
Saat ini rumah eva ramai oleh teman teman kampus eva yang merayakan kelulusannya.
''Kamu jadinya pulang ke tanah air atau menetap disini eva?? '' tanya salah satu teman eva.
''Kayanya pulang ajah deh dan akan menyelesaikan satu tahun lagi kontrak dengan rumah sakit. '' jawab eva.
''Terus rumah ini gimana, apa di biarkan kosong atau bagaimana?? '' tanya teman eva.
''Sepertinya mau aku kelola kan ke pihak perumahan deh, biar dapat uang kan perbulannya atau mau di siapkan untuk rumah liburan kalau kembali ke negara ini atau buat kabur ajah deh. '' jawab eva dan membuat semua temannya melempar eva dengan kulit kacang.
''Kamu niatnya sudah jelek deh, oh iya lusa kita ada liburan ke dua negara, kita bebas memilih satu negara, antara paris francis dan istanbul turki, kalian bebas mau memilih yang mana, nanti tinggal daftar dan ambil tiketnya ajah. '' ucap salah satu teman eva.
''Kalau aku sih memilih istanbul turki, francis kan udah pernah pas olimpiade. '' ucap eva dan teman temannya pun memilih nya berbeda dan ada yang sama dengan eva.
''Neng eva di depan ada tamu. '' ucap bibi dan eva langsung keluar rumah melihat siapa yang datang.
''Malam sweety..... '' ucap dokter ronald tersenyum dan eva langsung membalas senyumnya.
''Malam juga dokter, ayo masuk kedalam rumah, ada anak anak kumpul dan mendiskusikan liburan juga loh dokter. '' ucap eva dan dokter ronald langsung mengikuti eva masuk kedalam rumah.
''Hai ladies..... '' ucap dokter ronald saat masuk dan menyapa teman teman wanita eva.
''Tumben dokter mau bergabung, ada apa nieh?? '' ucap salah satu teman eva.
''Memang saya gak boleh ikutan kumpul dengan kalian, tuan rumah nya ajah gak masalah. '' ucap dokter ronald dan membuat semua teman eva mengangkat bahunya dan melanjutkan memakan makanan yang di siapkan bibi.
''Ayo duduk dulu, saya siapkan minuman untuk dokter yah. '' ucap eva dan dokter ronald pun mengangguk.
Eva meminta bibi menyiapkannya dan eva menghampiri kembali teman temannya.
''Eva, besok jam delapan di tunggu yah di kampus, kita daftarnya bersamaan biar tau kemana jadinya. '' ucap teman eva dan eva mengacungkan jempolnya tanda setuju.
''Seminggu kedepan aku dapat cuti, jadi bisa ikut deh ke acara kampus, ini kan moment terahir juga. '' ucap eva.
''Kamu mau kemana emang pilihannya eva?? '' tanya dokter ronald.
''Kayanya istanbul turki deh, kalau francis kan udah pernah pas ada olimpiade juga. '' jawab eva.
__ADS_1
''Katanya mau ke jerusalem, kenapa berubah tujuannya sih. '' ucap dokter ronald.
''Kita mau liburan dan hapy hapy, bukan mau beribadah dan berwisata rohani, jadi jerusalem di batalkan deh dan di gantikan dengan istanbul turki. '' ucap salah satu teman eva.
''Oh jadi begitu ceritanya, yasudah kalau begitu. '' ucap dokter ronald.
Dua jam kemudian teman teman eva pamit pulang tapi dokter ronald masih diam dan mengobrol dengan eva di ruang tengah rumah eva, bibi dan dua asisten rumah tangga eva merapihkan bekas bekas makanan teman teman eva.
''Memangnya anak dan istri dokter gak nyariin yah, udah larut malam masih belum pulang?? '' tanya eva.
''Istri saya gak mengekang, asalkan alasannya tepat dia gak masalah. '' jawab dokter ronald dengan entengnya.
''Saya yang keberatan, lebih baik dokter pulang deh, saya mau istirahat juga. '' ucap eva dan dokter ronald pun pamit pulang.
Eva langsung menuju kamarnya setelah dokter ronald pulang dan eva langsung tertidur di ranjangnya dengan lelap, setelah eva bersih bersih dan mengganti pakaiannya denga piyama tidurnya.
Pagi hari menjelang....
Eva bangun setelah alarm ponselnya berdering dengan kencang dan eva langsung menonaktifkannya dan menuju kamar mandi untuk bersiap siap.
Dua puluh menit kemudian eva turun ke lantai satu dan bersiap untuk sarapan.
Saat ini eva sudah sampai kampusnya dan berjalan menuju pendaftaran untuk liburannya dan teman temannya sudah mendaftarkannya ke istanbul turki dan eva hanya pasrah mengikuti kemauan temannya.
