Desaku Rumahku Dan Kehidupanku

Desaku Rumahku Dan Kehidupanku
D R D K 23


__ADS_3

**HAI SEMUANYA, MAAF KARENA CERITA NOVEL INI SEMPAT SAYA TAMAT KAN, KARENA MEMANG GAK KE KEJAR CERITANYA, SAYA SIBUK DENGAN CERITA NOVEL LAINNYA, SEKARANG CERITA NOVEL INI SUDAH UP KEMBALI, JANGAN LUPA TETAP MENDUKUNG JALAN CERITANYA, TERIMAKASIH UNTUK YANG BERSEDIA MAMPIR MEMBACA CERITANYA, MEMBERI LIKE, KOMENTAR, HADIAH DAN VOUTE NYA.


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗**


...****************...


...****************...


...****************...


Eva asik dengan makanannya, hasna menyusul ke dapur dan geleng geleng melihat eva sedang asik memakan makanannya.


''Eva kamu bukannya temuin tamu sana, malah makan disini. '' ucap hasna dan eva hanya tersenyum.


''Gak mau, malu loh kak. '' jawab eva.


''Kamu itu sama sodara sendiri malu, ayo habiskan makannya dan ikut kaka ke depan, nanti ibu marah loh kalau kamu gak ikut. '' ucap hasna dan eva langsung mengangguk.


''Tamu di depan siapa kak?? '' tanya eva.


''Itu saudara dari ayah, mereka mau konsultasi ke kamy loh eva, biar nanti baiknya gimana, pokonya kamu ke depan kaka ga ngerti yang mereka ucapkan. '' jawab hasna dan eva langsung mencuci tangannya dan langsung menuju ke ruang tamu.


''Ini anak bungsu saya yang bernama eva, ayo eva salam ke bibi dan paman kamu. '' ucap ibu dan eva langsung bersalaman dan duduk di samping ayahnya.


''Paman kesini mau konsultasi ke eva. '' ucap paman dan eva langsung kaget.


''Konsultasi apa paman?? '' tanya eva.


''Anaknya paman kan tiga tahun lalu keguguran dan sekarang malahan rahimnya harus di angkat, katanya ada gumpalan darah di dalam rahim sisa keguguran waktu itu, makanya paman kesini mau konsultasi ke eva, kalau anak paman rahimnya harus di angkat, nantinya gak akan punya anak lagi kan. '' jawab paman nya eva.


''Mana anak pamannya sekarang, kalau mau sekarang ikut eva ke balai kesehatan, disana ada alat untuk USG yang canggih, lusa eva udah berangkat lagi dan hanya hari ino eva bisa membantu, besok eva kan riweuh mau mengurus semuanya. '' ucap eva.


''Baiklah, paman akan menyusul anak paman nya dan membawa kesini. '' ucap pamannya eva dan eva mengangguk.


Paman nya eva langsung pamit tapi bibi nya eva tetap tinggal dan tidak ikut untuk menjemput.


''Eva, kamu berangkat lagi ke luar negri?? '' tanya bibi.


''Iya bibi, eva mau melanjutkan lagi study lanjutan spesialis kedokteran di london. '' jawab eva.


''Pasti biayanya mahal yah kuliah spesialis terus di luar negri lagi kuliahnya. '' ucap bibi.


''Eva dari awal masuk kuliah sampai sekarang, biaya nya gratis dan gak bayar, malahan eva yang di bayar dan dapat kerjaan tetap di sana. '' jawab ibu dan membuat bibi kaget dan tidak percaya.


''Mba juga mau nyusul kesana nanti setelah aris selesai mengurus berkas berkasnya. '' ucap kembali ibu dan membuat bibi kaget.


Bibi eva memang orang yang selalu menyepelekan orang lain, makanya ibu tidak terlalu akrab dengan keluarga adiknya itu.


Eva langsung ke kamar untuk bersiap mandi dan kaget saat masuk ke dapur karena kaka nya sedang makan.

