Desaku Rumahku Dan Kehidupanku

Desaku Rumahku Dan Kehidupanku
D R D K 22


__ADS_3

Tiga minggu kemudian......


Selama tiga minggu di desa, eva benar benar membantu warga di balai kesehatan, semua warga senang karena eva yang berasal dari desa dan telah sukses, namun semuanya sedih karena eva akan kembali melanjutkan study kedokterannya di london.


Eva sedang bersiap mempacking semua barang nya yang di perlukan, eva hanya membawa tas kecil dan pakaian nya tidak di bawa eva, karena eva tidak memerlukan pakiannya.


''Eva, kapan kamu berangkat?? '' ucap ibu yang masuk menghampiri eva dan membantu eva merapihkan alat alat medisnya.


''Lusa ibu, eva udah dapet tiketnya, kenapa?? '' ucap eva yang melihat raut wajah ibu yang berbeda.


''Ibu sebenarnya gak ingin kamu pergi, ibu ingin kamu tetap di desa, menemani ibu dan ayah, tapi ibu sadar eva , kalau kamu memang membutuhkan pendidikan lanjutan ini, untuk mewujudkan semua keinginan dan cita cita kamu, ingat eva kalau kamu sukses nanti, jangan sombong dan tetap jadi eva yang sederhana dan ramah terhadap orang orang. '' ucap ibu.


''Pasti ibu, eva gak akan berubah, eva saat ini butuh dukungan dan doa dari ibu dan ayah, agar eva bisa cepat menyelesaikan pendidikan eva dan kembali pulang ke desa ini, agar eva bisa berkumpul dengan ayah dan ibu, janji ke eva yah, ibu harus jaga kesehatan dan ibu juga harus menjaga kesehatan ayah. '' ucap eva dan ibu mengangguk.


''Oh iya, kak aris sedang mengurus surat surat untuk membawa, ayah dan ibu ke london, eva tunggu yah disana dan jangan menolak semua yang kak aris lakukan yah. '' ucap eva dan ibu mengangguk.


''Iya eva sayang, ayah, ibu kak aris, kak hasna dan suaminya, akan datang berkunjung ke rumah eva disana dan ibu akan melihat kesuksesan eva disana. '' ucap ibu dan eva langsung memeluk ibunya.


''Eva, itu ada yang mencari kamu loh. '' ucap aris dan eva langsung keluar menghampiri tamunya.


''Masuk bibi. '' ucap eva dan tamunya langsung masuk.


''Semua udah siapkan bibi, persyaratannya?? '' ucap eva.


''Sudah neng eva, ini surat suratnya. '' ucap bibi menyodorkan berkas dan eva langsung menerimanya.


''Oke, lusa bibi kesini yah sekitar pukul tujuh, karena kita akan berangkat ke bandaranya pukul delapan, pesawat akan mengudara pukul sebelas siang, surat suratnya eva yang simpan biar besok sekalian eva bawa. '' ucap eva dan bibi mengangguk.


''Makasih neng eva, kalau gitu bibi permisi. '' ucap bibi dan eva mengangguk.


Ibu langsung menghampiri eva.


''Bibi itu yang akan jadi ART di rumah eva di london ibu, lumayan buat bantu keluarganya, di sana eva kan tinggal sendiri, kalau ada yang bantu kan eva gak kesulitan juga kan. '' ucap eva yang mengerti dengan tatapan ibunya.


''Oh gitu, berarti nanti bibi itu yang akan membantu kamu di rumah?? '' ucap ibu.


''Benar bu, nanti bibi itu yang mencuci, membersihkan rumah dan memasak. '' ucap eva.


''Kenapa ga ambil orang disana untuk kerja?? '' ucap ibu.

__ADS_1


''Disana pada kaya kaya ibu dan mereka juga memakai jasa agen untuk bekerja, jadi eva membawa sendiri ajah daripada harus meminta agen kan. '' ucap eva.


''Iya juga sih, pokonya ibu hanya titip pesan ke kamu, jangan terlalu terbuka, tutup semua yang berharga di rumah kamu. '' ucap ibu.


''Beres ibu, di setiap penjuru rumah eva kan di sediakan cctv kecil dan hanya eva yang bisa membukanya. '' ucap eva.


''Syukurlah kalau begitu. '' ucap ibu.


