
Di sebuah restoran saat ini....
Sakti sedang makan malam dengan kedua orang tuanya dan seperti biasa mereka bertiga selalu berdebat dan selalu bertaruh.
''Sudah saat nya kamu sakti, menggantikan kedudukan papah di perusahaan, papah ingin pensiun dan menikmati masa tua, kamu kapan akan pensiun dari keprajuritan kamu?? '' ucap papah nya sakti.
''Benar sakti, sudah saat nya kamu pulang ke rumah, gak bosen emang tidur di mes dan bergabung dengan orang banyak. '' ucap mamah yang ikut mendukung suaminya.
''Belum waktunya sakti pulang, kalau sudah waktunya pasti sakti akan pulang ke rumah. '' jawab sakti dengan nada yang ketus.
"Adik kamu sudah menikah sakti, kapan giliran kamu menikah, memang kamu gak berniat memiliki istri, mamah sih gak masalah kamu menjadi prajurit abdi negara tapi mamah ingin kamu menikah. '' ucap mamah.
''Sakti belum mendapatkan wanita yang cocok dan pas mamah dan belum mendapatkan wanita yang menerima sakti apa adanya tanpa memandang harta yang dimiliki sakti. '' jawab sakti.
''Mamah yakin gak ada yang mau dinikahi oleh seorang prajurit deh, makanya kamu sampai sekarang belum menikah, adik kamu ajah sudah menikah, ini kamu kakanya, tapi belum menikah, apa kamu normal dan gak melenceng dari kudrat?? '' ucap mamah dan membuat sakti kaget.
''Tega banget nuduhnya, sakti normal dan masih suka dengan wanita, bukan gak ada yang mau dinikahi sakti mamah, banyak malahan yang mengantri mengejar ngejar sakti dan wanita mana yang gak menerima seorang prajurit abdi negara dan wanita mana yang gak mau menjadi ibu persit, memang sakti nya ajah yang belum menemukan wanita yang pas ajah. '' ucap sakti.
''Buktikan ke papah dan mamah kalau kamu bisa mendapatkan wanita yang pas, papah rasa kamu akan di tolak sama wanita, karena gak semua wanita mau menikah dengan abdi negara dan gak semua wanita mau menyandang ibu persit. '' ucap papah.
''Baik, sakti akan membuktikan nya ke papah dan mamah, kalau sakti sampai di tolak oleh wanita saat sakti melamarnya, sakti janji akan pulang dan pensiun dari keprajuritan sakti sebagai abdi negara, sakti akan menggantikan papah di perusahaan. '' jawab sakti dengan tegas dan membuat mamah dan papah nya tersenyum.
''Oke, mamah tunggu yah saat itu, kamu melamar wanita dan tidak di tolak, kalau kamu di tolak, berarti wanita itu memiliki kualitas yang hebat dan mamah akan mendukungnya. '' ucap mamah dan sakti kembali melanjutkan makannya.
Dari arah pintu massuk eva dan keluarganya memasuki restoran dan memesan meja untuk keluarga.
Semuanya memesan makanan dan eva pun langsung memesan makanannya.
Sakti gak sengaja melihat eva dan membuatnya tersenyum, mamahnya yang melihat pun langsung mencari kemana arah pandangan sakti.
''Yakin wanita itu mau sama kamu?? '' tanya mamahnya sakti.
''Mamah ini kenapa bicara seperti itu, gak ada wanita yang akan menolak sakti mamah, kalau ada yang menolak, sakti akan memenuhi janji ke mamah dan ke papah. '' jawab sakti dan mamahnya tersenyum.
''Buktikan sakti bukan hanya sekedar ucapan dan janji ajah. '' ucap mamahnya sakti.
__ADS_1
Sakti langsung menghampiri eva dan keluarganya dan membuat eva kaget melihat penampilan sakti yang sangat santai.
''Malam dokter eva, kebetulan sekali yah bisa bertemu disini. '' ucap sakti dan eva tersenyum.
Ayah, ibu dan hasna saling lirik dan hasna mengangkat bahunya tanda tidak mengenalnya.
''Dia ini adalah pak sakti ayah, prajurit khusus yang di tugaskan di desa. '' ucap aris dan sakti menganggukan kepalnya.
''Oh bapak tentara itu, kenapa memakai pakaian santai gini pak, mari kita gabung makan disini. '' ucap ayah dan sakti menganggukan kepalanya.
''Kebetulan saya juga sedang makan dengan orang tua saya pak, silahkan bapak dan keluarga melanjutkan kembali makannya. '' ucap sakti dan ayah langsung mengangguk.
