DENDAM MASA LALU(Revisi)

DENDAM MASA LALU(Revisi)
Bab 42


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit. Hide membopong Rin ke dalam ruang UGD. Hellen mengikutinya dari belakang dengan tergopoh gopoh.


Kenzo yang sudah tahu kedatangan Hide langsung menghampirinya bersama Rich, Cleo dan Izmi.


"Ayah..,--"


"Nanti dulu Cleo, biarkan Ayahmu membawa Rin ke dalam. Biar Uncle bisa menanganinya,"kata Izmi menenangkan Cleo.


"Tapi Aunty.. Rin kenapa sampai seperti itu. Apa luka lukanya parah? bagaimana kondisinya sekarang? Bunda... Rin kenapa seperti itu Bunda...?"tanya Cleo yang sudah memegang kedua pundak Hellen.


Hellen tak bisa berkata apapun karena kondisi Rin yang mengenaskan. Apalagi sampai bercerita tentang bagaimana Hide menemukan Rin.


"Bunda..., kenapa Rin bisa seperti itu..?"tanya Rich yang menunggu jawabannya.


Rich dan Cleo sangat menyayangi Rin. Mereka sangat syok melihat keadaan Rin sekarang apalagi dia sedang hamil.


"Bunda..., tolong jawab pertanyaan kami. Kenapa Rin bisa seperti itu?"tanya Rich lagi.


"Sudahlah kalian.. Jangan paksa Bunda kalian dengan pertanyaan saat ini. Bunda sepertinya syok, kalian harus ngerti dan sabar. Mending kita berdoa untuk keselamatan Rin dan bayinya,"kata Izmi pelan.


Perkataan Izmi membuat mereka berdua terdiam. Akhirnya mereka berusaha sabar untuk bisa menahannya.


Hide dan Kenzo keluar dari UGD. Membuat mereka semua mengerubunginya.


"Gimana Ayah.., Uncle..., keadaan Rin. Dia baik baik aja 'kan? lalu anak yang dalam kandungannya baik baik aja?"tanya Cleo penasaran.


"Alhamdulillah Cle. Rin sudah melewati masa kritisnya. Meski tadi gigitannya begitu banyak, tetapi ular itu tak berbisa. Janinnya pun dalam kondisi baik,"kata Hide tersenyum.


"Alhamdulillah ya Allah... Terima kasih sudah menyelamatkan istriku dan bayiku..,"doa Cleo memanjatkan syukurnya.


"Syukurlah sayang.., aku fikir kita akan kehilangannya...,"kata Hellen masih menangis.


Hide menghampiri Hellen dan memeluknya. Dia menenangkan Hellen kemudian.

__ADS_1


"Iya Dear.., Allah maha baik. Mereka berdua selamat. Anak dan Calon Cucu kita..,"jelas Hide.


"Uncle.., aku boleh pergi menemuinya..,"kata Cleo yang diangguki Kenzo dan Hide.


Cleo masuk kedalam ruang UGd untuk menemui Rin. Dia melihat Rin yang lemah dan pucat dengan berbagai alat di bagian tubuhnya.


Cleo mengenggam tangan Rin dan menciumnya. Dia juga mencium kening Rin dengan sayang.


"Beby..., kamu bangun donk. Kamu harus kuat untuk anak kita. Aku selalu disini bersamamu. Maafkan aku yang lalai."


Cleo terus menciumi kening Rin sambil menangis. Air matanya jatuh ke kening Rin. Dan tanpa sadar, Rin membuka matanya dan melihat Cleo disampingnya yang menunduk sambil masih terisak.


"Koko...,"sapa Rin.


Cleo mendongak dan terkejut senang melihat Rin sadar. Refleks dia memeluk Rin dengan erat.


"Alhamdulillah... Kamu udah sadar Beby... Apa yang sakit? mana? dimana aja?"tanya Cleo bertubi tubi.


Rin hanya tersenyum menangapi celoteh Cleo. Dia membelai pipi Cleo dan menggeleng.


"Gak Beby.., koko gak apa apa kok. Mending sekarang Beby istirahat aja ya. Koko jagain disini kok. Apa Beby mau makan? koko suapin mau?"kata Cleo cerewet.


"Ih koko gemesin banget sih. Aku gak apa apa kok tenang aja. Aku belum mau makan ko. Aku mau koko disini ja"kata Rin yang bergelayut manja di tangan Cleo.


cleo menanggapinya dengan senyuman senang. Dia membelai pipi Rin dan mengelus rambutnya.


"Koh.., janji sama aku ya kita selalu bersama,"kata Rin tiba tiba.


"Iya Beby.., koko janji kita akan selalu bersama"jawab Cleo yang mengecup kening istri.


...*****...


Rich menunggu kedatangan Adelia dengan cemas bersama Hide dan Hellen di ruangannya.

__ADS_1


"Ayah.., kenapa mereka lama sekali. Apa terjadi sesuatu dengan Adel?"tanya Rich.


"Sabar nak. Nanti juga mereka datang. Kata Mami Citra sebentar lagi sampai kok. Kamu tenang ya jangan khawatir. Adel tidak kenapa kenapa,"kata Hellen menenangkan.


Beberapa menit kemudian pintu ruangan terbuka lebar, masuklah Adel, Rey dan Citra. Adel kaget melihat Rich sudah duduk di tempat tidur.


"Rich...., kamu udah sadar..,"kata Adel yang menghambur ke pelukkan Rich.


Rich memeluk Adel sangat erat dan penuh kerinduan.


"Adel.., aku sangat merindukanmu. Kau tidak apa apa kan?"tanya Rich.


Dia melepas pelukkannya dan menatap Adel dari atas sampai bawah dengan khawatir.


"Aku tak apa apa Rich. Syukurlah Tante dan Om sudah datang tepat waktu. Jadi tidak terjadi apapun padaku,"kata Adel menjelaskan.


"Adel.., orang tuamu bekerja sama dengan Arshaka..?"tanya Rey.


Adel mengangguk mantap untuk jawaban Rey.


"Iya Om. Mereka bekerja sama dengan Om Arsha. Bahkan Om yang membuat skenario ini agar aku menjebak Rich. Tapi aku gak sadar kalau dia meminumkan kami obat perangsang juga,"kata Adel menunduk.


"Arsha pasti sudah ditangkap sama Paman. Kalian tenang saja ya. Setelah semua selesai kita akan diskusikan dengan Kakek. Biar kita bisa mengatasi masalah ini,"kata Hellen tersenyum.


"Maksud nya Bunda..., Kakek akan pulang?"tanya Rich.


"Iya nak. Kakek mu akan pulang dan berkumpul bersama kita. Dan kita akan menyelesaikan masalah ini,"kata Hide.


"Ohh.., baik Bun. Aku hanya berharap semua akan baik baik aja,"kata Rich


"Tentu saja Rich. Kita semua berharap akan baik baik saja kok."


Harapan mereka cuma satu yaitu mengakhiri kekacauan ini...

__ADS_1


™️ Bersambung ...


__ADS_2