DENDAM MASA LALU(Revisi)

DENDAM MASA LALU(Revisi)
Bab 13


__ADS_3

Seorang anak remaja sedang menyantap sarapan pagi nya. Karena hari ini pertama dia pindah sekolah.


Leonardi Forello adalah anak sambung Arshaka Arifin. Ibunya Aisyah shan yang telah menolong Arsha pada saat kecelakaan ledakan pertamina dulu.


"Assalamualaikum...."


"Walaikumsalam ...."


Leo dan Aisyah menyambut kedatangan Arsha yang terlihat berantakan. Mereka bingung dengan penampilan Arsha saat ini.


"Mas .., dari mana aja. Kenapa selama 3 hari ini gak ada kabar?"tanya Aisyah khawatir.


"Mas banyak kerjaan. Jadi mas lembur terus dan gak sempet pulang,"kata Arsha yang duduk langsung di meja makan.


"Ayah ngurus kerjaan apa ngurusin dendam pribadi!"ketus Leo.


"Diam lah.. tidak usah ikut campur urusanku!"kata Arsha cuek.


"Huh.. sok sekali, apa aku dan Ibu sudah tak berarti di mata Ayah. Kacang lupa kulitnya,"kata Leo sinis.


"Apa kau tidak pernah belajar sopan santun pada orang tuamu. Dan berhenti mencampuri urusanku!"tegas Arsha yang langsung meninggalkan meja makan menuju kamarnya.


"Minta di perlakukan sopan, tetapi tidak pernah menganggapku!"gumam Leo.


"Sudahlah Leo. Jangan kau ganggu Ayahmu. Mungkin dia sedang lelah. Habiskan sarapanmu. Nanti kesiangan..,"kata Aisyah.


Setelah sarapannya habis, Leo pamit pada Aisyah untuk pergi ke sekolah barunya.


Di kamar Arsha sedang memandang foto Hellen. Dia nampak tersenyum sendiri sampai tak menyadari kedatangan Aisyah.


"Mas .., apakah kau benar - benar akan membalaskan dendammu?"tanya Aisyah pelan. Dia duduk di samping Arsha.


Arsha sangat terusik oleh kedatangan Aisyah. Dia malas menanggapi ocehan Aisyah karena akan di beri ceramah lagi.


"Kau dan anakmu sama - sama kepo dan selalu mencampuri urusanku!"tegas Arsha.


"Mas..., aku hanya ingin mengingatkanmu. Berusahalah berdamai dengan hatimu Mas. Mengambil milik orang lain perbuatan dosa,"nasehat Aisyah.


Arsha sangat jengah mendengar petuah petuah istri terpaksanya. Dia pun mulai menyiksa batin dan fisik Aisyah.


"BERISIK KAU! JANGAN PERNAH MEMBERIKU NASEHAT! HELLEN ADALAH CINTAKU DAN LEBIH PANTAS MENJADI ISTRIKU...!"


Kata - kata Arsha membuat hati Aisyah terkoyak kembali. Dia sadar pernikahan mereka tidak didasari rasa cinta. Karena mereka dipaksa menikah oleh Ayahnya Aisyah yang sudah menolong Arsha.


"Iyaaa.., aku tahu..., aku bukanlah istri yang kau harapkan Mas.., tapi setidaknya sekarang aku istri sah mu. Jadi sudah kewajibanku untuk menegur kesalahanmu,"kata Aisyah.


"CEREWET KAU!!"

__ADS_1


PLAKKKK!


Tamparan keras mendarat lagi di bibir manis Aisyah. Seperti biasa Arsha selalu memukulnya dan melecehkan Aisyah jika sudah kesal.


Seperti sekarang setelah menampar Aisyah, dia membuka seluruh pakaian Aisyah dan mendorongnya ke ranjang mereka. Dengan kasar dia mencium bibir Aisyah lalu melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Pastinta tidak ada kelembutan sama sekali.


Aisyah gadis soleha yang hanya bisa pasrah dan selalu diam di lecehkan suami sendiri. Sambil menitikkan air mata dia berdoa dalam hatinya semoga Arsha bisa segera sadar dan mencintainya sepenuh hati.


...🟣🟣🟣...


KOUYA RICH DERMAWAN


"HEH..., KALIAN.. MAKANLAH INI!!!"


Teriak pria bertato dan berbadan besar melempar dua bungkus nasi padaku dan Rin. Kedua tangan kami memang tak terikat. Tetapi kaki kami dirantai yang ada aliran listriknya. Jika kami kabur atau berbuat keributan, kami langsung di setrum tanpa ampun.


Rantainya pun terbuat dari besi baja dan sangat kuat. Kekuatan bela diri kami tidak terlalu besar.


Aku mengambil kedua bungkus nasi dan membukanya. Lalu memberikan satu pada Rin. Dia terlihat lesuh dan murung tidak mau menyentuh makanan itu sama sekali.


