
Hide menyusul Hellen ke kamar dan melihat Hellen sudah menangis di tempat tidur. Perlahan Hide menghampirinya dan mengelus rambutnya dengan lembut.
"Kenapa Dear...?"tanya Hide yang sudah duduk tepat di samping Hellen.
Dia dengan sabar menunggu Hellen menjawab pertanyaannya. Setelah kesedihan Hellen reda, akhirnya Hellen menatap Hide yang terlihat tersenyum menatapnya.
"Maafkan aku sayang ... maafkan aku ...,"kata Hellen yang langsung memeluk Hide.
Hide hanya membalas pelukkan Hellen sambil mengelus rambutnya dengan lembut. Sesekali mengecup puncuk kepala Hellen.
"Minta maaf karena apa?"tanya Hide hati hati.
"Aku minta maaf selama ini selalu menyusahkanmu. Menyakiti hatimu dan membuatmu hampir kehilangan nyawamu."
"Apa yang kau bicarakan Dear, kau tak melakukan apapun dan tak bersalah. Semua sudah takdir dan cobaan dari Allah. Kita harus tawakal dan bersabar ya,"kata Hide yang sudah melepas pelukannya.
"Tapi.. karena aku...--"
"Sssttt... sudahlah. Aku tak mau kau mengatakan hal apapun. Sekarang aku merindukanmu,"kata Hide menatap Hellen intens.
Hide mulai membuka hijab yang di gunakan Hellen lalu dia memajukan wajahnya dan memangut bibir Hellen. Awal dari kecupan lambat laun mereka berdua sama sama bermain disana.
Ciuman semakin panas dan memancing hasrat keduanya sampai mereka tak sadar sudah sama sama polos tidak memakai pakaian sehelai pun.
Hide dan Hellen begitu menikmati ciuman mereka. Tangan Hide pun sudah mulai meraba setiap inci daerah sensitif Hellen.
Dia berhenti di kedua gundukkan kembar yang kenyal milik Hellen. Dengan meremas pelan sambil memilin membuat Hellen mendesah kenikmatan.
Desahan Hellen memicu hasratnya semakin besar. Setelah sama sama memuncak, Hide melepaskan laharnya ke dalam gua Hellen yang sudah lama tak di tengoknya.
Semenjak Hellen sakit, Mereka tidak pernah berhubungan intim karena Hide merasa Hellen harus banyak istirahat.
...⚜⚜...
Sedangkan di kamar Rey dan Citra mereka sama sama terdiam tidak bicara sepatah katapun.
"Siapa cowok itu?"tanya Rey yang memecah keheningan.
"Dia.. Dokter baru. Gue juga gak tahu sih, cuma dia bilang gitu sama gue,"kata Citra santai.
Citra baru saja melepas sepatu dan jaketnya. Dia merasakan tangan kekar Rey memeluk pinggangnya dari belakang. Rey membenamkan kepalanya di pundak Citra sambil berbisik.
"Asal lo harus inget, gue memang gak pernah terlihat mesra sama lo. Tapi gue juga cemburu jika lo dekat dan tersenyum untuk cowok lain."
"Oh ya..., habisnya lo itu gak punya ekspresi apapun jadi gue gak tahu lo cemburu apa gak,"kata Citra tersenyum remeh.
"Jadi lo perlu bukti dari gue,"kata Rey yang menaikkan alisnya.
"Yups... buktikan kalau lo cemburu dan cintaaaaa banget sama gue,"kata Citra yang sudah berbalik badan.
__ADS_1
"Fine honey..."
Sambil tersenyum licik, Rey mendorong Citra ke tempat tidur. Dia tak tahan ingin melahap bibir ranum istrinya itu.
Baru ingin melucuti pakaian istrinya tiba tiba pintu kamarnya terbuka lebar disertai teriakkan suara imut.
"MAMIII...., PAPIIIIIII..., KOKO CLEO JAHAAAAATTTT!"
...⚜⚜⚜...
KOURU RIN DERMAWAN
Saat makan malam ini aku merasa deg degan karena takut dengan ekspresi Ayah yang tahu kalau aku dan Abang kena skors.
Ayah dan Bunda baru saja turun dan diikuti Om Rey dan Tante Citra.
Saat makan malam di mulai, Ayah menanyakan perihal kejadian di sekolah tadi.
"Jadi... kalian berdua tidak ada yang mau minta maaf pada Ayah,"kata Ayah cuek.
Aku dan Abang saling bertatapan dan menunduk. Aku sangat takut jika Ayah marah.
"Maaf Ayah, tapi aku hanya membela Rin yang sudah di lecehkan,"kata Abang.
Bunyi dentingan sendok dan garpu lalu hening seketika.
