
Ken bangun dan menangis karena daddynya tidak dia lihat. Sera mengangkat putranya sembari mengusap lembut pipi Ken yang basah.
"Ken kenapa nangis, sayang?" Sera membawa Ken dalam gendongannya keluar dari ruang kerja Dev.
Agar Ken lebih tenang. Dev sedang mengadakan evaluasi bersama pegawainya di ruangan lain. Itulah kenapa Dev tidak ada bersama Sera dan Ken.
Bukannya tenang, Ken malah semakin menangis.
"Det..det..det.." ucap Ken mencari Daddynya.
"Daddy lagi kerja, nak. Tunggu bentar lagi ya," Sera mengusap puncak kepala Ken agar merasa nyaman.
Lama kelamaan Ken mulai tenang meskipun ada masih terdengar suara sesegukan. Sera membawa Ken melihat kolam ikan yang berada di sisi kiri Cafe.
Jenis ikan dengan berbagai warna menarik perhatian Ken. Karena senangnya Ken bertepuk tangan dalam gendongan Sera.
Sera mencium pipi Ken dengan gemas. Bahagianya Sera adalah ketika melihat senyum ceria menghiasi wajah Ken.
Sera asik menemani Ken melihat ikan hias di sana, sementara Dev kebingungan mencari anak dan istrinya yang menghilang dari ruangannya.
"Kemana mereka?" gumam Dev cemas.
Dev menghubungi istri namun ponsel Sera ada di dalam tas istrinya. Kemudian Dev keluar dan bertanya pada pegawainya mengenai anak dan istrinya.
Karena tidak ada yang tahu, membuat Dev semakin cemas dan takut kalau terjadi sesuatu pada mereka.
Dev kembali ke ruangannya, tapi sesaat kemudian langkahnya terhenti dan menajamkan pendengarannya. Mencari sumber suara yang sangat dia kenali.
Suara celotehan bayi yang tertawa riang, terdengar jelas di telinganya.
Setelah mengetahui di mana sumber suara itu berada, Dev menghela nafasnya lega. Anak dan istrinya baik-baik saja ternyata.
"Det..det.." mata Ken tanpa sengaja melihat ke belakang, tepat di mana ada daddynya sedang berjalan mengarah padanya.
Ken mengangkat kedua tangannya seraya memanggil sang Daddy. Sera ikut menoleh ke belakang dan tersenyum pada suaminya.
"Aku cariin kemana-mana ternyata kalian di sini," Dev mencium puncak kepala Sera dan mengambil alih Ken ke dalam gendongannya.
"Ken tadi bangun terus nangis nyariin kamu. Jadi ku bawa kesini biar berhenti nangis," ujar Sera sembari merapikan baju bagian belakang Ken.
"Maaf, bikin kamu capek sendiri ngurusin Ken. Kita balik yuk," ajak Dev pad istrinya.
Betapa bahagianya Ken bertemu daddynya. Ken memeluk erat leher daddynya dan merasa nyaman dengan usapan lembut Dev di punggungnya.
Sera merangkul lengan suaminya dan berjalan beriringan kembali ke ruangan Dev.
Ada sepasang mata yang masih merasa tidak terima dengan pernikahan Dev. Matanya memancarkan kesedihan tapi juga kebencian terhadap Sera.
__ADS_1
***
Dev dan keluarga kecilnya, kini sudah kembali ke rumah. Ken di sambut bahagia oleh sang Granma yang langsung menggendongnya.
"Kalian sudah makan?" tanya Jane kepada anak dan menantunya.
"Sudah Mom," jawab Dev.
Dev membantu membawakan tas yang berisi keperluan putranya ke dalam kamar. Sementara istrinya sedang bersama mommynya dan Ken di ruang tengah.
"Alex mana Mom? Pasti main game di kamar itu anak," ucap Sera sedikit menggerutu.
"Udah biarin aja. Dia juga bosan dari tadi belajar terus. Kesini bukannya santai menikmati libur, malah dapat banyak tugas dari gurunya. Biarin jangan ganggu adikmu,"Jane mencegah Sera yang sudah berdiri ingin menemui Alex di kamarnya.
Sera pun membatalkan niatnya ingin menemui Alex di kamarnya.
"Daddy jam berapa pulang Mom?"
"Gak tentu. Kadang cepat kadang lambat. Tapi biasanya jam 5 Daddy sudah di rumah," jawab Jane sedih.
"Jadi Mommy sendirian terus dong kalo ditinggal Daddy kerja," ikut merasakan sedih mertuanya.
