
Dev membaringkan tubuhnya di sebelah Sera,setelah selesai dengan tugas kuliahnya. Tubuh lelahnya terasa nyaman saat berbaring.
Dev menatap wajah istrinya yang sedang tertidur lelap, lalu memberikan kecupan hangat di kening istrinya. Sera menggeliat sedikit karena merasa terganggu tidurnya. Dengan mata yang berat, Sera membuka matanya sebentar lalu terpejam kembali.
"Sudah selesai?" Sera bicara dalam keadaan mata terpejam.
"Sudah," Dev menarik tubuh Sera masuk dalam pelukannya yang hangat.
Sera merapatkan wajahnya di dada Dev dan melingkarkan tangannya memeluk pinggang suaminya.
"Aku bakal ke Indonesia minggu depan. Ada sedikit urusan sama Cafe, yang mengharuskan aku datang. Kamu mau ikut?" Dev mengusap surai hitam istrinya dengan lembut.
"Emang gak pa-pa aku ikut? Terus Ken gimana?" tangan Sera membuka satu kancing bagian atas piyama Dev
"Ken juga kita ajak. Mommy sama Daddy sudah lama gak ketemu Ken."
"Terserah kamu aja. Yang penting kamu selalu ada sama aku dan Ken." Jemari lentik Sera menyentuh dada suaminya dan memainkan jari telunjuknya di sana.
Tubuh Dev mulai meremang sejak Sera membuka kancing piyamanya tadi. Gerakan pelan Sera membangkitkan sesuatu di bawah sana.
Dev mengecup puncak kepala Sera berkali-kali. "Aku akan ijin lebih dulu sama Mama dan Papa," Dev kembali membelai lembut rambut istrinya.
Sera mengangguk pelan dan memberi kecupan di dada suaminya lembut. Kebetulan piyama yang dipakai Dev kancing atasnya terbuka.
"Yang, kamu ngapain cium di sana?" Dev sedikit melonggarkan pelukannya dan menatap wajah istrinya yang masih tertidur terpejam.
Dev rasanya sudah tidak mampu lagi menahan hasratnya yang sejak tadi sudah tergoda, karena ulah istrinya.
"Emang gak boleh?" Sera mengerucutkan bibirnya tanpa membuka matanya.
Dev terkekeh dan memberikan kecupan di bibir istrinya yang begitu menggemaskan.
"Kalau ada yang bangun gimana?" Dev mengusap bibir Sera dengan jempolnya untuk menggoda Sera.
"Kalau bangun, suruh tidur lagi." Sera kembali menggoda suaminya dengan kecupan kecil di dada Dev.
"Tapi dia gak bakal tidur gitu aja Yang, kalo gak di tidurin dengan manja."
"Manja gimana?" Seketika mata Sera terbuka lebar menatap suami mesumnya ini.
Sera sangat paham sekali kemana arah pembicaraan suaminya ini. Tapi Sera pura-pura tidak mengerti, dengan sengaja Sera menggerutu kesal pada suaminya.
Dengan cepat Dev menyatukan bibir mereka dengan lembut. Bibirnya menyapu setiap inci bibir milik Sera, sembari tangannya menyentuh sesuatu yang kenyal milik istrinya di bagian depan.
Meskipun berpura-pura tidak mengerti perkataan suaminya tadi, tapi Sera tidak akan pernah bisa menolak dengan ulah suaminya ini. Karena dia pun merindukan sentuhan Dev di seluruh tubuhnya.
"Dev.." suara Sera terdengar sayu dan seakan meminta lebih pada Dev.
"Kenapa Yang? Katakan saja," Dev memberikan ciuman dan juga hisapan di leher putih istrinya.
Bukan jawaban yang Dev dapatkan, tapi desahan nikmat Sera yang dia dengar. Membuat jiwa kelelakian Dev begitu semangat ingin menuntaskan secepatnya.
__ADS_1
"Aaaahh.." Dev terbaring lemas di atas tubuh istrinya usai pendakian puncak kenikmatan.
Dev mengecup kening istrinya lalu menggulingkan tubuhnya di sisi Sera. Menutupi tubuhnya dan juga Sera dengan selimut tebal berwana peach.
***
Bella menyuguhkan secangkir kopi untuk suaminya, Eric. Alex yang batu saja keluar dari kamarnya segera memeluk tubuh mamanya.
"Pagi sayang,"
"Pagi Mah, pagi juga Pah,"
Eric melirik Alex yang sedang memeluk istrinya itu, membalas sapaan Alex dengan senyum hangatnya.
"Gak ada tugas sekolah?" Eric melirik putranya kembali.
"Gak ada, Pah. Gurunya mungkin libur, malas kasih tugas."
"Husssh!! Ngomongnya anak Mama kok gitu sih..Gimana pun nanya Guru pasti tanggung jawab sama tugas dan kewajibannya."
Alex mengerucutkan bibirnya, tapi sesaat kemudian nyengir pada mamanya.
