
Hellem berlari menuju ruangan dimana Rich dirawat. Dia masuk keruangan itu dan langsung memeluk Rich dimana Lea, Ryu dan Raina menatapnya kaget.
"Rich ..., Rich anak Bunda...,"kata Hellen.
Gill, Paris, Suho dan Hide masuk paling belakang. Mereka melihat Hellen sudah memeluk Rich yang menatap kosong.
"Maaf.., anda siapa?"tanya Rich.
Mereka semua kaget menatap Rich. Karena dia tidak mengenal orang tuanya sendiri. Ryu yang tahu tatapan dari orang yang baru datang. Berdiri mundur menatap Hide.
"Dia kehilangan ingatan Dokter Hilman. Bu Lea yang menolongnya dan saya bawa kemari. Apakah dia kerabat anda?"tanya Ryu.
Dia sudah tahu wajah Hide karena dia adalah dokter spesiali terkenal sedunia.
"Dia ... putra saya. Terima kasih Dokter Ryu telang menolongnya,"kata Hide saling bersalaman.
"Tidak masalah Dokter Hilman. Ini lah tugas kita sebagai Dokter,"kata Ryu tersenyum.
Mereka saling menatap tersenyum dan mengangguk. Hide berpaling dan menghampiri Hellen yang akan membawa Rich pulang.
"Rich.., kita pulang dulu ya. Nanti kau bisa istirahat dirumah,"kata Hide memegang lembut tangan Rich.
...🐾🐾🐾🐾...
KOURU RIN DERMAWAN
Aku belum pernah mengaji akhir akhir ini. Sekarang aku mulai mengambil al quran itu. Ku lantunkan ayatb demi ayat di samping Koko Cleo. Aku berharap dia bisa segera sadar setelah ku lantunkan ayat suci Al Quran.
Sambil terisak aku membaca dengan segenap jiwaku. Ingin rasanya mengganti posisi Koko itu biar aku saja yang berada di sana.
Ketukkan pintu menghentikan kegiatanku. Datanglah Bunda dan Ayah menghampiriku.
"Bunda... Ayah...."
Ku salami tangan mereka dan mengikuti merekanagar duduk di dekat mereka di sofa ujung. Mereka menatsp kami serius.
"Rin ..., Abangmu sudah di temukan. Tetapi kondisinya memprihatinkan,"kata Ayah menjelaskan.
"Maksud Ayah? Abang kenapa?"tanyaku.
Aku sudah tak ingin mendengar banyak kabar burul. Tolong agar kali ini aku bisa bernapas lega walau sebentar saja.
__ADS_1
"Rich lupa ingatan nak. Karena benturan keras di kepalanya. Tetapi perhalan bisa pulih dan kita bantu dia mengingat semuanya ya,"kata Bunda tersenyum melihatku.
Sekali lagi aku hanya membalas dengan senyuman dan anggukan. Semua kejadian ini begitu cepat dan tidak bisa ku cerna dengan baik.
"Bunda..., Ayah.., aku mau ketemu Abang."
"Iyaa Nak, nanti kita temui Abangmu. Sekarang kamu harus istirahat dulu ya,"kata Bunda.
"Lalu Koko Cleo siapa yang jaga Bun?"tanyaku.
"Biar Ayah yang jaga. Kamu sama Bunda tidur dulu di sofa. Biar besok pagi kita temui Abangmu dulu,"jelas Ayah.
Aku hanya mengangguk keluh. Memang saat ini aku sangat lelah dan capek. Mungkin karena kejadian yang membuatku sangat syok.
Bunda membimbingku ke sofa dengan merangkul pundakku. Saat berjalan ke sofa, tiba tiba pandanganku buram. Kepalaku sakit luar biasa. Tubuhki sangat lemas.
"Rin .., Rin.., kamu kenapa nak? astagfirullah, darah..., hidungmu berdarah..,"kata Bunda.
Itu perkataan Bunda yang terakhir ku dengar sebelum kegelapan menantiku.
...🐾🐾🐾🐾🐾...
HELLEN SYIFILLA
"Dear.., kamu bersihkan darah yang keluar dari hidung Rin..,"kata Hide membuyarkan lamunanku.
Aku tahu anakku butuh pertolongan. Ini sangat konyol karena aku sekarang takut luar biasa. Saat melihat darah Rin, tanganku bergetar hanya untuk menyeka darah itu dari hidungnya.
