
Rin dan Rich sudah boleh pulang dari rumah sakit. Semua keluarga senang menyambut kedatangan mereka.
"Syukurlah anak Bunda yang cantik dan Tampan ini sudah pulang. Alhamdulillah...,"kata Hellen tersenyum.
"Iya Bun. Bosen dirumah sakit terus. Lagian kasian Ko Cleo. Tidur di sofa kan gak nyaman,"kata Rin melirik Cleo.
"Gak apa apa kok Beby. Aku senang bisa menunggu kamu,"kata Cleo.
"Iyaa tapi aku kasian sama Koko. Badannya jadi pegel pegel kan tidur di sofa,"kata Rin.
"Yaudah si Rin, lagian Cleo kan suami kamu. Wajar dia nungguin kamu. Masa nungguin istri orang,"kata Citra.
"Ih Mami... Gak ada di pikiranku kaya gitu,"protes Cleo.
"Lah... Mami gak nyuruh juga kamu mikir kaya gitu. Kan Mami cuma bilang kalau bukan Rin yang di jenguk terus siapa, masa istri orang,"kata Citra sambil terkekeh.
"Udah udah.. kok malah pada ribut gak jelas sih. Mending kamu antar istrimu ke kamar biar istirahat. Kamu juga Rich harus banyak istirahat,"kata Rey.
"Iyaa Om. Yuk Del kita ke kamar,"ajak Rich.
Adel hanya mengangguk dan berpamitan begitupun dengan Cleo dan Rin.
...****...
Rich membimbing Adel dengan hati hati karena usia kandungannya sudah berjalan 7 bulan.
"Del, usia kandungan mu sudah 7 bulan 'kan?"tanya Rich setelah Adel duduk.
"Iyaa Rich. Alhamdulillah terakhir di periksa baik baik aja, semua sehat,"kata Adel sambil mengelus perutnya.
Rich membantu mengelus perut Adel dengan sayang sambil mendekatkan wajahnya ke perut Adel.
"Dede bayi...., sehat sehat ya di dalam perut Umi. Abi pasti akan berjuang buat masa depan mu dan Umi. Abi janji akan membahagiakan kalian,"ucap Rich.
Adel tersenyum mendengar perkataan Rich. Dia merasa senang karena Rich menerima nya dengan sangat baik. Tapi dia masih bingung dengan perasaan dia dan Rich.
__ADS_1
"Rich..., aku boleh nanya sesuatu,"kata Adel.
"Mau nanya apa?"tanya Rich yang sudah mendongak wajahnya dan duduk di samping Adel.
"Jujur ya.., perasaan kamu sama aku seperti apa sih?"tanya Adel.
"Emmmm... Gimana ya... oke aku jujur....,"kata Rich terpotong.
Adel menunggu jawaban Rich dengan sabar tetapi yang ditunggu hanya menatapnya dan tersenyum.
"Rich..., aku nanya loh masa di cuekin,"kata Adel sudah mulai kesal.
"Hehehe..., iya sayang.. Habis kamu tuh aneh. Kenapa juga harus tanya. Yang jelas sekarang kamu dan calon anak kita yang terpenting,"kata Rich mengelus rambut Adel.
Adel tersenyum mendengar jawaban dari Rich. Dia mengangguk dan memeluk Rich. Penyesalan sudah berada di hatinya.
"Maaf ya Rich, andai aku gak ikutin permintaan Mama. Kita gak akan terjebak dan masa depan kita akan panjang,"kata Adel.
"Kita bisa perbaiki semua itu Sayang. Asal kita mau melakukannya. Yang penting sekarang keluargaku sudah mau menerimamu,"kata Rich mengelus punggung Adel.
"Sekarang kamu istirahat ya, sampai keadaan kamu pulih. Oiya Kakek mu akan datang hari ini kah?"tanya Adel yang berdiri perlahan di bantu Rich.
Mereka sama sama naik ke ranjang dengan hati hati. Dan menyelimuti diri mereka.
"Iyaa Sayang.. Kakek nanti malam akan datang. Paling langsung ke lapangan belakang memakai helikopter,"kata Rich yang merengkuh Adel ke dadanya.