__ADS_1


''Tadi aku ga boleh makan, sekarang kenapa kaka yang makan, dasar tega. '' ucap eva sambil duduk di kursi samping kaka nya.


''Kaka lapar eva, dari pagi belum makan terus kan minum obat harus makan dulu. '' jawab hasna dan fokus makan kembali.


Eva langsung masuk ke dalam kamar mandi dan segera mandi takutnya paman dan sepupunya keburu datang ke rumah.


Sepuluh menit kemudian eva selesai mandi dan langsung menuju kamarnya untuk memakai pakaiannya.


Handphone eva berdering dan dokter ronald yang menelphone.


''Hallo sweety.....'' salam dokter ronald pada eva.


''Iya dokter, kenapa?? '' ucap eva.


''Jadi kan kamu lusa kembali kesini?? '' tanya dokter ronald.


''Jadi dokter, kenapa memangnya?? '' jawab eva.


''Saya akan jemput kamu di bandara yah. '' ucap dokter ronald.


''Oke, nanti saya kabari dokter setelah sampai di bandara yah. '' ucap eva.


''Iya, yasudah saya kembali bekerja lagi yah, kamu hati hati di sana dan salam untuk semua keluarga dari saya, ingat sampai kan salam saya. '' ucap dokter ronald sebelum menutup panggilan telphone nya.


Eva langsung duduk dan terdiam di ranjangnya, eva begitu bingung dengan semua jalan hidupnya.


Lima tahun lalu eva semangat untuk pergi ke luar negri menggapai cita cita nya, ntah kenapa sekarang terasa berat meninggalkan rumah dan desanya, apalagi melihat ayah dan ibunya yang sudah menua dan butuh dampingannya.


''Mau ajak ayah sama ibu menetap di london ajah kayanya, biar disana ke pantau deh semuanya. '' ucap eva dan akan mengungkapkan nya segera.


Pintu kamar eva di ketuk oleh kak hasna, yang memberitahukan kalau pamannya sudah datang dan membawa sepupunya untuk eva periksa.


Eva langsung keluar rumahnya dan menghampiri pamannya.


''Eva ini rina anaknya paman yang tadi paman ceritakan, bisa kan eva memeriksanya. '' ucap paman dan eva mengangguk.


''Mana berkas medisnya boleh eva lihat?? '' ucap eva dan rina langsung memberikan nya.


Eva langsung membaca dan mempelajarinya dan eva kaget dengan hasil medisnya.


''Kita ke balai kesehatan yah, eva mau USG dan kita lihat nanti hasilnya, usahakan jangan buang air kecil dulu yah, biar terlihat semuanya, ayo minum dulu minumnya, saya mau ambil kunci mobil dulu. '' ucap eva dan rina langsung meminum minumannya.


''Eva, pakai mobil kaka ajah biar besar dan masuk semua nya satu mobil, mobil kamu kekecilan kan. '' ucap hasna dan eva menyetujui nya.


''Kita berangkat sekarang yah paman, suaminya ada kan buat jadi saksi nantinya. '' ucap eva dan rina mengangguk dan menunjuk suaminya yang duduk di sebelah mamahnya.


Eva langsung masuk kedalam mobil kak hasna dan srmua langsung masuk mobil, kecuali ayah, ibu dan kak hasna yang gak ikut pergi.


Mobil pun langsung berjalan dan meninggalkan kediaman rumah orang tua eva.

__ADS_1


''Ada kesusahan ajah baru ingat ke kita, giliran senang malah melupakan kita dan menganggap keluarga kita bukan saudara. '' ucap hasna kesal.


''Kamu jangan bicara seperti itu hasna, biarkan mereka begitu asal kita jangan membalasnya, eva kan dokter dan sudah kewajibannya menolong pasien kan. '' ucap ibu dan hasna hanya diam.


Di balai desa saat ini....


Begitu eva sampai dia langsung masuk dan menuju ruangan USG, suster yang piket pun mendampingi eva, bidan sedang membantu yang melahirkan di ruang persalinan.


