
Teriakkan Hide menggema diruangan itu. Hide, Rey, Cleo dan Kenzo sangat terkejut melihat Rich dan wanita itu bertubuh polos tanpa sehelai pakaian pun.
"KAU INI BENAR BENAR TAK PUNYA OTAK! MAU MEMPERMALUKAN AYAH, HAH!"teriak Hide emosi.
"Ay.aahh....."
BRUKKK!!
"YA TUHAN RICH..."
Rich langsung tak sadarkan diri. Dibantu oleh Cleo dia menutupi tubuh polos Rich dengan selimut yang berada di kamar itu. Lalu memungut pakaian Rich yang bersetakan. Cleo dan Kenzo memapah Rich keluar kamar.
"KAU PEREMPUAN RENDAHAN... KENAPA KAU MAU MELAKUKAN INI DENGAN ANAKKU!"teriak Hide yang sudah emosi.
Andai di depannya ini bukan perempuan mungkin dia akan memukulnya bertubi tubi.
Rey dengan cepat menarik tirai dekat jendela dan melempar ke tubuh perempuan itu yang polos tanpa pakaian.
"Cepat kau selimuti tubuhmu itu. Saya gak tahu kenapa kau bisa disini. Yang jelas kau tidak akan kami lepaskan begitu saja!"tegas Rey.
"Ingat baik baik ... aku akan mencari tahu apa penyebab ini semua terjadi. Jadi jangan coba coba mengancam keluargaku jika Rich tidak bersalah. Atau hidupmu akan mati di tanganku.. Paham!"ancam Hide.
Mereka berdua pergi meninggalkan Adelia yang bingung dan terluka. Dia bahkan baru sadar kenapa sampai berbuat seperti itu dengan Rich. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya.
"Kenapa..., kenapa aku terjebak dalam situasi ini. Aku tak ingin melukai Rich. Dia sahabat terbaikku. Hanya karena Mama aku harus mengorbankan harga diri ku dan melukai sahabatku. Maafkan aku Rich... maafkan aku...hiks hiks..."
Tangis Adelia pecah seketika dia terduduk lemas sambil mempererat tirai yang menyelimuti tubuh polosnya.
...••••...
Hellen, Citra, Izmi dan Rin duduk dengan gelisah menunggu di ruang tamu. Mereka diberitahu Felix tentang kelakuan Rich selama ini. Ternyata selama Hellen sakit, Rich suka keluyuran tiap malam dan pulang di pagi hari.
Awalnya Felix ingin mengatakan langsung. Tapi ternyata keadaan Hellen semakin parah sampai dia ceroboh dan lupa akan tugasnya.
Cleo dan Kenzo memapah Rich yang pingsan. Membuat orang yang menunggu mereka kaget melihatnya. Sedangkan Hide dan Rey tidak menampakkan ekspresi apapun.
"MAU DIBAWA KEMANA. BARINGKAN SAJA DIA DI SOFA INI!"teriak Hide pada Kenzo dan Cleo.
Mereka hanya menuruti perintah Hide yang sudah kalap karena emosi.
"Rich..., Rich.... kau kenapa nak. Sayang ... Rich kenapa?"tanya Hellen panik.
Hellen menepuk nepuk pipi Rich perlahan. Tetapi Rich masih belum sadar. Hide yang sudah kesal berlalu dari sana dan kembali dengan membawa gayung yang berisi air.
"Dear... minggir..,"kata Hide yang berhenti tepat di belakang Hellen.
"Kau mau apa sayang... untuk apa gayung itu?"tanya Hellen bingung. Dia berdiri dan sejajar dengan Hide.
Tanpa menjawab pertanyaan Hellen, Hide mengguyur wajah Rich dengan air di gayung itu.
"HIDE .. LO APA APAAN SIH,"teriak Citra kesal.
"Kau kenapa sih sayang... jangan terlalu kasar. Kenapa kau jadi marah marah seperti ini,"kata Hellen.
__ADS_1
Hide masih tak menggubris pertanyaan Hellen. Dia menunggu pergerakan dari Rich. Tak lama Rich sadar karena guyuran air tadi. Dia sampai terbatuk batuk karena air yang masuk ke hidungnya.
"Bunda.. Ayah... Om.. Tante.. kalian kenapa berkumpul disini,"kata Rich mengusap wajahnya yang basah.
"Kau harus mengakui sesuatu pada kami!"tegas Hide.
"Mengakui apa Ayah..?"tanya Rich yang bingung.
"GAK USAH PURA PURA BODOH. SELAMA 3 HARI BELAKANGAN INI KAMU DIAM DIAM PERGI MALAM HARI HANYA UNTUK BERBUAT MESUM!"teriak Hide.
"A...ayah... a..aku... mak...sud.."
PLAAAKK!!!
Tamparan keras mendarat di pipi Rich. Hide yang sudh terlanjur kecewa dan emosi tidak bisa mengontrol dirinya lagi.
"SAYAAANGG.., APA YANG KAU LAKUKAN. Rich.. kau tak apa nak?"kata Hellen yang khawatir.
"Lepaskan dia Dear, aku belum selesai mengintrogasinya!"kata Hide dengan tatapan tajamnya.
