
Malam hari menjelang......
Eva saat ini sedang di kamarnya untuk membuat laporan balai kesehatannya, eva belum menyadari di luar sedang ramai keluarga sakti.
Aris mengetuk pintu kamar eva dan dia langsung masuk setelah eva mempersilakannya.
''Ada apa kak?? '' tanya eva saat aris berdiri di meja hadapan eva.
''Ayo ikut kaka ke depan yu, ada tamu yang tadi di ceritakan di rumah kak hasna. '' jawab hasna dan eva mengerutkan dahinya.
''Emangnya siapa kak?? '' tanya eva kembali.
''Pokonya ayo ikut ke depan dengan kaka dan ganti dulu pakaian kamu nya. '' jawab aris.
''Kaka ini aneh sekali, masa harus ganti pakaian segala sih kak. '' ucap eva dan aris tetap meminta eva mengganti pakaiannya.
Aris keluar terlebih dahulu dan menghampiri orang tuanya dan keluarga sakti.
''Mana eva nya aris?? '' tanya ayah saat aris menghampiri tanpa eva.
''Eva lagi ganti pakaian dulu ayah, tapi nanti kesini kalau udah selesai mengganti pakaiannya. '' jawab aris dan ayah hanya mengangguk.
Ibu langsung meminta semuanya untuk makan dan saat eva keluar kamar, eva langsung diminta membantu ibu di dapur.
Eva kaget saat ada sakti dan orang tua nya menghampiri ke meja makan.
''Eh abang sakti, tante, om.....'' ucap eva sambil mencium tangan orang tua sakti dan bersalaman dengan sakti.
''Kemarin abang kesini, tapi eva nya gak ada loh, kemarin eva kemana?? '' ucap sakti.
''Eva pas kemarin nginep di rumah kak hasna dan tadi baru pulang. '' jawab eva.
''Oh di rumah kak hasna yah, di kira eva pergi kemana kemarin. '' ucap sakti.
''Udah kalian jangan ngobrol ajah, kita makan dulu yah keburu dingin makanannya. '' ucap ibu dan eva langsung membawa sakti untuk duduk.
Semua langsung makan dalam keheningan dan eva pun makan seperti biasa.
Setelah selesai makan, semua berkumpul di ruang keluarga, sedangkan eva sedang membuat cemilan di dapur.
Sakti menghampiri eva yang sedang memotong cemilan untuk di sajikan.
''Kamu lagi apa disini eva? ayo kita kumpul di depan. '' ucap sakti.
''Sebentar abang, eva lagi menyiapkan cemilan dulu dan ini juga udah selesai, tolong bawakan ini kedepan yah, eva mau bawa yang ini. '' ucap eva dan sakti tersenyum lalu mengacak rambut eva.
Sakti membawa piring ke depan dan eva dari belakang mengikutinya.
Eva di minta duduk oleh ayah dan eva langsung duduk di samping aris.
__ADS_1
''Eva kedatangan abang kesini sebenarnya mau membicarakan sesuatu ke kamu. '' ucap sakti.
''Emang abang mau berbicara apa?? '' tanya eva.
''Abang mau melamar kamu untuk menjadi istri abang dan abang akan menikahi kamu, apa kamu bersedia menerima nya?? '' tanya sakti dan membuat eva kaget.
Eva langsung terdiam dan bingung harus berbicara apa.
''Jawab dee bukan hanya diam, kita semua butuh jawaban kamu. '' ucap aris.
''Eva bingung kak harus menjawab apa. '' jawab eva.
''Semua jawaban kamu, akan kami terima loh dan gak akan memberatkan kamu. '' ucap mamahnya sakti.
''Maaf kalau semua jawaban eva membuat semua nya gak nerima, karena eva juga bingung mau menjawab apa sekarang, semua serba mendadak. '' ucap eva.
''Abang akan menerima semua jawaban eva. '' ucap sakti.
''Maaf sekali, eva gak bisa menerima lamaran abang sakti, eva gak bisa. '' jawab eva dan membuat semua kaget.
''Kenapa dan alasannya apa?? '' tanya sakti.
''Abang tau sendiri, kalau eva dari dulu ingin bercita cita menjadi dokter dan ingin tinggal di desa dan gak akan meninggalkan desa ini, sedangkan abang seorang prajurit abdi negara yang siap di pindahkan ke tempat dan daerah lain, kalau eva menerima lamaran abang berarti eva harus siap mengikuti abang kemana pun dan itu gak bisa abang, maafkan eva yah. '' jawab eva dan semua langsung terdiam.
