
Hellen sudah menyelesaikan sholat nya. Lalu dia melantunkan ayat suci Al Quran dengan merdunya. Setelah itu dia berdoa dan mengingat apa yang terjadi.
"Ya Allah aku sadar ternyata selama ini aku memang sakit dan berhalusinasi. Karena terlalu sedih atas kepergian Mama, Kakak dan Kakek. Juga dengan Keluarga angkatku. Mamak, Bapak, Zio dan Ira. Tempatkanlah mereka disisi mu dan terima kasih atas mukjizat mu yang sudah memberikanku dan Hide kehidupan kedua. Jauhilah semua keluargaku dari marabahaya apapun. Amiiinnn..."
Setelah berdoa dia membersihkan dirinya dan ingin membuat kejutan untuk suami dan anak - anaknya. Karena sebentar lagi waktu nya jam makan siang.
"Mending aku masak masakkan pavorite mereka, terus ke kantornya Hide dan anak anak. Sekalian mampir ke kantor sebentar untuk cek keadaan disana. Tapi aku harus merubah penampilanku."
Dia berkata sendiri sambil tersenyum membayangkan bagaimana teman teman dan suaminya melihat perubahannya nanti.
...⚜⚜...
Loren berjalan santai menuju perusahaan MM Group dimana dia akan bertemu dengan Mako Sekretaris Hellen. Dia sudah janjian untuk bertemu.
Sesampainya di ruang tunggu clien, Mako menghampiri Loren dan berjabat tangan. Mereka membicarakan tentang pengajuan kerja sama perusahaan Loren dan Hellen.
"Saya sangat berterima kasih sekali jika pengajuan dari perusahaan saya nanti di terima,"kata Loren sambil tersenyum.
Mako membaca proposal dari Loren dengan sangat teliti. Setelahnya dia meletakkan dokumen itu diatas meja dan menatap Loren.
"Proposal anda akan saya ajukan pada Nona Hellen. Tapi untuk saat ini yang handle adalah Pak Suho. Dia direktur perusahaan ini. Nanti saya akan kabari anda, karena beliau masih berada di London,"kata Mako sopan.
"Loh.., Nona Hellen kemana? bukankah CEO perusahaan ini adalah Nona Hellen?"tanya Loren pelan.
Meski dia sudah tahu sedikit kenapa Hellen tidak ada di kantor, tetapi dia tetap berpura pura dan mengorek informasi lebih detail oleh Mako.
"Iya Pak. Tapi untuk saat ini Nona Hellen sedang sakit. Jadi semua urusan dan kerja sama di alihkan oleh Pak Suho Yamato. Beliau Kakak Ipar nya Nona Hellen. Dia juga ikut andil dan berpengaruh,"kata Mako menjelaskan.
"Oh. . Baiklah kalau begitu, tetapi karena awalnya saya tertarik kerja sama dengan Hellen. Jadi kalau dia sudah kembali aktif kabari saya ya,"kata Loren.
Dia berpamitan meninggalkan kantor Hellen. Merasa kecewa karena kerja sama nya tidak akan di tangani dengan Hellen. Tapi dia mempunyai rencana lain yang akan mengundang Hellen.
Karena terburu buru, Loren tidak melihat arah depan. Saat masuk lift dia bertabrakan dengan seorang perempuan yang berhijab.
BRUKKK!!!
"Aduhhhh...."
"Mohon maaf ya mba, saya gak sengaja,"kata Loren yang membantu perempuan itu berdiri.
Bukannya menyambut uluran tangannya. Perempuan itu malah menangkupkan kedua tangannya sambil tersenyum.
"Iyaa tidak masalah mas. Saya permisi."
__ADS_1
Perempuan itu langsung masuk ke dalam lift dan memencet tombol. Pintu lift sudah tertutup tetapi Loren masih terpaku disana sampai melihat angka lift akan berhenti di lantai mana.
Lantai lima lah tujuan perempuan itu. Loren tersenyum dan baru beranjak pergi dari sana.
...⚜⚜...
Hellen menuju kantin dimana Hide, Citra, Kenzo dan Izmi sedang berkumpul untuk makan siang. Sudah lama dia tidak pergi keluar rumah saat di nyatakan sakit.
Dia agak sedikit malu dengan tatapan orang orang yang melihatnya. Tapi dia tetap berusaha tenang dan santai.
Setelah melihat keberadaan suaminya, dia langsung menghampiri mereka yang sedang memesan makanan.
"Asalamualaikum...,"sapa Hellen pelan.
"Waalaikumsalam...---"
...⚜⚜⚜...
KOUYA RICH DERMAWAN
Aku mengikuti guru BP kami ke ruang kepsek. Sambil menahan amarahku dan melirik cowok di sampingku yang sudah babak belur.
Kami berempat masuk ke dalam ruangan kepsek bersama guru BP kami.
"Begini Bu Key, saya melihat Rich dan anak baru ini bertengkar di lapangan basket. Entah apa pemicu nya tetapi Ibu lihat sendiri kondisi mereka,"kata Pak Yoga guru BP kami.
"Baiklah Pak. Sekarang coba kalian jelaskan kejadian sebenarnya?!"