"Ta..tapi..-"
"KU BILANG LEPASKAN DIA. KAU BERDIRI DI SAMPING RIN DAN CITRA!"
"KAU INI KENAPA SIH, ADA APA?!"
"GAK USAH BANYAK TANYA. KAU IKUTI PERKATAANKU SEKARANG!!"
"Yaa..ka..--"
Hellen yang tahu suaminya sedang kalap dan ta tahu apa yang terjadi sebenarnya hanya mengikuti perkataan nya dengan ketakutan. Di peluk Rin, Hellen berdiri di samping Citra untuk menjauh.
"Jawab Rich.. jangan sampai Ayah memukulmu lagi,"kata Hide.
"Aku bertemu dengan Adelia di club waktu pesta ulang tahun temanku. Kami jadi berteman dekat. Lalu aku pernah mampir ke rumahnya. Aku di suguhi minuman entah apa, membuat tubuhku panas dan pusing. Aku gak inget apa apa. Saat sadar aku melihat Adelia sudah menangis dan banyak darah di seprei dan.. maaf Ayah aku berusaha untuk bertanggung jawab,"kata Rich menunduk.
PLAAKKK!!!
Tamparan kali ini di lakukan oleh Hellen. Dia merasa kecewa dengan Rich yang melakukan hal ceroboh. Air matanya sudah jatuh mengalir di pipinya.
"Jadi... kau .. kau memperkosanya tanpa kesadaran..,"kata Hellen sambil berlinang air mata.
"Ma.maafkan a..ku Bunda.. aku salah.. maaf Bunda. Aku... maaf...,"kata Rich menatap Hellen pilu.
"Kau.. kau ... mengecewakan... KAU MEMALUKAN RICH...KAU MENGECEWAKAN BUNDAAA.. K.K...au..."
Hellen memegang dadanya dengan kencang sambil menahan rasa sakit. Lalu tubuhnya tumbang kalau tak di tangkap Hide.
"PUAS KAMU MELIHAT BUNDA SAKIT LAGI.. PUASSSSA!!!"
"Gak Ayah... bukan itu maksudku Ayah.. aku di jebak..,"bela Rich.
"CUKUP! AYAH TAK MAU MENDENGAR. Rin.. bantu Ayah bawa Bunda,"kata Hide yang diikuti Rin.
__ADS_1
Hide membopong Hellen dan meninggalkan mereka yang masih terkejut dengan keadaan ini.
"Sebenarnya ada masalah apa sih?"tanya Citra.
Rich dengan wajah nya yang kesal langsung pergi tanpa mendengar omongan Citra dan yang lain.
...⚜⚜⚜...
KOURU RIN DERMAWAN
Ayah membaringkan Bunda di tempat tidur. Wajahnya terlihat memendam amarah. Aku memberikan minyak angin pada Ayah dan membantunya memijit kaki Bunda.
Ayah menyodorkan minyak angin itu ke hidung Bunda sambil memijit pelan kepala Bunda. Beberapa menit kemudian Bunda pun membuka matanya.
"Dear.., kau minum obat dulu ya,"kata Ayah.
Dia langsung memberikan minum dan obat pada Bunda. Bunda hanya diam dan menuruti apa yang Ayah bicarakan.
"Sayang..., kenapa Rich seperti itu. Kenapa dia begitu...hiks ... hiks... aku gak rela Sayang..,"kata Bunda kembali menangis.
"Sudah Dear, ini cobaan untuk kita agar dapat bijaksana dalam bersikap. Aku akan coba memperbaiki semua nya. Aku janji,"kata Ayah sambil tersenyum.
"Rin.. sebaiknya kamu istirahat aja. Ini udah malam juga kan. Makasih sudah bantu Ayah,"kata Ayah.
Kali ini aku hanya menurut omongan mereka. Karena aku bingung bagaimana menyikapi persoalan ini.
...⚜⚜⚜...
KOUYA RICH DERMAWAN
"AAAGGGHHHH..... BRENG***......!"
Aku meninju samsak terus menerus untuk menenangkan pikiranku yang sedang kalut. Entah kenapa karena terjebak saat pesta ulang tahun temanku, semua jadi kacau. Dan aku memang harus bertanggung jawab atas Adelia.
Meski tanpa di sengaja, aku sudah merebut kehormatannya secara paksa. Sampai dia semakin memanfaatkan kebaikkanku.
Sekarang Ayah sudah marah padaku, Bunda sudah kecewa. Aku bingung apa yang harus ku lakukan.
Ponselku berdering ada panggilan masuk. Aku pun melihatnya dan ternyata itu dari nomor telepon rumah Adelia.
Tanpa pikir panjang aku pun mengangkatnya. Ternyata itu Bi arma. Pembantu Adelia.
"Den Rich..., maaf ya kalau saya ganggu aden malam malam,"kata Bi Arma panik.
"Ada apa Bi? kok suaranya cemas banget,"kataku.
"Non Adel... Non Adel Den,"kata Bi arma.
"Ada apa dengan Adel Bi?"tanyaku penasaran.
"Non Adel pingsan Den,"kata Bi Arma.
"Apaaaa...?!"
__ADS_1
™️ Bersambung...