DENDAM MASA LALU(Revisi)

DENDAM MASA LALU(Revisi)
Bab 15


__ADS_3

"Bagus..., kita akan mainkan drama ini. Mereka memang sudah tergila - gila dengan kalian rupanya. Sampai meminta bantuan Sun segala,"kata Zoldiek.


Hellen dan Hide hanya diam mendengar pernyataan Zoldiek. Mereka akhirnya mengikuti saran dari Zoldiek. Mereka akan berpura - pura sampai Taro dan Rizki mengabari mereka.


"Apa Kakek yakin dengan Rizki dan Taro. Mereka benar - benar akan membantu kita,"kata Hide meyakinkan kembali.


"Kalian tenang saja. Aku tahu mereka tidak pernah salah. Hanya di perdaya apalagi Taro adalah sahabat kalian dari SMP. Apa kalian tak mempercayainya,"sarkas Zoldiek.


"Mereka berdua sudah berada di markas Arsha dan Nadine. Sebentar lagi mereka akan melepaskan Rin dan Rich. Memang terbilang nekad dan berani. Apalagi terang - terangan begini. Tapi mereka mengenal pribadi Sun,"kata Kenzo menjelaskan.


"Memangnya Sun itu siapa sih, kok mendengar namanya saja seperti orang ketakutan,"kata Citra bingung.


"Sun itu Paman nya Taro dan Rizki. Dan dia itu dendam pada Gill karena dulu tak sengaja Mempermalukan nya di seluruh sekolah,"kata Zoldiek.


"Ya ampun kenapa makin lama semua makin saling terhubung ya. Dan kenapa Papa banyak banget sih musuhnya. Apa sih yang Papa perbuat sampai ada dendam dari teman sekolah juga,"kata Hellen geleng - geleng.


"Dulu Papa orangnya juteg dan dingin Dek, jadi banyak yang dendam sama dia. Bahkan banyak perempuan yang di bikin patah hati karenanya,"jelas Sandi.


Mereka semua menatap Gill tak percaya sambil menggelengkan kepalanya. Yang ditatap malah tak terima dan protes.


"Hey.., apa salahnya... Mana Papa tahu kalau mereka dendam seperti ini. Padahal sikap Papa biasa saja dan hanya melakukan apa yang Papa anggap benar,"kata Gill acuh.


"Itu lah kau, selalu menganggap dirimu benar. Lihat sekarang, yang ketiban sialnya anak - anak dan cucu - cucumu,"kata Zoldiek kesal.


"Maaf Kek. Lagi pula semua sikap ku dulu karena kesalahan dari siapa?? Poppy kan yang membuat ku seperti itu,"kata Gill tak mau disalahkan.


"Sekarang malah kau menyalahkan Poppy mu yang sudah tiada. Dasar anak durhaka!"kesal Zoldiek.


"Apaan sih Kek, kok jadi aku lagi dan kenapa Kakek bicara begitu. Memang benar 'kan, anak Kakek itu sama saja denganku,"kata Gill.


Mereka jadi memperdebatkan masalah yang lalu. Yang mungkin tidak di mengerti yang lain. Membuat Hellen dan Sandi menggelengkan kepalanya.


"CUKUP!!! Kenapa Kakek sama Papa jadi berantem sih. Ingat kita disini sedang menjalankan misi menyelamatkan anak - anakku. Cucu dan cicit kalian, masih sempat kalian adu argumen gak jelas seperti ini!"kata Hellen yang marah dan pergi.


"Aku gak paham lah Kakek, Om Gill. Intinya sekarang kita fokus menyelamatkan si kembar aja. Masalah dendam lama atau masa lalu itu kesampingkan dulu,"kata Citra.

__ADS_1


Citra dan Paris menyusul Hellen yang marah sedangkan yang lain masih menunggu kabar dari Taro dan Rizki.


Beberapa jam kemudian Taro menghubungi mereka. Dia meminta bantuan dari Kenzo, Rey, Dan Hide. Akhirnya Suho, Fersha dan Felix pun turun tangan.


"Papi..., Cleo mau ikut,"kata Cleo menahan mereka saat masuk mobil.


"Kau disini saja Cleo. Jaga Mami dan Tante - tantemu. Biar kami yang menyelamatkan si kembar,"kata Rey yang berlalu pergi.


Akhirnya mereka pergi untuk menyelamatkan Rich dan Rin.


...🟣🟣🟣...


