DeRa LoVe

DeRa LoVe
Adik Terbaik


__ADS_3

Sera dan Dev turun bersamaan dari lantai atas sambil bergandengan tangan. Ken berteriak ketika melihat kedua orangtuanya berjalan menghampiri dirinya.


"Det..det..det.." Ken mengangkat kedua tangannya meminta Dev mengangkatnya.


"Udah baikan nih ceritanya?" David melirik putranya sambil terkekeh.


"Oh iya dong, Dad. Cukup selesaikan dengan yang nikmat," bisik Dev diiringi tawanya.


Dev mengambil Ken dari David lalu memangkunya. Bisa Dev lihat wajah terkejut bercampur kesal daddynya.


"Ck, gitu aja bangga," David berdecih ke arah Dev.


"Ya iya dong," ujar Dev sengaja memanasi sang Daddy sambil tersenyum lebar.


Jane membawa minuman dan cemilan untuk mereka nikmati bersama.


"Udah baikan, sayang?" tanya Jane pada menantunya.


"Udah lebih baik Mom," jawab Sera.


"Jelas aja lebih baik kalo servis akhirnya memuaskan," sindir David sambil melirik Dev.


Wajah Sera bersemu merah mendengar ucapan Daddy mertuanya. Tentu saja Sera mengerti maksudnya.


"Ngomong apa sih?" Jane mendelik ke arah suaminya.


"Ayo Dad jangan kalah dong sama aku. Masa jinakin Mommy gak bisa," celetuk Dev sengaja meledek daddynya.


David mendengus karena ledekan putranya.


"Lex, ayo minum tehnya. Kamu kenapa?" Jane menoleh heran karena Alex lebih banyak diam dari biasanya.


"Iy–iya tante. Alex gak pa-pa tante," sahut Alex gugup.


Bagaimana tidak gugup, jika ada sepasang mata di seberang sana yang menatap tajam dirinya. Panas dingin Alex rasakan di sekujur tubuhnya. Padahal cuaca di puncak sejuk.


Tetapi entah kenapa, hawanya mendadak seakan membuat Alex ingin berendam air dingin selama mungkin.


Alex memberanikan dirinya mengangkat kepalanya dan menatap sosok menakutkan di sana. Belum tepat sedetik, Alex kembali menundukkan kepalanya.


Dev terkekeh melihat interaksi istrinya dan adik iparnya. Dev menggelengkan kepalanya sesaat kemudian. Dev berpindah duduk ke samping istrinya.


"Kasian Alex ditatap gitu sama kamu," ujar Dev pelan.


Dev khawatir Alex akan jatuh pingsan karena tatapan maut istrinya. Sungguh menakutkan sekali jika istrinya sedang marah.


Dev menggenggam tangan istrinya. "Ngomong baik-baik sama Alex. Aku yakin dia punya alasan kenapa ngelakuin ini. Jangan marah berlebih, kasian dia."


Ucapan Dev membuat rasa iba muncul di hati Sera pada adiknya. Sera sudah ingin mengamuk karena ulah konyol adiknya itu. Sera pikir itu sungguhan, namun ternyata semua ulah Alex.


Sera sendiri tidak tahu apa alasan Alex melakukannya semua itu. Sera harap Alex bisa memberikan alasan yang masuk akal, sehingga dirinya tidak mengamuk untuk menghajar Alex.

__ADS_1


"Kalian kenapa?" Jane menatap Sera dan Alex bergantian.


"Ada masalah?" tanya Jane lagi.


"Mom, Dad, Sera mau bicara sama Alex dulu ya," Jane menganggukkan kepalanya sambil menatap heran menantunya.


Tatapan Jane kemudian beralih pada putranya, yang ditanggapi Dev dengan mengangkat kedua bahunya.


"Lex, ikut Kakak!"


Sera menarik tangan adiknya dan membawanya menuju halaman belakang. Alex tidak membantah perkataan kakaknya.


***


Alex berdiri tepat di belakang Sera dengan kepala menunduk. Sera berbalik dan berdecak melihat Alex yang takut padanya.


"Lex, angkat kepalamu!" ujar Sera tegas.


Alex menghela nafasnya dan mengangkat kepalanya.


"Jujur sama Kakak, bener kamu yang punya ide bilang kak Dev tenggelam?"


Alex mengangguk tanpa suara. Matanya berpendar sana sini, asalkan tidak bertemu mata kakaknya.


"Jawab kakak Lex! Jangan diam gitu!"


"Ma–maaf Kak. Alex yang salah," cicit Alex dengan kedua tangannya saling bertautan.


Alex menggelengkan kepalanya.


"Jawab kakak Lex!"


"Gak tau kak," jawab Alex pelan.


"Andai kata Kakak sampai kenapa-kenapa karena ulah kamu tadi, gimana? Kamu mikir gak sampai kesana? Kamu mau bilang apa nanti sama Mama dan Papa?"


Sera berdiri tegak dihadapan adiknya yang masih menundukkan kepalanya.


