DeRa LoVe

DeRa LoVe
Wanita Gila


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, Ken membawa keseruan untuk Dev sekeluarga. Rasa mengantuk hilang hanya dengan mendengar ocehan dan teriakan Ken di dalam mobil.


Ken paling senang bila granpanya mengajak bernyanyi. Dengan gembira Ken ikut bernyanyi dengan teriakannya sambil bertepuk tangan.


Sebentar berada di pangkuan Sera, sebentar kemudian Ken bersama Alex. Bosan dengan Alex, Ken akan meminta duduk di pangkuan Grandpa atau grandmanya.


Karena tahu kalau daddynya yang menyetir, Ken tidak mengganggunya. Anak pintar.


"Mooom..nen.." rengek Ken. Merasa sudah bosan bersama granpanya, Ken menoleh ke belakang ke arah Sera.


David mencium gemas cucunya sebelum menyerahkan Ken kepada menantunya. Ken segera mengalungkan kedua tangannya di leher Sera dan memeluknya erat.


"Loh, katanya Ken mau nen.. kok peluk Mom gini," Sera menggelitik pelan pinggang putranya.


"Sengaja dia nih," celetuk Jane melihat kelucuan Ken.


"Lex, tolong ambilin selimut Ken dari dalam tas biru," pinta Sera pada adiknya.


Alex segera mengambilnya dan memberikan pada kakaknya. Kemudian Alex melanjutkan kembali bermain game di ponselnya.


"Ken ngantuk kayaknya, Yang. Kecapean dia dari tadi mondar mandir," Dev terkekeh.


"Iya ini mau nyusuin Ken dulu," ujar Sera sembari mendudukkan Ken di pangkuannya.


"Keringatnya cucu Granma ya," Jane mengusap keringat Ken yang membasahi dahinya. Rambut Ken juga basah karena keringat.


"Kita ganti baju dulu ya sayang," ujar Sera sambil menciumi pipi Ken.


Sera melepaskan seluruh pakaian Ken, hingga yang tersisa hanya popoknya saja. Setelah mengelap bersih tubuh Ken dengan tisu basah, Sera menggosok minyak telon di punggung dan juga perut Ken. Tak lupa bedak tabur juga.


Ken sudah terlihat segar setelah pakaiannya diganti. Dan sekarang Ken siap untuk mengisi kembali energinya.


"Nen.." ujar Ken, dengan membenamkan wajahnya di dada Sera.


Tangan mungil Ken juga menggosok-gosok matanya karena mengantuk. Dengan lembut Sera membaringkan Ken di pangkuannya, sembari mengusap lembut kepala Ken.


Tangan mungil Ken menggapai wajah Sera. Karena gemas, Sera memasukkan jemari Ken ke dalam mulutnya berpura-pura menggigitnya. Ken tersenyum lebar.


Hanya butuh waktu sepuluh menit, Ken sudah terlelap.


Jane membantu menantunya, menyelimuti Ken dan juga menaruh bantal di sisi kanan Sera. Agar Sera bisa menyandarkan kepalanya dengan nyaman.


"Akhirnya jagoan kita tidur," celetuk David sambil terkekeh.


"Mana sanggup jagoan perang terus. Harus ada istirahat juga biar ada tenaga," Jane menimpali.

__ADS_1


Ya, si Jagoan Ken butuh istirahat biara ada tenaga baru buat mengalahkan musuh saat bangun tidur nanti.


Satu jam kemudian, Dev menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kenapa? capek?" tanya David kepada putranya.


"Iya. Daddy lagi yang nyetir ya," pinta Dev.


David dan Dev turun bersamaan dari mobil. Tetapi bukannya membuka pintu bagian penumpang depan, Dev malah membuka pintu di samping Jane.


"Kenapa gak di depan?" Jane menatap heran putranya.


"Mommy aja yang di depan temani Daddy. Dev mau bantuin Sera mangku Ken," Dev menunjuk Sera dan Ken kepada mommynya.


Dev takut Ken terjatuh dari pangkuan Sera, karena sama-sama tertidur. Tahu sendiri bagaimana tidurnya Sera. Oleh sebab itu, Dev yang akan memangku Ken dan membiarkan Sera tidur nyenyak.


Sungguh suami yang perhatian sekali.


"Ya udah kalo gitu," Jane turun dari mobil dan kembali masuk ke bagian depan.


Dev mengambil alih Ken dari Sera dengan sangat hati-hati. "Kamu lanjutin aja tidurnya. Ken biar sama aku," ucap Dev pelan. Takut membangunkan Ken.


Sera hanya mengangguk lemah, karena dirinya juga sangat mengantuk. Tangan Sera juga serasa kebas karena memangku Ken dalam waktu yang lama.


"Sssttt.." Dev menenangkan Ken yang merengek kecil karena tidurnya terganggu.


