
Satu bulan kemudian.....
Eva semakin dekat dengan raka dan sekarang eva sudah menempati rumah barunya yang super mewah dan sangat memuaskan untuk eva.
Sakti setelah pertemuan terakhirnya dengan eva tidak pernah terlihat kembali dan hanya ada teman temannya yang berdinas di desa.
Eva setiap hari semakin sibuk dan selalu pulang terlmbat ke rumahnya, namun eva selalu menikmatinya dan mengikuti semuanya.
''Eva ....'' ucap aris saat memanggil eva yang baru keluar dari mobilnya.
''Kak aris....'' jawab eva.
''Ayo ke rumah ibu, ada seseorang yang mau kaka kenalkan dengan kamu. '' ucap aris dan eva mengangguk dan mengikuti aris ke rumah ibunya.
''Eva ayo masuk sayang..... '' ucap ibu saat eva masuk kedalam rumah ibunya.
Eva langsung masuk dan bersalaman dengan seorang wanita berhijab dan eva langsung duduk di samping ibunya dan tak lama aris masuk.
''Kamu gak nanya dee, dia siapa?? '' ucap aris dan eva hanya diam.
''Dia pacar kaka kamu, namanya vera. '' ucap ibu dan eva hanya mengangguk.
Vera hanya diam dan kaget melihat adiknya aris yang berpakaian dinas ASN.
''Vera, dia namanya eva, adik bungsunya mas aris dan dia seorang dokter spesialis bedah dan kandungan, merangkap dokter di desa ini. '' ucap aris dan membuat vera kaget.
''Eva dia juga seorang bidan. '' ucap aris kembali.
''Oh jadi kak vera seorang bidan yah, satu propesi dong sama eva, sama sama menangani ibu hamil. '' ucap eva dan vera hanya mengangguk.
''Yaudah eva mau ke rumah dulu, mau mandi dan bersih bersih yah, badan eva lengket. '' ucap eva dan pamit pada semuanya.
''Nanti kesini lagi, kita makan bersama dengan vera juga yah. '' ucap aris.
''Iya kak, yaudah eva pamit dulu. '' ucap eva.
Saat eva keluar dari rumah orang tuanya, eva berpapasan dengan naina dan naina langsung keluar mobil menghampiri eva.
''Kak eva baru pulang apa darimana?? '' tanya naina.
''Kaka baru pulang, kamu mau kemana naina?? '' jawab eva.
''Naina mau ke rumah teman dan lewat jalan ini kak. '' ucap naina dan eva hanya mengangguk.
''Oh iya, mas raka kenapa ga ada kabar yah udah dua hari loh??, biasanya suka hubungi kaka. '' ucap eva dan membuat naina terdiam.
''Naina gak tau kak, kak raka kan sibuk ngantor dan naina kan sibuk dengan butik. '' jawab naina dan naina langsung pamit pada eva.
''Tumben anak itu gak mau mampir, biasanya langsung masuk tanpa di persilahkan. '' ucap eva saat mobil naina sudah bergerak menjauh.
Eva langsung masuk kamar nya dan segera membersihkan badannya.
__ADS_1
Di mobil saat ini naina terus kepikiran dengan pertanyaan nya eva dan dia bingung harus bagaimana.
''Maafkan naina kak, kak raka saat ini sedang dengan kak riana dan kak raka sudah dua hari belum pulang, kak raka jadi berubah setelah kak riana pulang ke indonesia. '' ucap naina dan begitu sedih dengan semuanya.
''Naina ingin kaka yang menjadi kaka ipar nya naina dan bukan kak riana. '' ucap naina kembali.
Di rumah eva saat ini....
''Neng mau makan sekarang?? biar bibi panaskan makanannya. '' ucap bibi.
''Gak usah bi, bibi bawa pulang semua makanannya ajah, eva mau makan di rumah ibu, sekalian makan bersama calonnya kak aris. '' jawab eva dan bibi langsung mengangguk.
Eva langsung masuk ke kamarnya dan segera bersiap menuju rumah ibunya, saat eva keluar kamar ternyata bibi sedang menunggu eva.
''Loh bibi masih disini, eva kira udah pulang loh, ada apa bibi?? '' tanya eva.
''Bibi mau pamit ajah neng eva, barusan ketuk kamarnya tapi gak ada yang jawab. '' jawab bibi.
''Padahal bibi langsung pulang ajah, eva kan tau kalau bibi jadwalnya pulang. '' ucap eva dan bibi mengangguk.
Bibi dan eva berjalan beriringan dan bibi langsung pamit pada eva.
