
Semua orang kaget melihat Rich yang sudah sadar dari koma nya. Menatap mereka dengan wajah penasaran dan kecemasan.
"Masya Allah nak... kau sudah sadar?"tanya Senang Hellen.
Dia menghampiri Rich dan langsung memeluknya. Diikuti Hide di belakangnya. Mereka berdua memeluk anak kembar pertama mereka dengan penuh syukur dan kerinduan.
"Maafkan Ayah yang telah menghakimimu nak. Tidak seharusnya Ayah marah padamu karena kesalahanmu. Ini juga karena salah Ayah dan Bunda. Kalian jadi terjebak dalam situasi ini..,"kata Hide yang menggelus puncak kepala Rich.
"Ayah.., Bunda..., aku sudah melupakan kejadian itu. Yang aku tanya Adel dan Rin? apa benar mereka di culik?"tanya Rich yang memasang wajah cemas.
"Rich..., Bunda sama Ayah janji akan menyelesaikan semua ini dengan cepat. Kau tenang saja ya nak,"kata Hellen menenangkan Rich.
"Benar kata Bunda nak. Sebaiknya kau istirahat saja. Urusan ini biar kami yang menyelesaikannya. Percayalah nak, kami akan merubah semuanya,"kata Hide meyakinkan Rich.
Rich tidak bisa berkata apapun apalagi melakukan sesuatu untuk Rin dan Adel. Konfisi nya masih lemah. Dia hanya berdoa dan berharap semua akan baik baik saja.
Saat suasana sedang tegang, datanglah Suho dan Paris. Mereka menatap Hide dan Rey secara bergantian.
"Sebaiknya kita cepat bertindak menyelamatkan mereka. Aku sudah tahu siapa yang membawa mereka,"kata Suho memandang sekitar.
"Jadi... kakak sudah tahu siapa yang menculik mereka?"tanya Rey yang diangguki Suho.
"Memang siapa Kak. Kali ini aku akan membereskan nya sendiri dengan tanganku,"geram Hide.
"Musuh kalian sekarang adalah Arsha. Dia yang melakukan semua ini. Aku sudah melaporkan kasus penembakkan mu Hide. Polisi akan menangkap Arsha kembali. Apalagi sekarang dia menculik anak anak kalian. Sekarang kita bebaskan Rin dan Adel dulu. Semoga tidak terlambat,"kata Paris.
"Ya sudah tunggu apa lagi kita berangkat sekarang,"ajak Citra.
"Mami .. Papi ... Cleo ikut ya,"mohon Cleo yang di tolak oleh Hellen.
"Jangan nak. Kamu tolong jaga saja Rich disini bersama Felix. Biar masalah ini kami yang tangani. Kau tenang saja, Bunda akan membawa Rin dan Adel dengan selamat,"kata Hellen yang menenangkan Cleo.
Meski tak ingin dengan keputusan ini. Cleo akhirnya tak bisa berbuat atau memaksa. Dia mengangguk lesuh.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat..,"ajak Suho.
Mereka mulai mengikuti Suho keluar ruangan. Meninggalkan Rich, Cleo dan Felix yang menatap kepergian mereka dengan secerca harapan.
...πππ...
CITRA DEFINA
Aku paling males berhadapam dengan musuh lama. Apalagi ini dengan Arsha. Aku tak pernah menyangka anak itu bisa menjadi jahat dan gila seperti ini. Karena cinta nya pada Hellen membuat nya hilang akal.
Aku bersyukur Cleo tidak terkena tembakkan itu. Dia menuruti kata kata Kak Suho. Dan aku sangat bersyukut punya Kakak Ipar seperti Suho. Dia sangat cepat dan tegas dalam bertindak.
Kami semua sekarang berada di mobil yang sama yaitu aku, Rey, Hide dan Hellen. Mengikuti mobil Kak Suho, Kak Paris, Kak Isabel dan Kak Fersha.
"Kak Suho memang hebat, dia sudah tahu situasi kedepan. Coba kalau tak ada dia, mungkin semua sudah sangat kacau,"kata Rey yang fokus sambil mengendarai mobilnya.
"Yah..., Kak Suho adalah kaki tangan Kakek dan Papa. Jadi kemampuannya tidak pernah di ragukan lagi,"kata Hellen disampingku.
Aku hanya bisa memgangguk apa yang si bilang mereka. Aku mencemaskan keadaan Rin menantuku.