Adel merasa sangat nyaman bersandar di dada Rich. Perasaan sayang dan cintanya semakin besar untuk Rich.
"Yaudah kita istirahat dulu biar nanti malam kita bisa menyambut kedatangan Kakekmu,"kata Adel tersenyum.
"Iyaa baik lah Dokter pribadiku..,"goda Rich.
"Oh Dokter pribadi jadi dimatamu aku bukan istrimu,"kata Adel cemberut.
"Hemmm... kau itu bukan sekedar dokter tapi istri, bidadariku, penjaga hatiku, kamu borong deh semuanya. Udah ah gitu aja ngambek. Bobo yuk..,"rayu Rich.
__ADS_1
Adel memang tidak bisa lama lama marahan dengan Rich. Akhirnya dia mengikuti perkataan Rich untuk pergi tidur.
...***...
Setelah kepergian Rich dan Rin. Pasangan muda di anggota mereka. Hide, Hellen, Rey, Citra, Kenzo dan Izmi duduk di taman belakang untuk membicarakan masalah yang terjadi akhir akhir ini.
"Pokoknya kita harus tegas kali ini dan jangan sampai kecolongan lagi. Arsha harus segera mendekam di penjara dengan hukuman berat!"tegas Hide.
Hide begitu marah karena anak anak nya menjadi kelinci percobaannya lagi. Dan dia benar benar tidak mengerti perubahan Arsha sangat drastis.
"Lagian si Arsha kenapa sih dia, kok bisa jadi jahat gitu ya. Apa ada yang memanipulasi dia, atau ada yang mengendalikan dia. Perubahannya drastis banget,"kata Citra sambil mengurut pelipisnya.
"Arsha memang sudah pantas di penjara. Karena dia yang melukai Hide san waktu itu. Dia kabur tapi mobilnya di temukan gosong. Disitu memang ada dua mayat yang terkapar di jalan. Dengan tubuh yang sudah hitam dan wajah yang rusak parah. Apakah polisi waktu itu tidak mengadakan tes DNA?"tanya Kenzo menatap tajam mereka.
"Pertanyaan cerdas. Gue juga kepikiran itu sih. Mending kita tanya Paman nanti malam. Kita rundingkan lagi pendapat kita dengan yang lain dan Om Gill,"usul Rey.
"Harus itu Rey, ini sudah menyangkut keluarga besar kita. Menganggu kenyamanan kita. Apalagi mereka menjadikan anak kita alat untuk memancing kita. Gak habis pikir gue dengan jalan pikiran si Arsha itu. Apa dia sakit hati gue nikah sama Hellen,"kata Hide melirik Hellen.
"Kok ke pernikahan kita. Emang apa hubungannya?"tanya Hellen yang sedang polos saat ini.
"Ya ampun Dear. Masa kamu gak paham. Arsha 'kan memang sudah suka sama kamu semenjak ketemu sama kamu. Tapi pada saat itu dia memendam perasaannya. Keliatan banget kok wajah kecewanya saat dia tahu kita sudah menikah,"jelas Hide.
"Yaa aku gak tahu pasti penyebab dia berubah 'kan bisa dengan asumsi lain?"tanya Hellen.
"Oiya gue ingetin sama kalian juga, hati hati sama Nadine. Gue takut permintaan maaf dia gak tulus. Malah diam diam kaya Arsha lagi nusuk dari belakang,"kata Rey memperingati.
"Iya tuh, yang namanya orang jahat kalau mau tobat jangan percaya seratus persen dulu. Kita harus liat gelagatnya meski sudah mantau lama sekalipun,"kata Citra menimpali.
Hide dan Hellen mengangguk mendengar peringatan dari Citra dan Rey. Memang mereka berdua pasangan yang selalu waspada dengan sikap orang lain. Karena merek tidak mudah diperdaya orang.
Apalagi orang itu sudah melakukan kesalahan fatal. Membuat mereka menjaga jarak dan waspada akan sikap orang itu.
Setelah perbincangan mereka yang berjalan satu jam. Mereka memutuskan untuk pergi tidur terlebih dahulu sampai nanti malam untuk menyambut kedatangan Gill dan yang lainnya.
™️ Bersambung...
__ADS_1