
Dua minggu setelah kejadian di restoran....
Eva menjadi pendiam dan tidak banyak berkomentar dan selalu serius dengan semua pekerjaannya, tapi tetap ramah dan tersenyum saat sedang di balai kesehatan dan memeriksa pasiennya.
Di kediaman rumah eva.....
''Aris, sepertinya eva sedang dalam masalah, semenjak pulang dari restoran dua minggu lalu, eva jadi pendiam loh dan dia jarang ke rumah ibu, coba kamu cari tahu dia kenapa. '' ucap ibu dan aris hanya menghela nafasnya.
''Eva patah hati ibu dan kita gak bisa membantunya, cuma kalau saran aris jangan pernah menyangkut jodoh yah ke eva untuk saat ini, aris takut eva tersinggung soalnya. '' ucap aris dan ibu mengerti.
''Anak itu sangat ceria dan penuh dengan senyum di hidupnya dan sekarang dia jadi pendiam dan gak banyak permitaan, malah kata bibi pas mendengar percakapan eva di telphone, eva seperti curhat kalau dia di tolak dan di bohongi perasaannya, tapi dalam bahasa inggris, bibi mengerti bahasanya karena bibi kan lama di london nya, coba kamu temui sakti biar dia mau membantu eva, sakti di anggap sahabat, teman dan abang oleh eva, mudah mudahan ajah eva bisa berubah oleh sakti. '' ucap ibu.
''Nanti aris akan mencobanya ibu, besok kalau gak salah sakti ada pertemuan dengan pak kades untuk penanganan penghijauan, karena perusahaan raka itu ternyata anak dari perusahaan sakti dan semua kendali ada di sakti, aris akan coba menemui sakti besok, kebetulan aris juga off. '' jawab aris dan ibu mengangguk.
Eva saat ini sedang bersiap siap karena mendapat cuti selama satu minggu dan eva memutuskan untuk pergi ke london dan berlibur disana.
Total libur eva menjadi sebelas hari dan eva langsung menuju ke london untuk berlibur.
Eva berpamitan pada semua petugas dan memberikan arahan, eva tidak terlalu khawatir karena di balai kesehatan sudah ada dokter juga dan eva menjadi tenang meninggalkan balai desa.
Eva segera keluar menuju parkiran dan kaget saat seseorang menepuk pundaknya.
''Abang sakti.... '' ucap eva dan sakti langsung tersenyum menatap eva.
''Kamu kenapa, udah beberapa hari abang melihat kamu murung terus, ada masalah dengan kerjaan kamu disini atau kenapa?? '' tanya sakti dan eva langsung terdiam dan kembali membuka pintu mobilnya.
Eva duduk di mobil dan menatap wajah sakti yang berbeda dari sakti yang dulu eva kenal, style pakaian yang begitu pas di tubuhnya, membuat sakti bertambah tampan.
''Eva baik baik ajah abang, eva lagi kejar target dan hari ini selesai semuanya. '' jawab eva dan sakti mengerutkan keningnya.
''Syukur lah kalau memang kamu baik baik ajah, abang sangat senang mendengarnya. '' ucap sakti.
''Kenapa abang masih perduli dengan eva, padahal.eva udah membuat abang sakit hati, sakit loh abang saat di tolak dan yang menolak adalah orang yang kita sayangi, kenapa abang tetap perduli dengan eva?? '' ucap eva.
Sakti tersenyum dan mengacak rambut eva dan membuat eva cemberut.
''Emang nya abang anak ABG, yang marah dan memusuhi saat abang di tolak lamarannya, bagi abang sebelum janur kuning melengkung, kamu masih bisa abang dapatkan, abang mengerti dengan cita cita dan impian kamu semenjak kamu kecil, bagi kamu semua yang berhubungan dengan desa adalah nafas kamu dan kamu akan menjaganya, bahkan abang pernah membaca sebuah karangan gadis SMA yang berjudul, DESAKU RUMAHKU DAN KEHIDUPANKU, penulisnya bernama eva diandra dan dari situ abang mengerti kalau kamu gak bisa di paksa, desa kamu segalanya untuk kamu, sedangkan kalau kamu menjadi istri abang, kamu harus bersedia ikut kemanapun abang pergi dan impian kamu tentang desa ini akan kandas dan itu yang gak mau kamu tinggalkan. '' jawab sakti dan eva langsung menangis.
''Maafkan eva yah abang, eva membuat abang dan orang tua abang sakit hati, eva menolak dengan tegas lamaran abang tanpa meminta waktu. '' ucap eva.
''Sudah jangan di fikirkan lagi yah, itu udah jadi angin lalu dan sekarang lihatlah masa depan kamu di depan sana, banyak orang yang butuh pertolongan kamu loh dan pertolongan kamu sangat berarti untuk kehidupan mereka semua. '' ucap sakti dan eva mengangguk tersenyum.
__ADS_1
''Mau kemana kamu sekarang eva?? '' tanya sakti.
