
Hari keberangkatan Dev, Sera, Ken dan juga Alex ke Indonesia, akhirnya tiba juga. Papa Eric sangat bahagia mendengar kabar gembira itu. Dia sudah lama tidak bertemu cucu-cucunya, termasuk cicitnya.
Bella dan Eric mengantar mereka ke bandara. Mata Ken berbinar, karena batu pertama kalinya dia diajak keluar dari rumah oleh orangtuanya. Ken menepuk bahu Dev berulang kali disertai celotehan tidak jelas Ken.
"Ken senang ya?" Dev memperhatikan wajah putranya sambil tersenyum dalam gendongannya.
Sera juga ikut tersenyum melihat tingkah lucu Ken bersama suaminya. Alex berjalan beriringan dengan kedua orangtuanya di belakang. Alex tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Karena untuk pertama kalinya dia datang ke Indonesia.
"Di sana baik-baik ya..jangan bikin susah nenek atau kakek," Bella berpesan pada putranya sambil mengacak rambut Alex.
"Iya Ma," sahut Alex.
"Jangan sampai lupa sama pelajaran ya..kamu masih tetap daring meskipun di sana," Bella kembali berpesan dan membuat wajah Alex cemberut.
"Iya Ma," sahut Alex dengan wajah ditekuk.
"Awas ya kalo Mama denger laporan dari sana kamu bikin ulah!" untuk kesekian kalinya, Bella kembali memperingatkan Alex dengan pesannya.
"Iya Ma, iya..issshhh Mama kayak apa aja!" Sebel tau," Alex mengerucutkan bibirnya kesal karena pesan yang Bella katakan sepertinya tidak kunjung berhenti.
Eric tergelak karena mendengar pembicaraan anak dan istrinya. Eric sangat tahu bagaimana cerewetnya Bella bila berurusan dengan anak-anaknya.
Bella akan memperhatikan setiap detailnya dan memastikan kedua anaknya itu mengikuti perintahnya.
Beruntungnya, biar Bella cerewet tapi kedua anaknya selalu patuh dengan ucapan istrinya.
"Sayang, udah jangan ganggu rencana liburan Alex. Terlalu banyak pesan nanti Alex malah lupa," Eric merangkul istrinya.
"Kalo gak diingatkan nanti Alex lupa Yang," Bella melihat suaminya sekilas lalu kembali menatap lurus ke depan.
Tangannya juga merangkul putranya posesif. Rasanya Bella tidak rela melepaskan kepergian putranya itu. Ini pertama kalinya Bella akan berjauhan dari Alex dan juga Sera.
Karena biasanya anak-anaknya itu tidak akan pernah bisa pergi kemanapun tanpa dirinya. Kecuali ke sekolah.
"Oh, nenek akan merindukan cucu tampan ini.." Bella membawa Ken duduk dipangkuannya, setelah puas mencium pipi Ken.
Mereka berada di ruang tunggu. Dev datang membawa minuman dan juga roti, yang dibeli di sana. Sambil menunggu, perut juga diisi biar tidak kosong.
"Segera kabari ya kalo kalian sudah sampai di sana," peringat Bella.
"Iya Ma," sahut Dev.
***
Jane dan David begitu bahagia menyambut kedatangan anak, cucu, dan menantunya. Jane memeluk Dev, Sera, dan juga Alex secara bergantian.
Jane mengambil alih Ken dari gendongan Sera dan mencium gemas cucunya. Senyum terus mengembang di wajah Jane karena bisa bertemu kembali dengan Ken.
__ADS_1
Alex dibawa ke rumah David. Menginap barang semalam. David sudah mengirim pesan pada Edo, agar menjemput Alex besok saja di rumahnya.
"Welcome home!" seru Jane pada mereka semua.
Jane mempersilahkan mereka semua masuk ke dalam rumah. Untuk pertama kalinya Sera datang ke rumah mertuanya sejak mereka menikah.
"Ayo sayang, Mommy antar kalian ke kamar. Nah ini kamar untuk Alex ya," Jane membuka pintu kamar untuk Alex dan mempersilahkan Alex untuk masuk.
"Makasih tante," kata Alex dengan sopan dan direspon Jane dengan senyum hangat.
Lalu Jane mengantar cucunya ke kamar putranya, diikuti Sera di belakangnya. Karena Dev sedang bersama Daddynya di ruang tengah.
"Cucu granma tidurnya di kamar Daddy ya," Jane begitu bersemangat mengantar mereka ke kamar masing-masing.
David ikut bahagia melihat istrinya yang begitu bahagia. Selama ini mereka hanya melakukan panggilan video saja, apabila mereka merindukan anak, cucu dan menantu. Tapi hari ini, mereka bisa bertemu langsung.
"Gimana rasanya menikah?" David menatap putranya dengan senyuman penuh arti.
"Enak Dad," jawab Dev santai.
