DENDAM MASA LALU(Revisi)

DENDAM MASA LALU(Revisi)
Bab 37


__ADS_3

Setelah mengambil donor darah dari Hide. Akhirnya Rich bisa melewati masa kritisnya. Tapi dia belum langsung sadarkan diri.


Semuanya bergantian menjaganya. Termasuk Adelia yang sudah mulai dekat dengan keluarga Rich kecuali Hide. Karena dia masih tak begitu menyukai Adelia.


"Kamu..., ngapain sih disini. Lebih baik kamu keluar ruangan deh,"usir Hide.


"Sayang..., sudah donk kamu jangan menghakimi Adel terus. Biarkan dia duduk disini temani Rich. Pasti Rich senang kalau Adel disini,"kata Hellen.


"Aku males banget liat muka nya Dear. Aku tahu kebusukan kedua orang tuanya. Karena kamu aja aku masih bisa baik baik sama dia,"kata Hide kesal.


"Om.., saya minta maaf. Tapi jujur.. saya gak ada maksud untuk membuat Rich seperti ini. Saya juga di paksa oleh kedua orang tua saya. Saya juga tertekan Om,"kata Adel memelas.


"Aku tidak percaya dengan kata kata manismu itu. Mau alasan apapun tidak sepantasnya kau menjebak anakku. Merayu nya dan membuatnya melakukan hal yang berdosa. Lalu sekarang aku harus kasian padamu yang sudah merusak hidup anakku? dimana urat malu mu hah..?"


Adel tiba tiba bersujud di kaki Hide sambil terisak. Dia hanya ingin di beri maaf oleh kedua orang tua Rich. Dia pun ingin menebus semua kesalahannya.


"Apa apaan sih kamu... LEPAS!!"


"Nak..., jangan begitu nak.., sudah bangun gak seharusnya kamu begitu."


Hellen menariknya berdiri. Tapi saat Adel baru berdiri tegak di depan Hide, tiba tiba dia tak sadarkan diri. Tubuhnya hampir tergeletak di lantai kalau tak di topang Hellen.


"Adel.., Adel..., sayang.. bangun nak. Sayang ini gimana Adel, tolong bawa dia ke ruang rawat. Mungkin dia kecapean,"kata Hellen khawatir.


"Tapi Dear...--"


"Kalau kamu gak mau nolongin dia. Aku bakal marah besar sama kamu..,"kata Hellen yang berusaha memapah Adel.


Hide menghembuskan napasnya kasar dan meraih Adel dari pelukkan Hellen. Hide mengendong Adel di ikuti Hellen di belakang.


...•••...


"Gimana keadaan dia Ken?"tanya Hellen.


Mereka sedang berada di ruang rawat Adel. Hanya ada Hellen, Hide dan Kenzo yang memeriksa.


"Adel hanya kecapean aja Ci. Dia juga agak stres. Jadi ngaruh ke janinnya. Maklum usia kandungannya masih muda banget. Dia pun tidak menjaga pola makannya. Makanya dia pingsan,"kata Kenzo menjelaskan.


"Apa kandungannya lemah?"tanya Hellen cemas.


"Kandungannya cukup kuat Ci, cuma yang tadi aku sebutin aja. Dia kecapean, dan tak mengatur pola makan serta stress,"kata Kenzo.

__ADS_1


"Yaudah Ken, berikan resep nya ya nanti aku coba tebus,"kata Hellen.


"Biar nanti perawat aja Ci, udah ku suruh mereka kok. Hide san, jangan terlalu keras sama Adel. Karena wanita hamil gampang baperan. Kasian Hide san, bagaimanapun juga anak yang ada di dalam perut Adel kan ponakkan ku. Cucu Hide san juga,"kata Kenzo.


"Heh... denger kalian ya. Aku gak akan pernah mengakui anak itu sebagai cucuku. PAHAM!!"


Hide pergi meninggalkan Hellen dan Kenzo yang sudah tak tahu lagi harus bilang apa.


...•••...


KOURU RIN DERMAWAN


Seharusnya hari ini hari pertama aku dan abang masuk sekolah. Tapi karena abang ada di rumah sakit, jadi hanya aku yang masuk. Aku tak mau membuat Ayah murka lagi. Cukup kemarin yang membuatnya murka tetapi aku juga gak tahu dia sudah memaafkanku atau tidak.