''Turki perginya besok yah, kumpul di bandara jam delapan pagi, gak usah bawa bekal makan kalian bawa uang ajah satu koper dan pakai dollar yang bisa di pakai transaki disana. '' ucap salah satu teman eva dan eva hanya diam dan tidak protes.
''Aku pulang duluan yah, ada keperluan mendadak soalnya, sampai ketemu di bandara besok. '' ucap eva dan membawa tiket pesawatnya lalu pergi meninggalkan teman temannya yang berteriak memanggilnya.
''Kalau pulang ke desa gak bisa cuma seminggu, yaudah deh turki ajah dan cuma seminggu ini gak akan lama juga kan. '' uca eva saat sampai di mobilnya dan segera menjalankannya menuju rumahnya.
Saat eva sampai eva kaget melihat kak aris ada di dalam rumahnya dan eva langsung berlari dan memeluk erat aris.
''Kaka kenapa gak bilang kalau mau datang sih, padahal eva kan bisa membatalkan acara eva sama teman teman di kampus. '' ucap eva.
''Kaka dadakan kesininya, mau jemput bibi asih dia di butuhkan keluarganya, suaminya di desa terlibat kasus dan terpaksa bibi harus pulang sebelum polisi yang membawanya pulang, mending kaka yang jemput kan kesini. '' ucap aris.
__ADS_1
''Emang suaminya bibi terlibat masalah apaan kak di desa nya?? '' tanya eva.
''Suaminya bibi terduga ******* eva dan bibi harus pulang untuk bersaksi juga, pokonya susah di jelaskan eva, kaka juga besok harus pulang lagi ke desa. '' ucap aris.
''Cepat banget kaka pulangnya, disini dulu laah temani eva, eva senang sekali kak, ada saudara eva yang datang kesini. '' ucap eva.
''Bukan kaka gak sayang ke kamu, ini masalah mendesak banget eva, kamu yang cepat pulang, kuliah udah selesai kenapa masih betah di negri orang. '' ucap aris.
''Eva terikat kontrak satu tahun lagi di rumah sakit dan gak bisa di lepas begitu ajah kak, nantinya kena denda juga kan. '' ucap eva.
''Yaudah sana ke bank untuk mengambil berkas berkas milik bibi, kaka mau istirahat soalnya, kamu urusin yah eva. '' ucap aris dan eva mengangguk.
Eva langsung mengajak bibi untuk mengambil berkas berkasnya dan sepanjang perjalanan eva dan bibi hanya diam dan tidak mengobrol, eva masih bingung dengan semuanya dan memilih untuk berdiam.
Sepuluh menit kemudian mobil sampai di bank dan eva langusung mengambil antrian dan duduk menunggu panggilannya.
''Bibi jangan takut, uang sudah eva transfer ke rekening bibi dan full sampai ahir tahun sekarang, itung itung pesangon buat bibi yah, maaf eva hanya bisa kasih segitu dan gak lebih. '' ucap eva.
''Gak apa apa neng eva, semua sudah cukup malahan, bibi sampai punya rumah dan anak anak di desa hidup dengan layak, makasih neng eva. '' ucap bibi dan eva hanya mengangguk.
Nomer antrian eva di panggil dan eva langsung ke depan dan mengurus semuanya dan eva juga membayar pajaknya tahun ini full sampai ahir tahun.
Setelah berkas bibi sudah di ambil eva melanjutkan kembali menuju rumahnya dan bibi langsung merapihkan pakaiannya dan eva meminta bibi untuk tidak membawa pakaian bibi yang jelek dan eva memberikan pakaiannya sebagian ke bibi untuk di berikan pada anaknya karena anaknya bibi ada wanita dan pas dengan ukuran eva.
''Eva udah pesan tiket untuk besok bibi pulang ke desa dan bibi tinggal berangkat ajah, ada kak aris yang akan mendampingi bibi yah jangan takut dan ikuti semua kemauan hukum, biar bibi ga terseret juga kan, lagian eva juga disini cuma satu tahun lagi dan eva juga sama akan pulang ke desa, kalau eva sampai di desa nanti dan memerlukan bibi, eva akan memanggil bibi untuk menjadi asisten rumah tangga eva lagi. '' ucap eva dan bibi mengangguk.
Eva kembali ke kamarnya dan melewati ruang tamu dan melihat kakanya tertidur di sofa ruang tengah rumahnya.
''Andaikan sajah ibu, ayah, kak hasna dan suami kak hasna ikut kesini, eva senang sekali dan eva bisa menunjukan kalau eva sukses tanpa uang dari orang tua eva. '' ucap eva sambil duduk di sofa dan tidak jadi ke kamarnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.............