
5 Tahun kemudian.....
Hari ini eva akan memperpanjang surat suratnya dan akan pulang ke tanaah air.
''Aku sampe lupa, gimana desaku saat ini. '' ucap eva sambil menatap ke luar pesawat.
Eva benar benar membuktikan semua ucapannya, dia sudah lulus menjadi dokter dan sudah di sumpah, namun eva kembali melanjutkan study nya menjadi dokter spesialis dan eva dengan terpaksa pulang ke tanah air dan meminta cuti satu bulan pada kampusnya, karena eva harus mengurus surat surat nya.
Enam belas jam eva mengudara dan sampai di tanah air dan menapakkan kakinya setelah lima tahun pergi jauh.
Eva berjalan menyusuri lorong dan segera menuju pintu keluar, eva sengaja tidak memberitahukan kepulangannya, karena eva ingin memberi kejutan pada keluarganya.
''Welcome tanah air, aku pulang. '' ucap eva sambil berjalan mencari taksi.
Saat eva berjalan dengan santai, seseorang menabraknya dan membuat eva terjatuh.
Eva tidak marah dia hanya menatap tajam pria yang meminta maaf padanya, eva segera pergi karena malas dengan pria yang menabraknya.
Eva saat ini sudah dalam mobil menuju desanya, eva duduk santai sambil membalas semua email dari rumah sakit.
Eva langsung di angkat menjadi dokter di rumah sakit terkenal di kota London, kepintaran eva memang tidak di ragukan, eva berhasil di setiap tindakannya menangani pasiennya dan membuat bangga pihak rumah sakit.
Eva hanya butuh lima tahun untuk mendapatkan gelar dokter nya dan eva memilih melanjutkan study dokter sprsialisnya di institusi imperiall college london.
Satu jam kemudian mobil sampai di depan halaman rumah yang eva tinggalkan selama lima tahun.
Eva membayar tagihan taksinya dan supir membantu eva mengeluarkan kopernya.
''Sepi sekali. '' ucap eva saat berjalan masuk ke halaman rumah nya.
Eva duduk di kursi di terasnya sambil menunggu orang tuanya datang.
Tiga tahun lalu hasna menikah dan eva tidak hadir di pernikahan kakanya itu, karena saat itu eva sedang study ahir di kampusnya dan tidak bisa di ganti hari.
Semua keluarga menayangkan eva yang tidak bisa hadir dan hasna memakluminya.
Satu jam eva menunggu namun tidak ada tanda tanda orang tuanya datang.
''Apa semua orang ke rumah kak hasna gitu, udah satu jam nunggu tapi belum ada tanda tanda ayah dan ibu pulang. '' ucap eva.
Eva menelphone kak aris namun tidak ada jawaban dan eva menelphon ibunya juga sama tidak ada jawaban.
Eva berjalan kebelakang rumahnya dan mengecek pintu belakang dan ternyata tidak di kunci.
Eva kembali ke teras mengambil kopernya dan masuk melalui pintu belakang.
''Rumah ini tidak berubah, cuma bertambah foto pernikahan kak hasna. '' ucap eva sambil menyimpan tas di meja tengah rumahnya.
''Ternyata suami kak hasna polisi. '' ucap eva saat melihat kakanya memakai seragam ibu bayangkari berwarna pink.
__ADS_1
Eva masuk kedalam kamar dan menyimpan kopernya, eva membawa tas gandongnya dan keluar rumah nya.
Eva menaiki sepedanya yang dulu sering di gunakannya saat sekolah.
Eva berkeliling desa dan desa tidak ada yang berubah, sepanjang perjalanan eva terus tersenyum senang.
Eva berhenti di depan hamparan sawah yang hijau dan mengabadikannya dengan foto.
''Hanya tinggal dua tahun lagi aku lulus dan pulang ke tanah air, semua cita cita ku tercapai. '' ucap eva sambil menatap pemandangan indah di hadapannya.
''Kamu eva kan?? '' ucap seseorang menghampiri eva.
''Kamu agung?? '' ucap eva yang kaget melihat teman sekolahnya berubah lebih dewasa.
''Iya eva aku agung. '' ucap agung tersenyum.
''Kamu beda eva, tambah cantik dan ayu. '' ucap agung dan membuat eva mengerutkan dahinya dengan ucapan agung.
''Permisi agung, saya mau keliling desa. '' ucap eva sopan dan meninggalkan agung yang terus menatapnya.
''Andai aku tidak menghamili wanita itu dan menikahinya, udah aku kejar kamu eva sampai ke ujung dunia pun. '' ucap agung.
Eva sampai di kantor desa dan memparkirkan sepedanya, eva masuk dan menemui pak kades.
''Selamat siang, pak kades nya ada gak yah?? '' ucap eva pada staff desa.
''Ada neng, silahkan duduk dulu, saya panggilkan dulu pak kadesnya. '' ucap staff dan eva langsung duduk di kursi.
''Neng eva di kira saya siapa, ayo duduk neng. '' ucap pak kades dan eva duduk kembali setelah bersalaman.