Eva menuju rumah orang tuanya dan langsung ikut makan dengan keluarga lainnya.
Setelah makan eva dan ibu merapihkan meja makan dan di bantu oleh vera.
''Mba vera dinas nya di rumah sakit mana?? tanya eva.
''Udah lama kenal dengan kak aris?? '' tanya eva.
''Kita dulu kenal saat sekolah, mas aris satu tingkat dari saya. '' jawab vera.
''Oh jadi mba vera itu adik kelas nya kak aris. '' ucap eva dan vera mengangguk.
Vera di minta eva menyusul ke depan dan tinggal eva di dapur sendiri, eva membuat cemilan seperti biasa dan menunggunya matang.
Eva melihat lihat handphone nya dan kaget saat melihat pemberitahuan status sosmed nya.
''Mas raka dengan siapa yah ini, ko terlihat mesra dan sangat dekat?? '' ucap eva dan bingung dengan yang di lihatnya.
Eva langsung menata makanan nya di piring dan segera membawanya kedepan untuk di sajikan pada keluarga nya.
''Dee, besok ikut yah sama kaka. '' ucap aris.
''Mau kemana memangnya?? '' ucap eva.
''Ada deeh, pokonya kamu besok sore kamu ajak ayah dan ibu juga yah, kaka nanti nunggu di rumah kak hasna yah. '' ucap aris dan eva hanya mengangguk.
''Yaudah eva ke rumah dulu yah, mau istirahat. '' ucap eva pamit pada semuanya.
Eva segera menuju rumahnya dan terus kefikiran dengan raka dan status sosmednya dengan seorang wanita.
__ADS_1
Pagi hari menjelang.....
Saat ini eva sedang sarapan dengan menu makanan yang biasa di buatkan bibi.
''Neng tumben makannya melamun, nanti malah kesiangan loh berangkat kerjanya. '' ucap bibi saat melihat eva malah melamun saat makan.
''Eva lagi ga melamun kok bibi, eva cuma lagi mikirin sesuatu. '' ucap eva dan bibi hanya tersenyum dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Eva segera keluar dari rumah dan sebelumnya pamit pada bibi.
Eva kaget saat mawar ada di hadapannya dan menghampirinya.
''Eva ayo cepat ke balai desa, anak aku sakit keras dan gak sadar sadar, petugas disana malahan meminta buat di rujuk, saat aku bilang nunggu kamu mereka malah marah dan bilang sama ajah penanganannya kamu juga, ayo eva cepat. '' ucap mawar.
''Mawar kamu itu bikin aku kaget, ayo kita ke balaik kesehatan sekarang. '' ucap eva dan mawar langsung ikut masuk kedalam mobilnya eva dan segera menuju balai kesehatan.
Eva segera masuk dan menuju UGD dan melihat keadaan anaknya mawar.
''Dokter eva....'' ucap petugas saat eva datang.
Eva langsung memeriksa keadaannya dan meminta semuanya keluar kecuali petugas UGD, karena eva membutuhkan bantuannya.
Dalam waktu sepuluh menit anaknya mawar sadar dan membuka matanya, eva langsung memasang infus di tangannya.
''Perutnya sakit yah dee?? '' tanya eva dan anaknya mawar mengangguk.
''Tolong pindahkan ke ruang rawat dan gak usah di rujuk ke rumah sakit di kota. '' ucap eva dan perawat langsung mengangguk.
Eva keluar ruangan dan mawar langsung menghampirinya.
''Anak kamu udah sadar sekarang, kamu selalu memberikan mie instan yah untuk makan anak kamu kan mawar?? '' tanya eva saat mawar akan menanyakan anaknya dan mawar langsung mengangguk.
''Iya eva, anak aku tiap hari makan mie instan dan gak mau makan yang lain. '' jawab mawar.
''Usahakan jangan di beri mie instan yah, gak baik untuk semua orang, apalagi anak kecil seperti anak kamu, perutnya langsung sakit makanya pingsan, jangan kasih lagi yah mawar, kalau kamu sayang sama anak kamu dan kalau gak sayang, itu urusan kamu, ini resep obatnya di ambil di farmasi dan jangan lupa kasih ke anak kamu tapi sebelumnya suapi dengan bubur nasi dulu. '' ucap eva saat memberikan resep pada mawar dan mawar mengangguk.
Eva langsung menuju ruang kerjanya dan segera memakai pakaian prakteknya untuk menuju UGD.
''Ternyata UGD kosong, lebih baik keliling ruang rawat ajah deh. '' ucap eva saat UGD kosong.
.
.
.
.
.
...........
__ADS_1