
"AAAAAAAA.... TIDAAAAAAAAAAAKKKK..."
Hellen sangat syok sampai nafasnya tersengal karena mimpi buruk yang dia alami barusan. Hide yang sedang tidur di sampingnya terlonjak kaget mendengar teriakkan Hellen.
"Dear.., dear..., kau tak apa?"tanya Hide cemas melihat wajah Hellen yang pucat.
Hide mengambil air di atas nakas lalu memberikannya pada Hellen yang meminumnya sampai habis. Keringat mengucur deras di pelipis sampai ke pipi Hellen.
"Ada apa Dear.., kau mimpi buruk?"tanya Hide lagi. Dia begitu cemas dengan raut perubahan wajah Hellen.
"Sayang.., kita harus pastikan Rich, Izmi, Kenzo dan tentunya Kak Isabel agar baik - baik aja,''kata Hellen membuat raut wajah Hide bingung.
"Memangnya kenapa Dear?"tanya Hide bingung.
Hellen tidak menggubris pertanyaan Hide. Melainkan dia bingung dengan suasana yang sekarang. Dia melirik ke kanan dan ke kiri.
"Kita dimana sayang...?"tanya Hellen bingung.
Hide mendengar pertanyaan Hellen jadi semakin bingung dan tak mengerti.
"Kita di kamar lah Dear, kenapa kau menanyakan hal itu,"kata Hide heran.
Hellen menggelengkan kepalanya tanda dia tak mengerti dengan apa yang telah dia alami barusan. Ini memang di kamar, tapi dia bingung karena suasana kamar ini tak dia kenal.
"Kamar..? tapi kenapa berbeda?"tanya Hellen lagi.
Dengan wajah yang kebingungan dan heran membuat Hide bertanya tanya.
"Kau ini kenapa sih, semenjak bangun dari tidur kau jadi aneh seperti ini, memangnya kau mimpi apa barusan,"kata Hide bingung dengan gelagat Hellen.
"Aku harus mastiin..,"kata Hellen yang langsung beranjak dari tempat tidurnya.
Dia keluar kamar dan saat keluar pun dia tak mengerti dengan apa yang terjadi. Suasana luar pun berbeda dengan mansion Kakek.
"Aku dimana sih ini..? kenapa seperti ini...?"tanya Hellen semakin bingung dan panik.
"Dear.., Dear.....,"panggil Hide.
Hellen tetap berlari kecil menuruni tangga sambil memandang semua yang ada di sekitarnya dengan perasaan bingung, heran dan cemas.
"Kenapa sih begini... kenapa... ini dimana? KENAPAAAAA...,"teriak Hellen.
"Dear.., kamu kenapa?"Kata Hide yang sudah merangkul pundak Hellen dari belakang.
__ADS_1
Hellen menangis terisak melihat pemandangan sekitar. Dia sangat kebingungan dan hatinya merasa resah.
"Hellen.., lo kenapa nangis?"tanya Citra yang datang bersama Rey, Kenzo, Izmi dan Anak anak mereka.
"Bunda..., ada apa Bunda..?"tanya Rin yang sudah memegang lengan Hellen.
Rich dan Cleo pun bingung melihat Hellen yang seperti orang linglung.
"Izmi..., Kenzo..., kalian... kalian.... masih hidup? KALIAN HIDUP?"tanya Hellen yang sudah mencengkram kedua pundak Izmi dan juga Kenzo.
"Cici..., cici tuh kenapa? ada apa sebenarnya?"tanya Izmi. Dia cemas dengan keadaan Hellen.
"Berarti tadi aku cuma mimpi. Berarti aku mimpi.. Syukurlah mimpi itu seperti sangat nyata. Oiya Kak Fersha sama Kak Isabel. Dimana pengkhianat Kak Fersha dimana?"tanya Hellen menatap tajam mereka semua.
"Lo kenapa sih Hel, siapa yang berkhianat. Kak Fersha sama Kak Isabel tinggal di london bersama Kak Paris, Kak Suho, Kak Ilmi dan Kak Yohan,"kata Citra heran.
"Apaaa..., abang Yo... maksud lo abang Yohan???"tanya Hellen lagi. Sekarang dia menatap nyalang Citra.
"I..i..ya Abang kita. Kan Kak Ilmi dan Kak Yohan itu sekarang sudah menikah. Bahkan baru seminggu ini mereka menikah. Lo kan yang menyaksikannya,"kata Citra menjelaskan.
"Bukankah.., bukankah mereka mati. Maksud gue Bang Yohan memang sudah meninggal tapi dia .. dia berkhianat. Dia marah sama gue karena dulu gue gak bales perasaan dia.. dia..aaaagghh,,"kata Hellen yang terhenti karena merasakan sakit di kepalanya.
"Hellen...Hell..,"panggil Citra yang menepuk nepuk pundaknya.
