DENDAM MASA LALU(Revisi)

DENDAM MASA LALU(Revisi)
Bab 29


__ADS_3

Hide manatap wanita berhijab itu. Dia tak percaya dengan apa yang di depannya. Bahkan Citra, Rey, Kenzo dan Izmi pun syok melihat wanita yang berhadapan dengan Hide.


Wanita itu berhijab dan memakai gamis Dia sudah melepas kacamatanya. Meski usianya sudah kepala empat, tetapi wajahnya tetap terlihat muda dan cantik. Apalagi sekarang dia terlihat sangat manis memakai hijab.


"Kalian kenapa menatapku aneh begitu. Oiya aku bawain makan siang ni, tadi aku membuatnya dirumah,"kata wanita itu sambil menaruh rantang diatas meja.


Tidak ada yang bergeming karena omongan nya. Mereka semua masih diam membisu dan syok melihat wanita di depan mereka.


"Asalamualaikum... hello....,"sapa wanita itu lagi sambil tersenyum.


"Dear .. ini... kamu..?"tanya Hide yang sudah tak tahan berucap pada wanita di depannya.


Wanita itu adalah Hellen. Istrinya yang sedang sakit dan selalu berprilaku aneh. Yang membuatnya sedih dan prustasi karena keadaan istrinya. Tetapi sekarang dia semakin terkejut mendapati istrinya yang berpakaian gamis tertutup yang berlapis hijab.


"Iyaa Sayang.. Ini aku, kenapa? gak cocok ya,"kata Hellen sambil melirik penampilannya.


Awalnya dia percaya diri tetapi karena di tatap seperti itu oleh teman dan suaminya dia jadi berasa minder kembali.


"Bu..bukan itu Dear. Aku... hanya terkejut melihat mu,"kata Hide masih kesulitan menelan salivanya.


Hellen duduk di samping Citra yang berhadapan dengan Hide suaminya.


"Sudahlah gak usah kejut kejut. Yang penting sekarang Allah sudah menyadarkan aku dan kembali ke kalian. Aku kangen sama kalian,"kata Hellen tersenyum.


Citra dan Izmi langsung memeluk Hellen membuat Hide, Kenzo dan Rey terharu melihatnya.


"Syukurlah lo udah balik lagi Hel. Gue kangen banget sama lo, karena sikap lo kemaren yang berubah dan suka aneh, gue jadi bingung sama yang lain,"kata Citra.


"Iya Ci, tapi ... yang Cici omongin sedikit ada yang benar sih. Entah Cici bisa jadi cenayang atau gimana,"kata Izmi.


"Benarkah..?"tanya Hellen.


"Tapi sedikit Hel, kebanyakan lo ngawur. Kadang bikin kita kesel. Yang lebih gue keselin lo selalu bilang Cleo sama Rin udah merid. Hadeuhh coba kalau mereka beneran baper,"kata Citra.


"Hehehe... maafin gue ya. Tapi sekarang gue sadar kalau semua itu cuma haluan gue aja. Sekarang makan yuk, gue bawa lauk buat kalian,"kata Hellen.


Mereka akhirnya membuka makanan yang Hellen bawa. Sambil bersenda gurau membicarakan kehaluan Hellen.


...⚜⚜⚜...


KOURU RIN DERMAWAN

__ADS_1


Anak pindahan itu memang sangat kurang ajar. Belum kapok dia dibuat babak belur oleh abang. Sekarang dia menciumku kembali disaat abang dan Ikram berlalu menjauh.


Dengan kasar aku mendorongnya dan menendang hartanya yang paling berharga.


"AUGHHHHH...SHITTTTTT.. GILA YA LO. MAU MATIIN PENCARIAN GUE,"teriak Cowok pindahan itu yang kutahu namanya Leo.


"DASAR LO COWOK MESUM EMANG PANTAS DI BULLY KAYAKNYA. GUE BAKAL ADUIN PERBUATAN LO SAMA ABANG GUE YANG LAIN!"ancamku dan berlalu pergi.


Dia fikir abangku cuma Rich doank apa. Tentu saja ada koko Cleo juga. Belum lagi kalau Ayah dan yang lain tahu pasti cowok itu akan babak belur. Mungkin akan lebih parah dari ini.


Aku pikir cowok itu tidak mengikutiku, tetapi dia dengan sengaja membuntutiku dan menarikku ke dalam pelukkannya.


Karena genggaman nya yang kuat, aku jadi terdepak dan jatuh ke dalam pelukkannya.


