
Sakti semalaman terus terjaga, karena takut eva terbangun dan membutuhkan sesuatu, eva tertidur pulas karena dokter mawar sengaja memberikan obat untuk eva istirahat.
Tepat pukul tiga pagi eva membuaka matanya karena dia ingin buang air kecil.
''Kamu butuh sesuatu sayang?? '' ucap sakti saat melihat pergerakan eva di brangkarnya.
''Mau pipis abang. '' jawab eva dan sakti langsung menggendong eva dan infusnya di pegang oleh eva.
Sakti membuka celana eva dan eva langsung pipis di closet.
''Udah sayang, sini abang yang cuci yah bekasnya. '' ucap sakti dan dia langsung mencuci bekas pipis eva dengan telaten.
Setelah selesai sakti kembali menggendong eva dan menidurkan kembali di brangkar.
''Abang kenapa masih terjaga, abang belum tidur yah?? ''
ucap eva dan sakti hanya tersenyum dan memberikan air minum untuk eva.
''Minum dulu baru abang akan jawab. '' jawab sakti dan eva langsung menerima minumnya.
''Abang gak bisa tidur, karena abang takut kamu butuh sesuatu, abang gak tenang dengan keadaan kamu sekarang sayang. '' ucap sakti.
''Sini tidur sama aku abang, aku gak ngantuk dan sekarang giliran abang yang tidur. '' ucap eva menepuk brangkar kosong sebelahnya.
''Sempit sayang dan itu gak akan muat untuk kita berdua, badan abang besar loh. '' jawab sakti dan eva langsung tertawa.
''Lupa, kalau badan abang kan besar yah. '' ucap eva dan sakti langsung mencium kening eva.
''Abang panggilkan suster dong, aku mau pulang ajah yah, disini gak enak banget soalnya. '' ucap eva kembali dan sakti mengangguk.
Sakti langsung keluar ruangan dan memanggil suster, suster yang jaga langsung menghampiri.
''Maaf suster, istri saya meminta salah satu suster untuk ke ruangan. '' ucap sakti dan suster langsung mengangguk dan mengikuti sakti ke ruang rawat eva.
''Suster tolong bantu saya buka infusnya yah, saya mau pulang ajah, gak enak tidur disini. '' ucap eva saat suster menghampiri.
''Tunggu sebentar dokter, saya akan membawa alat nya dulu untuk membuka infusnya. '' ucap suster dan eva mengangguk.
__ADS_1
''Ini jam tiga pagi loh, emang beneran kamu mau pulang ajah sayang?? '' tanya sakti.
''Mau pulang ajah bang, lagian disini gak nyaman bang tempatnya, kasihan abang belum tidur. '' jawab eva dan sakti menyetujuinya karena sakti mengetahui kalau eva dokter terbaik.
Eva meresepkan obat dan meminta sakti menebusnya di farmasi dan membayar administrasi rawat eva.
Suster datang dan langsung membuka infusnya eva dengan teliti.
''Tolong beritahukan dokter mawar yah, saya pulang lebih awal dan obatnya sudah saya siapkan sendiri. '' ucap eva dan suster langsung mengangguk.
Sakti langsung menggendong eva menuju mobil dan mendudukan eva di kursi, sakti masuk kembali kedalam ruangan untuk mengambil barang barang.
''Sudah siap kam sayang?? '' tanya sakti saat menghampiri eva dengan menyimpan barang di kursi belakang.
''Udah bang. '' jawab eva.
Jalan sunyi, gelap dan sepi, perjalanan hanya lima menit langsung sampai di depan gerbang rumah, sakti langsung memparkirkan mobil di depan pekarangan rumah.
''Kamu jangan keluar dulu, kalau rumah sudah terbuka baru keluar, sekarang abang mau mengetuk pintu rumahnya. '' ucap sakti dan eva mengangguk.
Sakti langsung mengetuk pintu rumah namun gak ada sahutan dan yang terbuka malah rumah orang tua eva dan aris yang menghampiri.
''Lihat di mobil yang duduk siapa?? '' jawab sakti dan aris kaget karena eva yang duduk dan tersenyum padanya.
''Kak aris, aku gak nyaman di balai kesehatan, makanya ngedadak pulang ajah. '' ucap eva saat kakanya menatapnya.
''Pulang ke rumah ibu, mungkin orang tua sakti sedang tertidur lelap, ini jam tiga pagi lagi enaknya tidur. '' ucap aris dan eva mengangguk.
Sakti dengan sigap menggendong eva dan aris menutup pintu mobilnya, aris langsung berjalan terlebih dahulu untuk membuka pintu rumah ibunya eva.
''Langsung tidurkan di kamar eva ajah yah sakti dan kalian langsung istirahat, kaka mau tidur lagi masih ngantuk. '' ucap aris.
''Makasih kakak. '' ucap eva dan aris mengangguk.
Sakti merebahkan tubuh eva di ranjang dan menyelimuti eva dengan selimbut.
''Abang sini tidur dengan aku yah, muatkan sekarang kalau tidur disini berdua?? '' ucap eva dan sakti tersenyum.
__ADS_1
''Abang mau bersih bersih dan ganti pakaian dulu yah sayang, ini masih pakai pakaian kerja kemarin. '' ucap sakti dan eva mengangguk.
Tak lama eva langsung terlelap dan sakti pun selesai bersih bersih dan mencari pakaian untuk di kenakan namun tidak ada, sakti terpaksa memakai celana pendeknya dan tanpa menggunakan pakaian atasnya.
Sakti langsung masuk kedalam selimbut dan memeluk erat tubuh eva dan tak lama sakti langsung terlelap.
Pagi hari menjelang......
Ibu dan ayah eva belum mengetahui kalau eva dan sakti ada di dalam kamarnya, aris juga sama belum membuka matanya dan masih tidur di dalam kamar.
Tepat pukul sembilan pagi mamahnya sakti menghampiri rumah orang tua eva dan menanyakan sakti.
''Ibu, apa sakti tidur disini?? '' tanya mamahnya sakti.
''Gak ada sakti, kan sakti nginep di balai kesehatan nemenin eva. '' jawab ibunya eva.
''Itu di depan rumah ada mobil sakti soalnya, saya kira sakti tidur disini. '' ucap mamahnya sakti sambil menunjuk mobilnya sakti
''Oh iya benar, itu mobilnya sakti tapi kok bisa yah, apa sakti pulang semalam dan tidur di kamar nya eva, terus eva di balai kesehatan dengan siapa?? '' ucap ibunya eva.
Mamahnya sakti dan ibunya eva langsung mengecek ke kamar eva dan mereka kaget saat melihat sakti dan eva sedang tertidur.
''Ternyata eva sama sakti tidur di dalam kamar, kapan mereka sampai yah, saya juga mengunci pintunya smalam, siapa yang membuka pintu. '' ucap ibunya eva.
''Aris yang membuka pintu, jam tiga pagi mereka pulang dan mengetuk rumah eva, aris gak sengaja dengar pas mau ke kamar mandi, yaudah aris suruh ke kamar eva ajah untuk istirahat. '' ucap aris yang menghampiri ibunya dan mamahnya sakti.
''Pantas ajah mereka ada di kamar, eva kenapa boleh pulang yah, bukannya eva kondisinya lemah?? '' ucap ibunya eva.
''Ibu lupa eva siapa, dia lebih tahu keadaan kondisinya sendiri. '' jawab aris dan ibunya eva mengangguk.
Mamahnya sakti pamit pulang kembali ke rumahnya eva dan menunggu di rumahnya eva.
.
.
.
__ADS_1
..............