
Saat ini eva dan aris sedang di dalam mobil menuju bank dan eva merasa tenang karena di antar oleh aris.
Satu jam eva mencairkan cek nya dan kembali ke rumah untuk berkumpul dengan keluarganya.
''Kak kalau eva beli rumah boleh gak, eva ga nyaman di rumah ibu, kalau mau mandi harus keluar kamar, bisa lancar kalau ga da orang di ruang keluarga, kalau ada kan eva jadi malu. '' ucap eva dan aris tersenyum.
''Kamu bicarakan baik baik ke ayah dan ibu, kalau di setujui yah tinggal beli rumah atau bikin rumah. '' jaab aris dan eva mengangguk.
Satu jam kemudian eva sampai di rumah dan eva membawa makanan dan buah buahan sangat banyak dan memberikan pada ibunya, eva langsung ke kamar untuk menyimpan uang ke berangkas dan mengganti pakaiannya.
Semua keluarga berkumpul di ruang keluarga dan memakan makanan yang di bawa oleh eva.
''Ibu, ayah, boleh gak eva buat rumah sendiri dan gak tinggal di rumah ini, eva gak nyaman bu kalau mau ke air harus keluar kamar, atau boleh eva renovasi rumahnya dan membuatnya lebih mewah ajah yah. '' ucap eva dan membuat ibu atau pun ayah melarangnya.
''Kamu boleh membeli rumah dan membangunnya, tapi jangan rumah ini yang kamu rubah eva, ayah ingin tetap seperti ini ajah rumahnya. '' ucap ayah dan eva mengangguk.
''Kamu gak usah beli tanah, itu kan di sebrang ada lahan kosong, kamu tinggal bangun rumah ajah eva, biar gak jauh juga dari rumah ini. '' ucap ibu dan eva mengangguk setuju.
''Besok eva akan mulai membuat rumahnya dan akan meminta kak aris menyiapkan tukangnya. '' ucap eva dan aris langsung melototkan matanya.
''Kenapa jadi kaka yang kena, kamu ajah urus sendirian eva, pasti bakalan banyak yang bantu. '' jawab aris dan membuat eva cemberut.
''Biar nanti ayah yang mengurusnya eva, kamu tau jadi ajah rumah nya. '' ucap ayah dan membuat eva senang.
''Nanti siapan uangnya yah ayah, kira kira berapa total semuanya?? '' tanya eva.
''Besok ayah akan nyari tukang dan nanti sekalian di hitung berapa habisnya sampai jadi rumah. '' jawab ayah.
Eva meninggalkan ruangan keluarga dan masuk kedalam kamarnya, eva merebahkan tubuhnya di ranjang miliknnya.
''Mulai besok fokus dengan tugas baru dan mulai besok aku berseragam dokter desa. '' ucap eva saat melihat pakaian nya di gantung di depan lemari pakaiannya.
Eva langsung tertidur di ranjangnya dan eva sengaja tidak mengunci kamar nya, karena takut di congkel lagi jendela kamarnya.
Pagi hari menjelang.....
__ADS_1
Eva sudah selesai mandi dan bersiap menuju balai desa, eva terlihat sangat cantik dengan pakaian dinasnya, eva sengaja mengikat rambutnya agar terlihat lebih simple.
''Pagi semua nya.... '' ucap eva saat menghampiri meja makan.
''Pagi juga eva, kamu sangat cantik dengan pakaian dinas ini eva. '' jawab ibu sambil tersenyum senang melihat eva.
Eva langsung memakan sarapannya dan setelah sarapan eva langsung menuju balai kesehatan dengan menggunakan sepedah elektroniknya.
Sepuluh menit kemudian eva sampai dan memarkirkan sepedahnya, eva masuk dan di sambut oleh staff kesehatan di balai kesehatan.
Eva langsung mengecek semua alat alat yang eva datangkan dan hasilnya bagus, eva mengajari semuanya cara menggunakan dan merawat alat medisnya dan pas ada eva ajah baru di gunakan.
Setelah selesai menjelaskan, eva langsung menuju poli kandungan dan mulai dengan prakteknya.
Eva begitu senang dengan tugas barunya, semua ibu hamil dan semua pasien yang menyangkut kesehatan ibu hamil dan anak, merasa puas dengan pemeriksaan eva yang begitu ramah menjelaskannya dan sangat mudah di mengerti.
