
Kedatangan kembali Dev, Sera, Ken dan juga Alex ke Manila, disambut gembira oleh Eric dan Bella. Bella memasak menu favorit untuk anak-anak dan menantunya.
Gelak tawa Ken seakan tidak ada habisnya ketika bertemu sang Kakek. Saking rindunya walau hanya ditinggal beberapa minggu, tetapi Eric merasa seperti ditinggal cucunya selama bertahun-tahun.
Karena itulah Ken terus ada bersamanya. Bahkan ketika makan pun, Eric menyuapi cucunya. Bella pun membiarkan saja kebersamaan suaminya dengan Ken.
"Biar nanti Papa yang mandikan," ujar Eric ketika Sera ingin membawa Ken ke kamar untuk mandi.
"Tapi Pa–"
"Udah biarin aja. Papa kamu pengen melepas rindu sama Ken. Tiap hari yang diomongin Ken terus," sahut Bella sambil terkekeh.
"Memangnya kamu gak kangen sama Ken," cibir Eric kepada istrinya.
"Ya kangen lah. Masa gak kangen sama cucu sendiri," Bella balas mencibir suaminya.
Dan apa yang dilakukan oleh Bella dan Eric mengundang tawa Sera dan Dev. Dev merangkul istrinya lalu memberi kecupan hangat di kepalanya. Sera membalasnya dengan memeluk pinggang Dev.
"Senang rasanya bisa kembali ke rumah lagi," kata Sera tanpa melepas pandangannya pada kedua orangtuanya dan juga Ken.
"Memangnya kamu gak senang kemarin di Indonesia?" Dev mengernyit.
Sera menghela nafasnya dan mendongak menatap wajah Dev sebentar, lalu kembali pada pandangan awalnya.
"Senang. Tapi perempuan itu merusak kesenanganku," ucap Sera dengan nada tidak sukanya.
Selama di Indonesia kemarin, harusnya dia menikmati masa liburannya bersama keluarganya dengan penuh kenyamanan tanpa ada gangguan apapun. Tetapi kehadiran Risa merusak segalanya.
Bahkan hubungannya bersama Dev sempat merenggang karena ulah perempuan tidak tahu diri itu.
Seandainya Sera tidak menjaga harkat dan martabatnya sebagai seorang anak Eric Raharsya dan Bella Cintia, atau menantu dari seorang David Antonio, yang jelas dikenal oleh publik, khususnya sebagai seorang istri Dev, Sera tidak akan segan menghajar Risa habis-habisan.
Tetapi Sera bukan wanita bar-bar. Dia wanita yang memiliki karir cemerlang dan wanita yang menjunjung tinggi apa itu nilai kesopanan. Sera tahu bagaimana menempatkan dirinya dengan baik.
Pendidikan karakter itu dia dapatkan langsung dari mamanya sendiri. Yang mengajarinya bagaimana jadi wanita mandiri dan tidak bergantung pada pria.
Memiliki sifat introvert, membuat Sera belajar bagaimana menjadi wanita terhormat di depan publik. Terutama di depan keluarganya.
"Maaf," ucap Dev dengan menyesal.
__ADS_1
Dev sendiri tidak menyangka jika perempuan yang disangkanya baik, ternyata berniat ingin merusak rumah tangganya.
Dev pikir, Risa hanya membual saja. Siapa sangka jika Risa benar-benar menginginkannya lebih dari sekedar teman.
Tentu saja dia tidak akan mengkhianati istrinya. Apalagi dalam ajaran agamanya tidak membenarkan untuk berselingkuh. Bercerai pun sangat tidak dibenarkan.
Lebih baik dia menghilang dari dunia ini, jika sampai hal itu terjadi dalam hidupnya. Karena Sera adalah hidupnya. Jadi bagaimana mungkin otak warasnya merusak hidupnya sendiri.
Mendapatkan Sera bukan perkara hal yang mudah. Dia harus berjuang keras untuk mendapatkan cinta Sera. Dan setelah dia mendapatkannya, dia harus menjaganya, bukan menyia-nyiakannya.
Apalagi ada Ken di antara mereka, yang menambah kebahagiaan cinta dalam rumah tangga mereka berdua.
***
Sera terbangun dari tidurnya. Sera tidak menemukan Dev, begitu juga Ken. Sera melirik jam dindingnya yang menunjukkan waktu setengah 5 sore.
