DENDAM MASA LALU(Revisi)

DENDAM MASA LALU(Revisi)
Bab 27


__ADS_3

Nadine bertanya tanya dalam hatinya siapa ketiga remaja yang berpamitan tadi. Yang satu memanggil Citra dengan sebutan Mami. Berarti dia anak Citra, sedangkan yang dua orang kembar. Dengar kabar kalau Hellen melahirkan anak kembar. Jangan jangan anak mereka lagi.


Karena Nadine melamun, Loren yang dari tadi duduk sudah tak sabar untuk melihat Hellen. Dia berdiri menghampiri Nadine yang tak tahu kenapa sampai melamun.


"Nadine...,"tegur Loren sambil menepuk pundak Nadine.


Nadine kaget dan menatapnya untuk bertanya. Tetapi Loren berusaha melempar senyum.


"Eh.., sory sory. Maaf.. apa kami bisa bertemu Hellen?"tanya Nadine memohon pada Hide, Citra, Rey, Kenzo dan Izmi.


"Mau apa lo ketemu sama Hellen?"tanya Citra menaikkan alisnya.


"Gue cuma mau minta maaf aja kok. Oiya kenalin. Ini sepupu gue namanya Loren. Dia ingin bekerja sama dengan perusahaan Hellen. Makanya gue nanya Hellen tadi,"kata Nadine menjelaskan.


"Hellen sedang sakit. Jadi gak bisa di ganggu. Sebaiknya kalian pergi aja. Kami juga harus berangkat ke rumah sakit sekarang,"kata Hide.


"Baiklah kalau begitu maafkan kami yang sudah mengganggu. Salam dari kami saja, terima kasih,"kata Loren yang langsung menarik lengan Nadine.


Saat mobil mereka keluar dari mansion. Nadine cemberut melihat tingkah Loren.


"Lo kenapa sih, main kabur aja. Kita belum ketemu sama Hellen. Pasti mereka boong deh tentang Hellen."


"Nadine... lo gak liat semua orang disana hampir mau makan lo tahu gak. Mata semua udah kaya elang gitu masih aja lo pura pura bego,"ketus Loren.


"Bukan pura pura bego sih, gue juga tahu kok tatapan gak suka mereka. Cuma masalahnya gue emang gini muka tembok dan tampang menyerah,"kata Nadine dengan bangga.


Loren hanya menggelengkan kepalanya. Dia memang tidak mengerti maksud dari otak Nadine.


"Terserah lo deh, gue punya cara lain buat ketemu si Hellen itu. Jadi sekarang lo ikutin cara gue aja."


"Hemmmm... oke oke. Gue manut aja deh hehehe.."


...⚜⚜...


Hellen bingung karena di sekelilingnya berwarna putih terang. Ruangan yang tidak tahu apa itu. Dia bertanya tanya kenapa bisa berada di sini.


"Aku dimana sih, kok semuanya putih."


Hellen terus berjalan ke depan mencari jalan keluar. Sampai di ujung dia melihat kecerahan matahari. Dia tersenyum dan berlari ke depan dengan cepat.


Terhamparlah pemandangan yang sangat menakjubkan dengan padang rumput yang hijau dan bunga bunga yang indah.


"Wow.. indah sekali...,"kata Hellen takjub.


"Memang Indah.."


Suara seseorang dari belakang Hellen mengejutkannya. Dia melihat Mama, Kakek dan Kakaknya tersenyum di hadapannya. Mereka memakai pakaian serba putih. Dengan wajah mereka yang berseri.


"Mama..., Kakak..., Kakek...,"kata Hellen kaget.


Dia langsung memeluk Mamanya lebih dulu. Leona, Sandi dan Zoldiek memeluk bersamaan. Setelah puas mereka duduk di tepian sungai yang airnya jernih dan bersih.


"Mama..., Kakak.., Kakek..., aku kangen banget sama kalian. Sudah lama aku gak ketemu kalian,"kata Hellen yang memandang mereka dengan tatapan senangnya.


"Iyaa sayang.., gimana keadaan mu, Hide.., cucu cucu Mama dan ... Papa?"tanya Leona.

__ADS_1


"Mereka semua baik baik saja Ma. Cuma belakangan ini mereka selalu menganggapku berhalusinasi,"kata Hellen to the point.


"Dek, Kakak mohon kamu kembali lah ke kenyataan. Ikhlaskan kami agar kami bisa tenang, kamu juga bisa bahagia Dek. Kasihan mereka mencemaskanmu. Apalagi Papa sayang,"kata Sandi sambil mengelus pucuk kepala Hellen.


"Tapi... kalian kan..."


"Kami sudah berbeda alam denganmu Nak. Kau harus tetap kembali menjadi Hellen dulu. Yang fokus sama pekerjaan, cita cita dan keluarga. Coba kau ikhlaskan semua nya. Insya allah semua akan normal seperti biasa,"kata Zoldiek.


"Ingat nak, kau ikhlaskan yaa...,"kata Leona.


Mereka bertiga pergi lambat laun dan tak terlihat di depan mata Hellen. Tiba tiba Hellen mendapat keterangan cahaya yang dasyat, tubuhnya seperti terlempar dan terombang ambing.


Lalu dia membuka matanya dan terlihatlah langit langit kamar.


"Ya Allah.., aku hanya mimpi. Tapi sangat nyata. Lebih baik aku sholat dulu untuk menenangkan pikiranku,"kata Hellen.


Dia langsung mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat. Dengan khusyuk dalam sholat dan berdoa meminta petunjuk yang kuasa.


...⚜⚜⚜...


