
Rich masih berusaha mengingat semua kejadian yang dia alami belakangan ini. Dibantu oleh Izumi, Hellen dan Sandi. Lambat laun daya ingatnya kembali.
"Bunda...,"sapa Rich yang menghampiri Hellen di taman belakang mansion.
"Iyaa Nak. Kenapa kau disini?"
"Rin kok gak pulang - pulang. Aku kangen Bun."
"Kalau Rich kangen, kita bisa jenguk Rin di rumah sakit ya."
"Apa Rin sakit?"tanya Rich yang diangguki Hellen.
Sebenernya berat merasakan cobaan ini. Tiga hari yang lalu Rin di vonis mengidap penyakit kanker hati stadium satu. Entah kenapa cobaan terus menerus melanda keluarga ini.
"Yaudah Rich mending ke kamar dulu. Besok kita jenguk Rin ya,"kata Hellen yang di beri anggukan oleh Rich.
Setelah kepergian Rich, beberapa menit kemudian Citra menghampiri Hellen dengan cepat dan menarik tangan Hellen menjauh dari pintu masuk.
"Citra.., lo ngapain sih narik narik gue,"kata Hellen yang menatap Citra bingung.
"Gue..., gue...,, punya kabar ... Gue gak tahu ini bisa di bilang baik atau buruk,"kata Citra panik.
"Emangnya kabar nya apa?"tanya Hellen jadi penasaran.
"Lo tahu gak, kalau Bang Yohan..., dia masih hidup,"kata Citra melotot.
Hellen ikut melotot mendengar perkataan Citra. Dia hampir histeris kalau tidak di bekap oleh Citra.
"Jangan berisik. Takutnya yang lain tahu. Dan lo tahu apa yang bikin mengejutkan dari kata gue tadi,"kata Citra yang membuat Hellen menggelengkan kepalanya.
"Dia yang melakukan teror selama ini. Mr Sun adalah orang suruhan nya. Dan kecelakaan anak kita disebab kan oleh dia. Lebih parahnya lagi yang melakukan pengkhianatan ini adalah .... Kak Fersha,"kata Citra tertunduk lesuh.
Mereka sama sama termenung mendapati pernyataan ini. Tapi mereka tidak menyangka bahwa di belakang mereka sudah ada Hide dan Rey yang mendengar semua pembicaraan mereka.
"Apa yang lo ucapkan benar Cit?"
...🐾🐾🐾🐾...
KOUYA RICH DERMAWAN
Hari ini aku ingin menjenguk adikku di rumah sakit. Semenjak kecelakaan itu, aku belum menemui Adik dan Kakak Iparku. Aku pun terserang amnesia dimana aku tak ingat kejadian sebelumnya.
__ADS_1
Berkat pengobatan dari Tante Isabel dan Mommy Paris, aku bisa mengingat sedikit sedikit memori yang telah hilang.
Awalnya aku akan pergi bersama Bunda dan Ayah. Tapi sampai siang ini aku tidak menemui mereka di kamar atau pun di meja makan saat ini.
"Tante Izmi.., lihat Bunda sama Ayah?"tanyaku sambil duduk di sampingnya.
"Enggak Rich. Memangnya mereka gak bilang kamu kemana?"tanya balik Tante Izmi sambil memakan sarapannya.
Aku hanya menggeleng sambil mengambil setangkap roti dan selai kacang. Sudah beberapa hari ini semenjak kejadian itu aku tidak bisa memakan makanan dengan lahap. Baru kali ini napsu makanku normal kembali.
"Coba kamu hubungi mereka aja Rich,"usul Om Kenzo.
Aku baru sadar dengan ponsel. Karena dari kemarin aku tidak melihat benda pipih itu. Aku menepuk jidatku karena kelalaianku dengan benda penting itu.
"Ya ampun Om. Aku lupa minta di belikan ponsel yang baru. Pasti ponselku hancur berkeping keping saat kecelakaan terjadi,"jelasku.
Om Kenzo seperti nya tahu apa yang kubutuhkan saat ini. Dia mendial nomor kedua orang tuaku secara bergantian. Beberapa menit menunggu, dia meletakkan ponselnya di meja dan menggeleng pada kami.
"Orang tuamu gak jawab panggilan telpon dari Om. Tumben banget sih, mungkin sibuk,"kata Om Kenzo.
"Coba telepon Ci Citra dan Rey san aja,"usul Tante Izmi.
