DENDAM MASA LALU(Revisi)

DENDAM MASA LALU(Revisi)
Bab 30


__ADS_3

Citra baru saja beranjak untuk pergi menyusul Rey ke ruangannya. Seperti biasa mereka akan pulang bersama.


Saat keluar ruangan dia berjalan cepat di koridor rumah sakit sambil melirik arloginya. Dia takut kalau mereka semua menunggu nya terlalu lama.


Karena kesibukkannya menatap arlogi dia tidak menyadari kalau cleaning service sedang mengepel lantai dan membuat becek. Dia tetap melangkahkan kaki nya seperti biasa dan tidak hati hati.


Tepat dia menginjak genangan air, tubuhnya terhuyung tidak seimbang karena terpeleset. Kepalanya hampir terbentur lantai kalau tidak ada tangan yang melingkar di pinggangnya.


Tangan itu menariknya seketika tubuhnya berdiri tegak tepat di pelukkan dada bidang seorang cowok. Dia mendongakkan kepalanya dan tatapan wajahnya bertemu dengan cowok yang tampan.


"Cantiknya..,"batin cowok itu.


Citra melepaskan pelukkannya dan tersenyum. Dia takut ada perawat yang melihatnya dan bergosip yang tidak tidak tentangnya.


"Makasih ya udah nolongin gue,"kata Citra.


"Iyaa sama sama. Lain kali hati hati ya Dokter Citra,"kata cowok itu membuat Citra mengernyitkan dahinya.


"Kok lo tahu nama gue,"kata Citra bingung.


"Kenalin namaku Austin Brams. Aku dokter baru disini,"kata Austin sambil mengulurkan tangannya.


Citra tanpa ragu mengulurkan kembali tangannya. Mereka saling berjabat tangan lama.


"Yaudah gue permisi dulu ya Austin,"kata Citra yang berlalu pergi .


Austin masih terpana menatap kepergian Citra. Dia sangat kagum padanya.


"Gue bakal dapatkan lo. Akan gue jadikan lo istri gue,"gumam Austin sambil tersenyum licik.


Hide, Rey, Izmi dan Kenzo sudah berkumpul di ruangan Rey. Sudah lima menit Citra telat dari janji.


"Citra kemana sih, lama amat,"protes Hide. Dia sudah tak sabar menunggu lebih lama lagi.


Citra datang pada saat Hide menyelesaikan perkataannya.


"Maaf ya guys, gue ada sedikit insiden tadi. Makanya telat,"kata Citra.


"yaudah yuk kita pulang. Tadi gue baru baca pesan dari Felix, katanya si Rich sedang ada masalah di sekolahnya,"kata Hide yang membimbing mereka berjalan.


"Memang ada masalah apa di sekolah. Tumben si Rich kena masalah,"kata Citra.


"Gue gak tahu, makanya gue mau cepat cepat pulang,"kata Hide.


Saat mereka keluar ruangan tiba tiba cowok yang menolong Citra melewati mereka.


"Hay Dokter Citra., gimana kaki nya gak terkilir kan?"tanya Dokter cowok yang menolong Citra.


"Eh... emm ... gak sih, kaki gue baik baik aja kok. Makasih ya udah tolongin,"kata Citra.


"Gak masalah kok. Udah tugasku buat nolongin bidadari cantik seperti kamu,"kata Austin menggoda.

__ADS_1


Rey, Hide, Kenzo dan Izmi langsung menatap tajam Citra dan Austin. Sedangkan Citra sendiri mendelik tak suka.


"Apaan sih lo,"kata Citra kesal.


"Jangan malu lah. kamu tuh emang cantik seperti bidadari. Makanya aku mau di bimbing sama kamu,"kata Austin menggoda.


Citra merasa kesal dengan perkataan Dokter baru itu. Dia langsung melenggang pergi meninggalkannya. Sedangkan Hide, Rey, Kenzo dan Izmi masih menatap tajam dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Karena baru kali ini ada yang menggoda Citra.


...⚜⚜⚜...


KOUYA RICH DERMAWAN


FLASHBACK ON


"Rich... dimana orang tua mu?"tanya Bu Keyko.


Saat ini aku, Rin, Koko Cleo dan Leo anak baru yang meenyebalkan itu sedang berada di ruangannya. Kami tidak bisa pulang sebelum orang tua ku datang. Koko Cleo sudah berusaha menelpon Ayah karena Bunda sedang sakit. Tetapi Nomor yang di hubungi tidak merespon.


Begitupun dengan Tante Citra, Om Rey, Om Kenzo dan Tante Izmi. Aku hanya menggeleng saat Bu Keyko bertanya.


"Heh..., mungkin dia tidak berani memanggil kedua orang tuanya Bu. Karena dia sudah mengecewakan mereka,"kata Leo yang mulai memancing emosiku.


"Diam kau, jangan sok tahu!"tegasku.


"Selamat sore..."


Sapaan suara bariton laki laki di belakang kami membuat kami menoleh ke pintu ruangan. Disana sudah ada pria yang usianya seperti Ayah. Dia tersenyum melihat Bu Keyko. Wajahnya sangat familiar bagiku.


"Om Arsha.., Om masih hidup?"tanya Rin menatapnya tak percaya.


"Siapa kalian..? kenapa kalian mengenalku..?"tanya Om Arsha bingung.