Sera turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci wajahnya. Sambil mengikat rambutnya Sera keluar kamar dan menuruni tangga perlahan.
Matanya berpendar mencari keberadaan orang rumah. Namun tidak ada satupun dia temukan. Sera mengernyit dan berjalan menuju dapur. Membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral dingin dari sana.
Saat minum, telinga Sera menangkap suara yang tidak asing di telinganya. Kepalanya bergerak sambil menajamkan indera pendengarannya.
Sera melangkahkan kakinya dengan tersenyum lebar.
"Mooomm!" seru Ken nyaring saat matanya menangkap keberadaan Sera.
Semua mata menoleh ke arah Sera. Sera merentangkan tangannya dan merendahkan dirinya ketika Ken berlari dan menghambur ke dalam pelukannya.
Ciuman bertubi-tubi Sera berikan di wajah gembul Ken.
Sera menggendong tubuh gendut Ken dan duduk di samping mamanya.
"Sudah enakan?" tanya Bella pada putrinya.
"Sudah Ma. Rasanya tadi badan Sera seperti ngangkut barang berat saja, saking capeknya."
Sera dan Bella memperhatikan kegiatan papanya, suaminya, dan juga adiknya yang bermain bola ala-ala keluarga mereka sendiri.
Ken turun dari pangkuan Sera dan berlari dengan sangat menggemaskan ke arah tiga pria di sana.
__ADS_1
"Sayang, hati-hati nak.." ujar Sera.
Ken hanya menoleh sebentar ke arah Sera lalu tersenyum lebar dan kembali berlari.
"Mama senang melihat Ken seperti ini. Mama senang kita bisa berkumpul lagi," ucap Bella penuh haru.
Bella menggenggam tangan mamanya sambil tersenyum dan berkata, "Sera juga senang Ma. Gak sedetik pun Sera melupakan Mama dan Papa selama di sana."
"Mom Jane sudah cerita semuanya sama Mama apa yang terjadi di sana. Kamu gak pa-pa?"
Sera menggelengkan kepalanya. "Sera gak pa-pa Ma."
"Dev sangat mencintai kamu. Mama yakin Dev gak akan berpaling dari kamu karena perempuan lain. Kalo sampai itu terjadi, percaya sama Mama, tubuh Dev gak akan utuh lagi."
"Apanya gak akan utuh lagi?" Eric datang dengan peluh membanjiri tubuhnya. Bahkan baju kaos yang dia kenakan juga terlihat basah karena keringat.
"Rahasia perempuan," jawab Bella.
"Main rahasia nih ceritanya," goda Eric sambil mengelap keringatnya.
"Gak usah kepo deh. Sana lanjut main," usir Bella dengan mengibas tangannya. Sera terkekeh melihat ulah mamanya.
"Main yang mana? Yang semalam? Ayo dah," Eric sengaja menarik tangan Bella sambil mengedipkan matanya sebelah.
Refleks Bella memukul bahu suaminya dan mencebik.
"Sudah punya cucu juga, gak ada malunya," ujar Bella dan mendorong suaminya agar menjauh darinya.
Eric dan Sera tertawa bersamaan. Sungguh Sera merindukan suasana seperti ini. Dan bahagianya dia bisa kembali merasakan suasana di mana melihat dan mendengar debat konyol kedua orangtuanya.
Melihat kemesraan mertuanya juga saat itu membuat Sera rindu dengan kemesraan kedua orangtuanya.
Sera begitu salut dengan ketiga sahabat papanya yang memiliki sifat sama terhadap pasangan dan anak-anak mereka. Meski Sera tidak terlalu dekat, tetapi dari cerita yang dia dengar, mereka adalah para pria yang sangat setia dan mencintai istrinya. Termasuk papanya.
Dan kesetiaan mereka menurun pada setiap anak-anak mereka. Setidaknya itu yang Sera dengar dari mulut kedua orangtuanya dan juga mertuanya.
Sera pun berharap kesetiaan Dev juga demikian terhadapnya untuk selamanya.
Setelah terusir, Eric kembali bermain bola dengan Dev dan Alex. Tentunya Ken juga. Ken begitu riang bermain bola bersama tiga pria dewasa itu.
__ADS_1
Weekend benar-benar mereka manfaatkan dengan quality time sesungguhnya. Hanya menghabiskan waktu bersama keluarga.