Dev lelah sebenarnya. Tetapi dia mengalah untuk menjaga anak dan istrinya. Masih dua jam lagi, bahkan mungkin lebih jika macet melanda untuk sampai tiba di rumah.


***


Tiba di rumah, Dev keluar dari mobil sambil menggendong putranya. Dev menyerahkan Ken kepada Jane. Agar bisa membantu David dan Alex mengangkat semua barang dari bagasi mobil.


Setelah semua berhasil dibawa masuk ke dalam rumah, tugas terakhir Dev adalah mengangkat Sera dari mobil.


Sudah tahukan bagaimana tidurnya Sera jika dalam perjalanan? Dan itu sudah rutinitas Dev jika melakukan perjalanan jauh bersama istrinya.


Beruntung saat naik pesawat, istrinya tidak demikian. Jika tidak, maka akan sangat merepotkan bagi Dev. Mengurus anak dan istrinya sekaligus.


Dengan mudahnya Dev mengangkat tubuh mungil istrinya.


"Lihat Mommy Ken masih kebo," ujar Jane sambil terkekeh.


Ken mengerjapkan mata mungilnya saat melihat sang Daddy menggendong mommynya, melewati dia dan granmanya.


Dev terkekeh melihat muka masam Ken yang merasa diabaikan. Dev membuka pintu kamar dengan hati-hati agar kepala istrinya tidak mengenai pintu.

__ADS_1


Dev membaringkan Sera perlahan di ranjang. Melepaskan sepatu dan juga jaket Sera, tanpa mengganggu tidur istrinya.


Sebelum beranjak pergi, Dev menatap lekat wajah istrinya yang masih terlelap. Dev mengusap lembut puncak kepala istrinya.


"Semakin hari aku semakin mencintai kamu. Dan akan tetap seperti itu untuk selamanya," ucap Dev setengah berbisik.


Dev menyelimuti istrinya dan meninggalkan satu kecupan hangat di kening Sera, sebelum beranjak meninggalkan kamar.


"Sera masih tidur?" tanya Jane saat melihat Dev menuruni tangga dan ikut bergabung bersama mereka di ruang keluarga.


"Masih Mom. Sera kalo udah tidur, sekalipun dilempar ke sungai kayaknya gak bakal sadar," Dev terbahak.


"Husss!! Kamu ini ngomongnya gitu sama istri sendiri," tegur Jane.


Ya, Jane sangat menyayangi menantunya itu. Sedikit saja menantunya dibuat sakit oleh Dev, omelan panjang pasti Dev akan terima dari mommynya.


Bahkan tak jarang ancaman Dev tidur sendiri selalu terlontar dari mulut Jane. Dan ancaman Jane itu tidak pernah main-main. Daddynya sendiri sudah pernah merasakan yang namanya tidur di kamar lain.


Masih mending kalau tidak dapat jatah tapi masih bisa tidur bersama. Tetapi jika tidak mendapat jatah ditambah tidak tidur bersama, bukankah itu kiamat buat hidup David.


Belajar dari pengalaman pahit hidup sang Daddy, Dev lebih baik menurut saja pada Mommy cantiknya itu. Daripada harus tidur terpisah dari Sera.


Kadang Dev bertanya dalam hati, sebenarnya yang anak kandung itu dia atau Sera? Tetapi kembali pada kenyataannya, Dev tahu kenapa mommynya begitu menyayangi Sera.


Karena Jane sejak dulu ingin punya anak perempuan setelah memiliki Dev. Tetapi karena kondisi Jane tidak mungkin hamil lagi, itulah yang membuat Dev menjadi satu-satunya anak dalam pernikahan David dan Jane.


"Hehehe..canda aja Mom," Dev terkekeh lalu merebahkan dirinya di sofa.


"Jadi kapan kalian balik ke Manila?" David angkat bicara.


"Besok siang Dad. Malam ini, Dev sama Sera mau sempetin ke rumah Kakek Nenek Sera dulu sebelum balik. Udah janji juga sama om Edo," jawab Dev tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponsel yang dipegangnya.


"Besok pagi, Ron dan teman-temannya yang lain juga kesini. Mereka pengen ketemu Ken," tambah Dev.


David mengangguk lalu kembali kepada kegiatan awalnya. Yaitu, memejamkan matanya kembali. Kakinya dan Dev saling bertemu. Karena posisi mereka berbaring di sofa yang sama.


Untung saja sofa itu panjang dan bisa menampung ayah dan anak itu.


Dev mulai terlelap ketika ponselnya bergetar dan bunyi pesan yang masuk. Dengan malas Dev membuka pesan tersebut.


Dev terperanjat dan merubah posisinya menjadi duduk saat membaca pesan tersebut.


0821xxxxxx


Aku gak akan nyerah buat dapetin kamu Dev!

__ADS_1


"Wanita Gila!!!" Pekik Dev.


__ADS_2