"Tentu kami kenal Om. Kenapa Om pura pura tidak mengenal kami,"kata Rin menahan amarahnya.


Jelas sekali disini suasana sudah tak kondusif. Karena orang di depan kami adalah pembunuh Ayah. Dia yang menyebabkan Ayah dan Bunda koma hampir kehilangan nyawa mereka.


"Sudah.. sudah.. jangan diteruskan dulu. Pak Arsha wali dari Leo kah?"tanya Bu Keyko membuyarkan lamunanku.


"Iya Bu benar. Ada apa dengan Leo. Bukankah hari ini hari pertamanya masuk sekolah,"kata Om Arsha yang bingung dengan kedatangannya.


Leo hanya cuek dan tak menggubris keberadaan Om Arsha. Aku dan Rin saling bertatapan karena kami tahu kalau Om Arsha dulu tak mempunyai anak bahkan belum menikah. Kenapa dia bisa mempunyai anak seusia kami.


"Nanti saya jelaskan ya Pak. Kebetulan kami sedang menunggu kedatangan orang tua dari Rich. Biar nanti di jelaskan detail,"kata Bu Keyko.


Om Arsha menatap ku dan Rin secara bergantian. Lalu dia menegur Leo yang masih santai dan cuek disampingnya.


"Leo.., kau berbuat ulah apa lagi sih. Bisa gak sehari aja jangan berulah dan merepotkan Papa,"kata Om Arsha.


Kami semakin bertanya tanya apakah benar Leo adalah anak dari Om Arsha. Saat pemikiran kami sedang berputar di otak, tiba tiba ada suara yang ku kenal dari belakang menyapa kami.


"Assalamualaikum.., permisi..."

__ADS_1


Bunda datang dengan berpakaian gamis tersenyum menatap kami. Senyumnya menghilang setelah dia melihat Om Arshaka.


"Arshakaaa..."


...⚜⚜⚜...


KOURU RIN DERMAWAN


Bunda sangat syok melihat Om Arshaka, bukan dia saja sih. Kami pun syok melihat kemunculannya. Padahal selama ini dia sebagai buronan polisi.


"Silahkan duduk Bu... kedatangan Ibu sudah di tunggu dari tadi,"kata Bu Keyko yang mempersilahkan Bunda duduk di samping Abang.


Bunda melangkah angun dan duduk di depan Bu Keyko dengan tenang tanpa melihat ke arah Om Arsha. Tapi sebaliknya Om Arsha menatap Bunda dengan penuh cinta bahkan tersenyum beberapa kali. Dasar psycopath.


"Maaf sebelumnya untuk Bapak dan Ibu .. panggilan kalian kesini dikarenakan Putra Bapak dan Ibu tadi ke pergok sedang bertengkar di lapangan basket saat mereka sedang memulai pelajaran. Karena di sekolah ini memang ada peraturan yang tidak boleh dilanggar. Apalagi bertengkar sampai saling pukul seperti ini,"kata Bu Keyko.


Bunda menatap Abang tajam dari ujung kaki sampai kepala. Rasanya panas di tatap seperti itu. Pasti Bunda kecewa dan marah terhadap Abang. Aku hanya bisa menunduk dan tak berani melihatnya.


"Tapi ini tidak sepenuhnya salah ku Bu. Aku hanya membela Rin adikku yang sudah di lecehkan oleh dia,"kata Abang menunjuk Leo dengan tatapan membunuh.


Yang ditatap bukan merasa bersalah malah tersenyum bahkan tertawa.


"HAHAAHAHA.... Melecehkan ya.. bisa jadi sih,"kata Leo yang terkekeh tak ada takut sekalipun.


"Memang apa yang dilakukan anak itu sampai membuat anak saya marah Bu,"kata Bunda yang sudah mulai meninggikan intonasinya.


"Leo sudah mencium Rin secara paksa Bu,"kata Bu Keyko.


"APAAAA....!!"teriak Bunda dan Om Arsha berbarengan.


"Iya benar. Tapi meski Rich membela bukan berarti harus memukul Leo sampai babak belur seperti ini. Ini adalah sekolah bukan arena perkelahian. Karena tak baik buat contoh murid murid lain. Apalagi Rich adalah ketua osis disini. Seharusnya dia bisa bijak dalam bertindak,"kata Bu Keyko.


Bu Keyko terus menjelaskan tentang aturan sekolah dan etika murid dalam belajar. Kami berdua pun dikenai hukuman tidak boleh ke sekolah selama satu minggu dan akan mengerjakan tugas tugas sekolah di rumah sampai kami kembali kesini.


Setelah selesai kami keluar ruangan. Bunda hanya diam tanpa bicara mengiringi kami ke parkiran. Tiba tiba Om Arsha memanggil Bunda dan memegang tangan Bunda.


"HELLENNN.... TUNGGU....!!"


"Hellen... syukurlah aku bisa ketemu lagi sama kamu. Kita bisa menikah sekarang. Oiya .. Hide sudah mati kan?"


Kata kata yang menyakitkan terdengar di kupingku, Abang apalagi Bunda. Bisa bisanya om bicara begitu.


FLASHBACK OFF


Ayah melihat kedatangan kami dengan wajah yang marah. Bunda langsung berlari keatas tanpa melihat Ayah.


"Dear.... Dear.... tunggu aku..."


Entah kenapa perasaanku tak enak. Aku merasa akan ada perang dunia ketiga. Mungkin...


™️ Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2