''Mau pulanh dan siap siap abang, eva mau pergi untuk menenangkan hati dan fikiran. '' jawab eva dan membuat sakti mengerutkan keningnya.
''Kamu mau mengakhiri hidup kamu?? '' tanya sakti dan membuat eva melototkan matanya.
''Abang gila, buat apa eva bunuh diri segala, kaya gak takut dosa ajah, dosa eva udah banyak kalau abang mengetahuinya. '' jawab eva dan sakti hanya tersenyum.
''Terus kamu mau kemana sok?? '' tanya sakti.
''Ada deh abang, udah yah eva pamit pulang dulu mau ijin ke ayah dan ibu. '' jawab eva dan sakti langsung mengambil kunci mobil eva.
''Abang gak lucu yah, yaudah eva jalan kaki ajah ke rumah, deket ini jaraknya. '' ucap eva.
Sakti langsung memberikan kunci mobilnya dan segera pulang menuju rumahnya.
Sakti terus tersenyum sambil menatap mobil eva yang telah menjauh dari pandangannya.
''Eva kalau abang meminta kamu menikah dengan abang, kamu mau menerima atau menolak yah, abang saat ini sudah bukan prajurit dan abang seorang pria biasa tanpa gelar di depan nama abang. '' gumam sakti.
Eva saat ini sampai di rumah orang tuanya dan meminta ijin pada orang tuanya untuk pergi ke london, ayah dan ibu mengijinkannya dan membuat eva bahagia.
''Kaka jahatnya ngusir eva ke kutub utara, aku mau menata hati dulu kak, sekalian mau melihat rumah aku di london juga kan. '' jawab eva.
''Menata hati sampe jauh ke london, jangan kabur dan menenangkan diri ke london, hadapi semua masalahnya eva, kalau kamu pergi berarti kamu, takut menghadapi masalah. '' ucap aris.
''Pokonya eva mau berangkat besok pagi pagi dan eva disana gak lama kok, palingan cuma lima hari dan eva akan segera pulang kembali ke desa, eva bukan takut menghadapi masalah tapi eva ingin melupakan masalah ajah. '' ucap eva.
''Baiklah kaka ijinkan kamu, tapi kamu pulang harus bawa kabar baik yah. '' ucap aris dan eva langsung mengerutkan dahinya.
''Kabar baik apaan kak, jangan bicara yang aneh aneh kak, eva bukan wanita yang murahan dan gampang memberikan semuanya pada pria. '' jawab eva.
''Maksud kaka bukan itu, kabar baik kalau kamu sudah tenang hatinya dan kamu membawa calon suami kamu ke rumah, begitu maksudnya. '' ucap aris menjelaskan ucapannya.
''Udah ahh eva mau ke rumah dulu, mau siap siap berangkat ke london dan liburan disana. '' ucap eva dan aris hanya menganggukan kepalanya.
''Udah, biarkan adik kamu berlibur, selama dua minggu ini dia murung dan memendam semua sendiri, ayah percaya dengan eva dan pasti dia akan menjaga dirinya dengan baik. '' ucap ayah dan aris pun mengerti dengan semua ucapan ayah dan yang di inginkan oleh eva.
Pagi hari menjelang.......
Pagi pagi sekali eva sudah siap dengan tas dan kopernya untuk menuju bandara, eva berangkat sendiri tanpa di antar orang tuanya.
__ADS_1
''Hati hati di sana dan cepat pulang yah. '' ucap ayah.
''Iya ayah, eva akan mendengarkan semua pesan ayah, ibu dan kak aris. '' jawab eva dan ayah mengangguk.
Eva masuk kedalam mobil dan segera menuju bandara, karena pesawat eva akan mengudara tepat pukul sepuluh pagi.
Setelah eva pergi sakti datang dan langsung menanyakan eva.
''Pagi semuanya, eva nya ada di rumah kan?? '' tanya sakti setelah mencium tangan orang tua eva.
''Baru ajah eva pergi. '' jawab aris yang tiba tiba keluar rumah menghampiri sakti.
''Eva pergi kemana sepagi ini?? '' tanya sakti.
''Eva ke london. '' jawab ibu dan sakti langsung kaget.
Sakti langsung pamit dan segera akan menyusul eva ke bandara, tanpa mendengar penjelasan semuanya dan membuat aris tertawa tawa.
''Kamu malah tertawa bukannya cegah, pasti dia menyangka kalau eva gak akan kembali lagi ke desa loh aris, sana susul. '' ucap ayah dan aris menggelengkan kepalanya.
''Biarkan ayah, aris yakin akan ada drama di bandara dan nanti sakti akan malu tuh. '' ucap aris.
Orang tua eva masuk kembali kedalam rumah dan aris masuk ke rumah eva.
''Rumah ini benar benar membuktikan, kalau eva ingin menjaga desa. '' ucap aris saat berada di depan rumah mewah eva.
Di bandara saat ini........
.
.
.
.
.
__ADS_1