Di meja makan hanya ada Tante Izmi, Om Kenzo dan Koko Cleo. Sudah hampir satu bulan abang di rumah sakit dan dia mengalami koma.


"Rin.., makan yang banyak ya. Wajahmu pucat banget,"kata Tante Izmi.


"Hah..., oh ini aku kurang tidur Tan. Oiya hari ini sarapan nya apa Tan?"tanyaku yang menutupinya.


"Tuh nasi goreng. Kesukaan kamu kan. Makanya makan yang banyak ya,"kata Tante Izmi.


Saat aku melihat makanan di depan meja, tiba tiba aku mual luar biasa. Aku pun berlari ke toilet bawah untuk memuntahkan semua isi yang ada di perutku.


"Rin..., kau kenapa?"tanya Ko Cleo.


"Gak tahu Ko. Perutku mual banget. Liat nasi tadi langsung gak berselera ko,"lirihku.


"Kamu masuk angin kali karena kurang tidur. Apa mau ijin gak masuk hari ini. Coba istirahat ya dirumah,"kata Koko Cleo.


"Gak Ko. Aku kan baru masuk hari ini. Masa mau pergi gitu aja sih. Ini udah mendingan kok. Aku masuk aja,"kataku.


Ko Cleo membantuku untuk memapahku ke meja makan. Sesampainya di sana Tante Izmi dan Om Kenzo kaget.


"Kamu kenapa Rin?"tanya Tante Izmi.


"Gak apa apa Kok Tan. Aku baik baik aja,"kataku yang terasa lemas dan duduk di meja makan.


"Kalau kamu sakit gak usah masuk sekolah Rin,"kata Om Kenzo.


"Gak apa apa Om. Hari ini kan baru masuk lagi semenjak skors. Masa gak masuk lagi. Paling masuk angin aja tar aku bawa obat aja Om,"kataku yang menyendok nasi dengan malas.

__ADS_1


"Yaudah nanti kalau ada apa apa di sekolah. kasih tahu koko ya,"kata koko Cleo.


"Iya Ko. Kita berangkat sekarang aja yuk,"kataku.


"Hati hati ya Rin, kalau kamu gak kuat langsung pulang aja,"kata Tante Izmi.


"Iya Tante,"kataku yang langsung pergi.


Kepala ku masih sangat pusing. Bahkan masih dalam keadaan mual. Apalagi saat di mobil bersama koko. Perutku kaya di kocok kocok.


"Rin, kamu beneran gak apa apa, semakin pucat wajahmu,"kata Ko Cleo.


"Aku gak tahu Ko, kok aku jadi mual banget ya,"kataku.


"Sebaiknya kamu istirahat di UKS aja dulu. Kalau sudah mendingan baru masuk kelas,"kata Koko Cleo.


Wajahnya terlihat mencemaskanku. Aku juga merasa cemas dengan diriku sendiri. Karena aku takut kalau kejadian yang tak diinginkan akan terjadi.


Sesampainya di sekolah aku lemas tak berdaya. Aku benar benar tidak bersemangat hari ini.


"Rin....!!"teriak There.


Aku memandangnya dengan wajah yang kusut.


"Kau kenapa Rin? pucet banget wajahmu?"tanya There.


"Gak apa apa Re, gue lagi gak enak badan aja sih. Mau langsung ke UKS dulu kayaknya,"kataku.


"Yaudah gue temenin deh. Muka lo pucet banget,"kata There.


There menggandeng tanganku dan kami pun pergi ke UKS. Di koridor aku bertemu dengan Evita dan Leo.


"Hay princes gue hari ini lo masuk sendirian. Dimana abang lo yang songong itu,"kata Leo sambil celingak celinguk.


"Minggir deh, gue mau lewat,"kataku kesal.


"Rin, si Rich gak masuk. Kan hari ini kalian udah boleh masuk sekolah,"kata Evita.


"Gue gak tahu. Please deh kalian minggir dulu,"kataku.


Aku sudah gak kuat lagi karena perutku mulai di kocok2 kembali. Bahkan sekarang kepalaku sakit liar biasa. Pandanganku pun mulai kabur dan tak melihat jelas. Tiba tiba aja aku tak sadarkan diri...

__ADS_1


™️ Bersambung ...


__ADS_2