"Yah gitu deh. Andai kalian tinggal di sini tentunya Mommy gak sendirian lagi. Karena ada kalian teman Mommy," kata Jane yang berharap keinginannya bisa terwujud.
Sera merasa kasihan kepada Mommy mertuanya. Tapi pindah ke Indonesia untuk saat ini, masih belum terpikirkan oleh Sera.
Malam harinya, seperti janji Dev untuk mengantar Alex ke rumah kakek Sera. Kedatangan mereka disambut gembira oleh semua anggota keluarga.
Kakek Sera bahagia bisa bertemu Ken kembali. Cicit pertama kesayangannya.
"Akhirnya kalian datang juga," Edo memeluk Dev hangat dan mengajaknya ngobrol di ruang tengah bersama yang lain.
Lyla istri Edo juga melakukan hal sama. Dia bahagia bisa bertemu Sera kembali.
"Tante apa kabar? Makin cantik aja," Sera memeluk dan mencium kedua pipi Lyla.
"Kamu juga makin Sera," Lyla membalas pelukan hangat Sera.
"Josh sama Darren mana?" Sera merindukan kedua sepupunya itu. Terakhir mereka bertemu saat pernikahannya dan Dev.
"Josh latihan basket sama temannya. Kalo Darren lagi mandi," jawab Lyla.
"Kakek sehat kan?" Sera memeluk hangat kakek satu-satunya yang dia miliki.
Karena dari pihak mamanya, kakeknya itu sudah lama meninggal dunia. Hanya dari pihak papanya saja masih ada sampai sekarang.
Sera bersyukur bisa bertemu kembali dengan kakeknya.
__ADS_1
Besok hari adalah kunjungannya ke rumah sang nenek. Satu-satunya juga yang di miliki dari pihak mamanya. Karena nenek dari pihak papanya sudah meninggal dunia.
"Kakek selalu sehat sayang. Ini semua berkat doa kalian semua untuk kakek," jawab kakeknya dengan mata berkaca-kaca.
Sera mengusap lembut punggung kakeknya. "Puji Tuhan, Sera senang mendengarnya."
"Sayang, makan malam sudah siap?" Edo menoleh pada istrinya.
"Sudah."
"Yuk kita makan malam dulu," ajak Edo pada anggota keluarganya.
Dev membantu kakek Sera berdiri dan menuntunnya berjalan sampai ke meja makan.
"Alex! Darren! Makan dulu," Lyla memanggil anak bungsunya dan juga keponakannya.
Terdengar suara kaki berlarian dan suara tawa dari Alex dan Darren.
"Aku menang!" ucap Darren senang karena berhasil sampai di meja makan lebih dulu dari Alex.
"Kalian berdua kalo sudah ketemu, serasa dunia milik kalian berdua saja." Edo menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Alex dan Darren.
"Kamu makan aja dulu, biar aku suapin Ken lebih dulu."
Sera membiarkan suaminya makan dengan tenang lebih dulu. Sembari menunggu suaminya selesai makan, Sera menyuapi Ken yang juga ikut makan malam.
Sera tertawa kecil dengan kekacauan yang Ken buat selama dia makan. Baju yang dia kenakan sudah penuh dengan noda makanan. Ken tidak kalah serunya makan karena melihat daddynya.
"Kalian nginap kan?" tanya Edo penuh harap.
"Lain kali kami akan nginap om. Soalnya tadi pamitnya cuma main kesini," jawab Dev dengan sopan.
"Oke gak pa-pa. Lain kali harus nginap ya. Biar kita bisa ngobrol lebih banyak," kata Edo kepada Dev.
"Siap om," Dev tersenyum membalas ucapan Edo, kakak dari Papa mertuanya.
Makan malam berakhir, dan Ken sudah tertidur pulas dalam buaian Sera. Karena melihat kondisi Ken demikian, Dev dan Sera kemudian berpamitan pulang.
Seluruh keluarga mengantar mereka sampai depan pintu.
"Jangan nyusahin kakek sama yang lain ya de," ujar Sera mengingatkan adiknya itu.
"Oke kak. Aman terkendali pokoknya," ujar Alex sambil terkekeh.
"Kalo Alex macam-macam segera laporin aja ke Papa ya Om," Sera berpesan kepada omnya apabila Alex melakukan kesalahan.
"Paling om antar ke perempatan sama cewek jadi-jadian di sana," Edo terbahak dengan idenya sendiri.
__ADS_1
"Iihh om..Alex gak laik ya," Alex menggembungkan pipinya.