Hasna yang tahu maksudnya sakti pun langsung mencubit paha eva dan membuat eva melototkan matanya.
''Baca pesan di handphone kamu. '' ucap hasna dan eva langsung membacanya.
''Apa apaan kak hasna ini, emang abang sakti kesini mau menyapa aku, dia mau menyapa ayah. '' ucap eva dan membuat hasna melototkan matanya karena merasa dongkol dengan kelakuan adiknya yang polos dan bikin kesal.
''Bapak sakti nyapa kamu eva kan dia pertama menghampiri langusung menyapa dan menyebut nama kamu loh. '' ucap ibu dan eva langsung tersenyum.
Sakti langsung menghampiri orang tuanya dan mengajak bergabung makan malam dengan keluarga eva.
Mamahnya sakti langsung setuju karena melihat pandangan berbeda dari sakti untuk wanita yang di sapanya pertama tadi dan papahnya sakti hanya menurut dan mengikuti istri dan anaknya.
Orang tua sakti ikut bergabung makan malam dan mengganti menu makannya, semuanya sakti kenalkan pada mamah dan papahnya, termasuk mengenalkan eva.
Makan malam pun berlanjut dengan obrolan ringan dan eva sesekali hanya tersenyum menjawab ucapan mamahnya sakti.
''Sepertinya eva bukan wanita biasa, dia akan menolak sakti kayanya, sakti terlihat menyukai eva tapi eva terlihat biasa, padahal sakti kan tampan dan gagah, abdi negara lagi, apa kurangnya sakti yah. '' gumam mamahnya sakti di dalam hatinya saat memperhatikan eva.
Makan malampun selesai dan semua mengobrol ringan, karena papahnya sakti adalah pensiunan polisi dan sangat menyambung dengan aris dan suaminya hasna.
''Jadi nak eva itu seorang dokter di desa?? '' tanya mamahnya sakti..
''Benar tante dan eva baru dua hari dinas di balai kesehatan desa. '' jawab eva dengan senyum nya.
__ADS_1
Sakti terus tersenyum memperhatikan eva dan eva menyadarinya langsung salah tingkah dan malu.
''Eva ini yang di ceritakan waktu itu saat ada acara makan malam dan waktu itu pak gubernur yang menceritakannya ke mamah dan papah. '' ucap sakti dan membuat mamah dan papahnya sakti kaget.
''Jadi eva diandra ini yang dimaksud pak gubernur, waah tante senang sekali bisa bertemu langsung dengan dokter muda yang sukses dan mengharumkan nama desa. '' ucap mamahnya sakti dan eva hanya tersenyum.
''Terimakasih untuk pujiannya, eva jadi merasa malu deh dengan semuanya, eva seperti dokter lainnya ko gak beda. '' Jawab eva dan mamahnya sakti langsung tersenyum sambil mengusap lengan eva.
Makan malam selesai dan semuanya langsung pamit, orang tua sakti pulang ke kediamannya di kota, sakti kembali ke mes di desa dan keluarga eva semua menuju rumah di desa dengan aris yang menyetir mobilnya.
''Sepertinya bapak tentara itu suka kamu loh eva dan terlihat sekali bahkan sangat terlihat. '' ucap hasna dan membuat eva langsung cemberut.
''Eva kan belum mau memikirkan percintaan, eva masih fokus dengan kedokteran eva dulu. '' jawab eva.
''Kamu harus memikirkan masa depan kamu juga dong dee, usia kamu gak muda lagi loh udah memasuki dua puluh tujuh tahun. '' ucap aris dan eva gak menghiraukannya dan tetap fokus dengan jalanan di samping kaca jendela mobil.
''Sudah jangan memojokkan eva terus, biarkan eva memilih jodohnya sendiri. '' ucap ayah membela eva dan eva langsung tersenyum.
Satu jam kemudian mobil sampai di kediaman rumah orang tua eva, semua masuk dan eva juga ikut masuk dan langsung ke kamarnya, eva menatap bintang dan bulan dari jendela kamarnya.
''Jodoh, aku gak tau dimana jodohku sekarang, yang pasti sih masih jauh mungkin dan gak tau kapan menghampiri aku, apa jodohku mas raka, dia laki laki yang berbeda dengan kebanyakan laki laki lain, raut wajahnya sangat berbeda dan membuat aku jadi terasa tersihir oleh tatapannya. '' ucap eva dalam hatinya.
Eva segera membersihkan tubuhnya dan langsung istirahat karena esok dia akan kembali ke kerjaannya.
.
.
.
.
.
.............
__ADS_1