''Gimana study nya neng, sudah selesai?? '' ucap pak kades.
''Sudah selesai pak dari tiga bulan lalu, tapi saya mengambil beasiswa spesialis sebagai lanjutan kedokteran saya. '' ucap eva dan membuat pak kades bangga.
''Saya bangga sama kamu neng eva, sudah cantik, pintar dan sangat membanggakan desa kita ini terutama keluarga kamu. '' ucap pak kades sambil tersenyum.
''Saya berterimakasih ke bapak, karena bapak melancarkan registrasi saya waktu di acara lomba waktu itu. '' ucap eva tersenyum.
''Tidak apa apa neng eva, saya bangga sebagai kades disini, neng mengharumkan desa terpencil di kancah internasional, bahkan pak gubernur sampai datang kesini langsung. '' ucap pak kades dan eva membalas dengan senyuman.
''Saya sebenarnya masih belum bisa pulang pak, karena pendidikan saya belum selesai, karena saya mau memperpanjang surat surat, makanya saya terpaksa pulang deh. '' ucap eva.
''Sini surat suratnya, biar pihak desa yang urus kalau hanya perpanjangan. '' ucap pak kades dan membuat eva senang.
''Terimakasih banyak pak, kira kira berapa lama surat surat di selesaikannya pak, karena saya hanya cuti satu bulan dari kampus. '' ucap eva sambil memberikan berkas berkasnya.
''Cuma tiga hari neng eva, gak sampe satu minggu. '' ucap pak kades menerima berkas dari eva.
Pak kades memanggil sekertarisnya dan memberikan berkas eva agar langsung di proses.
''Boleh saya keliling balai kesehatan gak pak, saya mau melihat semua kinerja kerja nya. '' ucap eva dan pak kades dengan senang hati mengantar eva berkeliling.
Eva masuk ke balai kesehatan desa dan melihat semua peralatan kesehatannya, yang sedikit lengkap dan eva masuk ke farmasi dan melihat obat obatannya.
__ADS_1
''Semua berstandar, senang sekali aku melihatnya, warga desa sehat maka perekonomian pun lancar. '' ucap eva dalam hatinya.
Semua pekerja balai kesehatan desa menatap eva dan bertanya tanya siapa eva.
Pak kades menghampiri eva dengan dokter balai desa mengikutinya.
Eva dan dokter itu berkenalan.
''Dokter vino dia adalah kebanggaaan desa kita, membawa harum desa kita ini, dan balai kesehatan ini adalah hadiah yang eva berikan untuk desa ini dan dengan bantuan pemerintah kota, dana itu bisa di ambil dan di jadikan balai kesehatan desa. '' ucap pak kades.
''Pak kades ini melebih lebihkan sajah. '' ucap eva sambil tersenyum.
''Anda juga seorang dokter?? '' ucap dokter vino.
''Iya dokter vino, cuma saat ini saya sedang melanjutkan pendidikan spesialis dulu. '' ucap eva.
''Hebat dong, andai dokter eva bisa cepat berada di lingkungan kita, pasti akan terbenahi semua kesehatan warga desa disini. '' ucap dokter vino.
''Biasa ajah dokter vino, saya titip warga desa saya pada anda dokter, mungkin sekitar dua tahun lagi saya baru bisa menapakan kaki saya disini kembali. '' ucap eva.
''Saya akan tunggu saat itu dokter eva. '' ucap dokter vino sambil tersenyum.
Eva hanya tersenyum menjawab ucapan dokter vino di hadapannya.
''Saya permisi dokter vino, saya mau berkeliling kembali, melihat keseluruhan. '' ucap eva dan Dokter vino mengangguk.
Eva berjalan dengan pak kades melihat keseluruhan balai kesehatan desa.
''Kalau neng eva berkenan, selama neng ada di desa, neng bisa bertugas di balai desa, karena disini kekurangan tenaga medis. '' ucap pak kades dan eva hanya tersenyum.
''Iya pak kades, saya akan datang besok kesini. '' ucap eva dan pak kades mengangguk senang.
''Saya akan pesan obat obatan yang lebih lengkap lagi untuk di farmasi balai kesehatan pak, karena obat obatan kurang lengkap. '' ucap eva dan pak kades menyetujuinya.
''Pemerintah kota setiap bulan mengirim kan obat obatan kesini neng eva, baru dua hari lalu obat masuk. '' ucap pak kades.
''Besok saya akan mencatat obatnya dan nanti akan saya ajukan ke pemerintah kota, tolong pak kades melanjutkan pengajuan saya. '' ucap eva dan pak kades mengangguk.
''Saya permisi pak kades, besok saya akan datang ke balai kesehatan. '' ucap eva pamit pada pak kades dan pak kades mengangguk tersenyum pada eva.
''Neng eva memang hebat, otak jenius, baik hati, sederhana dan sangat cantik. '' ucap pak kades saat melihat eva memakai sepedanya dan meninggalkan balai desa.
.
.
.
.
.
........
__ADS_1