"Heh.., jangan coba coba untuk melawan. Sekarang lo adalah milik gue. Tidak ada yang boleh memiliki lo selain gue!"bisik Leo.


"Tidak akan pernah...!!"tegasku.


Sembarangan ni cowok menghak milikku sembarangan aja.


"Kalau begitu gue pastikan secepatnya lo akan jadi milik gue!"


Leo pergi meninggalkan Rin yang masih bingung karena ucapan nya. Dia pun menyusul Rich dan Ikram ke ruang UKS.


...⚜⚜⚜...


Aku membaringkan cewek itu ke ranjang UKS. There menyodorkan minyak angin dan teh hangat padaku.


"Coba lo bangunin dan suruh minum teh ini dulu,"kata There yang sudah menyerahkan keduanya padaku.


Aku menyodorkan minyak angin ke hidungnya. Setelah beberapa menit kemudian dia terbangun.


"Eughhh.. Di..dimana ini?"tanya Cewek itu ketakutan.


"Tenanglah .., sekarang lo lagi di UKS. Tadi lo pingsan makanya gue bawa kesini,"kataku


"Oh gitu .. makasih ya,"kata cewek itu terharu melihat tindakkanku


"Rich....."


Tiba tiba Evita datang memanggilku dengan suara cemprengnya. Sebelas dua belas dengan Rin dan There

__ADS_1


"Kenapa?"tanyaku cuek.


"Ayok kita lanjutin lagi, kenapa juga harus nungguin dia disini sih,"kata Evita tak senang melihatku berada disini.


"Gue cuma mau mastiin keadaan dia baik baik aja. Gue sebagai ketua Osis disini gak mungkin diam aja saat ada murid yang pingsan saat MOS,"kataku.


"Ya tapi gak sampai terlalu perhatian juga kali. Nanti dia kegeeran. Udah yuk kita harus lanjutin acara MOS kita. Jangan gara gara dia jadi kacau,"kata Evita yang menarik lenganku.


"Mending lo sama Ikram balik lagi aja ke lapangan. Biar gue yang jagain dia disini,"kata There.


"Gak usah kaka semuanya. Makasih atas perhatiannya. Tapi aku disini sendirian juga gak apa apa kok,"protes Cewek itu cepat.


Karena aku tidak mau pusing dengan semua ini. Jadi aku melengos pergi membuat Evita senang. Saat di koridor, aku melihat Rin yang sedang menangis.


"Dek... kamu kenapa?"tanyaku.


"Aku kesel bang sama anak pindahan itu. Dia tadi berani nyium aku lagi bahkan udah ngancem ngancem. Pokoknya aku mau aduin dia sama koko,"kata Rin.


"Apa..? jadi si anak songong itu nyium lo lagi?"tanya Bram.


Rin hanya mengangguk dengan kesal. Padahal aku sudah memberinya pelajaran. Bukannya kapok malah semakin menjadi. Ini sih sudah kelewatan.


"Anak itu udah otaknya mesum kali ya. Astajim deh.. Gak kapok sama bogeman lo tadi Rich,"kata Bram lagi.


"Gue bakal kasih perhitungan lagi,"kataku geram.


"Nanti aja bang. Tadi abang udh di SP kan,"kata Rin .


"Iya kamu tenang aja dek. Udah gak usah nangis. Kita akan buat dia kapok nanti,"kataku menenangkannya.


"Lo mau bikin gue kapok, gak salah!".


Cowok yang bernama Leo itu tiba tiba muncul mendadak di belakang kami. Dia seperti jalangkung saja datang tak di jemput pulang gak diantar.


"Lo ada masalah apa sih sama gue dan adek gue hah?!"kataku kesal.


"Hahahaa.. apa ya... gue... tertarik sama adek lo itu. Bibirnya seksi dan body nya membuat gue kecanduan,"kata Leo.


"Ingat ya baik baik. Lo disini anak baru dan lo harus jaga sikap lo dengan murid murid disini. Atau lo akan di depak secara tidak hormat!"tegasku sambil menatapnya tajam.


"Hahahaa... gitu kah. Baik ... gue tunggu itu,"katanya berlalu meninggalkan kami semua.

__ADS_1


Dasar cowok aneh kenapa awal masuk sekolah bisa ketemu makhluk menyebalkan ini. Dan baru kali ini aku menemui orang seperti dia.


™️ Bersambung ...


__ADS_2