
Seorang pria masuk dengan tatapan tajamnya ke dalam restoran yang sudah di tunggu perempuan cantik di pojok jendela. Cewek itu tersenyum dan melambaikan tangannya setelah melihat pria yang berdiri sambil celingak celinguk mencari keberadaannya.
"Hay ..., maaf sayang sudah lama kau menunggu?"tanya pria itu sambil mencium kening wanita di depannya.
Wanita itu menggeleng pelan sambil masih tersenyum manis.
"Sayang, kita jadi 'kan mengadopsi anak di panti asuhan. Rasanya sudah hampir 18 tahun hidup kita tanpa keberadaan anak,"kata Wanita itu lesuh.
"Jangan bersedih sayang. Kita akan segera ke panti asuhan. Tapi sebelum itu kau harus berjanji untuk tidak bersedih,"kata pria itu tersenyum.
Wanita itu hanya mengangguk dan mulai kembali ceria. Setelah memakan makanan mereka pun pergi menuju panti asuhan.
Mobil berjalan pelan dan mulus menuju panti asuhan melewati pepohonan rindang. Disamping terdapat sungai yang bersih dengan air yang mengalir cukup derasnya. Sesampainya di halaman panti asuhan, mobilnya dia parkir dengan rapi.
Mereka berdua memasuki panti asuhan dengan wajah yang ceria.
"Pak Ryu..., Bu Raina..., maaf jika saya merepotkan Ibu dan Bapak,"kata Bu Lea. Ibu kepala panti asuhan yang sekarang mereka datangi.
"Memang ada apa Bu Lea,? kok wajahnya panik,"kata Ryu terheran melihat Bu Lea yang panik.
"Tadi anak anak panti sedang bermain di pinggiran sungai, dan ternyata mereka menemukan pria yang sedang terdampar di tepian dengan penuh luka di sekujur tubuhnya. Kami bingung membawanya ke rumah sakit jadi kami bawa dia ke dalam,"kata Lea yang menggiring Ryu dan Raina masuk ke dalam salah satu kamar.
Disana terlihat ada seorang anak lelaki yang terbaring tak berdaya. Di sekujur tubuhnya begitu banyak luka. Ryu adalah seorang dokter umum yang bekerja di rumah sakit daerah itu. Dia memeriksa kondisi lelaki itu dan tersenyum simpul.
"Ibu tidak usah khawatir, keadaan anak ini baik - baik saja. Cuma harus memulihkan luka lukanya saja dan menunggu dia sadar. Saya akan beri resep untuk anak ini. Agar cepat pulih dari lukanya,"kata Ryu menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih Pak Ryu. Saya tidak tahu harus minta tolong ke siapa lagi,"kata Lea lega.
Beberapa menit kemudian anak lelaki itu terbangun sambil memegang kepalanya. Dia mengerang dan melirik kiri kanan. Lalu menatap Ryu, Raina dan Lea.
"Dimana ini...,? kalian siapa??"
"Tenang Nak. Kami orang yang menolongmu. Namamu siapa? kenapa kau bisa seperti ini?"tanya Ryu perlahan.
"Aku..., aku..., siapa aku?? aku tidak tahu siapa aku?"
Semua kaget mendengar perkataannya. Karena lelaki itu tidak mengenal dirinya sendiri.
__ADS_1
...🐾🐾🐾🐾...
KOURU RIN DERMAWAN
Aku berlari menuju lorong rumah sakit meski masih terasa nyeri di bagian terpentingku. Aku hanya ingin melihat keadaan Koko suamiku tercinta.
Setelah sampai ruang UGD, aku berjalan sambil bertatih tatih menghampiri ranjang Koko yang sudah tak berdaya di dampingi alat alat rumah sakit.
"Hiks..,hiks...., koko...., bangun ko.., ini aku Rin.., hiks hiks.., jangan tinggalkan aku Ko,"kataku sambil terisak di dadanya yang bidang.
Saat mendengar kabar dari Om Sandi bahwa Koko Cleo dan Abang kecelakaan, aku dengan kesurupan langsung berlari ke bawah mengikuti Tante izumi.
"Sabar ya Rin.., pasti Cleo bisa kuat kok,"kata Tante Izumi.
Tante Izumi menatapku sedih dan membimbingku ke luar ruangan. Karena kami masih tidak boleh menjenguk terlalu lama oleh dokter.
Di luar ruangan Mami Citra, Papi Rey, Om Kenzo, Om Fersha dan Tante Isabel berkumpul duduk di ruang tunggu.