Hampir saja aku pingsan dan mencium lantai kalau tidak di topang tangan Hide yang besar.
"Dear..., Dear.., sadar lah,"kata nya sambil menepuk nepuk pipiku pelan.
Sebenarnya aku bukan tak sadarkan diri, tapi sedikit oleng saja.
"Maafkan aku ya Dear. Aku lupa kau phobia dengan darah,"kata Hide semakin panik.
Aku hanya menggeleng keluh, tenggorokanku masih tercekat karena lemas.
"Tidak masalah Sayang.., tolong lah Rin dulu,"lirihku.
Hide langsung menatap Rin yang di baringkan di sofa panjang. Dia menelpon seseorang yang entah siapa.
__ADS_1
"Hallo.., Citra.., gue minta tolong lo ke ruangan Cleo sekarang. Oke..!
Sambungan telepon pun terputus tanpa ada sapaan balik oleh Hide. Ternyata dia sedang memanggil Citra.
Beberapa menit kemudian Citra dan Rey datang dan kaget melihatku duduk lemas dan Rin yang terbaring di sofa.
"Ada apa Hel? De?"tanya Citra melirik kami bergantian.
"Rin pingsan. Dan dia tadi mimisan aku mau kita periksa insentif dia,"usul Hide.
"Apa dia kecapean,"kataku.
Hide menggeleng dan menatapku serius.
"Aku takut dia kenapa - kenapa, karena ini termasuk gejala orang yang punya penyakit kanker,"kata Hide menjelaskan.
"Apa..? kanker..? kenapa kau berfikir sejauh itu Sayang..,"protesku pada Hide.
Aku yakin Rin hanya kelelahan dan lagi dia sedang down mentalnya. Ini bukanlah penyakit yang serius. Kenapa Hide menanggapinya terlalu seperti itu sih. Meski panik kita harus tetap berfikir positif.
"Sudah .. sudah..., jangan berdebat. Bawa saja Rin ke ruang rawat. Biar nanti kita periksa secara detail. Ayok Hide. Kalian berdua temani Cleo saja,"kata Rey yang diangguki oleh Hide.
Hide langsung membopong Rin ke luar kamar Cleo, mereka berlalu dari pintu. Tinggallah aku dan Citra yang menatap pintu ruangan kosong.
"Hel., kenapa nasib kita seperti ini sih. Aku kangen masa masa kita SMP dan SMA. Masa masa dimana kita memulai kuliah dan bekerja,"kata Citra sambil duduk di sampingku.
"Iyaa Cit. Dulu begitu tenang, tentram dan damai. Tapi sekarang berubah jadi ancaman dan ketakutan,"jelasku.
"Iyaa Hel. Terkadang gue pengen mengulang masa masa kita dulu. Dimana semua itu masih terasa nyaman. Pergi pun tak ada beban sama sekali.,"kata Citra.
Perasaan cewek seperti kami memang sangat peka. Kami melamun memikirkan masa masa dulu. Dimana kami bermain main tanpa ada beban. Tanpa ada bahaya dimanapun. Kemanapun kami pergi bisa happy dan tak punya rasa was was atau khawatir berlebihan.
"Gue kangen banget Cit. Gue kangen banget saat bang Yohan masih ada,"kataku.
"Iyaa, coba bang Yo masih ada. Pasti bisa bersama dengan kita dan yang lain,"kata Citra.
Bang Yohan adalah abang angkatku dan Citra waktu SMP. Kami bertemu di chatting dan ketemuan langsung.
Dia sangat baik, humoris dan juga tampan. Dia tahu apa yang harus di lakukan sebagai abang. Dan dia memang menganggap kami adik kesayangannya.
Dia pergi tanpa ada kejelasan yang jelas. Saat pesawat yang dia naikki dari Batam tiba tiba menghilang dan terjatuh. Semua awak kapal dan penumpang dinyatakan tewas dan sudah di identifikasi meski tubuh mereka sudah tak di kenali.
__ADS_1
Tapi yang aneh hanya jenazah Bang Yohan yang tak di temukan. Kami berdua hanya pasrah mendengar kabar itu. Keluarganya pun pindah ke luar negeri. Tapi aneh nya kenapa hati kecilku selalu bilang kalau abang masih hidup. DIA MASIH HIDUP...
Bersambung ...