
Seorang perempuan yang begitu cekatan dalam pekerjaannya, seakan tak lelah dia terus semangat dalam bekerja. Melihat bagaimana cakapnya dia bekerja, hanya dalam beberapa bulan saja dia sudah naik jabatan.
Dia dipercayakan untuk menjadi seorang sales manager di perusahaan tersebut. Banyak gosip miring tentang dirinya karena memperoleh jabatan tersebut dalam waktu yang sangat singkat. Dari menyogok sampai tidur dengan atasan.
Seolah tuli, dia tidak pernah menanggapi apapun yang orang pikirkan tentangnya. Karena dirinya punya tujuan yang harus dicapainya. Dia harus bisa jadi orang sukses dan kaya. Agar dia bisa meraih semua mimpinya dan bisa bersama dengan pria yang dicintainya.
"Mbak Risa, 10 menit lagi kita rapat."
"Oke," sahutnya.
Dialah Risa, teman SMA Dev, dan juga yang secara terang-terangan menyatakan cintanya pada Dev. Padahal dirinya sudah mengetahui jika Dev sudah memiliki anak dan istri.
Karena obsesinya terhadap Dev, hingga dirinya bisa berada di posisi sekarang ini. Risa berpikir, dengan dirinya menjadi kaya dan sukses, Dev akan berpaling padanya dan tertarik padanya.
Semuanya hanya karena Dev. Risa melakukannya hanya demi mendapatkan Dev. Risa tidak peduli status Dev saat ini. Karena yang Risa inginkan hanya Dev, hanya bersama Dev saja.
Kebahagiaannya hanya bersama Dev. Dunia Risa hanya berputar pada Dev seorang, tidak ada yang lain. Bahkan Risa sudah menolak beberapa pria yang menyatakan rasa suka padanya.
Risa hanya mencintai Dev. Cintanya hanya untuk Dev, tidak untuk pria lain. Risa akan lakukan apapun demi mendapatkan cinta Dev.
Risa tersenyum saat mengusap layar ponselnya. Dia merindukan foto pria yang ada di sana. Foto yang dia ambil secara diam-diam saat Dev datang berkunjung ke cafe saat itu. Saat di mana Risa belum mengetahui jika Dev telah menikah.
Setelah rapat usai, langkah Risa disejajarkan oleh seseorang di sampingnya. Risa tersenyum pada pria muda yang mengiring langkahnya.
"Apa kamu punya acara nanti malam?" tanyanya pada Risa.
Risa menaikkan alisnya dan berkata, "ada. Rebahan di kasur empuk ku," jawab Risa dengan mengangkat kedua bahunya.
Pria tersebut terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. "Aku hanya ingin mengajakmu makan malam," katanya.
Risa tiba-tiba menghentikan langkahnya. Begitu juga pria itu. Risa memiringkan sedikit tubuhnya lalu melihat ke arah pria itu.
"Apa kamu ingin mengajakku kencan?" tanya Risa dengan senyum miringnya.
"Bisa dikatakan begitu. Kalo kamu gak keberatan, aku akan menjemputmu jam 7 nanti malam."
Pria itu sangat berharap Risa akan menerima ajakannya kali ini. Sudah lama dirinya menaruh hati pada Risa sejak pertama kali bekerja.
Awalnya dia tidak menerima karyawan baru lagi. Tetapi sahabatnya yang meminta tolong untuk menempatkan perempuan itu di mana saja. Asalkan dia bisa bekerja. Sahabatnya yang tidak lain adalah Dev, menceritakan kondisi Risa yang sangat membutuhkan pekerjaan demi keluarganya, membuat dirinya merasa iba dan setuju pada permintaan Dev.
Melihat pencapaian Risa hingga dititik ini membuatnya bangga. Hanya saja Risa sangat sulit untuk didekati. Kali ini adalah kali ketiga dia mengajak Risa untuk keluar bersamanya. Dia berharap ajakannya kali ini tidak mendapat penolakan seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Apa yang akan aku dapatkan jika aku menerimanya? Kamu tahu kan aku orangnya seperti apa," ujar Risa sambil melipat tangannya di dada.
"Anything."
"Oke deal," ucap Risa dengan gaya angkuhnya. Sesaat kemudian Risa pergi meninggalkannya begitu saja.
"Yes!" serunya dengan senang.
Risa masih bisa mendengarnya. Hanya senyum miring yang tercetak di wajahnya. Ini hanya makan malam biasa. Jadi tidak masalah baginya. Asalkan tujuan utamanya tercapai.
***
"Kayaknya anak Mami lagi seneng nih," goda sang Ibu saat melihat penampilan rapi sang putra.
"Aldo mau makan malam di luar Mi," ucapnya sambil merapikan kemejanya.
Ya, pria yang mengajak Risa makan malam itu bernama Aldo. Dia adalah putra tunggal pemilik perusahaan di mana Risa bekerja. Aldo merupakan CEO muda di sana.