Alex kembali menggelengkan kepalanya. Benar, dia tidak kepikiran sampai kesana. Yang Alex pikirkan adalah apabila Sera mendengar berita buruk tentang Dev, maka Sera akan melupakan kemarahannya dan memaafkan Dev.


Alex tidak pernah terpikir kalau akibat ulahnya bisa menimbulkan masalah baru untuk kakaknya.


"Alex gak bermaksud seperti itu Kak. Alex minta maaf," kata Alex dengan rasa bersalahnya.


"Mudah untuk minta maaf Lex. Kalo sampai kejadian gimana? Kamu mikir sampai kesana gak??!!"


Tiba-tiba saja emosi Sera kembali naik. Bahkan Alex sampai terlonjak karena bentakan Sera.


Alex memberanikan dirinya menatap kakaknya yang sedang marah padanya.


"INI MEMANG KESALAHAN ALEX. ALEX NGELAKUIN INI BUKAN KARENA ISENG, TAPI KARENA SAYANG SAMA KAKAK. ALEX AKUI, ALEX YANG MINTA MAMA UNTUK BILANG PERGI KE PARIS SUPAYA KAKAK GAK PERGI NINGGALIN KAK DEV BALIK KE MANILA. ALEX AKUI, ALEX YANG PUNYA IDE BILANG KAK DEV TENGGELAM. ALEX AKUI SEMUA ITU!!"

__ADS_1


Alex sudah tidak bisa lagi menerima kemarahan Sera padanya. Alex terpancing dengan emosi Sera padanya.


"TAPI SEMUA ITU ALEX LAKUIN KARENA ALEX SAYANG SAMA KAK SERA!!" ucap Alex dengan berapi-api. Bahkan matanya pun sudah berkaca-kaca karena gejolak emosi dalam dirinya.


Sera terkejut mendengar pengakuan adiknya. Terutama tentang orangtuanya yang ikut bersandiwara padanya.


"Apa maksud kamu, Lex? Mama Papa tahu tentang pertengkaran kami?" Sera menatap lekat adiknya.


"Ya. Alex cerita semua sama Mama dan Papa," jawab Alex tanpa ragu.


"Tapi untuk apa? Itu masalah kakak sama Dev. Mama dan Papa gak perlu tahu," Sera mengacak rambutnya merasa menjadi beban untuk orangtuanya.


"Mereka perlu tahu kalo putrinya ingin pulang tanpa suami. Mereka perlu tahu kalo masalah kakak bukan masalah sepele!" Alex berkata dengan tegas.


"Ya tapi, itu kan masalah rumah tangga kakak, Lex. Kalian gak perlu ikut campur!" Sera menjadi kesal sekarang.


"Lalu Alex harus membiarkan perempuan yang bernama Risa itu merusak rumah tangga kakak? Iya?"


Sera terperanjat ketika Alex mengetahui tentang siapa Risa.


"Dari mana kamu tau, Lex?" tanya Sera sambil menatap Alex tidak percaya.


"Kak Dev sendiri yang cerita. Kak Dev sangat mencintai Kak Sera. Karena itulah Alex sampai melakukan ini. Alex gak mau pernikahan kakak hancur karena orang ketiga. Alex gak akan biarin itu terjadi," ucap Alex sambil menundukkan kepalanya lagi.


Mata Sera berkaca-kaca karena terharu mendengar perkataan adiknya. Sungguh Sera tidak menyangka jika Alex begitu peduli padanya dan juga pernikahan.


Sera mendekati adiknya dan seketika memeluk Alex dengan erat.


"Maafkan Kakak, Lex. Kakak terlalu egois sama perasaan kakak, sampai gak menyadari kalo ada orang lain yang begitu peduli dengan perasaan kakak. Dan orang itu adalah adik kakak sendiri."


Sera terisak sambil memeluk adiknya. Alex juga membalas pelukan kakaknya.


"Alex gak mau sampai Ken kehilangan daddynya. Alex gak mau melihat kakak dan keponakan Alex bersedih," ucap Alex dengan suara bergetar. Alex juga menangis dalam pelukan Sera.


"Makasih ya Lex," ucap Sera lembut.


Sera melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan adiknya.


"Kamu adik terbaik buat kakak," ucap Sera tulus.


"Memangnya ada adik kak Sera, selain aku?" Alex mengerucutkan bibirnya.


Sera tertawa mendengar penuturan Alex. "Cuma kamu adikku satu-satunya, gak ada yang lain."


Alex tersenyum karena bisa melihat tawa Sera kembali.


"Kakak, gak usah khawatir. Alex akan kasih pelajaran si Risa kalo berani deketin Kak Dev lagi," Alex mengepalkan tangannya ke atas.


"Ya, ya..kakak percaya sama kamu," ujar Sera sembari merangkul adiknya.


"Akhirnya," ujar Dev yang berdiri di ambang pintu, sembari tersenyum melihat hubungan Sera dan Alex sudah kembali membaik.

__ADS_1


__ADS_2