DeRa LoVe

DeRa LoVe
Musnahkan Saat Kuat


__ADS_3

Jane masuk ke dalam kamar putranya, di mana cucu dan menantunya kesayangannya ada di sana. Jane duduk menghampiri Sera yang sedang mengusap kepala Ken, yang sudah tidur lelap.


"Kamu gak apa-apa, sayang?" sapaan lembut Jane terdengar di telinga Sera.


Sera mengalihkan perhatiannya kepada Mommy mertuanya. Sambil tersenyum Sera membalas ucapan Jane.


"Sera baik-baik aja Mom," jawab Sera.


"Kamu jangan terlalu pikirkan soal yang tadi di Cafe. Lagian perempuan tadi sudah Dev pecat."


"Mommy gak akan tinggal diam jika dia berani mengusik kamu lagi," ucap Jane lagi sembari mengusap bahu menantunya.


"Iya Mom," Sera kembali tersenyum.


"Mommy akan kasih pelajaran dia nanti."


Sera terkejut dengan ucapan Mommy mertuanya. Sera bukan orang yang pendendam. Saat dia marah, semuanya akan habis di situ saja. Kesal iya, marah iya, tapi untuk menyimpannya yang mengarah kepada dendam, Sera tidak mau.


Sudah cukup dia melampiaskan kemarahannya tadi pada Risa. Ditambah suaminya juga memecatnya, jadi tidak ada lagi yang ahrus Sera khawatirkan lagi. Semua sudah berakhir.


Sera berharap suatu hari nanti dia tidak pernah bertemu Risa-Risa yang baru lagi. Cukup Risa yang satu itu saja, jangan Risa yang lain.


"Jangan Mom. Seperti kata Mom tadi, dia sudah pergi dari sana. Lagian Dev sama Sera juga gak lama tinggal di sini. Jadi hal seperti itu gak akan terjadi lagi," cegah Sera.


Jane jadi bersedih karena sadar apa yang dikatakan Sera benar. Kalau anak menantunya tidak akan lama bersama mereka. Karena setelah pekerjaan Dev selesai, mereka akan kembali ke Manila.


Tapi Jane juga tidak bisa menahan mereka, karena anak menantunya punya kehidupan sendiri yang harus dijalani. Jane begitu menyayangi menantunya ini. Yang sudah menarik perhatiannya sejak dari masa kecil Sera.


Seorang gadis kecil yang pendiam tapi menggemaskan bagi Jane. Dari sifatnya itu Jane tahu kalau Sera memiliki karakter yang kuat dalam dirinya. Persis seperti karakter Bella, mamahnya.


Karena itu Jane menyukai Sera. Karakter demikian yang Jane sukai karena pasti memiliki kesetiaan yang luar biasa pada pasangannya. Dan itu sudah terbukti pada diri Bella, Mamah Sera.


Tentu saja Jane tahu bagaimana kisah cinta Bella dan Eric, yang membuat Jane angkat topi. Jane begitu kagum dan menghormati kisah cinta mereka. Dan Jane percaya Sera adalah pilihan tepat dan terbaik untuk putranya.


Jane saja tidak pernah menyangka jika putranya ternyata menyukai Sera. Bahkan lebih parahnya jatuh sejatuh jatuhnya pada cinta Sera. Jane begitu bahagia saat mengetahui hal itu.


Dengan berbagai cara Jane merayu Bella dan Eric agar memberikan Sera untuk menjadi menantunya.

__ADS_1


Namun ternyata menaklukkan hati Sera tidak semudah berucap 'aku mencintaimu'. Dev harus berjuang keras untuk mendapatkan cintanya. Dan Jane tahu itu.


Ketika ada orang lain yang ingin merusak kehidupan rumah tangga putranya seperti sekarang, Jane marah. Sebagai seorang Ibu dan seorang istri, dia tidak akan pernah biarkan hal itu terjadi.


Anak, cucu dan menantunya adalah harta paling berharga untuk hidup Jane. Maka tak seorangpun bisa hidup tenang ketika berani mengusik hidupnya.


"Baiklah, kamu istirahat saja. Mommy akan keluar. Kasihan Dev, tadi Mommy ancam bakal tidur di luar sama Daddy. Habisnya Mom kesal sekali sama Dev," Jane terkekeh.


Sera sempat terkejut dengan perkataan Mommy mertuanya, namun sesaat kemudian dia juga ikut tertawa. Sungguh Sera merasa diberkati menjadi bagian keluarga ini.


***


Sementara di ruang tengah Dev dan sang Daddy hanya duduk diam karena memikirkan nasib mereka. Nasib harus tidur tanpa memeluk istri. Ah, sungguh penderitaan yang sangat menyiksa bagi keduanya.