"Enak apanya? Enak karena ada teman tidur atau..." David sengaja memancing putranya dengan kalimat jahilnya.
"Enak semuanya Dad," sahut Dev menatap Daddynya sebentar, lalu terkekeh.
"Anak Daddy sudah dewasa sekali sekarang. Daddy bangga sama kamu," David ikut tertawa dengan tingkah Dev.
"Kualat nih anak ngatain Daddy gitu," David melempar bantal sofa kepada Dev. Tapi ditangkis dengan cepat.
Gelak tawa keduanya terdengar dari lantai atas. Membuat Jane dan Sera saling pandang.
"Ngapain mereka berdua?" Jane keluar kamar dan melihat kelakuan suaminya dan putranya dari atas.
"Gak ada perubahan sama sekali. Meski sudah punya anak sama cucu tetap kelakuan kayak masih anak-anak," Jane menggelengkan kepalanya seraya bergumam dengan kelakuan anak dan suaminya.
Ken sedang tertidur lelap di atas tempat tidur. Ken kelihatan lelah setelah menempuh perjalanan 4 jam Manila-Indonesia.
Jane tersenyum bahagia melihat wajah cucu kesayangannya. Dev kecil tercetak sempurna di wajah Ken.
"Wajahnya persis Dev saat kecil," ucap Jane sembari terus memperhatikan wajah Ken.
"Sera, makasih ya sudah mau jadi menantu Mommy. Mommy sangat bahagia karena keinginan Mommy terwujud," Jane menggenggam tangan kanan Sera ke atas pangkuannya.
"Sejak kamu masih kecil, Mommy sudah menyukai kamu. Sampai Mommy tidak bosannya meminta kamu jadi menantu di rumah ini sama orangtua kamu."
Sera tersenyum dan balas menggenggam tangan Mommy mertuanya, " Sera juga bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga ini. Sera gak pernah nyangka bisa jadi istri Dev," Sera menundukkan kepalanya menyembunyikan wajah meronanya.
"Mommy tau kalian saling mencintai. Jagalah apa yang sudah kalian miliki saat ini. Jangan biarkan ada orang lain yang mengusik kebahagiaan kalian," Jane mengangkat wajah menantunya perlahan, sehingga Jane bisa menatap lekat kedua mata Sera.
__ADS_1
"Kuncinya kalian harus saling percaya," lanjut Jane.
"Iya Mom," sahut Sera lalu masuk ke dalam pelukan Jane.
***
Setelah makan malam, Sera lebih dulu ijin ke kamar untuk menidurkan Ken. Sementara Dev membantu Alex menyelesaikan tugas daringnya. Untung saja dia mengikuti saran mamanya untuk membawa buku-buku pelajarannya.
Sedangkan David dan Jane santai menonton televisi berdua.
"Ken ngantuk banget ya, nak?" Sera mengelus kepala Ken sambil tersenyum.
Ken mengangkat kakinya, sementara mulutnya lagi menikmati asupan bergizi dari tubuh Mommynya. Hingga tak berapa lama, Ken akhirnya tertidur.
Perlahan Sera menarik miliknya dari mulut Ken. Lalu menarik dirinya dari samping Ken.
"Selamat tidur putra tampan Mommy," Sera mengecup pipi dan kening Ken lalu menyelimutinya.
Dev masuk kamar dan hanya mendapati Ken seorang diri. Sempat bingung karena tidak melihat istrinya di kamar. Namun ketika mendengar bunyi air dari dalam kamar mandi, Dev merasa lega.
"Alex mana?" Sera keluar dari kamar mandi sambil mengelap wajahnya dengan handuk.
"Sudah masuk kamar. Belum juga sehari di sini Alex sudah banyak dapat tugas dari gurunya," Dev terkekeh.
"Sudah selesai?" tanya Sera setelah duduk di tepi tempat tidur.
"Sudah dong. Kan ada aku," Dev menaikturunkan alisnya dengan senyum lebarnya.
"Sombongnya Daddy Ken," cibir Sera lalu sesaat kemudian tertawa kecil.
Dev memeluk tubuh Sera dan memberikan kecupan di puncak kepala Sera.
"Gimana rasanya di Indonesia?" tanya Dev dengan membelai rambut istrinya.
"Beda," jawab Sera singkat.
"Beda?" Alis Dev naik satu.
Sera mendongak ke atas sambil memeluk pinggang suaminya.
"Iya beda, karena aku kesini sama kamu dan anak kita. Rasanya gak bisa dibandingkan sama yang lain," Sera menenggelamkan wajahnya di perut Dev.
Karena Dev yang sedang berdiri memeluknya.
"Aku juga. Kita berdua akan membuat kisah kita sendiri bersama anak-anak kita," Dev kembali mengecup puncak kepala Sera.
"Bersama selalu," ucap Sera.
__ADS_1
"Selalu untuk selamanya."