Sejak tamat SMA dia langsung terjun ke perusahaan untuk membantu ayahnya. Karena kemampuannya, Aldo sudah sering mendapatkan penghargaan sebagai CEO muda yang berbakat.
Aldo bersahabat dengan Dev sejak mereka masih SD. Boleh dikatakan Aldo adalah teman masa kecil Dev. Mereka berdua satu sekolah di SD dan SMP. Saat SMA mereka memilih sekolah yang berbeda.
Tetapi meski berbeda, persahabatan mereka tetap terjalin hingga saat ini. Aldo sering curhat tentang perempuan yang disukainya pada Dev, tanpa mengatakan siapa orangnya.
Andai Dev tahu jika perempuan yang Aldo sukai itu adalah Risa, Dev pasti akan menasihati Aldo untuk menjauhi Risa. Sayangnya, Dev tidak mengetahuinya sama sekali.
"Sama cewek mana?" Alis sang Ibu naik.
"Nanti akan Aldo kenalin buat Mami sama Papi. Aldo berangkat dulu," Aldo mencium kedua pipi ibunya sebelum pergi.
Aldo tiba di kediaman Risa tepat pukul 7 malam. Aldo sempat tertegun melihat penampilan Risa malam ini. Meski terkesan sederhana gaun yang Risa kenakan, namun di mata Aldo, Risa terlihat sangat cantik.
"Jadi berangkat gak?" Risa melambaikan tangannya di depan wajah Aldo.
Seketika Aldo terkejut dan menjadi salah tingkah. "Ah, ayo!" Ujar Aldo dengan mempersilahkan Risa masuk ke dalam mobilnya.
Setelah memastikan Risa duduk nyaman, Aldo mengitari mobilnya lalu masuk ke dalamnya. Sambil tersenyum bahagia, Aldo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju restoran yang sudah dipesannya.
Kedatangan Aldo dan Risa disambut hangat oleh pelayan restoran. Mereka berdua diantar menuju meja yang sudah Aldo booking sejak siang tadi.
Aldo menarik kursi dan mempersilahkan Risa untuk duduk. Kemudian Aldo duduk di seberangnya.
__ADS_1
"Mau pesan apa?" tanya Aldo lembut.
"Samain aja sama kamu," jawab Risa.
Sebenarnya Risa termasuk orang yang pemilih dalam soal makanan. Karena dia tahu Aldo tidak mungkin memilih makanan yang murah, karena itu Risa sengaja mengatakan menunya di samakan saja seperti yang Aldo pesan.
Aldo tidak bosannya menatap wajah cantik Risa. Entah apa yang membuat Aldo bisa jatuh hati pada perempuan angkuh seperti Risa. Dirinya juga bingung sendiri. Yang Aldo tahu dia menyukai Risa meski sifatnya sangat berbeda jauh dari kecantikan yang dimilikinya.
Aldo tidak akan menyerah untuk mendapat hati Risa. Dia akan lakukan apapun agar Risa bisa jatuh cinta padanya.
Risa sadar sejak tadi Aldo terus menatapnya. Risa juga tahu bagaimana perasaan Aldo padanya. Tetapi di hati Risa hanya ada satu nama yaitu Dev. Tidak ada nama lain di hatinya.
Awalnya Risa pikir dia akan mendekati Dev dengan cara yang lain. Namun setelah mengetahui jika Aldo dan Dev bersahabat. Maka dengan cara mendekati Aldo, akan memudahkan dirinya untuk mendapatkan Dev.
Risa tersenyum miring melihat bagaimana cara Aldo menatapnya.
"Kenapa dari tadi liatin aku terus? Ada yang aneh ya?" tanya Risa berpura-pura salah tingkah.
"Kamu cantik malam ini," ucap Aldo dengan jujur.
"Aku tahu," kata Risa.
Aldo terkekeh. Sungguh sifat perempuan di depannya ini tidak bisa ditebak sama sekali. Sifat yang angkuh tapi sekaligus menarik perhatiannya.
"Jadi apa yang kamu inginkan? Sebagai imbalan karena sudah mau menemani makan malam," Aldo memberikan tawarannya.
"Aku ingin bertemu Dev," jawab Risa tanpa basa basi.
"Dev?" alis Aldo naik.
"Maksud kamu Dev sahabatku?" tanya Aldo memastikan dugaannya.
"Yup! Kamu benar sekali. Aku ingin bertemu dengannya secepatnya."
"Tapi kan dia gak ada di sini."
"Terserah dia ada di mana. Yang terpenting aku bisa bertemu dengannya," ucap Risa serius.
"Kamu tahu kan Dev sudah–"
"Aku tahu. Dan aku gak peduli."
__ADS_1
"Apa?" Aldo terperangah dan seketika kalimatnya seakan tertahan di tenggorokannya, sulit untuk diucapkan.