"Dek.., ayo makan dulu. Kalau kita tidak punya tenaga, kita tak bisa berfikir jernih,"kataku.


"Gak mau Bang. Aku gak berselera makan. Aku mau kita segera bebas dari sini,"kata Rin mulai membendung air matanya.


"Abang juga mau segera keluar dari sini. Tapi kita tidak ada pilihan lain selain bersabar menunggu bantuan datang,"kataku mengingatkan.


Aku mendekatinya dan langsung ku peluk dia. Dia terisak dalam pelukkanku.


"Percayalah Dek, ini hanya ujian. Insya Allah kita akan di angkat derajatnya sama Allah jika bisa lulus dari ujian ini. Yang penting kita sabar, tawakal dan selalu berdoa ya. Semoga bantuan segera datang..,"kataku.


Rin mengangguk dan ku lepaskan pelukkan kami. Nasi yang di bawa penjaga langsung kami lahap sambil kami mencari cara agar bisa keluar dari sini.


...🟣🟣🟣...


HILMAN DERMAWAN


"Ikuti saja permintaan Arsha..,"kata Hellen yang membuatku tak percaya mendengarnya.


"Apaaa..., kau gila..., kau mau menikah dengannya dan meninggalkanku?!"tanyaku menatap tajam.


"Hiks.., hikss.., kita tidaak ada cara lain. Kau dengar yang di bilang Kakek semalam. Sun itu orangnya nekad. Aku gak mau karena keegoisan kita, anak kita jadi tumbal,"kata Hellen yang sudah merengek.


"Lalu kau setuju dengan yang Kakek sarankan? kau yakin?"tanyaku lagi.


"Kita tak ada pilihan lain. Sebenarnya aku tak inginkan hal ini,"kata Hellen yang memelukku.


Tangisnya pecah saat ku peluk erat dia. Aku harus fokus dan mencari cara lain. Tidak ada yang boleh menghancurkan kami.

__ADS_1


"Hide san..., Ci Hellen...,"sapa Kenzo di belakang kami.


Kami melepas pelukkan dan menatap Kenzo. Wajahnya berbinar dan tampak cerah.


"Kalian jangan khawatir.., Aku sudah melacak keberadaan Rich dan Rin. Ponselnya masih aktif dan gps nya berfungsi,"kata Kenzo yang membawa laptopnya ke hadapan kami.


"Benarkah Ken..?"tanya Hellen yang langsung ceria.


Kenzo mengangguk tersenyum. Dia mengotak ngatik laptopnya. Lima menit kemudian dia telah menemukan titik keberadaan Rin dan Rich.


"Lihat.., mereka ada di daerah tanjung priok. Aku rasa gedung yang tak terpakai. Bisa juga ruko untuk dijadikan markas dan penyekapan,"jelas Kenzo.


"Cepat kita tolong mereka sekarang..,"kata Hellen tak sabar.


"Sabar Ci, kita harus rundingkan dengan Kakek dan Om Gill. Biar kita sama - sama kesana,"kata Kenzo.


Kami hanya bisa mengangguk dan pergi menemui Kakek dan yang lainnya untuk segera bertindak.


...🟣🟣🟣...


"Nadine .., dari mana saja kau?!"tanya Alex pada istrinya.


"Bukan urusanmu!"ketus Nadine yang berlalu pergi.


"Nadine ..., Nadine..., dasar istri tidak tahu diri,"geram Alex.


Nadine menghempaskan tubuhnya ke kasur sambil menghela napasnya. Dia tak ingin berdebat dengan suaminya.


"Dasar.., kurang kerjaan sekali sih. Suka ikut campur urusanku,"monolognya.


Ponsel Nadine berdering tanda panggilan masuk dari seseorang. Dia adalah Arsha. Dengan cepat dia mengangkat telepon itu dan berjalan ke balkon.


"Hallo Ar, kenapa?"


"Nad, kita harus ke markas sekarang. Karena ada tamu yang datang,"kata Arsha.


"Tamu??? siapa??"tanya Nadine penasaran.


"Kau ingat Taro dan Rizki? mereka sudah keluar dari penjara dan ingin menemui kita. Sepertinya mereka akan bekerja sama dengan kita,"kata Arsha.


"Waw..., amazing..., mengejutkan. Ku kira mereka sudah bertobat,"kata Nadine tersenyum kecil.


"Hahahaa.., kuasa Mr. Sun melebihi Gill. Jadi kita akan selalu unggul. Cepat datanglah.. Aku tunggu."


Nadine memutuskan telepon nya sambil tersenyum kecil. Dia sudah berharap banyak dengan bantuan Mr Sun. Dia yakin kali ini bisa mendapatkan Hide dengan mudah. Dan menghancurkan persahabatan mereka.


ℒ️ Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2