Tepat pukul dua belas siang pasien sudah selesai dan eva mulai berkeliling dan menghampiri IGD, eva membantu petugas kesehatan dan eva menanganinya dengan cepat dan sangat rapih.
''Oh iya, suster kenapa saya gak melihat dokter vino yah, apa dia sudah pindah?? '' tanya eva pada suster yang ada di sampingnya.
''Dokter vino satu tahun lalu di mutasi dokter, karena dokter vino mengikuti istrinya juga. '' jawab suster dan eva mengangguk.
Pak kades datang dan menghampiri eva.
''Dokter eva, besok bisa gak ikut dengan saya untuk menyambut para prajurit yang akan bertugas kembali di desa ini. '' ucap pak kades dan membuat eva kaget.
''Kok saya pak kades yang ikut menyambut, saya kan malu loh. '' Ucap eva.
''Udah gak apa apa eva, kan saya juga sekalian mau mengenalkan kamu ke prajurit yang akan membantu dan bertugas menjaga desa kita ini. '' ucap pak kades.
''Baiklah pak kades, saya akan ikut menjemputnya. '' ucap eva dan membuat pak kades tersenyum senang.
Pak kades langsung pamit dan eva melanjutkan kerjaannya yang memang belum selesai, eva mencatat semua obat obatan yang harus di siapkan di farmasi agar lebih lengkap.
''Dokter, ada pasien yang meminta anda yang memeriksanya dan gak mau di periksa oleh petugas medis disini. '' ucap suster dan eva langsung mengikuti susyernya.
__ADS_1
Eva langsung memeriksa keadaan pasiennya karena pasien harus cepat di tangani.
''Dokter, ini kenapa yah dengan luka saya. '' ucap pasien.
''Ini sebenarnya luka lama dan bernanah, saya akan membuat lukanya kembali terbuka, agar bisa keluar darah kotornya di luka anda. '' ucap eva dan pasien itu mengangguk.
Eva langsung memakai alat alat pelindungnya dan langsung melakukan tindakan pada pasien itu.
Eva memberikan suntik bius pada sekitar luka yang akan di tindaknya, karena eva tahu kalau pasien ini akan rewel kalau pas di tindak terasa sakit.
Saat eva akan memulai tindakannya, gak di sangka raka datang dan menghampiri.
''Naina, kamu baik baik ajah kan?? '' tanya raka saat masuk menghampiri adiknya.
''Aku lagi di obatin sama dokter kak, kaka keluar sana jangan ganggu. '' jawab naina dan raka langsung kaget dengan jawabannya.
''Biasanya kamu gak mau kalau kaka bawa ke rumah sakit tapi kenapa sekarang kamu bersedia dan malah kamu yang meminta?? '' tanya raka.
''Karena cuma kaka dokter ini yang sesuai jawabannga dengan keluhan aku kak, semua dokter menyarankan nya malah operasi. '' jawab naina.
''Tuan raka mau menunggu disini atau menunggu di luar, saya akan menindak lukanya, ini lukanya udah mengeluarkan nanah dan bahaya kalau gak segera di tindak. '' ucap eva.
''Di tindak ajah dokter dan jangan tanya kaka saya. '' jawab naina dan raka mengangguk.
Eva keluar ruangan menuju farmasi untuk menyiapkan obat obatan dan alat alat untuk menindaknya.
''Ini luka sudah lama dan ini kulit mati, makanya sakit kan kalau ke gesek gesek?? '' tanya eva dan naina mengangguk.
Eva langsung memberikan suntikan biusnya dan langsung menindaknya, naina menyaksikan langsung saat betisna eva lakukan tindakan dan raka pun melihatnya, lukanya mengeluarkan darah yang nercampur nanah.
Sepuluh menit kemudian eva selesai dan membersihkan bekas lukanya.
''Ini jangan di buka sampai satu minggu kedepan yah dan nanti di buka nya sama saya disini, saya sudah menpelkan plester anti air agar bisa di pakai mandi dan terkena air dan jangan di gosok yah, ini ada obat yang wajib di konsumsi buat menghilangkan sakitnya saat obat biusmya sudah menghilang. '' ucap eva.
''Ini isi di dalam luka nya dokter?? tany raka dan eva mengangguk.
__ADS_1
''Tiga tahun naina kesakitan dan sekarang plong banget, makasih kaka dokter, sudah mau menolong saya. '' ucap naina dan eva mengangguk.
''Saya permisi, semoga lekas sembuh. '' ucap eva dan keluar dari ruangan UGD.