"Ma, Alex lapar. Mama bikin sarapan apa?"
Alex bergelanyut manja mengikuti mamanya ke dapur. Kemudian duduk manis menunggu Bella menyiapkan sarapan untuknya.
Alex memutar tubuhnya saat mendengar celotehan tidak jelas dari ruang keluarga. Siapa lagi kalau bukan keponakan tampannya itu.
"Mana Ken?"
"Yang, mau minum apa?!" Sera berteriak memanggil suaminya dari dapur.
"Kok teriak sih? Nanti kebiasaan loh," tegur Bella.
"Hehehe..Sera malas balik ke ruang tengah lagi Ma. Teriak kan lebih simple," Sera tersenyum lebar dengan ulahnya.
Bella menggelengkan kepalanya dengan ulah putrinya. "Sana, samperin Dev! Tanya baik-baik jangan teriak kayak tadi."
Sera pun akhirnya mengalah untuk menemui suaminya. Lalu duduk di samping Dev dan menumpukkan dagunya di bahu Dev.
Dev menolehkan sedikit kepalanya dan mengecup kening Sera sembari tangan kanannya menyentuh wajah mulus Sera.
"Kamu mau minum kopi atau teh?" bisik Sera pelan.
"Apa aja, asal kamu yang buat," jawab Dev balas berbisik.
Sera tersenyum manja kepada suaminya, lalu segera ke dapur membuat kopi untuk Dev.
"Pa, minggu depan Dev akan balik ke Indonesia. Ada kerjaan di Cafe yang mengharuskan Dev datang kesana," Dev memberitahukan rencananya pada Papa mertuanya.
"Berapa lama?" Eric melirik menantunya sebentar.
__ADS_1
"Mungkin satu atau dua minggu," jawab Dev sembari memandangi Ken yang nyaman berada dipangkuan kakeknya.
"Apa boleh Dev mengajak serta Sera sama Ken?" tanya Dev meminta ijin pada Papa mertuanya.
Eric melirik menantunya sebentar, lalu bermain lagi dengan jari mungil Ken.
"Sudah kamu urus dokumen untuk keberangkatan Sera sama Ken?" Eric balik bertanya.
"Belum Pa. Dev minta ijin dulu sama Papa," jawab Dev.
"Tentu saja Papa mengijinkan. Ingat jaga baik-baik anak dan istrimu. Kamu tau sendiri bagaimana kondisi dunia saat ini. Apalagi Ken masih bayi, jadi sangat rentan baginya," Eric mengingatkan Dev akan situasi pandemi saat ini.
"Iya Pa. Dev akan lakukan yang Papa katakan tadi," Dev berjanji pada Eric.
"Apa David dan Jane tau kamu bakal pulang?" tanya Eri lagi.
"Belum Pa. Dev belum memberitahukan untuk Mommy dan Daddy," jawab Dev lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran Sofa.
Sera datang membawa kopi untuk suaminya, dan duduk di samping Dev sambil menggenggam tangan kanan suaminya.
"Makasih ya," bisik Dev lembut di telinga istrinya.
"Iya," balas Sera dan bersandar di bahu suaminya.
"Nanti Papa suruh Antonio yang urus dokumen Sera sama Ken. Biar kamu gak repot," ujar Eric.
"Boleh Pa," Dev mengangguk pelan menyetujui perkataan Papa mertuanya.
Bella datang dan mengambil Ken dari suaminya. Bella menaikturunkan tangan Ken seolah mengajaknya menari. Membuat Ken tergelak karena gembira dengan ulah neneknya.
"Dokumen apa?" tanya
"Mereka bertiga minggu depan ke Indonesia. Dev ada kerjaan sebentar di sana,"
"Oh ya? Sepi dong Mama gak ada kalian di rumah,"
"Kan masih ada Alex Ma,"
Bella tertawa terbahak dan mencubit pipi Alex dengan gemas, dengan tangan satunya. Alex mengaduh karena ulah mamanya.
"Iya Mama tau ada Alex, tapi suara Ken kan lebih asik dari pada suara kamu." Bella sengaja meledek Alex, seketika cemberut.
"Iihh Mama," Alex menggembungkan pipinya sambil bersedekap dada.
"Alex mau ikut gak? Biar ketemu sama nenek kakek juga," tawar Dev kepada adik iparnya itu.
"Emang boleh, Pa?" Alex menoleh pada papanya seakan meminta ijin.
"Ya terserah..kalo mau ikut ya ikut aja. Biar nanti kamu dijemput sama om Edo," jawab Eric seraya memberi ijin untuk Alex ikut Dev ke Indonesia.
Alex bersorak gembira karena diperbolehkan ikut ke Indonesia bertemu kakek dan neneknya.
__ADS_1
"Yeeeee..akhirnya bisa ketemu sama ade Josh juga," pekik Alex kegirangan.
Ken juga ikut tertawa melihat tingkah omnya sambil mengulum jarinya ke dalam mulut.