Membuatku sabar, ikhlas dalam menjalani ini semua. Meski awalnya sulit, tapi karena bimbingan Hellen aku bisa melaluinya.
Hellen sendiri dia telah berubah total. Pakaiannya sudah berhijab meski tidak se syari awal. Dia bilang masih butuh banyak belajar dalam proses ini.
Kami telah sampai di sebuah hutan belantata yang jauh dari pusat kota. Mobil Kak Suho berhenti tepat di tengah hutan.
"Kenapa kita berhenti disini?"tanyaku bingung.
Hellen, Hide dan Rey hanya menggeleng tanda tak mengerti. Di depan kami Kak Suho, Kak Paris, Kak Isabel dan Kak Fersha turun dari mobil. Mengintruksi kami agar mengikuti mereka.
Kak Paris membuka bagasi nya dan membagikan beberapa pistol dan peluru untuk kami.
"Kalian harus hati hati. Karena Arsha sekarang berbeda. Dia sangat kejam dan tak pandang bulu,"kata Kak Paris memperingatkan.
__ADS_1
"Ikuti intruksi ku. Dan semua kita bagi menjadi dua tim. Hide dan Hellen ikut aku dan Paris. Sedangkan kalian berempat. Ingat jangan gegabah dan ikuti intruksi Fersha dan aku,"kata Kak Suho memperingatkan.
Kami semua sekali lagi hanya bisa mengangguk setuju dan bergegas mengikuti mereka.
"Adel dan Rin di sekap di rumah yang berbeda. Makanya aku bagi dua kelompok. Fersha kau dan tim selamatkanlah Adel sedangkan kami akan menyelamatkan Rin."
Kak Suho memberi intruksi yang langsung di angguki kami. Dengan hati hati kami memulai misi penyelamatan yang entah sudah keberapa kali nya. Huftt aku tak akan mau lagi terjebak dengan situasi ini.
...πππ...
KOURU RIN DERMAWAN
Ular ular itu menatap lapar ke arahku. Bagaimana ini, apa yang harus ku lalukan. Tenang Rin tenang. Semua pasti akan aku hadapi. Yang penting jangan membuat pergerakan yang mendadak karena itu akan menganggu mereka.
Aku tidak tahu ada berapa ular disini, yang pasti jumlahnya mungkin puluhan. Aku tak tahu apakah ular ini punya bisa yang mematikan. Yang ku fokuskan menyerangnya dan berhati hati dengan bisanya.
Ular ular itu mulai menggerubungiku bagaikan semut yang mengelilingi makanannya. Untung aku memakai sepatu both yang lumayan berbobot.
Ku lepas sepatu ku dan ku gengam keduanya dengan erat di kiri dan kananku. Saat ini aku hanya fokus menyerang dan bertahan.
Ular semakin lama semakin mendekat padaku. Lalu secara kompak mereka menyerangku. Dengan keberanian yang tak pernah ada, aku memukul dengan kencang mereka semua.
Darah ular itu langsung bertebaran mengenaiku. Karena aku memukul mereka dengan sangat kencang tapi ada beberapa ular yang sudah berhasil mematuk di beberapa bagian tubuhku.
Tapi aku tetap tidak menyerah, aku akan berjuang di titik darah terakhir. Meskipun mataku sudah mulai buram untuk melihat sekitar.
Pikiranku langsung berkelana dan menginggat kebersamaan bersama keluargaku dan tentunya orang yang kusayangi.
"Ayah Bunda... maafkan aku yang sudah membuat kalian kecewa selama ini. Maafkan aku yang bodoh yang bisa bernasib sial seperti ini. Meski kalian kecewa dan pernah marah padaku. Tetapi hati kalian tetap terang seperti cahaya, karena sudah dengan ikhlas dan sabar. Menerima kenyataanku yang seperti ini."
"Koko... Maafkan aku yang tidak bisa menjaga anak kita dengan baik. Aku berusaha bertahan meski itu mustahil. Tapi aku yakin kau baik baik saja disana koko. Maafkan aku yang sudah merepotkan mu selama ini. Karena sikap manjaku.. Aku mencintai mu koko. Sangat mencintai dan menyayangimu.."
Setelah aku berkata begitu, aku memejamkan mataku dan menghadap kegelapan di depanku...
__ADS_1
β’οΈ Bersambung ...