"Rin..., kamu yang kuat ya nak,"kata Mami memelukku.
Mami hanya menangis dan mengelus punggungku. Lalu dia berkata pelan di kupingku.
"Cleo .., koma nak..,"kata Mami.
Semua nya bagaikan petir yang menyambar telingaku. Mendengar perkataan Mami, membuatku lemas tak berdaya. Aku langsung jatuh tak sadarkan diri.
...🐾🐾🐾🐾🐾...
HILMAN DERMAWAN
Aku, Hellen, Kak Suho, Kak Paris, Kak Sandi dan Papa menuju TKP dimana Rich dan Cleo kecelakaan. Dalam rekaman CCTV jalan raya terlihat mobil mereka di tabrak dari belakang. Mungkin Cleo menghindar dari mobil gila itu dan pergi dengan kecepatan tinggi.
Mobil yang mengejar mereka menyalip dan sengaja membuat Cleo hilang fokus untuk melihat depan jalan. Alhasil mobil mereka oleng dan menabrak pembatas jalan lalu terjun manis ke jurang.
Cleo terjepit bangku kemudi dengan luka berat di kepala dan kakinya. Sedangkan Rich kami tak melihatnya dimanapun. Bahkan polisi memberitahukan keberadaan Rich yang hilang di telan bumi.
Kami kesini hanya untuk memastikan pencarian kembali. Mungkin ada jejak jejak Rich yang tertinggal disana untuk sebuah petunjuk.
__ADS_1
Hellen dari tadi selalu gelisah dan cemas akan keberadaan Rich yang belum kami temukan.
"Rich.., kau dimana nak? kau harus ketemu. Jangan buat Bunda cemas nak, hiks hiks..,"isak Hellen disampingku.
Aku hanya bisa mengusap kepalanya dengan lembut. Lalu mengecup puncuk kepalanya agar dia bisa tenang.
"Sudah Dear.., percayalah padaku. Rich pasti baik baik saja. Dia anak yang kuat. Kau tenang ya,"kataku terus menenangkannya.
"Bagaimana aku bisa tenang Sayang. Rich sampai sekarang belum di temukan keberadaannya. Kita juga gak tahu kan, bagaimana keadaan nya sekarang. Aku benar benar kepikiran Sayang. Cleo saja kritis sampai koma seperti itu, bagaimana dengan Rich anak kita,"kata Hellen yang terus nyerocos.
"Iyaaa iyaaa aku paham Dear, bersabarlah.. pasti kita akan menemukan Rich secepatnya,"kataku lagi.
Mobil kami akhirnya sampai di TKP jatuhnya mobil Cleo dari atas jalanan. Kami sekarwng berada di bawwah jurang yang terdapat banyak polisi dan sudah di garis kuning.
Melihat mobil Cleo yang sudah hancur berkeping keping membuat hati ku teriris. Aku juga merasa deg degan ingin mengetahui keadaan Rich sekarang bagaimana.
Paman Lucas melihat kami yang berdiri tak jau hdari garis polisi. Dia menyapa kami dengan gaya nya yabg khas.
"Paman turut prihatin atas apa yang terjadi dengan anak anak kalian. Oiya Paman punya info yang penting. Kita sudah menemukan Rich, dia berada di daerah sekitar sini di rumah sakit terpencil. Dia ditolong oleh kepala panti asuhan. Ini alamat rumah sakitnya,"kata Paman Lucas yang langsung menyodorkan kertas itu pada kami.
"Ayo Dear.., kita jemput dia,"kata Hellen antusias mendengar perkataan Paman Lucas.
Kami sama sama berjalan menuju rumah sakit yang tertulis di buku catatan itu. Semoga Rich tidak apa apa.
Bersambung ...
...----------------...
MeMo AuthOr :
Mohon maaf bagi para readers setia yang menunggu karya ku, saat ini aku sedang sibuk banget dengan hal nyata. Jadi jarang up udah gitu tiba tiba blang aja ni otak. Jadi untuk melanjutkan episode aja butuh 2 hari memikirkannya.
Tapi Author selalu usahakan yang terbaik kok. Mohon bersabar yaa. Author akan buat satu satu di and. Cuma author akan buat novel baru ini tuh kisah nyata temen author. Kalau kalian mau baca bisa juga. Insya allah yang ini up nya rutin karena tinggal ku review ulang dan kirim naskah😁👌
Aku sudah ijin dengan yang bersangkutan. Semoga karya ini bisa buming karena rutin up.🙏
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1