"Dad, rayu Mom sana. Dev gak sanggup pisah tidur sama Sera," ujar Dev dengan lesu.


"Rayu sana kamu. Kan yang bikin kita berdua kayak gini kamu," sahut David dengan mendorong bahu Dev.


"Ah Daddy kalo gini gak berani sama Mommy," gerutu Dev kesal. Tentu saja dia kesal karena akan tidur tanpa istrinya.


"Kayak kamu aja berani sama Mommy. Daddy juga yakin kamu gak bakal berani Sera," ledek David sambil mencibir Dev.


"Huuhhh..gayanya ngejekin Daddy. Tahunya gak berani juga istri," David tertawa terbahak sambil setelah meninju bahu Dev.


Hingga akhirnya Dev juga ikut terbahak bersama daddynya.


"Kamu sangat mencintai Sera?" tanya David sesaat kemudian.


"Sera adalah hidup Dev. Tentu saja Dev sangat mencintai Sera," jawab Dev sambil menoleh ke arah sang Daddy.


"Jangan pernah sekali saja kamu berani buka kesempatan untuk orang asing masuk dalam hidup kalian," peringat David untuk Dev. "Daddy senang karena kamu mengambil keputusan dengan memecatnya," lanjut David.


"Tapi benar kata Mommy kamu, kenapa kamu kasih rekomendasi kerja?" David menatap putranya.


Dev menatap daddynya sebentar, lalu menyandarkan tubuhnya.


"Dev kenal baik sama dia Dad. Risa berasal dari keluarga tidak mampu. Risa juga tulang punggung keluarganya. Karena itulah Dev tidak sampai hati membiarkannya dipecat tanpa ada kepastian punya pekerjaan lain," ujar Dev pelan.

__ADS_1


Dev sangat tahu bagaimana kondisi Risa dan keluarganya. Penuh pertimbangan berat Dev memecat Risa tadi. Tapi karena itu menyangkut istrinya, maka Dev tidak punya pilihan lain selain memecatnya.


Masalah rekomendasi kerja tadi, Dev meminta salah satu temannya untuk memberikan satu pekerjaan yang cocok untuk Risa. Beruntung ada lowongan untuk Risa.


Karena itulah Dev merasa lega. Setidaknya Dev tidak merasa begitu bersalah karena sudah memecatnya.


"Jadi namanya Risa," gumam David sambil menganggukkan kepalanya.


"Berbuat baik dengan orang tidak salah. Tapi jangan sampai kebaikan kita disalahartikan sama orang lain. Contohnya ya kayak si Risa ini. Daddy harap ke depannya dia benar-benar bisa menghargai kebaikan kamu ini dengan tulus hati."


"Daddy tidak mengajarkan kalo kita berbuat baik, kita harus mengharapkan orang juga berbuat baik pada kita. Bukan, bukan seperti itu. Ingatlah sesuatu yang tidak kamu musnahkan saat kuat, maka suatu hari nanti akan kembali memusnahkan kamu di saat lemah."


"Artinya, jika tadi kamu gak ngambil keputusan untuk memecatnya, entah apa yang akan Risa perbuat suatu hari nanti padamu, pada rumah tanggamu. Jaga dan hargai apa yang pada sama kamu sekarang, karena kelak itu yang akan membuat hidup kamu merasa lebih beruntung memilikinya, lebih dari apa yang kamu rasakan sekarang."


Dev merenungi setiap perkataan daddynya. dan semua yang dikatakan daddynya itu semuanya benar. Dev akan mengingat nasihat daddynya.


Kedatangan Jane tiba-tiba membuat David dan Dev menatapnya. Merasa ditatap anak dan suaminya, Jane mendelik.


"Ngapain lihat Mommy begitu?" Jane menatap kesal keduanya.


"Mom," cicit Dev.


"Apa?" ujar Jane ketus.


"Itu Sera gimana?"


"Gimana apanya? Sana tidur! Sera gak bisa tidur gak ada kamu,"


"Hah? Maksud Mommy Dev boleh ke kamar sekarang?"


"Mau tunggu Mommy berubah pikiran?"


Tanpa menunggu lagi Dev segera berlari menaiki tangga dengan gembira. Lantas berteriak dari sana.


"Thanks, Mom!" teriak Dev dengan girang.


Jane kemudian berjalan menuju kamarnya tanpa peduli pada suaminya. Namun David tidak tinggal diam dia segera mengejar langkah istrinya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"David!" seru Jane saat tubuhnya terhempas diterjang sang suaminya di tempat tidur.


"Let's play the game, babe."


__ADS_2