''Kalau abang keluar dari keprajuritan, apa eva mau sama abang dan mau menikah dengan abang?? '' tanya sakti.
''Abang itu cita cita dari abang kecil, lanjutkan semua nya dan jangan sampai abang keluar yah, jangan karena eva abang keluar dari keprajuritan. '' jawab eva.
''Gak mau abang. '' jawab eva.
Semua pun menerima dan sakti hanya diam, orang tua sakti pun pamit pulang karena waktu juga sudah menuju malam.
Eva masuk ke kamarnya dan segera mengganti pakaiannya.
Ibu merapihkan bekas semuanya dan eva keluar kamar lalu membantu ibunya.
''Kenapa kamu gak menerima lamaran sakti, dia seorang prajurit abdi negara dan masa depannya sudah terjamin, kamu juga nantinya terjamin, banyak orang yang mengidam idamkan jadi ibu persit, kenapa kamu malah gak mau?? '' ucap ibu.
''Itu orang lain dan bukan eva. '' jawab eva dan ibu hanya geleng geleng kepala mendengarnya.
Setelah selesai eva langsung bersih bersih dan segera ke kamarnya untuk istirahat.
Di kediaman sakti saat ini....
''Mamah bilang apa, eva pasti menolak kan dan sesuai janji kamu. '' ucap mamahnya sakti.
''Udah jangan di bahas, besok sakti akan mengajukan pengunduran diri dari keprajuritan. '' ucap sakti dan mamahnya langsung tersenyum.
Sakti menuju kamarnya dan tertidur tanpa mengganti pakaiannya dan bersih bersih.
__ADS_1
Pagi hari menjelang.....
Di desa saat ini, eva sedang merekap semua data data untuk di buku kan dan eva mengurus semuanya, setelah selesai eva langsung praktek dan membantu yang melahirkan, hari ini ada empat ibu yang akan melahirkan.
Eva dengan telaten membantu persalinan dan hingga tepat pukul empat sore eva baru selesai.
Eva duduk di kursi kerja nya dan kaget karena naina menghampirinya.
''Kak eva sedang sibuk?? '' tanya naina.
''Ayo masuk naina, kaka sedang gak sibuk. '' jawab eva dan naina langsung duduk.
''Kak kita jalan jalan yu, naina pengen jalan jalan di sekitaran desa ini. '' ucap naina.
''Maaf kaka baru selesai persalinan sekarang dan kaka belum istirahat, besok lagi yah. '' ucap eva dan naina pun mengerti.
''Kak kalau kaka libur kita jalan jalan yah di kota, nanti sekalian ajak kak raka juga. '' ucap naina dan eva mengangguk.
Naina pamit dan keluar dari ruangan eva, eva masih merebahkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya.
Tepat pukul lima eva merapihkan meja kerja dan merapihkan barang barangnya untuk di masukkan tas nya.
Eva masuk ke ruangan UGD dan ruang rawat persalinan untuk mengeceknya sebelum dia pulang dan setelah selesai semuanya eva langsung menuju parkiran dan masuk kedalam mobil nya.
''Eva.....'' ucap sakti saat menghampiri eva.
''Abang sakti, sore gini ada di balai kesehatan, ada yang sakit kah?? '' tanya eva.
''Hati abang yang sakit eva, maukan eva menerima lamaran abang kalau, abang sudah tidak menjadi prajurit, abang rela meninggalkannya demi eva. '' jawab saktindan eva menghembuskan nafasnya.
''Pliis kak, jangan pernah memiliki fikiran seperti itu, ingat semua sumpah prajurit abang dan jangan sampai karena eva tolak lamaran abang, abang malah keluar dari keprajuritan, pliss abang lupakan perasaan pada eva yah dan kita kembali menjadi abang dan adik seperti biasa abang, yahh..... '' ucap eva.
''Gak bisa eva, abang sayang kamu dan abang sangat mencintai kamu eva, pliis terima abang yah dan setidaknya kita perkenalan dahulu yah sebelum kamu menerima abang. '' ucap sakti dan eva menggelengkan kepalanya dan masuk kedalam mobilnya.
Sakti terus memanggil eva namun eva gak mendengarkannya dan eva terus menjalankan mobilnya menuju pulang.
Sepuluh menit kemudian eva sampai di rumah dan segera masuk, namun di rumah sangatlah sepi dan ternyata orang tua eva sedang di rumah eva yang hampir selesai....
Satu bulan kemudian...
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.......