denganku.


"Kenapa Nak? kenapa nasib mu seperti ini. Bunda memang sangat kecewa tapi Bunda tidak terima nasib kalian di permainkan seperti ini,"kata Bunda.


"Bunda... Maafkan aku ya Bun..,"kataku yang masih bersujud di kaki Bunda.

__ADS_1


"Sudah lah nak. Kau siapkan saja dirimu. Sebentar lagi kalian ijab kabul. Sayang .. temani aku keluar sebentar,"kata Bunda.


Semua pergi begitu saja kecuali Koko Cleo. Dia menatapku Iba dan langsung memelukku.


"Ini ujian kita Dek. Sabar yaa .. sekarang kamu siap siap. Sebentar lagi penghulu datang,"kata Koko.


Aku masih ingin berfikir positif tapi entah keadaan membuatku kepo saat ini.


"Kenapa kita harus nikah secepat ini Ko,, Bukankah kita masih sekolah...?"tanyaku yang penasaran atas ucapan Tante Citra tadi.


Koko mengenggam tanganku dan langsung berkata yang membuatku syok.


"Kau .. hamil dek. Koko harus tanggung jawab."


"Enggak... enggak mungkin ko. Koko bercanda kan?"tanyaku sambil menggelengkan kepalaku.


"Koko serius. Makanya tadi Mami sangat marah pada kita Dek. Kamu gak usah takut ya. Kita jalani hukuman ini sama sama,"kata Koko menenangkanku.


...•••...


ADELIA WILSON


Ponselku berdering beberapa kali. Membuat Om Hide melirikku dengan tajam. Saat ini aku sedang menyaksikan pernikahan mendadak Kouru dan Juga Cleo. Mereka adalah saudara Rich. Yang bernasib sama denganku dan Rich.


Mungkin mereka lebih beruntung atau dalam artian terjebak. Tidak seperti aku dan Rich karena aku lah yang menjebak Rich. Makanya sampai sekarang aku di pandang sebelah mata oleh Om Hide yang seharusnya menjadi Papa Mertuaku.


Setelah ijab kabul selesai, lenganku di tarik oleh Om Hide keluar ruangan Kouru.


"Kau..., bisa gak sih sekali saja jangan membuatku kesal. Sudah jelas ponselmu berdering beberapa kali. Tapi kenapa kau tak menjawabnya dulu. Didalam itu sedang ada acara sakral..,"tegas Om Hide yang melotot menatapku.


"Maaf Om... saya.. saya... akan menjawabnya nanti,"kataku yang memang tak ingin mengangkat panggilan itu.


"Sudahlah.. kau tunggu saja di sini. Peganggu...!"

__ADS_1


Om Hide masuk kedalam meninggalkan ku. Rasanya sakit di anggap tak ada seperti itu. Tetapi aku tahu dan akan menghadapi risiko itu.


Ponselku tetap berdering kembali dan sepertinya aku harus mengangkat nya kalau tidak diganggu.


"Hallo ..."


"Hallo.. Ya ampun Adel. Segitu sibuknya dirimu sampai panggilan Mama tak kau jawab?!"bentak Mamaku.


"Ma.., aku gak mau mengikuti rencana Mama selanjutnya lagi. Aku sudah sangat menyesal Ma.. Mama tahu aku sekarang sedang hamil karena rencana gila Mama itu...!"


"Hahahaha.... woow... kejutan yang sangat indah sayang. Kau akhirnya bisa mengandung benih dari Rich. Darah Zoldiek mengalir di dalam rahim mu. Membuat rencana Mama semakin mudah. Terima kasih info ini nak. Mama sangat bersyukur... kau memang anak kebanggaan Mama.."


Telepon terputus begitu saja dari Mama. Membuatku langsung membanting ponselku itu. Bunyi retakkan menggema di lorong rumah sakit. Aku menunduk dan berlutut di pinggir tembok.


Kenapa semua terjadi padaku. Kenapa aku mendapat keluarga yang toxic dan gila harta seperti Mama dan Papa. Kenapa aku harus menghancurkan keluarga Rich. Orang yang kusayang sebagai sahabat. Orang yang sudah menolongku. Yang sangat baik padaku.


Kenapa aku sangat lemah dan gampang tertindas. Kenapa semua ini terjadi padaku Tuhan...


™️ Bersambung ...


...•••...


AUTHOR SIFI ENDRIYANTO


Hay para readers ku. Maaf yaa aku akhir akhir ini tidak total dalam membuat novelku. Karena saat ini aku sedang sakit bersama keluargaku. Sekarang sudah masa penyembuhan dan mulai mendingan. Belum lagi aku juga mendaftar sebagai host MT. Jadi novelku terbengkalai.


Insya allah akan ku perbaiki updateku kembali mulai saat ini. Karena sudah mulai membaik. Terima kasih yang masih setia menunggu jalan ceritanya.


Salam hangat dariku


Sifi Endriyanto😘🙏


...•••...

__ADS_1


__ADS_2