''Suster bantu mba nya rebahan, saya mau melakukan USG. '' ucap eva dan suster langsung membantu rina.


Eva menyalakan mesin USG nya dan di saksikan paman, bibi dan suami rina.


''Perutnya bengkak yah, sakit gak?? tanya eva.


''Sakit kalau sedang datang bulan ajah. '' jaeab rina dan eva mengangguk.


Suster mengoles perut bawah rina dengan jel untuk USG, eva langsung bertindak dan hasilnya langsung keluar dan terlihat di layar USG.


''Ini saya perbesar yah, ini tuh seperti gumpalan darah sisa keguguran yang gak bersih, pas keguguran gak kuret yah?? '' tanya eva dan rina menggeleng kan kepalanya.


''Kata bibi dan paman tadi bilang kuret, kalau kuret pasti bersih dan gak akan ada sisanya, ini asalnya sedikit dan kecil jadi membesar gini jadinya dan terpaksa harus operasi pengangkatan rahim, karena ini bisa jadi fatal nantinya. '' ucap eva.


''Gak cara lain selain jangan operasi, kalau saya tidak punya rahim, berarti saya gak akan bisa hamil lagi. '' ucap rina.


''Iya, karena ini ada di dalam rahim bukan di luar rahim, tapi saya akan memberikan obat penghancur dan menguras nya, kalau keluar berarti gak usah operasi tapi kalau gak keluar, dengan sangat terpaksa harus operasi pengangkatan rahim, ini demi nyawa kamu sendiri. '' ucap eva dan rina mengangguk.


Suster langsung membantu merapihkan kembali bekas USG dan eva langsung menuliskan resep obat yang harus di tebus.


''Ini di minum sehari satu tablet sebelum tidur, udahakan perbanyak minum air putih, jangan bekerja berat dulu slama minum obat, karena ini sama ajah dengan mendetox tubuh, kalau obatnya habis, langsung USG lagi kesini dan nanti suster ini yang akan menjelaskan pada dokter atau bidan yang bertugas, karena eva kan lusa sudah pergi, semoga hasilnya baik yah dan jangan lupa tetap berdoa agar semua hasilnya terbaik, obat ini untuk lima hari ke depan yah dan mungkin obatnya agak sedikit mahal dan jangan kaget dengan harganya, kan pengen sembuh tanpa operasi, saya sih yakin kalau kamu gak akan operasi, asal patuh dan melaksanakan yang saya anjurkan. '' ucap eva dan rina mengangguk.


''Memangnya berapa harga obatnya?? '' tanya bibinya eva.


''Harganya kurang lebih satu tablet itu paling dua ratus ribu, coba ajah tanyakan dan saya anjurkan obat harus di konsumsi selama lima hari berturut turut, kalau gak nantinya harus di ulang dari awal. '' jawab eva.


Eva langsung memberikan sebuah catatan kecil pada suster yang barusan membantunya, untuk memberikan catatan pada dokter nanti yang menjaga saat rina datang kembali untuk USG dan suster langsung mengiyakannya.


Eva pamit dan langsung masuk kedalam mobilnya di ikuti paman, bibi, rina dan suaminya.


Sepanjang perjalanan eva hanya diam dan tidak menjawab celotehan bibinya yang terlihat sedikit sombong.


Sepuluh menit kemudian mobil sampai di rumah eva dan paman beserta keluarganya pamit pulang, paman berterima kasih dengan rina pada eva dan yang lainnya, sedangkan bibi hanya bersalaman sajah.


''Tuh kan adik ibu yang terhormat itu sangat sombong, padahal kamu jangan bantuin eva, biarkan ajah biar tahu rasa tuh mereka. '' ucap hasna kesal dan eva hanya tersenyum.


Ibu hanya geleng geleng kepala karena memang adiknya itu sangat sombong dan angkuh.


.


.............

__ADS_1


__ADS_2