
Malam ini tidak ada kata sambutan atau pesta melainkan perdebatan yang tak penting.
Gill sudah memasuki gerbang mansion mereka tiba tiba saja ada salah seorang anak muda masuk dengan kecepatan tinggi memakai motornya dan hampir menabrak Gill.
Motornya di lempar begitu saja lalu dia mendekati Gill ingin memukulnya, tetapi di tahan oleh Felix.
"Kau siapa? kenapa bisa menerobos kemari?"tanya Felix dengan tegas.
"Gak perlu tahu gue siapa. Karena urusan gue sama Kakek kakek didepan gue. Minggir lo!"teriak Pemuda itu.
"Hahahahaha... Nyali mu besar juga nak. Mau membunuhku? atau mau membuatku menderita? maaf itu semua tak akan pernah terjadi nak..,"kata Gill meledek.
"Banyak complain kau Kakek tua. Cepat bebaskan Papaku!"teriak pemuda itu.
Gill mengerutkan keningnya. Dia mulai berfikir dan mencerna perkataan pemuda di depannya.
"Papa? siapa Papa yang kau maksud itu?"tanya Gill.
"Jangan lupa lupa bodoh Kakek. Kau menangkap Papaku Arshaka. Cepat bebaskan dia. Atau aku akan membunuhmu!"ancam pemuda itu tak lain yaitu Leo.
"Berani kau bunuh Papaku berurusan denganku bocah,"kata Hellen yang datang dari samping.
Mereka meliriknya dengan wajah yang sulit diartikan.
"Kau pasti anaknya kan?"tanya Leo tak sopan.
"Kalau iya kenapa? kau mau mencoba membunuhku. Hahahaha... bocah bocah... kau sadar apa yang kau lakukan saat ini terekam CCTV. Kami bisa segera melaporkan mu biar kau bisa langsung bergabung dengan Papamu itu,"jelas Hellen menatapnya tajam.
"Kalian memang sok berkuasa. Dan selalu semena mena,"kata Leo yang sudah mulai mundur.
"Berkuasa....? semena mena? tolong kau kendalikan kata katamu itu. Seharusnya yang pantas marah itu kami. Karena Papamu menghancurkan keluarga kami. Dan mencoba membunuh suamiku beberapa tahun lalu. Jadi wajar saja dia masuk penjara..,"jelas Hellen.
"Lepaskan Papaku sekarang atau aku akan berbuat nekad padamu!"tegas Leo.
Leo memelintir tangan Hellen sampai dia kesakitan. Lalu menyandra Hellen dengan meletakkan pisau ke arah leher Hellen.
Hide, Rey, Citra, Kenzo, Izmi, semua orang yang melihat terkejut atas sikap Leo.
"Leoo... apa apaan kamu. Lepasin Bundaku!"teriak Rin.
__ADS_1
"Leo.. lo apa apaan sih,"kata Rich.
"Eh bocah.. mau kau apakan istriku,"kata Hide.
"Cepat kalian bebaskan Papaku atau dia akan ku tusuk!"ancam Leo.
Hellen dengan cepat meninju perut Leo lalu dia memelintir tangannya. Membuat Leo tak berkutik membalas.
"Kau... kau bisaa...?"tanya Leo.
"Aku juga bisa karate. Kau fikir aku wanita bodoh dan lemah. Tidak semudah itu kau mengalahkan ku anak kecil,"kata Hellen.
Hide hanya tersenyum melihat istrinya yang sudah kembali seperti sedia kala. Tapi Rich dan Rin cuma bisa terkesima melihat Bundanya.
"Bun...Bunda...,"kata Rich tertahan.
"Kenapa Nak, biarkan Bundamu memberi pelajaran pada anak ingusan itu. Datang marah marah nyandra orang. Ternyata dia malah salah menyandra orang. Hahahaha...,"gelak Hide.
"Ih Ayah.. Kok malah ngeledek. Gimanapun juga dia itu teman aku dan Abang. Kasian nanti tangannya patah sama Bunda,"kata Rin cemas.
"Kenapa kamu malah mencemaskan nya Beby..,"kata Cleo yang tak senang.
"Udahlah kamu tenang aja Rin. Bunda mu juga gak akan segila itu,"kata Citra.
"Kau akan ikut bersama Papamu di penjara. Kecil kecil sudah mau mencelakai orang pakai ngancam ngancam pula. Felix ikat dia dan telepon Paman Lucas biar dia di bawa sekalian bersama Papanya,"titah Hellen.
"Baik Nona..,"kata Felix membungkuk.
Dia mengikuti perintah Hellen dengan mengikat kedua tangan Leo dan menelpon Lucas.
"Papa tidak apa apa?"tanya Hellen yang sudah bersama Gill.
"Tidak nak. Papa tidak apa apa kok. Kau ternyata sudah sembuh dan berubah. Papa senang sekali,"kata Gill mengusap rambut Hellen.
Hellen langsung memeluk Gill dengan erat. Sambil berkata.
"Iyaa Pa. Alhamdulillah... tapi aku masih tak sanggup memakai hijab,"kata Hellen.
Mereka berdua melepaskan pelukkannya. Lalu Gill menggeleng dan tersenyum.
__ADS_1
"Tidak apa apa Nak. Yang penting kamu belajar pelan pelan aja. Mulau dari sholat dan mengaji yang baik,"kata Gill menasehati.
Hellen tersenyum dan mengangguk. Hide, Rich dan Rin menghampiri mereka berdua.
"Papa...,"sapa Hide sambil mencium tangan Gill. Diikuti oleh Rin dan Rich.
"Ya udah sekarang kita ke dalam yuk. Kita bahas masalah ini,"kata Gill.
Mereka akhirnya ke dalam mansion bersama untuk membahas permasalahan yang terjadi.
...****...
Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Papa baru mau menyambut kedatangan keluarga baru kita. Hay Adel.., selamat bergabung menjadi bagian dari kami. Panggil saya Kakek aja ya,"kata Gill.
"Iyaa Kakek. Makasih ya sudah menerimaku sebagai anggota keluarga kalian,"kata Adel tersenyum.
"Iyaa nak. Kau kan cucu menantuku. Oiya lupa kau ini kan sudah menikah dan sekarang sedang mengandung. Baru berapa bulan usianya nak?"tanya Gill.
"Baru 7 Bulan Kek. Gak beda jauh sama Rin. Dia baru 6 bulan,"kata Adel.
Gill pun mengangguk lalu berbicara kembali.
"Gimana kalau kita adakan tujuh bulanan untuk Adel. Dan sebelum itu kalian semua akan tinggal di London bersama saya. Semua sudah saya urus,"kata Gill.
"London Pa..? Papa serius..?"tanya Hellen tak percaya.
"Iya sayang.. Papa sudah memutuskannya bersama dengan abang mu Yohan. Mereka menyetujui perpindahan kalian ke London. Disana kalian bisa lebih leluasa di jaga kan,"kata Gill.
Mereka semua mengangguk mengerti dan menyetujui perkataan Gill. Mungkin di London nanti adalah awal baru kehidupan mereka tampa musuh yang berbahaya.
...****************...
Author Sifi
Maaf yaa readers aku kurang maksimal banget. Soalnya sekarang sekarang aku lagi sakit dan sibuk ngurus anak. Belum mengharuskan untuk siaran jaga room yang udah diamanahkan seseorang.
Insya allah di bulan agustus ini saya akan semaksimal mungkin update setiap hari lagi. Minta doanya agar saya cepet sembuh juga biar lebih maksimal. Makasih...πππ
__ADS_1