Setelah perkataan Bu Keyko, aku langsung berbicara dan menjelaskan kenapa sampai terpancing emosi dan memukul anak bocah itu.
"Rich.., bagaimanapun juga kau tidak boleh memukulnya sembarangan. Dan kamu Leo, kamu hari ini pertama sekolah. Murid pindahan jadi tolong jaga sikap mu itu. Sesuaikan lah situasi disini terlebih dahulu. Seperti biasa saya tak akan berlarut larut dan selalu ingin menyelesaikan masalah dengan tuntas. Saya akan panggil kedua orang tua kalian saat jam pulang sekolah nanti. Semoga kalian jera dan tidak melakukan hal yang dilarang sekolah ini. Kalian juga harus ingat, di sekolah ini peraturan sangat ketat. Jika kalian bermasalah seperti ini lagi dan tidak mengikuti peraturan umum sekolah. Terpaksa kami DO dari sekolah. Silahkan kalian keluar dan belajar kembali."
Setelah perkataan Ibu Keyko yang panjang lebar, kami pergi keluar dari ruangannya. Pak Yoga menemani kami sampai kelas.
"Rich..., aturlah emosi kamu. Karena kamu adalah siswa terbaik dan ketua osis di sekolah ini,"kata Pak Yoga.
Di kelas aku duduk dan menaruh tas bersama Rin, There dan Ikram.
"Rich, hari ini kita mulai MOS kan. Sebentar lagi bel, kita ke ruang meeting sekarang aja,"kata Ikram.
Aku hanya mengangguk dan menyetujui nya. Kami berempat pergi ke ruang osis.
Saat masuk aku sudah melihat semua anggota MOS lengkap disana. Evita yang melihatku langsung menghampiriku dan memeluk lenganku.
__ADS_1
"Rich..., lama banget sih datangnya. Kita semua sudah menunggu kamu dari tadi,"kata Evita tersenyum.
"Maaf menunggu lama. kita langsung mulai meeting nya aja,"kataku.
Kami semua duduk mengitari meja dan memulai rapat MOS untuk tiga hari kedepan.
...⚜⚜⚜...
KOURU RIN DERMAWAN
Melihat abang yang dari tadi diam membuatku merasa bersalah. Dia pasti sedang memikirkan sikap dari Ayah nanti saat datang.
Kami berempat berjalan menuju lapangan karena semua anak MOS berkumpul disana. Matahari mulai menampakkan cahaya nya. Membuat para anak MOS yang tidak memakai topi kepanasan dan bercucuran keringat.
"Pagi semuanya.....,"teriak Reno.
Dia adalah assiten Abang dan Ikram sebagai juru bicara Ketua dan Wakil ketua Osis.
"PAGGIIIIIIII...."
"Baiklah..., selamat datang kalian di sekolah kami. SMU International MZ. Senang kami bertemu kalian sebagai adik adik kelas kami. Sekarang kita akan melaksanakan MOS selama tiga hari kedepan. Jadi ikuti perintah kami dalam tiga hari kedepan. Kalian mengerti?!"
"MENGERTTTIIIIIII!!!"
"Ok... gue langsung aja ya. Pertama tama kita pengenalan diri dulu. Di samping kiri gue adalah wakil ketua osis kita namanya Ikram Adytama dan di sebelah kanan gue Ketua osis kita namanya Kouya Rich Dermawan. Disampingnya Ikram adalah Kouru Rin Dermawan dia bendahara osis dan di samping kanan Rich Sekretaris Osis kita Evita Ramata. Sedangkan gue sendiri adalah juru bicara osis. Kenalkan nama gue Bram Achmad."
"Untuk anggota anggota yang lain bisa kita kenalan namti saat di kelas. Sekarang untuk mempersingkat kita bagi kelompok. Kelas ada empat ruangan dan satu kelas ada 30 murid. Yang di depan maju empat orang cewek dua cowok dua. CEPAAT!!!"
Dua orang cewek dan cowok yang berada di barisan terdepan langsung maju tiga langkah mengikuti intruksi Bram. Rani anggota osiss kami menghampiri mereka dan mengalungkan papan nama yang berbentuk kardus ke mereka masing masing.
Tulisan nya pun beragam ada CICAK, BUAYA, KADAL DAN KODOK. Tulisan itu perwakilan nama ruangan yang akan kita pakai.
Salah satu cewek yang mengalungkan nama Cicak tiba tiba jatuh pingsan.
"Rich... itu ada yang pingsan..,"kata Ikram yang berlari menghampiri cewek tadi.
Aku, Rich, There dan Evita mengikuti Bram. Abangku Rich langsung membopong cewek itu dan membawanya ke UKS tanpa banyak bicara.
"Kenapa sih harus Rich yang gendong. Kenapa gak lo aja sih Ikram,"kata Evita disampingku.
Ikram melirik padaku dan menggeleng. Kami pun mengikuti Abang ke ruang UKS. Evita memang sangat posesif pada Abang. Karena dia menyukai Abangku.
Saat berjalan ke ruang UKS. Cowok lak*** yang menciumku tadi melihatku dan langsung menarik lenganku. Dan tiba tiba dia menciumku kembali. Oh shiiit....
__ADS_1
™️ Bersambung...