Membuat Om Kenzo mengambil kembali benda pipih itu dan mendial nomor yang di tuju.
"Mereka sibuk kali ya,"gumam Tante Izmi.
"Memang sekarang yang menjagai Rin dan Cleo siapa kalau bukan mereka,"kata Om Kenzo mengingatkan.
Kami semua sama sama bingung dan saling bertatapan. Memang benar sih, kalau bukan mereka yang jaga siapa lagi. Sedangkan Tante Isabel dan Om Fersha sedang pergi dinas keluar kota.
"Coba telepon Rin aja,"usul Tante Izmi.
Om Kenzo lagi lagi mengikuti saran Tante Izmi. Dia mengambil kembali benda pipih itu dan menekan tombol kontak Rin.
Wajah Om Kenzo semakin cemas karena dari tadi dia menunggu hanya menggeleng kan kepalanya saja.
"Ada apa Ken?"tanya Tante yang tahu perubahan raut wajah suaminya.
"Ini kok aneh sih. Kenapa semua orang jadi gak bisa di hubungi coba..---"
Omongan Om Kenzo terhenti karena melihat Tante Izmi yang di todong pistol oleh Om Fersha. Membuat kami semua kaget dan tidak percaya.
__ADS_1
"OM ...!!!"
...🐾🐾🐾🐾🐾...
PARIS PRATAMA
Aku, Suho, Sandi, Viktor dan Kedua Kakek kami pergi ke German untuk menemui Roberto. Dia adalah saudara Sun yang bekerja sama oleh Nadine dan Arshaka untuk menganggu hubungan Hellen dan Hide.
Sesampainya di bandara, Roberto mengutus beberapa bodyguard pengawal untuk mengawal kami menuju mansion nya.
Hanya dengan waktu tiga puluh menit, kami sudah sampai di kediamannya yang besar dan sejuk karena banyak pepohonan rindang.
Roberto dan Jully istrinya menyambut kedatangan kami dengan senyuman.
"Selamat datang Kakek dan kalian semua,"sapa Roberto.
Kami semua saling berpelukkan dan menyantap makan malam. Karena kami baru sampai di malam hari.
"Terima kasih Kakek dan yang lain sudah menyempatkan datang kesini,"kata Jully dengan senyuman.
"Tak masalah Jully, Kakek kesini mau membahas Sun dan Yohan yang sudah berubah. Kenapa mereka seperti itu Roberto?"tanya Kakek Zoldiek.
"Dan..., yang Kakek tahu Yohan sudah meninggal. Apa disini banyak penjual ramuan untuk menghidupkan orang yang sudah mati,"kata kakek Marino.
"Mereka bekerja sama dengan profesor Robert Kek. Kakek tahu kan Profesor Robert?"tanya Roberto.
"Apa ... Robert kau bilang,"kata kakek Marino.
Kakek Zoldiek dan Kakek Marino saling menatap satu sama lain. Aku tahu mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Mereka termenung sebentar, diantara kami pun tidak ada yang membuka pembicaraan.
"Kek.., siapa Robert itu?"tanya Sandi yang memecah keheningan.
Belum ada tanggapan dari kedua pria paruh baya ini. Aku, Suho dan viktor hanya diam mengawasi gerak gerik mereka.
"Jawab Kek. Kita disini bukan hanya saling menatap lalu diam diaman seperti ini,"kata Viktor ketus.
"Robert ..., dia adalah masa lalu ku dan Marino. Orang yang kami anggap adalah Kakak terbaik. Yang pernah membantu kami dalam suka mau pun duka. Orang yang mendukung dan selalu ada untuk kami,"kata Kakek Zoldiek menjelaskan.
"Lalu..? seterusnya bagaimana?"tanya Viktor yang sudah tak sabar menunggu penjelasan dari Kakek.
"Gara gara Cinta .. Lagi lagi karena Cinta bisa membuat orang hilang akal dan mendendam. Mungkin karena itu makanya dia membenci kami dan membalas dendam nya pada kalian keturunan kami,"jelas Kakek Zoldiek.
__ADS_1
Cinta lagi cinta lagi.. dendam karena masalah cinta. Benar benar konyol dan membuatku muak mendengarnya. Karena kekonyolan ini banyak nyawa hampir melayang. Aku jadi benci dengan kata CINTA...
™️ BERSAMBUNG ....