"Dearr.....,sorry yaa gue bawa Hellen dulu ke kamar. Dia harus banyak istirahat,"kata Hide yang sudah membopong Hellen dan berlalu pergi bersama Rin dan Rich.
"Kasian ya Hellen.., dia jadi seperti ini semenjak sadar dari komanya. Psikis nya benar benar terguncang..,"kata Citra yang prihatin masih menatap kepergian Hide.
"Kita doakan saja agar dia segera pulih. Mungkin dia benar benar terpukul atas kepergian Kakek, Kak Sandi, juga Mamanya. Apalagi sekarang dia tahu kalau Papanya bukan Om Gill tapi Om Gen. Penjahat yang sudah membunuh Mamanya dan keluarga angkatnya,"kata Rey merangkul pundak Citra.
"Untungnya ada mukjizat dari Tuhan karena Paman dan Bibi bisa selamat dari kecelakaan itu ya Pi, Mi..,"kata Cleo merangkul kedua orang tuanya.
"Iyaa Cleo, kau benar.. yah semoga saja tidak ada masalah lagi kedepannya. Karena aku dengar Nadine sudah keluar dari penjara loh. Apa dia sudah tobat ya,"kata Izmi mengingatkan.
"Ihh.. makhluk satu itu, benar benar menyebalkan. Semoga saja lah dia tobat, kalau gak gue cincang cincang badannya,"kata Citra kesal.
"Yasudah kita tidur saja yuk. Lihat tuh masih jam 2 pagi,"kata Kenzo.
Mereka pun pergi ke kamar masing masing dengan pemikiran masing masing.
...⚜⚜⚜...
KOURU RIN DERMAWAN
__ADS_1
Ayah membaringkan Bunda di ranjang mereka. Dia mengelus puncak kepala Bunda. Wajahnya terlihat sedih dan cemas karena keadaan Bunda sekarang.
"Ayah...,"sapaku memeluknya dari belakang.
Dia memegang lenganku dan mengelusnya sambil tersenyum dari samping. Wajahnya tampan meski sudah tua heheheee.
"Kenapa Nak..?"tanya Ayah.
"Ayah yang sabar dan jangan sedih ya. Aku yakin kok. Bunda bisa kembali pulih seperti dulu lagi. Yang penting aku dan Abang bersyukur Ayah dan Bunda bisa selamat dari kecelakaan itu,"kataku.
Ayah melepas tanganku dan berbalik berhadapan denganku. Dia memelukku sambil mengusap rambutku.
"Terima kasih ya nak, sudah menjadi sumber kekuatan Bunda dan Ayah. Doakan selalu kesehatan Bunda ya nak. Biar Bunda bisa kembali lagi seperti dulu,"kata Ayah.
Aku hanya mengangguk dan kami melepaskan pelukkan kami.
"Rich .. sini nak."
Ayah memanggil Abang yang sedari tadi hanya menyimak dari belakang. Ayah berdiri begitupun aku. Lalu dia merangkulku dan Abang.
"Anak anak kebanggaan Bunda sama Ayah..."
Aku sangat bersyukur masih bisa berkumpul dengan kedua orang tuaku. "Ya Tuhan semoga Bunda bisa segera pulih dari psikisnya,"doaku dalam hati.
...⚜⚜⚜...
KOUYA RICH DERMAWAN
Setelah rangkulan Ayah, kami berdua pergi dari kamar Ayah karena jam sudah menunjukkan pukul 2.45. Hampir jam 3 pagi karena besok kami harus ke sekolah.
Ayah pernah mengalami kecelakaan yaitu di tembak oleh Om Arshaka. Peluru itu bersarang tepat menyerempet jantung Ayah. Membuat jantungnya berhenti sementara dan Ayah mengalami mati suri. Om Arsha pun dikabarkan telah meninggal karena kecelakaan.
Saat mendengar kabar Ayah telah tiada, Bunda sangat syok dan tiba tiba pingsan. Jantungnya pun sempat berhenti. Tapi karena kegigihan Om Rey, nyawa Bunda bisa tertolong.
Bunda dan Ayah sempat koma bersamaan. Tetapi Ayah lebih dulu sadar. Ayah koma satu bulan sedangkan Bunda tiga bulan. Dan saat sadar pun Bunda masih membutuhkan penanganan mentalnya. Karena psikis nya atau kesadaran jiwanya agak terganggu.
Dia sering berhalusinasi, bahkan bermimpi yang tidak tidak seperti sekarang ini. Bahkan dia lupa dengan apa yang dia lakukan. Sudah hampir dua minggu Bunda seperti itu. Kami semua sedang berusaha mengobati Bunda.
Momy Paris, Deddy Suho, Tante Isabel dan Om Fersha masih ada di London. Mereka akan datang setelah urusan disana selesai.
Aku hanya berharap dan berdoa pada Tuhan yang terbaik untuk kedua orang tuaku dan keluarga besar kami.
™️ Bersambung ...
__ADS_1