"Cowok itu udah berani beraninya mencium Rin dua kali Ayah. Bahkan menciumnya di bibir Rin secara paksa,"kata Bang Rich kesal.
Aku semakin menunduk malu dan takut melihat ekspresi semua orang disini.
"Yang lebih parah lagi dia gak merasa bersalah dan dia anak dari Om Arshaka,"kata Rich.
"Apaa... Arsha.. masa sih,"kata Tante Citra melirik kami.
"Iya Tante, Om Arsha masih hidup. Cowok yang menciumku adalah anak dari Om Arsha. Tadi kami bertemu dengannya,"kataku menjelaskan.
Rasa sakit hatiku masih terasa saat mendengar ucapan Om Arsha tentang Ayah. Dia bilang kalau Bunda hanya pantas berdampingan dengannya. Bukan dengan Ayah yang sebentar lagi akan mati kembali. Itu ucapan yang sangat sangat menyakitkan dan menyebalkan.
"Kok bisa secara kebetulan gitu sih Ci,"kata Om Kenzo.
"Yah... Ayah sudah tahu kok semuanya dari Bunda. Mulai detik ini kamu jangan terlalu dekat dengan cowok itu. Ayah akan memberi ultimatum dan memberitahu kepala sekolahmu. Kalau sampai sekali lagi anak itu berani macam macam denganmu. Ayah minta dia harus di keluarkan dari situ,"kata Ayah
"Hanya itu Ayah,"kata Abang heran.
"Yaa... mau apa lagi?"tanya Ayah menyelidik.
"Kirain Ayah mau menghajarnya juga,"kataku cemberut.
"Kau bisa melakukannya tanpa Ayah kan,"kata Ayah tersenyum menatapku.
__ADS_1
"Rusak aja mata pencariannya. Biar kapok dia,"kata Tante Citra mengusulkan.
"Sudah Tante, tapi dia itu emang gak tahu malu sih sama mesum kuadrat kayaknya. Jadi gak akan kapok. Sama lah seperti Bapaknya,"kataku kesal.
"Sudah... lebih baik makan nya habiskan setelah itu kalian harus belajar lagi,"kata Bunda
"Hemm Ayah..., bolehkah aku keluar sebentar malam ini,"kata Abang.
Kami semua menatap Abang tidak percaya, biasanya Abang gak pernah mau keluar malam apalagi saat di hukum seperti ini.
"Boleh..."
Perkataan Ayah membuat kami kaget tak percaya. Kenapa tiba tiba Ayah mengijinkan dengan mudah.
"Makasih ya Ayah..."
Abang Rich langsung meminum susu nya dan berlalu pergi setelah mencium tangan Ayah dan bunda. Kenapa dia semangat sekali dan sangat senang. Apa ada sesuatu yang dia lakukan. Aku jadi penasaran gini sih.
...⚜⚜⚜...
KOUYA RICH DERMAWAN
Aku melajukan motorku dengan cepat ke perumahan daerah jakarta. Meski jauh dari mansion tapi aku tak akan menyerah begitu saja.
Entah belakangan ini aku kecanduan yang terlarang. Kalau sampai keluargaku tahu mungkin mereka akan curiga dan kecewa padaku.
Motorku berhenti tepat di pekarangan sebuah rumah sederhana. Aku mengetuk pintu perlahan. Dan keluarlah seorang wanita cantik menantiku.
"Hay Sayang.. aku udah kangen sama kamu,"kata Adela.
Aku memeluknya dan mencium keningnya. Aku pun sangat merindukannya.
Kami masuk dan duduk di ruang tamu. Adela membawakan secangkir teh hangat untukku. Setelah ku meminumnya aku mulai hilang kesadaran.
Badanku terasa panas dan sangat pusing. Adelia mengamit tanganku dan membawa ku ke kamar nya kembali.
"Sayang.. puaskan aku ya,"kata Adelia sambil berbisik membuat bulu kudukku berdiri.
Entah pikiranku tak sadar dan menuruti apa yang dia katakan. Dia mulai melepas pakaian nya dan pakaianku sampai kami benar benar polos.
Dia mulai mendekatkan bibirnya padaku dengan lahap aku ******* bibirnya dan tanganku meremas gundukkan kembar yang kenyal di dadanya. Dia mendesah membuatku semakin bergejolak.
"Teruss sayang... terusss... puaskan aku sayang... ahhh..."
Saat kami mulai tak terkendali, aku sudah ingin mengambil ancang ancang menerobos gua nya. Tiba tiba gebrakan pintu di belakang kami membuat kami tersentak.
"RICH.... APA YANG KAU LAKUKAN NAK!!!"
™️ Bersambung ...
__ADS_1