
5 Bulan kemudian ...
Rich belum sadarkan diri dari koma nya. Adelia sudah tinggal bersama keluarganya. Sekarang gadis itu sudah mulai berubah di dampingi Hellen. Rin pun ikut berubah karena Hellen yang ikhlas dan sabar menerima kesalahan mereka.
"Rich.., kamu kapan bangun? aku sudah sangat merindukanmu. Keluargamu sangat merindukanmu. Bangunlah.. usia kandunganku semakin membesar. Sekarang sudah berjalan enam bulan. Untung selama ini dia tidak pernah menyusahkanku. Mungkin dia tahu bahwa Abi nya belum bangun,"kata Adelia yang duduk di samping Rich.
Dia selalu setia menunggu kesadaran Rich. Setiap harinya dia telaten mengurus Rich dan membacakan nya ayat ayat suci Al quran agar Rich cepat segera sadar.
"Kak Adel..?"panggil Rin yang muncul dari balik pintu.
Rin datang bersama Cleo dengan membawa makanan untuk Adel.
"Rin ..., Cleo ..."
"Gimana keadaan Rich Del? apa belum ada perkembangan juga?"tanya Cleo yang duduk di sofa sambil menaruh makanan yang dia bawa.
Adel hanya menggeleng menatap Cleo. Dia tidak tahu lagi apakah harapan itu masih ada.
"Yang sabar ya Kak Adel. Semoga abang cepat sadar dan bisa kembali dengan kita seperti sedia kala,"kata Rin mengusap punggung Adel.
"Makasih ya Rin sudah mau menguatkanku,"kata Adel berkaca kaca.
"Sama sama Kak. Sekarang Kakak makan dulu. Dari tadi Kakak belum makan,"kata Rin yang meraih piring makanan dari Cleo.
"Aku belum lapar Rin,"kata Adelia.
"Tapi setidaknya Kakak harus makan walau cuma sedikit. Kasian anak yang ada di perutmu Kak,,,,"kata Rin.
Perkataan Rin menyadarkannya. Akhirnya Adell mengikuti saran Rin untuk makan. Mereka pun makan dalam diam.
Beberapa jam kemudian setelah mereka makan. Tiba tiba mereka di kejutkan dengan pintu depan ruangan yang di banting. Masuklah beberapa orang yang langsung membawa Adel dan juga Rin dengan paksa.
"LEPAS .. SIAPA KALIAN!!"teriak Adel yang memberontak.
"LEPASKAN MEREKA...!!!! LEPAS!!!!"teriak Cleo.
Saat Cleo ingin memberontak, salah satu dari mereka melepaskan senjata api nya dan menembak Cleo dengan sadis.
"KOKO......"
Rin yang teriak membuat marah para gerombolan pria ini. Salah satu dari pria itu memukul pundak Rin dengan keras membuat gadis itu pingsan seketika.
"RINNNNNN....,"teriak Adelia.
"DIAMMM!!!! IKUT KAMI SEKARANG!!!"
Adel dengan patuh mengikuti mereka. Saat mereka pergi tiba tiba Rich merespon dengan pergerakan tangan nya. Dan perlahan membuka matanya.
...•••...
KOURU RIN DERMAWAN
__ADS_1
Ku buka mataku dan kegelapan ada di depanku. Kenapa gelap sekali dan sunyi sekali. Begitu dingin dan terasa hampa.
"Ini dimana? koko... Kak Adel.... kalian dimana?"tanyaku dengan lirih.
Aku merangkak pelan menggapai gapai sesuatu. Mungkin aku bisa mendapat pencahayaan walau sedikit.
BLAM !!!
Pintu terbuka di depan ku. Terlihat cahaya menyelinap di balik pintu dan berdiri lah seseorang yang kutahu itu.
"Kau ... jadi kau yang menculikku. Dimana koko dan Kak Adel...?"tanyaku padanya dengan tatapan tajam.
"Hemmm... Kenapa calon anakku. Kau rindu dengan mereka. Tenang saja kakak iparmu pasti di tempat yang aman. Tapi kalau suamimu... Aku tak tahu nasibnya bagaimana jika tak di tolong."
"Dasar Om jahat banget. Dulu om menembak Ayah dengan tak ada dosa. Sekarang om lakukan itu juga pada suamiku. Dimana hati nurani Om..?!"kataku dengan tajam.
Om Arsha tersenyum sinis menatapku. Dia memagut daguku dan menatap tajam.
"Suka suka ku mau berlaku apa dengan keluargamu. Aku yakin kali ini bisa mendapatkan Bundamu yang cantik itu.."
"Tidak akan mungkin.. Bunda tidak akan pernah meninggalkan Ayah!"kataku tegas.