KOUYA RICH DERMAWAN


Setelah kepergian orang - orang stres itu, aku berdiri dan mengedarkan pandanganku. Ku lihat jendela yang berada di atas kami cukup tinggi tapi ukurannya kecil.


"Kita keluar dari sana bisa gak ya,"kataku pada Rin sambil menunjuk jendela kecil itu.


"Bang.., jangan gila ya, mana muat dengan badan kita. Yang ada masuk gak keluar gak. Jadi mandek disitu gimana,"kata Rin.


"Memang sih sangat tidak mungkin tapi kita harus mencobanya 'kan, mana kita tahu kalau bisa tidaknya jika belum mencoba,"kataku kembali.


"Andai Abang bisa menjebol tembok ini Dek. Sayangnya kekuatan Abang tidak sebesar kekuatan Orang tua kita,"kataku yang menginggat bagaimana latihan Ayah dan Bunda.


"Bisa bonyok - bonyok kita Bang. Mending cari akses yang lain aja deh Bang,"kata Rin.


KLICK!


Suara kunci di putar dari arah pintu membuat ku dan Rin kaget. Aku yang masih berdiri dan agak jauh dari Rin, dengan segera kembali ke tempat semula.


Di balik pintu munculah tampang yang kukenal. Paman Taro dan Rizki.


"Paman...,"kataku kaget.


"Rich..., Rin...., kalian tak apa?"tanya Paman Taro yang langsung merangkul kami.

__ADS_1


"Tidak Paman, kalian kesini mau membebaskan kami?"tanyaku.


Mereka mengangguk dan tersenyum. Aku dan Rin tersenyum senang mengetahuinya. Dengan sekali hentakkan mereka bisa melepaskan ikatan besi kami. Tenaga apa itu sampai rantai baja pun bisa di patahkan dengan mudah. Amazing...


"Taro ..., Rizki....."sapaan dari belakang membuat kami mematung sesaat.


Paman Taro dan Rizki menengok melihat siapa yang menyapa mereka. Dengan jantungku yang mau keluar, aku merasa berdebar.


"Alex...,"kata Paman Taro.


"Cepatlah, Hide sudah ngedumel dari tadi. Sepertinya dia sudah gerah dengan dinner nya,"kata Orang yang bernama Alex. Dia tersenyum melihat kami.


"Hahahaha..., dasar Hide..., baiklah..,"kekeh Paman Taro.


Mereka berdua menggandeng ku dan Rin keluar dari sini. Baru mau menaiki tangga di depan kami sudah banyak bodyguard menghadang jalan.


"KALIAN...., AKU TIDAK AKAN MEMBERI JALAN KELUAR. CEPAT SERANG MEREKA SAMPAI MATI!!!"


Teriak salah satu bodyguard itu. Aku dan Rin bingung apakah harus membantu Paman - paman ini.


"Rin..., Rich.., kalian diam lah di belakang kami. Biar ini yang menjadi urusan kami!"kata Paman Alex.


Kami hanya mengangguk dan mengikuti kata - kata mereka. Semua Paman - paman ini terlihat keren saat berkelahi. Tidak ada satu pun dari mereka yang terluka. Malahan semua bodyguard di bikin babak belur.


Setelah membuat mereka K.O, kami di gandeng kembali dan bergegas keluar dari tempat terkutuk itu.


Saat di atas, Paman Kakek Muda Lucas dan semua personilnya sudah meringkus anak buah yang berkeliaran disini.


Kenapa kami bilang Kakek muda, karena dia adalah Paman Ayah yang memang masih sangat tampan dan cool. Gak pantes banget kalau kita panggil Kakek. Hehehehe....


"Rin..., Rich..., kalian tidak apa - apa?"tanya Kakek Muda Lucas yang merangkul kami.


"Tidak Kakek muda.., kami baik - baik saja. Ayah dan Bunda dimana?"tanyaku penasaran.


"Mereka sedang mengatur rencana. Yaudah sekarang kalian ke mobil, biar Paman - paman ini yang mengantar kalian pulang,"kata Kakek muda. Kami berdua mengangguk. Setelah menyalaminya, kami berdua mengikuti langkah kaki Paman Taro dan Rizki.

__ADS_1


Akhirnya kami bisa bebas tanpa lecet apapun. Semoga kami bisa segera bertemu Ayah dan Bunda.


ℒ️ Bersambung ....


__ADS_2