Eva masuk kedalam kamarnya dan merapihkan pakaiannya, berkas berkas pun di gabungkan dengab milik eva.


''Masa aku harus ke paris dulu sih, ini tiket kan langsung tujuan london. '' ucap eva.


''Bodi amat sama acaranya, pokonya aku ke london dan bukan ke paris. '' ucap eva.


Aris masuk ke kamar eva dan langsung duduk di ranjang di dalam kamar eva.


''Ada apa kaka?? '' ucap eva yang melihat tatapan kakanya berbeda.


''Kamu jangan nakal disana eva dan jangan mencoreng nama baik keluarga ini, kamu membawa orang di desa ini untuk kerja di rumah kamu yang disana. '' ucap aris.


''Kak aris lebay deh, eva punya agama kak dan eva gak akan sembarangan bergaul loh. '' ucap eva dan aris mengangguk mempercayainya.


''Oke kaka....'' ucap eva.


''Besok sore kaka akan pulang kesini agar lusa bisa antar kamu dan kak hasna nanti malam sampai kesini tapi suaminya besok sama kaka kesininya. '' ucap aris.


''Oke kaka....'' ucap eva.


Aris keluar dari kamar eva dan langsung berpamitan pada kedua orang tuanya, eva langsung merebahkan tubuhnya dan tak lama eva terlelap tidur siang.


Tepat pukul empat sore rumah terdengar sangat bising dan membuat eva terbangun dari tidurnya.


Eva keluar kamar dan kaget melihat banyak orang di ruang tamu, eva replek masuk kembali kedalam kamarnya.


''Mereka siapa yah, aku ko ga kenal. '' ucap eva.


Eva langsung mengganti pakaiannya dan langsung keluar kamarnya langsung menuju kamar mandi.


''Anak gadis jam segini baru bangun. '' ucap hasna.

__ADS_1


''Eva ngantuk kak, semalaman eva bergadang nyari tiket buat lusa. '' ucap eva.


''Kuliah kamu mulainya masih dua minggu lagi, kenapa udah sibuk pulang besok sih, kan bisa minggu depan dan masih keburu. '' ucap hasna.


''Eva ada acara kampus kaka dan acaranya di rubah tadi sama panitia, eva udah tanggung pesan tiket dan udah membayarnya, kalau bisa di batalkan akan eva batalkan, tapi gak bisa, makanya eva tetap berangkat ajah lusa ke london. '' ucap eva.


''Acara apaan emangnya?? '' ucap hasna.


''Acara ulang tahun kampus kak, acaranya di hotel ternama di pusat kota london, ehh di rubah jadi di paris francis acaranya, eva mendingan ke london ajah daripada ke paris. '' ucap eva.


''Oh gitu ceritanya, kaka kira kamu ada apa buru buru ke london, jadwal kuliah kamu masih lama soalnya. '' ucap hasna.


''Iya kak, paling eva kerja ajah, uang eva berkurang di rekening. '' ucap eva.


''Suruh siapa beli mobil dan beli alat alat kesehatan, orang orang yang kerja di balai kesehatan kan belum tentu merawat alat alat yang kamu beli. '' ucap hasna.


''Ralat ralat, eva gak beli alat alatnya kak, eva cuma bayar pajaknya ajah, semua alatnya di beliin dokter ronald. '' ucap eva.


''Siapa dokter ronald, pacar kamu yah?? '' ucap eva.


''Ngaco, dia dokter senior di rumah sakit dan bukan pacarnya eva. '' ucap eva.


''Mana ada laki laki membelikan sesuatu dengan gratis sama cewe kalau gak ada perasaan ke cewe itu. '' ucap hasna.


''Eva ga perduli kaka, yang penting dia baik dan menjaga eva, menjaga kehormatan eva. '' ucap eva.


''Iya iya, kaka percaya. '' ucap hasna.


Hasna langsung keluar dapur membawa nampan berisi makanan untuk tamu, sedangkan eva langsung makan di meja di dadur, karena perut eva terasa sangat lapar.


''Tamu di depan siapa yah?? tumben ada banyak gitu, biasanya ibu sama ayah gak menerima tamu. '' ucap eva sambil mengunyah makanannya.


.


.


.


.

__ADS_1


........


__ADS_2