"Hahahaha... Yakin sekali kamu. Tinggal kau lihat saja sendiri!"
Om berlalu pergi meninggalkan ku disini. Ruangan menjadi gelap kembali dan sangat sunyi.
SSSSSSHHH...
SSSSSHHHH...
Suara itu lagi... itu suara apa. Dan kenapa suara itu seperti suara desis ular. Tidak mungkin kan ada ular beneran disini.
CETAKKKK!
Lampu ruangan langsung menyala. Mataku agak kaget menghadap cahaya yang datang mendadak itu. Setelah memejamkan mata sebentar, aku mulai menyelidik di sekitarku.
Ku lihat di depan ada beberapa ular yang menatap lapar padaku. Ya Tuhan.. beneran ada ular...
...•••...
REINALD WIBOWO
"Tuan... ada penyusup di rumah sakit. Mereka menuju ruangan Tuan Muda Rich,"kata Felix.
Dia berlari dengan wajah tenangnya ke arahku dan Hide.
"Apaaa... Ken, kau cek CCTV sekarang!"tegas Hide.
Ken langsung membuka akses CCTV rumah sakit. Kami mulai bisa melihat ada beberapa orang yang masuk ke rumah sakit dan membuat rusuh disana.
"Brengsek... Mau apa mereka semua?!"tanya Hide.
__ADS_1
Aku dan Kenzo hanya menggeleng dan masih menatap CCTV dengan serius. Orang orang disana memasuki ruangan Rich dan membawa paksa Rin dan Adel. Cleo menghadang mereka tapi salah satunya menodongkan pistol dan menembaknya.
"CLEOOO...!!"
Setelah berteriak aku berlari menuju ruangan Rich untuk menghadang mereka. Tapi di tengah jalan aku bertabrakan dengan Dokter baru yang menyebalkan.
BRUUUKK!!
"Aduuuhhhh.."
"Sial..."
Aku berdiri dan menatap tajam Dokter baru itu. Tanpa mengacuhkannya aku mulai berlari tetapi malah di cekal olehnya.
"Eh... enak banget udah nabrak orang sembarangan bukan nya minta maaf malah kabur gak ada sopannya,"kata Austin yang tak senang dengan sikapku.
"Sorry.. saat ini gue lagi ada urusan penting yang menyangkut nyawa seseorang. Jadi lo minggir dulu dan jangan hadang gue,"kataku yang memaksa melepaskan genggamannya.
"Gak bisa! Lo itu harus minta maaf dulu sama gue!"bentaknya. Membuatku menjadi geram.
"Oke.. Gue minta maaf. Puasss lo! sekarang minggir .. gue mau lewat!"tegasku sudah mulai jengkel.
"Minta maaf macam apa itu. Gak ikhlas banget padahal lo yang salah loh. Nyebelin banget sih lo,"katanya dengan cerocosan yang gak ngerti apa.
"Lo bawel baget sih. Nanti kita selesaikan mending sekarang lo minggir!"
"Kalau gue gak mau lo mau apa!"
BUUUCKKK!!!
Aku menonjok nya sampai terpental ke samping. Tanpa menunggu aba aba lagi aku pun berlari menuju ruang Rich. Dengan kecemasan dan kejengkelan di hatiku.
Sesampainya di depan pintu sudah terbelalak begitu saja. Aku masuk mendapati Cleo yang sedang terbatuk batuk dibantu Hellen dan Citra.
"Boy..., kau tak apa?"tanyaku padanya.
Dia menggeleng lemah. Di belakangku sudah masuk Hide dan Kenzo.
"Cleo gak terluka parah kan?"tanya Hide
"Gak Ayah. Aku baik baik saja. Atas saran Deddy Suho semalam aku memakai mantel anti peluru. Makanya peluru itu gak sempat menembus tubuhku. Andai aku tak ikut nasehat Deddy, mungkin aku tak akan selamat sekarang,"jelas Cleo.
"Syukurlah kalau begitu. Tapi kenapa Kak Suho bisa memperkirakan itu,"kata Hide yang heran.
Aku pun ingin bertanya kenapa Kak Suho bisa tahu dan tepat dalam bertindak. Tapi Cleo membuyarkan lamunanku.
"Ayah..., Bunda.., Papi..., Mami..., itu jangan dipikirkan dulu. Sekarang kita harus selamatkan Rin dan Adel. Mereka di culik orang orang itu,"kata Cleo masih sambil terbatuk batuk.
"Apaaaa... Adel dan Rin di culik ...?"
Perkataan itu membuat kami menengok asal suara. Rich sudah duduk menatap kami dari ranjangnya dengan sorot mata kesedihan dan kekhawatiran..
__ADS_1
™️ Bersambung ...