KOURU RIN DERMAWAN


PLAK !!!!


Tamparan keras mendarat di pipi cowok yang telah menciumku sembarangan. Dia kira aku wanita murahan yang seenaknya di pegang pegang.


"Lo jangan kurang ajar. Sembarangan banget lo cium cium gue!"teriak ku kesal.


"Cih..., bilang saja kalau kau menyukainya. Sudahlah sebentar lagi bel kan? aku mau masuk. Thanks ya bibirmu,"kata Cowok itu memancing amarahku.


"Gue gak perduli!"tegasku yang meninggalkan mereka disana.


"Eh.. Rin.. Rin... lo mau kemana?"teriak suara cempreng There.


Aku tak memperdulikannya. Karena saat ini aku hanya ingin mencuci bersih bibirku yang sudah di sabot cowok aneh tadi. Dasar cowok Bren***


Sesampainya di toilet, aku langsung mencuci bersih bibirku sambil menahan rasa kesal dan marahku. Berani beraninya dia menciumku. Benar benar cowok Lak***


Bikin mood ku jelek saja. Lihat saja nanti akan ku balas perbuatannya yang kurang ajar itu.


TOK! TOK! TOK!


"Rin... Rin..... buka Rin...,"teriak There di luar.


Aku pun keluar pintu toilet dengan geramnya setelah selesai.


"Kenapa sih, kan kamar toilet banyak. Ngapain gedor gedor di pintu gue,"kataku kesal pada There.


"Rin... gawat.... gawat Rin.."


Kata kata There sambil terbata bata. Dia benar benar panik dan berkeringat.


"Lo kenapa sih?"tanyaku yang aneh dengan sikapnya.


"Abang lo itu si Rich. Lagi berantem sama Leo..,"kata There cemas.

__ADS_1


"Hah??? Leo? siapa Leo?"tanyaku yang tak kenal nama yang disebut There.


"Ishh... itu loh cowok yang cium lo tadi. Yuk buruan ke lapangan basket,"kata There.


Dia sudah menarik lenganku untuk mengikutinya. Aku pun jadi panik mendengar perkataannya.


Di lapangan basket aku melihat banyak kerumunan orang yang memenuhi lapangan. Aku menerobos masuk bersama There. Saat sampai di depan, aku melihat cowok yang tadi menciumku babak belur karena Abang.


...⚜⚜⚜...


KOUYA RICH DERMAWAN


Ini cowok benar benar membuatku syok setengah mati. Berani beraninya dia mencium bibir adikku di depan mataku. Lalu dengan santai dia bicara seolah olah dia tak ada rasa penyesalan atau bersalah melakukannya.


Sebagai Abang aku merasa terhina karena adikku di lecehkan seperti itu dengan cowok kurang ajar ini.


"Yah... pergi deh si Rin. Leo kau benar benar kurang ajar. Tampangmu itu tak sebaik kelakuanmu. Aku kecewa banget,"kata There.


Ngapain juga sih There itu merajuk dengan cowok breng*** ini.


"He.. lo siapa gue. Kalau pun lo kecewa sama sikap gue, lo tuh bukan siapa siapa gue. Lagian ya cewek tadi itu layak di cicip,"kata Cowok yang bernama Leo.


Perkataannya membuat hatiku membara. Sembarangan sekali dia bilang di cicip! ya tuhan adikku bukan makanan yang seenaknya diicip kalau tak sedap di buang.


"Lo tuh emang gak punya otak dan adab. Percuma ortu lo sekolahkan lo mahal mahal di tempat ini. Kalau otak lo fungsinya cuma buat mesum doank,"kata Ikram yang baru mengeluarkan kata kata paling panjang.


"HAHAHAHAAAAA... Terus masalah buat lo!"


"Tentu... karena gue gak suka siswa mesum kayak lo mencemarkan nama baik sekolah karena kelakuan lo!"tegas Ikram.


"Heh.. gue gak perduli dengan nama baik sekolah. Gue cuma mau kesenangan diri gue. Bibir cewek tadi masih kerasa nikmat di mulut gue. Apa perlu tubuhnya yang gue icip juga...-"


Belum selesai dia berkata aku langsung memberi bogem mentah pada matanya. Alhasil dia terpental ke belakang dan matanya lebam karena ku.


"BRENG*** LO YA. NGAPAIN LO NONJOK GUE. LO NANTANGIN GUE!"


BUKKK!! BUKK!!! BUUUKK!!!


Aku terus memberikan serangan secara bertubi tubi sampai wajahnya babak belur.


"LO KENAPA MUKUL GUE HAH! APA LO COWOK NYA TUH CEWEK. HAHAAHAH... CEMBURU YA LO. BIBIR CEWEK LO SEKSI. GIMANA KALAU GUE BOBOL KEPERAWANANNYA..-"


BUKKKK!! BUUUKKK! BUUUK!!!


Aku memukulnya lebih keras sampai dia tersungkur ke lantai. Aku menginjak lehernya dan menjambak rambutnya.


"Jangan coba coba berani nyentuh adek gue kalau lo masih mau hidup! PAHAM!!!"


"APA APAAN INI... RICH ... LEO... KENAPA KALIAN BERTENGKAR?!"


"Dia duluan Pak, saya gak tahu apapun Bapak tahu kan saya murid pindahan. Dia yang jagoan telah memukul saya,"kata Leo mengadu.


"Kalian ke ruang kepala sekolah sekarang!!!


Aku menatapnya tajam, tapi dia malah tersenyum licik di depanku. Dasar gilaa..

__ADS_1


™️ Bersambung...


__ADS_2